Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
PANGERAN DINGIN


__ADS_3

PART 4


Setelah tak lama UAS selesai, hari ini Tika baru saja mengambil hasil perjuangan belajarnya selama satu semester. Tak disangka cewek yang satu ini adalah juara kelas disekolahnya. Udah cantik,shalehah, cerdas, baik, friendly,itu sudah cukup sempurna bagi seorang Tika.


Kini Tika bingung, mau kemana selama liburan seminggu. Jika ia di rumah saja, itu membuatnya terasa bosan sekali.


Drttt..... Drtt.....


Hp Tika tiba-tiba saja bunyi yang bergeletak di kasur.


"Hallo Tik" Ucap Rizky.


"Iya, kenapa ka?"


"Besok bisa jalan sama gw gak? Kan dikit lagi gw ujian, jadi gw pengen dinginin otak aja".


"Hmm.... Tika bisa aja, otak emang bisa didinginin ya?" Ledek Tika.


"Hahaha.... Ya gak. Oke besok gw jemput ya, see you."


"See you too." Terlihat lengkungan manis di mulut Tika.


Bidadari mana bisa liburan di rumah, dikit-dikit pasti ada aja cowo yang ngajak jalan


🌸


Tika yang terlihat cantik dengan drees pinknya, terlihat seperti bidadari bagi Rizky.


"Yuk naik," Tika menganggukan kepalanya dan naik ke motor Rizky.


Tika: "Kita mau ke mana ka?"


Rizky: "Kepo, pegangan aja. Ntr terbang lagi." Rizky menarik kedua tangan Tika satu persatu hingga membentuk lengkungan di pinggang Rizky. Tika hanya bisa melongo seperti orang yang pertama kali memeluk laki-laki.


Motor Rizky berhenti di cafe, yang tak jauh dari rumahnya.


Rizky: "Lo masih mau diem aja disitu? Ayo masuk." Tika mengiyakan perkataan Rizky.


Setelah mereka berdua memesan makanan. Rizky memulai pembicaraannya.


Rizky: "Tik, Lo udah punya pacar?"


Tika: "Hmmm... Belum."


Rizky: "Lo kan cantik, pasti banyak yang ngejar.

__ADS_1


Kenapa lo gak pacaran?" Tanya Rizky lagi.


Tika: "Tika lagi gak mau pacaran aja," sambil menundukkan kepalanya.


Rizky:"Kalau gue suka sama lo, lo mau gak Nerima gue?"


Tika langsung mengangkat kepalanya sambil menatap Rizky. Ia hanya terdiam setelah mendengar perkataan Rizky. Ini bukan pembicaraan yang biasa, tapi ada sesuatu dibalik perkataannya.


Rizky: "Kok diem?"


Tangan Rizky menghampiri tangan Tika.


Rizky:"Tik... Sebenarnya gw cin-"


"Tikaa...." Teriak seseorang yang memotong pembicaraan Rizky.


Tika yang cukup kaget melihat kedatangan Putra. Tak lama Putra memengang lengan Tika dan membawanya.


"Ikut gw."


Rizky hanya bisa melihat mereka berdua pergi. Ia kesal dengan kedatangan Putra. Ini adalah akal-akalan Putra yang membuat rencananya berantakan.


"SIAL!!"


💮


"Masuk"


Putra yang menarik lengan Tika cukup erat, tanpa mengkhawatirkan tangan Tika yang kesakitan langsung menyuruh masuk ke mobil.


Selama perjalanan Tika hanya bisa terdiam bingung, sebenarnyaia mau dibawa kemana.


Tika: "Kita mau kemana?" Tika memberanikan diri untuk bertanya.


Devan hanya terdiam fokus dengan menyetir mobilnya.


Putra membawa Tika ke taman yang dekat dengan sekolahnya. Ini membuat pikiran Tika semakin bingung. Buat apa Putra menyuruh kesini.


Mereka baru saja keluar dari mobil dan Tika melihat Putra berjalan lalu duduk di bangku panjang taman.


Putra:"Sini, lo gak mau duduk samping gw?"


Tika segera menghampiri Putra dan duduknya di sampingnya.


Putra: "Jangan pernah dekat sama Rizky!"

__ADS_1


Tika: "Kenapa?"


Putra: "Dia musuh gw."


Tika: "Itu musuh putra bukan musuh Tika kan? Putra terdiam.


Tika pernah mendengar cerita Putra dengan Rizky, sejak orang tua Putra dan Rizky bermusuhan sehingga terbawa oleh anaknya. Putra memang sangatlah batu tidak seperti Rizky yang sangat rendah hati kepada siapapun. Tetapi mengapa Putra benci dengan Rizky? Mungkin ada hal sesuatu hingga Putra ingin menjauhi Tika dengan Rizky. Ini sikap peduli/tolong-menolong/dendam/suka?


"Putra," Ucap Tika memecah keheningan."Apa?" Tika yang terdiam, teringat oleh kata-kata Manda. Ia lupa untuk membantu Manda untuk dekat dengan Putra.


Tika: "Kenapa Putra gak mau sama Manda? Padahal Manda berjuang berbagai cara demi dapatin Putra. Gak kasihan sama dia? Kalau dia sakit parah, Putra emang mau tanggung jawab?" Taktik Tika dimulai.


Putra: "Gw gak peduli," terlihat wajah dingin Putra. "Ya... Seenggaknya Putra bisa ngehargai Manda kan? Bisa jelasin baik-baik sama lagi ke- dia. Kalau Tika jadi Manda sii lebih baik Tika pergi jauh-jauh dari Putra."


Deg- sedikit rasa sakit dihati Putra.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN GUYSS🤗


__ADS_2