
Kriss yang mendengar ucapan Indra sontak menoleh, matanya membulat sempurna seolah olah tak percaya yang dikatakan Indra, tapi tiba tiba Kriss terbahak bahak dibuatnya, lucu sekali menurutnya lelucon Indra kali ini.
" Apa ??? hahahaha, Indra lo kalau lagi sakit jangan sampai ikutan sakit juga dong otak lo, apa kemaren kebentur kepala lo" sungguh kejam ucapan Kriss kali ini , lucu sekali menurut Kriss perkataan Indra tadi, sampai tawanya membahana.
Indra sungguh dibuat kesal dengan ucapan Kriss yang menurutnya tak disaring, tapi disisi lain bersyukur ternyata Kriss tak mudah percaya, paling tidak rahasia tak jadi terbongkar, biarlah Kriss meanggap ini hanya bercanda sekalipun kenyataannya memang dia dan Putri sudah menikah.
Saking membahananya tawa Kriss sampai sampai terdengar oleh Putri dan Rizka yang lagi asyik mengobrol di ruang tengah, memang kebetulan taman tersebut tak jauh dari ruang tengah.
" Eh napa ya si Kriss kok ketawa ampe gitu" Rizka penasaran
" iya ya , kayaknya sih pasti ada yang lucu, tapi masa iya ya Indra yang melucu" Putri merasa aneh, karna Indra kan dingin banget tidak mungkin lah dia tiba tiba melawak apalagi dengan teman laki laki terkhusus Kriss si anak baru.
" kesana yo" ajak Rizka sungguh penasaran kali ini rasanya Rizka dengan tawa si Kriss.
Akhirnya Putri dan Rizka menuju tempat Indra dan Kriss duduk, dari kejauhan dapat dilihat Indra wajahnya tetap sedatar itu, hanya Kriss yang terbahak bahak sungguh membingungkan.
" Hay kalian ngomongin apa sih??" Rizka lebih dulu menyapa kedua remaja Pria aneh itu.
" Ouh ini Riz , si Indra tadi ngomong..."
Belum sempat meneruskan ucapannya tiba tiba.
" Indra Putri " suara panggilan " eh ada tamu" bu Tina muncul dari arah belakang
" eh mama" Putri tiba tiba mengucapkan spontan melihat mertuanya datang.
Rizka dan Kriss langsung menoleh ke arah Putri merasa aneh dengan panggilan yang baru didengar mereka, masa iya Putri memanggil mama Indra dengan sebutan mama juga.
__ADS_1
" Putri udah biasa kok panggil tante dengan sebutan mama" seolah mengerti dengan reaksi teman teman Putri.
" eh ke meja makan yu, tante beli banyak makanan sekalian kan ampe rumah udah kenyang tinggal belajar deh"
Akhirnya mereka menuju meja makan, bu Tina membeli banyak makanan dari luar , seakan tau kalau bakal ada tamu yang datang. Mereka akhirnya duduk dimeja makan dengan posisi Indra disebelah Putri , Kriss disebelah Rizka, bu Tina memperhatikkan Kriss sedari awal seolah tau ini teman baru anaknya , tentu kalau dengan Rizka bu Tina tau.
" Siapa namamu nak" tanya bu Tina pada Kriss yang duduk berhadapan dengannya.
" Kriss tante saya murid baru di sekolah" jawab Kriss dengan senyuman ramahnya.
" Ouh pantas tante baru lihat, ouh iya apa kamu pacar Rizka" bu Tina benar benar bar bar kali ini.
uhukkk uhukkk
Mendengar pertanyaan bu Tina yang sungguh apa adanya itu membuat Rizka tersedak sampai mengeluarkan air mata, Kriss yang melihat memberi air minum dan menepuk nepuk punggung Rizka, Putri dan Indra yang melihat dan mendengar ucapan bu Tina sungguh dibuat geli melihat reaksi Rizka.
" Hah, apaan put ??, belum kok tante" Rizka salah tingkah.
" Wah belum berarti akan kan" bu Tina masih menggoda Rizka.
" Hmm iya tante belum kok" kali ini Kriss yang menimpali " doakan saja ya tante" tapi tatapannya ke arah Putri
Indra yang menyadari hal tersebut rasanya ingin sekali menendang Kriss keluar dari rumahnya, berapa kali sudah Indra melihat istrinya di tatap seperti itu, Kriss menunjukkan nyalinya untuk merebut Putri.
" Kalau Indra punya pacar ga tante?" tanya Kriss dengan senyuman menyeringainya.
Indra dan Putri yang mendengar pertanyaan Kriss langsung saling tatap dan terdiam beberapa saat.
__ADS_1
" Hmm coba aja kamu tanyakan sama Indra langsung, tante pun ga tau soalnya Indra diam gitu" jawab bu Tina , sungguh pandai berakting bu Tina, Putri dan Indra yang mendengar jawaban mamanya ingin rasanya memberi tepuk tangan yang meriah.
" Hmm pintar sekali akting tante " batin Kriss
Akhirnya setelah berbasa basi dan bercanda ria di meja makan itu, Kriss dan Rizka undur diri, senang rasanya perut mereka terisi penuh, begitu pun kepala mereka terisi penuh pertanyaan, Rizka sebenarnya sangat penasaran melihat gelagat Indra dan Putri yang berbeda, di tambah tiba tiba Putri putus dengan Rezki, begitupun dengan Kriss kenapa sampai mereka menutup hubungan itu rapat kalau mengaku saja mereka kekasih bukan hal yang sulit pikirnya.
****
" Riz , lo udah lama temanan dengan Putri??" Kriss memecah keheningan diantara mereka, mobil Kriss masih melaju menuju rumah Rizka yang kira kira akan sampai 20 menit lagi.
" Dari awal masuk" jawab Rizka singkat, setelah pertanyaan dari bu Tina di rumah Indra entah kenapa Rizka merasa canggung dengan Kriss.
" Indra sedekat itu dengan Putri" lanjut Kriss masih dengan fokus menyetir.
" Hmm mereka sahabat dari orok Kriss, ngomong ngomong kenapa lo jadi penasaran banget sih" Rizka tiba tiba merasa aneh dengan sikap Kriss yang terlalu kepo dengan Putri dan Indra.
" Udah ga usah curiha gitu deh Riz, gue cuma tanya, kalau gue sih punya pribahasa, sesungguhnya tidak ada persahabatan antara laki laki dan Perempuan" Kriss seolah tau dengan isi pikiran Rizka.
Riska yang mendengar perkataan Kriss hanya manggut manggut " bener juga sih tidak ada persahabatan antara laki laki dan perempuan itu sulit" batin Rizka
" Lo kenapa ga punya pacar Riz padahal lo cantik"
Mendengar pertanyaan Kriss yang konyol itu sekalian pujiannya, membuat pipi Rizka merona tanpa di minta.
" Belum ketemu jodohnya Kriss, Lo suka Putri ya?"
" Hehe suka Riz, tapi gue ga berani sama Indra"
__ADS_1
Deg jantung Rizka seolah terhenti, entah kenapa Rizka seolah tak suka dengan jawaban Kriss yang mungkin sebuah kejujuran. " Apa gue mulai suka dia"