
Setelah kandasnya hubungan Putri dan Rezki, baik Putri dan Rezki menjalani keseharian mereka secara seperti biasa, Putri berusaha semaksimal mungkin menjauhi Rezki, begitupun Rezki dia berusaha menjauhi Putri, Rezki bahkan belum menanyakan alasan Putri kenapa jadi mengakhiri hubungan ini, Putri bahkan belum bercerita dengan Indra, tapi hubungannya dengan Indra memang terlihat semakin dekat walaupun disekolah Putri menjaga jarak.
" wah akhirnya ndra weekend juga"
" hmmm"
" ndra lo seneng ga, kita mau kepuncak ni" Putri sedikit kesal dengan jawaban Indra yang sungguh datar itu
Putri sedang asyik mengemasi barang barang keperluannya selama berada dipuncak, 2 keluarga itu berencana pergi ke puncak dalam waktu beberapa hari.
" iya aku seneng" jawab Indra dengan senyum khasnya
" tumben aku kamu" sahut Putri yang masih asyik mengemasi barang, sedangkan Indra asyik rebahan di sofa kamar Putri sambil main ponsel dan sesekali melirik ke arah tunangannya itu.
" ya biar beda sayang" Indra tiba tiba mengatakan kata kata romantis pertamanya sontak saja membuat Putri merona dibuatnya, untung Indra tak melihat coba kalau lihat bisa malu rasanya
" udah berani bilang sayang ni"
" iya emang aku sayang kamu" kali ini Indra mengeluarkan jurus gombalannya
" uhh udah pintar gombal" Putri mencubit pipi Indra gemas dan duduk di samping Indra
" cape ya??" Indra duduk dan merangkul bahu putri
" ga ah dikit aja kok bajunya , kamu udah siap2 kan??"
" udah sayang" Indra lagi lagi menggombal disertai cubitan gemas di hidung Putri
" aihh apa sihh" pura pura cemberut
" mmmuuach" Indra mencium pipi Putri gemas
" ihh berani ya cium cium" putri dibuat merona
" ihh blushing " goda Indra
mereka bertatapan cukup lama dan sampai akhirnya ciuman itu terjadi kembali, tapi kali ini Putri bahkan mengimbangi permainan Indra , tentu saja itu membuat Indra senang, karna sudah terlalu lama Putri dan Indra melepaskannya sekedar untuk mengambil nafas.
Putri membersihkan sisa ciuman itu dibibir Indra
" udah mulai pintar" puji Indra yang merasa kalau ciuman Putri sedikit lebih terasa dibandingkan yang sebelumnya.
" apa sih ndra kan kamu yang ajarin hehe" Putri tertunduk malu
" put"
"hmmm"
" hubungan lo ma ka Rezki gimana??"
__ADS_1
" menurut lo??"
" ga tau" Indra menjawab sedikit ketus mungkin kesal karna pertanyaannya tak dijawab Putri
" ndra gue udahan sama dia"
mendengar jawaban Putri sontak saja membuat Indra girang tak terkira, hatinya terasa ditumbuhi bunga bunga indah, cinta yang selama ini tak terbalaskan akhirnya tidak menjadi cinta sepihak saja.
" serius kamu yank??" tanya Indra yang tiba tiba memanggil Putri dengan sebutan yank
" apa ndra gue ga denger coba ulangi" Putri merasa geli dengan apa yang Indra katakan tapi juga bahagia rasanya
" ayank" jawab Indra singkat
" hahaha, geli ahhh" Putri berlalu tapi tiba tiba tangannya di tarik Indra sontak saja Putri kehilangan keseimbangan, dan jatuh ke pangkuan Indra , mereka saling bertatapan wajah penuh cinta itu sangat terlihat nyata.
" ihh Indra awas ya cari kesempatan lagi"
tiba tiba ceklek
" ehh ngapain kalian" bu tini kaget dibuatnya melihat posisi Indra dan Putri yang cukup intim tersebut
Indra dan Putri tersontak kaget dibuatnya , cepat cepat Putri kembali ke posisi semula merapikan pakaiannya begitu pun dengan Indra hanya saja dia dapat sedikit lebih santai karna memang sifatnya begitu.
" ga ada maa, putri tadi terjatuh jadi di tolong Indra" ucap Putri yang terlihat sangat gugup dan berusaha mencari alasan yang tepat.
