Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
Bab 36 Villa part 2


__ADS_3

" assalamualaikum "


" eh ibu bapak, walaikumsalam" sambut mang jali yang melihat kedua orang tua pasangan itu datang


" mang bawakan belanjaan ini ya, ouh iya Putri Indra dimana mang, saya lihat mobil Indra ada didepan" tanya bu Tina yang tak melihat keberadaan Putri dan Indra


" ouh mas sama mba diatas nyonya, kayanya sih mereka ketiduran" jawab mang jali


" hmm kecapean mungkin ya" ya sudah mang saya mau ganti baju dulu ya


akhirnya kedua orang tua tersebut menuju kamar masing masing, mereka masih tak menyadari keberadaan Putri dan Indra yang ternyata tidur satu kamar, karena merasa penasaran bu Tina mencari keberadaan Indra dan Putri dilantai atas.


" astagfirullah" bu Tina sedikit berteriak melihat Putri dan Indra yang tertidur sambil berpelukkan.


mendengar teriakkan bu Tina sontak saja Indra dan Putri terbangun.


" mama " Putri dan Indra secara bersama sama terkaget kaget dibuatnya


" kalian ngapain??" bu Tina mendekat ke arah ranjang Indra dan Putri


" ga ada ma kami cuma ketiduran" Putri berusaha menjelaskan


memang mereka benar benar tidur, baju mereka pun tidak sedikit pun terbuka dan utuh, hanya saja tidak sengaja karna pergerakkan diwaktu tidur akhirnya mereka terlihat berpelukkan.


" ya Allah Indra apa udah ga sabar banget nak" goda mamanya yang melihat kedua pasangan muda itu


" hehe ga ma, cuma ketiduran" Indra terlihat jauh lebih santai dibanding Putri yang terlihat sangat gugup karna kepergok tidur dengan Indra.


" kan disini banyak kamar ndra, kamu bisa kan cari kamar yang lain"


" iya ma maaf ga sengaja cape soalnya" Indra beranjak dari tempat tidur.


" ya udah kalian mandi ya, udah sore ni"


" kalo mandinya bareng boleh ma?" tanya Indra tiba tiba


" aishhh kok mesumnya" bu Tina mencubit pinggang Indra dan mereka berlalu menuju kamar masing masing, sedangkan Putri menuju kamar mandi dikamarnya dan membersihkan dirinya.


1 jam kemudian di ruang tengah villa.


" ihh udah cantik putri mama" ucap bu Tini yang melihat Putri turun dari tangga dan bergabung dengan mereka termasuk Indra yang asyik dengan komiknya, sore itu Putri memakai baju dress rumahan selutut , dengan rambut yang di urai gelombangnya benar benar membuatnya terlihat manis, sesekali Indra melirik tunangannya tersebut.


" kemana ma siang tadi??" tanya Putri sambil memakan cemilan yang berada diatas meja ruang tengah villa itu.


" ada yang dibeli lah pokoknya" jawab bu Tini seadanya.

__ADS_1


" kok villanya di dekor cantik gini ma" Putri masih terlihat bingung dengan villa yang terlihat banyak bunga itu.


" ada acara entar put" kali ini bu Tina yang menjawab


" acara??" Putri bingung ,dalam hati bertanya tanya acara apa sebenarnya ini, jangan jangan nikahan aku dan Indra tiba tiba Putri berpikir seperti itu, tapi cepat cepat dia menepis, bagaimana bisa pernikahan itu terjadi kalau mereka saja tidak diberi tahu.


" kenapa kamu penasaran ya??" tanya bu Tina yang tahu betul dengan wajah bingung Putri


" ga ma biasa aja" jawab Putri berusaha menyembunyikkan penasarannya.


" papa, acara apa sih ini" Putri sekarang malah bertanya dengan papanya, bahkan Putri berpindah duduk kesebelah papanya dan bergelayut manja dilengan papanya


" rahasia" jawab pa Hery sambil tersenyum jahil


" ih rahasiaan ni ma Putri" Putri pura pura memasang wajah cemberutnya


" coba tanya tunangan mu itu" pa Bayu sekarang ikut menimpali


" ga ah pa, paling dijawab hmmm hmm"


mendengar perkataan Putri serentak semuanya tertawa.


