
waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam Putri masih di rumah sakit dimana tempat Indra dirawat setelah menyelesaikan urusan administrasi , Indra di perbolehkan pulang karna memang luka yang tidak begitu berat Indra hanya disuruh beristirahat dirumah, dengan seribu pertanyaan berkecamuk dikepalanya Putri tentang luka lebam Indra, Putri bertekad kuat akan mengetahui sendiri, karna Indra sedari tadi masih bersikeras bahwa mengalami kecelakaan karna melawan perampok.
" kita pulang naik taksi aja ya ndra, entar kendaraan mu gampang aku urus" ujar Putri yang menggandeng tangan Indra menuju keluar rumah sakit.
" iya yang, kamu jangan nangis lagi ya" sedari dapat kabar kalau suaminya mengalami kecelakaan air mata Putri mengalir begitu saja sulit berhenti, melow sekali hati seorang Putri ini.
" HP kamu rusak yang??" tanya Putri karna Indra menghubunginya dengan nomor yang tak dikenal.
" iya kan aku bilang dirampok, ya itu aku selamatkan Hpnya eh malah jatuh HPnya rusak porak poranda"
" nah itu taksinya dah datang ayo masuk" Putri membantu Indra masuk ke taksi.
Flashback off
" aih Putri ngeselin banget ih mending aku ke rumah mama ah" Indra menuruni tangga rumah Putri dan berniat pulang ke rumah orang tuanya di siang itu.
drrtt drrtt
✉ temui aku di cafe pelangi ( Rezki)
" ada apa ni" batin Indra
✉ harus datang sendiri
melihat pesan dari Rezki , Indra cepat cepat mengambil kunci motornya dan bergegas menuju cafe pelangi.
setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit Indra sampai di cafe pelangi, dan bergegas masuk menemui Rezki.
" duduk" Rezki mempersilahkan Indra duduk
" ouh syukurlah lo menepati janji untuk datang sendiri tanpa kekasih tercinta lo itu" dengan senyuman liciknya.
" cepat apa yang kaka mau sampaikan " Indra masih berbicara sopan sekalipun Indra tau Rezki memanggilnya ingin menyampaikan amarahnya.
__ADS_1
"lepaskan tunangan mu, biarkan dia kembali kepada ku" Rezki mengatakan dengan santai sambil sesekali menyeruput minumannya.
Indra sebenarnya tidak begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Rezki, karna Indra tau Rezki memang masih terobsesi dengan Putri, hanya saja Indra tak menyangka kalau Rezki begitu sulit untuk merelakan hubungan dia dan Putri, tapi kalau dibilang wajar memang sangat wajar karna memang hubungan Rezki dan Putri masih terbilang hangat hangatnya, dan mereka memang saling menyukai sejak lama, tapi bagaimanapun hubungan Putri dan Indra sekarang adalah hubungan sakral yang terikat janji dengan Allah, tidak mungkin bagi Indra melepas Putri begitu saja apalagi Putri terlihat sudah melupakan Rezki sepenuhnya.
" itu tidak mungkin" Indra mengatakan dengan lantang dengan tatapan tajamnya ke Rezki.
mendengar apa yang dikataman Indra, Rezki langsung menatap Indra dengan tatapan mematikkan.
" aku tau kalian di jodohkan"
" tapi Putri menerimanya"
Rezki merasa kehabisan kata kata, sungguh dirinya dikuasai amarah kecemburuan, bagaimana bisa menurut Rezki Indra begitu percaya diri bahwa Putri mencintainya, sayang sekali Rezki tidak mengetahui bahwa gadis yang di obsesinya sudah menjadi istri orang yang dihadapannya sekarang, bahkan Putri sudah milik Indra seutuhnya karna Putri sudah menyerahkan seluruhnya untuk Indra.
" kataku lepaskan Putri atau lo akan menyesal" ucapan Rezki sungguh mengancam kali ini, entah kenapa seorang Rezki bisa memiliki sifat yang sungguh mengerikkan padahal dengan wajah tampannya dan prestasinya rasa tak mungkin Rezki memiliki sifat sungguh egois begini.
" terserah" Indra beranjak dari duduknya dan bergegas menuju motornya
Rezki yang merasa belum puas bicara dengan Indra, bergegas mengikuti Indra menggunakan mobilnya, di kala Indra menuju jalan pulang yang cukup sepi, Rezki mengehentikkan kendaraan Indra secara tiba tiba.