" udah ga masalah , lagian bentar lagi suami istri" dengan santainya bu Tini mengatakan hal tersebut , Putri dan Indra yang mengira bu Tini bakal marah ternyata tidak sama sekali.
" ndra lo denger ga kita bakal dinikahin"
" ya bagus dong " ujar Indra dengan santainya dan membawa koper Putri kelantai bawah.
***
Akhirnya mereka berangkat
Putri bersama Indra , dan para orang tua dimobil terpisah, berduaan dalam mobil membuat Putri dan Indra merasa banyak waktu untuk berduaan.
" ndra, berhenti disupermarket yu kita beli apa gitu"
" ouh siap sayang" jawab Indra
sesampainya didepan supermarket Indra dan Putri turun dari mobil secara beriringan dan Indra tiba tiba menggandeng tangan Putri, Putri yang dapat perlakuan Indra seperti itu membuat hatinya semakin berbunga bunga, entah kenapa akhir akhir ini perlakuan manis Indra baru dirasa sangat indah oleh Putri.
" mau beli apa sih yank"
"beli apa ya??, beli cemilan yang banyak hehe"
akhirnya Putri memilih milih cemilan yang disukainya dan di sukai Indra.
__ADS_1
" belinya kaya mau pergi satu minggu aja nu" celetuk Indra yang melihat kerangjang hampir penuh dengan belanjaan Putri
" kan ini juga bahan makanan yank, biar bisa masak di villa" sahut Putri yang masih saja memilih milih belanjaannya
" ya udah terserah"
" ndra bentar aku kesana ya "
" hmm jangan lama lama"
tiba tiba
" aduh tinggi banget sih" Putri meraih barang yang diletakkan cukup tinggi itu dengan susah payah kebetulan Indra dilain tempat asyik dengan memilih barang yang diinginkannya, sehingga tidak tau kesulitan yang dialami tunangannya
" ini barang lo"
" ouh maka..." Putri terdiam membeku memandang orang yang berada dihadapannya.
" ka Rezki "
Rezki pun hanya diam tak bergeming melihat mantan terindahnya sedang berada tepat didepannya, dengan pakaian casual Rezki terpesona melihat penampilan Putri yang dirasanya sangat manis.
" sayang udah barangnya?" tiba tiba Indra datang membawa troli belanjaan
" hmm, udah "
Rezki yang mendengar apa yang dikatakan Indra, benar benar merasa syok , dia tak menyangkan Indra memanggil mantannya dengan sebutan yang begitu intim.
" ouh ini alasannya" Rezki tiba tiba memecahkan kecanggungan diantara mereka
" hmm anu ka hmm" Putri bahkan tidak bisa berkata kata, karna saking bingungnya harus berkata apa.
" iya ka, Putri dan aku udah tunangan" tiba tiba Indra mengatakan dengan sangat ringan
perkataan Indra sukses membuat Rezki merasa tak bernafas, matanya membulat sempurna, nafasnya memburu, sesak hanya itu yang terasa sekarang, andai tak sakit ingin rasanya Rezki menabrakkan diri ke jalan raya.
Rezki memandang jari Putri dan jari Indra benar saja ada cincin yang sama di jari mereka, walaupun modelnya sedikit berbeda.
" jadi cincin itu cincin pertunangan??" Rezki berusaha bicara dengan tenang karna disekitar masih banyak orang, dan tak ingin membuat keributan
" iya ka" kali ini Indra lah yang menjawab
entah kenapa Putri dibuat benar benar tak enak dan membisu, Putri merasa apapun penjelasannya sekarang akan terlihat sia sia, rasanya Putri ingin terbang saja dan menghilang dari hadapan Rezki.
" ayo ndra kita pulang" Putri menarik tangan Indra
" put tunggu aku belum selesai" Rezki mencoba menghalangi langkah mereka, dan menarik tangan Putri
" ka lepasin tangan tunangan ku" Indra menepis tangan Rezki dari Putri
__ADS_1
" kalian penghianat " ucap Rezki dengan wajah merah padamnya menahan emosi yang sangat luar biasa.
" ayo yank" Indra menarik tangan Putri dan mereka pun meninggalkan Rezki yang masih mematung di tempat dan diselimuti amarah yang tertahan.