***


" iya masuk"


" lagi ngapain put??" tanya mamanya yang masuk ke kamar Putri


" ini lagi main hape ma hehe, yang kaya mama liat" bersandar di tempat duduk


" mama bawakan gaun ini Put" menyerahkan sebuah gaun cantik


" ma ini kaya baju nikahan" ujar Putri yang memandangi gaun cantik nan Indah itu


" pakai ya, bentar lagi tukang rias datang"


" apa ma, bentar ini acara apa sih ma" Putri turun dari ranjang yang mengikuti mamanya yang hendak keluar kamar.


" sini mama jelaskan" mamanya menarik tangan Putri dan duduk dikursi di kamar tersebut


" kamu bakal menikah malam ini"


" apa????" Putri bahkan tak bisa memelankan suaranya, matanya terbelalak kaget bukan main, bagaimana bisa mamanya menikahkan dirinya secara mendadak


" kenapa tiba tiba ma, kenapa Putri ga diberitahu" Putri sungguh kecewa kali ini, walaupun memang sekarang hubungannya dengan Indra sungguh baik dan romantis tapi pernikahan ini belum Putri inginkan.

__ADS_1


" ga kok, kami sudah menyiapkannya beberapa waktu lalu, hanya saja di rahasiakan, karna pasti kamu bakal menolak" jelas mamanya


" ma, Putri belum siap" Putri tertunduk dan kali ini air matanya turun tak tertahankan


" Putri menikah saja tak repot lah, kamu masih bisa sekolah dan tidak perlu hamil dulu, mama hanya ingin ada yang menjaga kamu"


" ma kan ada mama papa yang jaga Putri" masih dengan isakkan


" Put, berapa kali mama liat kamu berduaan dengan Indra , bahkan yang terakhir kamu tidur sekamar kan?, apa itu tak berbahaya" tanya mamanya sambil membelai kepala Putri dan berusaha menenangkannya


Putri hanya diam, apa yang dikatakan orang tuanya memang benar karna hubungannya dengan Indra sedikit berani, mereka bahkan sudah beberapa kali berciuman, gairah itu jelas ada karna memang mereka saling mencintai dan masih muda, bahka mereka sering bertemu, kalau dibiarkan sebenarnya siapa yang bakal mengira sesuatu yang lebih bisa terjadi.


" apa itu ma alasannya??"


" bukan hanya itu, orang tua Indra akan pindah keluar negri, Indra akan di tinggal sendirian di rumah, mama yakin kamu ga bakal biarkan Indra pergi kan ikut orang tuanya pindah ke luar negri" bu Tini terus membelai rambut Putri dan menenangkannya.


Putri hanya mengangguk Putri bahkan tidak pernah tau bagaimana jika Indra meninggalkannya , sedari kecil bersama dan sampai sekarang kalau Indra ikut orang tuanya ke luar negri, rasanya Putri tak akan rela.


tiba tiba Indra menghampiri Putri dikamar itu dan membelai rambut Putri


" eh Indra" putri terlihat kaget dengan kedatangan Indra yang tiba tiba


" aku udah tau semuanya, mama udah cerita"


" ya sudah mama tinggal ya , kita adakan acaranya jam 8 malam ya put, cepat cuci muka mu karna sebentar lagi tukang rias datang" bu Tini meninggalkan Indra dan Putri dikamar itu memberi ruang untuk mereka saling bicara


" apa kamu mau nolak??" tanya Indra dan menatap wajah Putri yang terlihat sembab


" aku ga mau kehilangan kamu" tiba tiba Putri memeluk Indra, tentu saja pelukkan Putri dibalas oleh Indra


" jangan pindah ikut orang tua kamu ya ndra, mending kita nikah aja" putri masih saja dengan isakkannya.


" ya ampun kok bucin banget sih kamu" Indra melepas pelukkan Putri dan mencubit pipi Putri gemas


" ayo ndra siap2 kita nikah aja" lanjut Putri yang seakan takut Indra menjauh


" ouh kebelet ya kamu" goda Indra masih dengan tatapan genitnya


" hmmm ga ndra ihh kamu gitu natapnya"


" ya udah aku siap siap, dan siapkan juga buat malam ini" bisik Indra di telinga Putri, mendengar godaan Indra yang jelas Putri tau maksudnya membuat Putri merinding dibuatnya.


" ihh genit banget si" gumam Putri


tak lama para perias datang untuk merias Putri

__ADS_1


__ADS_2