" awww" Indra meringis merasakan lebam diwajahnya, darah segar dilihatnya mengalir dari pinggir bibirnya dan hidungnya.
Indra berpikir untuk menghubungi Putri, begitu sial ponselnya hancur karna perkelahian tadi, akhirnya Indra disisa tenaganya pergi ke rumah sakit terdekat untuk mengobati lebamnya dan meminjam ponsel kepada dokter untuk menghubungi Putri.
Flashback On
berkali kali orang tua Putri menelfon, mereka sungguh khawatir karna Indra dan Putri yang tiba tiba pergi tanpa izin belum juga pulang, Putri yang bingung harus menjawab apa akhirnya memilih untuk tak menjawab telfon mamanya dan berniat menjelaskan semuanya setelah sampai rumah.
setelah perjalanan 15 menit akhirnya Putri sampai di rumahnya, Putri membantu Indra dan memapahnya ke dalam rumah.
Putri sangat berharap orang tuanya sudah tidur sehingga tidak perlu menjawab pertanyaan apapun dari mereka, karna itu pasti akan sangat merepotkan pikir Putri.
" Indra " para orang tua sungguh terkejut melihat keadaan Indra, benar saja di rumah itu bukan hanya orang tua Putri tapi orang tua Indra, sungguh repot menjadi anak semata wayang tak dapat kabar hanya dalam hitungan jam mereka seperti mencari orang hilang padahal Indra dan Putri pun sudah menikah.
__ADS_1
mereka semua menghampiri Indra dan Putri, bu Tina dan bu Tini memeluk anaknya masing masing seperti tak bertemu bertahun tahun, bu Tina yang melihat Indra terluka sampai menitikkan air mata, Indra yang melihat ekspresi kedua orang tua itu secara berlebihan hanya bisa tersenyum, Indra dapat memahami kekhwatiran itu karna selama ini Indra belum pernah terlihat dalam keadaan seberantakkan itu.
" ma kita bicara dikamar ya, kasihan Indra butuh istirahat" Putri masih memapah Indra dan membantu Indra untuk langsung menuju kamar, sesampai dikamar Putri merebahkan Indra.
para orang tua juga berada dikamar itu dilihat dari wajah mereka ada seribu pertanyaan yang ingin mereka sampaikan.
" mama papa, sebelum kalian bertanya Putri akan menjelaskan, Indra itu diserempet para rampok dia mau di rampok ma, dan Indra melawan jadilah seperti itu" Putri menjelaskan dengan wajah yakinnya padahal Putri tau Indra berbohong.
mendengar penjelasan Putri , para orang tua sungguh dibuat terkejut, bahkan bu Tina semakin terisak, Putri berusaha menenangkan para orang tua supaya tidak begitu khwatir.
" kita harus lapor polisi ini" pak Hery dengan nada menggebu gebunya
" iya aku setuju kita laporkan saja kepolisi" pak Bayu tak kalah menggebunya.
" aku ga ikhlas sampai anak ku kenapa kenapa" bu Tina dengan isakkannya
" iya aku juga harus ditangkap itu pelaku" kali ini bu Tini yang menambahkan
para orang tua saling bersahutan mengumpat rampok yang dikatakan Putri tadi.
Indra dan Putri yang mendengar dikamar itu jadi bingung dibuatnya.
" ma pa cukup, aku baik baik saja, tolong hentikkan , aku mau istirahat" Indra kali ini mengeluarkan suaranya agar semua para orang tua bisa berhenti dari khwatirnya yang berlebihan.
akhirnya setelah mendengar perintah Indra, para orang tua yang cukup berlebihan tadi keluar dari kamar pasangan itu, kini tinggallah Putri dikamar itu, sebelumnya Putri menyiapkan makanan untuk Indra dan menyuapinya dikamar.
"Ndra besok aku ijinkan kamu dulu ya 3 hari aja" kini Putri berbaring disamping Indra dan mengelus lembut kepala Indra.
" iya yang, tapi aku udah baikkan kok"
" aih jangan gitu , istirahat aja dulu ya"
" iya deh , tapi dengan satu syarat"
__ADS_1
" apa??"
" cium"