Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
Bab 35 villa


__ADS_3

setelah pertemunnya dengan Rezki, baik Putri maupun Indra tidak ada yang memulai percakapan didalam mobil tersebut, Putri hanya menatap lurus kedepan , sesekali Indra menoleh ke arah Putri, dan mengelus tangan Putri , Indra tau bagaimana perasaan Putri hingga tak ingin mengganggunya, tak lama rasa ngantuk Putri tiba dan tertidur didalam mobil, karna akhir pekan jalanan cukup ramai dan sedikit terjadi kemacetan.


kringgg kringgg bunyi dering hape Indra


📞 Indra : assalamualaikum ma


📞 bu Tina : walaikumsalam, kamu udah dimana nak?


📞 Indra : nie masih terjebak macet ma


📞 bu Tina : ouh iyaa, mama juga tadi terjebak macet tapi bentar lagi nyampe , kamu kalau udah laper makan aja ya di restoran terdekat


📞 Indra : iya ma siap


" siapa ndra yang telfon" tanya Putri yang terbangun dari tidurnya


" eh udah bangun, mama yang telfon" jawab Indra sambil mengelus lembut rambut Putri


" ndra, maaf ya aku ketiduran" menggenggam tangan Indra yang sedari tadi mengelus lembut kepalanya


" iya sayang"


" aduh macet ya" Putri terlihat sedikit cemas


" iya ni mudahan bentar lagi udah ga macet, kamu laper ya??"


" iya ni, aku makan cemilan aja deh" Putri mengambil beberapa cemilan yang dibelinya tadi dan memakannya sekalian menghilangkan rasa bosan


" ehem makan sendiri ni" goda Indra yang melihat Putri yang asyik dengan cemilannya.


" eh kamu mau ya, sini aku suapin" Putri pun menyuapi cemilan ke mulut Indra


" masa iya ga peka sih" ujar Indra yang menyindir Putri


" hehe aku kan ga pekanya belajar dari kamu" sambil cengengesan


" masa sih"

__ADS_1


" kamu ga nyadar ya kalo kamu tu ga pekaan , dingin banget, terus kaya es balok deh pokoknya" terlihat seperti menumpahkan unek uneknya dengan Indra


" kamu tau aku gitu kenapa??" Indra malah balik bertanya"


Putri hanya menggeleng dan masih fokus dengan cemilannya


" karna aku suka sama kamu, aku menyadarinya sudah sangat lama bahkan sedari kecil, tapi semenjak kamu terlihat ga suka aku, akhirnya aku memilih menjadi dingin , supaya kamu ga tau perasaan ku, tapi setiap kita bersama dan kamu menyentuh ku , itu benar benar membuatku bahagia" kali ini Indra memberi penjelasan yang sunggu panjang , Putri yang mendengarnya melongo dibuatnya, Putri tidak menyangka ternyata Indra memiliki perasaan begitu dalam kepadanya, selama ini yang Putri tau Indra hanya menganggapnya sebagai sahabat perempuannya, walaupun kadang gerak gerik Indra terlihat berbeda.


Putri masih terdiam dan mencerna seluruh perkataan Indra, hatinya sungguh terenyuh dengan ketulusan yang Indra berikan, bahkan Indra mempertaruhkan perasaannya ketika Putri sempat berpacaran dengan beberapa laki laki.


" kok diam sih, aku salah bicara ya" Indra melihat Putri seperti melongo


" sayang" Indra menyentuh pipi Putri dengan lembut


" Ahh iya sayang, makasih yaa aku cuma ga nyangka aja" Putri langsung tersadar dari lamunannya


" ayo turun kita makan dulu" mereka sampai di restoran terdekat untuk makan siang


****


" wah pemandangannya indah" Putri merentangkan tangannya merasakan hembusan angin di puncak yang begitu menyejukkan, rasanya pikirannya benar benar tenang


Indra yang melihat kelakuan Putri hanya tersenyum, Indra sungguh bahagia melihat Putri yang tersenyum dengan bahagia, Indra membawa koper miliknya dan Putri serta beberapa belanjaan yang dibeli tadi.


ketika masih menurunkan koper kopernya , tiba tiba ada yang menghampiri mereka.


" assalamualaikum mas Indra"


" eh mang jali walaikumsalam"


" sini mas saya bawakan"


" ouh baik mang, ini koper tunangan saya, biar saya yang bawa"


" wah mas Indra udah besar udah punya tunangan " goda mang jali


mang jali adalah orang yang menjaga villa tersebut, mang jali rutin datang untuk membersihkan villa tersebut dan merawat tanaman tanaman yang ada di villa tersebut.

__ADS_1


" mang, orang tua kami apa udah ada didalam" tanya Indra yang melihat tidak ada mobil kedua orang tuanya


" ouh tadi keluar bentar mas"


Putri yang melihat Indra sedang berbicara dengan seseorang mencoba mendekat.


" nah ini mang tunangan saya" Indra memperkenalkan Putri kepada mang ujang


" ouh ini wah cantik sekali masya Allah, saya mang jali" mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri


" Putri mang" menyambut uluran tangan mang jali dengan ramah.


" ayo masuk" ajak Indra menarik tangan Putri


mang jali berjalan lebih dulu dibanding dengan Indra dan Putri.


" kok aku ga liat mobil mama papa sih ndra" tanya Putri sambil celingukkan mencari keberadaan mobil orang tua mereka.


"ouh kata mang jali mereka pergi bentar"


akhirnya mereka sampai ke dalam villa, Putri dan Indra melihat keanehan didalam villa tersebut, banyak bunga dan sedikit dekorasi yang manis.


Putri menepuk nepuk pundak Indra .


" ndra coba lihat, kok banyak bunga ya apa ada yang ulang tahun??"


" iya ya kenapa??" Indra pun merasa bingung dengan apa yang dilihatnya


" ya sudah lah aku cape ndra , aku ke kamar ya mau tidur bentar"


" ouh ayo" Indra pun mengajak Putri kelantai atas villa tersebut dan mengantar Putri kesalah satu kamar dan meletakkan koper


" ndra kamu mau ikut tidur ??" Putri bingung karna melihat Indra yang tiba tiba berbaring di ranjang kamar tersebut


" iya ngantuk" jawab Indra santai , dan tertidur dengan pulasnya


" aduh gimana sih, masa iya tidur seranjang" akhirnya karna ngantuk berat Putri tertidur disamping Indra, Putri merasa tak masalah ketika mereka harus tidur seranjang karna hanya sebatas tidur.

__ADS_1


__ADS_2