Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
bab 27 terjadi juga


__ADS_3

1 minggu setelah kejadian malam itu baik Indra maupun Putri terlihat seperti biasa, Indra masih sering ke rumah Putri dan Putri pun begitu, antar jemput pun masih dilakukan Indra.


1 minggu berlalu artinya sisa 1 minggu lagi waktu pertunangan Putri dan Indra, karna banyaknya tugas disekolah Putri lupa akan acara pertunangan itu begitu pun Indra yang lupa mencari ide untuk menolak pertunangan mereka.


*****


malam ini keluarga Putri dan keluarga Indra terlihat berkumpul di ruang tengah di rumah Indra, tapi Putri dan Indra memilih untuk dikamar karna sepertinya memiliki rencana untuk pertunangan ini.


" ndra, gimana udah ada ide??" tanya Putri sambil duduk di tepi ranjang Indra


" hmmm "


"ndra lo jangan hmm hmm lagi, terus berakhir dengan sebuah ciuman lagi deh, gue ga mau" putri bergidik geli membayangkan malam dimana Indra menciumnya dengan sangat dalam, tapi sampai saat ini juga Putri tidak pernah penasaran kenapa Indra bisa begitu, Putri seolah olah hanya menganggap apa yang dilakukan Indra sebatas rasa pedulinya terhadap Putri karna Putri sahabatnya.


" lo suka ya??" dengan mata yang masih tertuju ke layar HP


" Indra plisss gue udah lupa, kita bahas pertunangan aja ya"


" mau gue ingetin"


" apanya???"


" ciumannya"


" ndra kenapa bahas itu sih?? mesum banget ihh, okeh ni gue tanya lo kenapa cium gue"


" ya suka suka gue"


" Indra tatap gue, kenapa??"


Indra akhirnya mendongakkan wajahnya ke arah Putri, dan menatap wajah sahabat manisnya itu dengan dalam


" ga papa" dan kembali ke layar ponsel

__ADS_1


" ya udah , ga usah dibahas ga penting, sekarang ortu kita udah ngumpul dibawah, pasti mereka bahas tentang tunangan aneh ini, pokoknya gue dan lo harus kompak untuk menolak okeh" Putri menjelaskan panjang lebar bahkan tanpa bernafas sekalipun , dengan semangat 45 Putri benar benar semangat untuk menolak tunangan ini


" lo tenang aja" hanya itu yang keluar dari mulut Indra


" dan satu lagi, lo jangan cium gue lagi"


"hmmmm"


cup


baru Putri katakan jangan cium lagi, Indra malah mendaratkan ciumannya di bibir Putri sekilas, entah apa yang merasuki Indra sehinggu kecanduan sekali dengan bibir Putri , apa itu cinta atau karna kejahilannya semata


" INDRA, lo kenapa sihh, ihhhh" sambil mengusap ngusap bibirnya bekas ciuman Indra


" nikmatin aja kali put" dengan senyuman jahilnya


tok tok


ceklek pintu kamar terbuka


" kok pake di kunci sih ?"


" hah terkunci ya??" Putri berpura pura bingung, padahal pintu tersebut memang sengaja di kunci oleh Putri agar tak ada yang nyelonong masuk waktu mereka mendiskusikan tentang pertunangan itu.


di ruang tengah


"gimana kalian udah siap?" tanya bu Tini, padahal Indra dan Putri baru saja duduk di sofa tersebut


" kami mau ma" tiba tiba Indra menjawab dengan lugas


" ap ap apa ndraa????" Putri tersentak kaget bukan main, matanya membesar dan memandang tajam kearah Indra, Indra yang sedari awal mengatakan akan menolak pertunangan ini malah tiba tiba mengatakan bahwa mereka setuju


" iya kami siap" Indra mengulangi sekali lagi untuk meyakinkan

__ADS_1


Putri yg mendengar itu tiba tiba mulutnya tidak bisa mengatakan apa apa lagi, mulutnya entah kenapa terkunci , Putri yakin walaupun dia mengatakan tidak orang tuanya tak peduli , karna Indra sudah mengatakan dengan sangat yakin kalo mereka setuju.


mendengar kata kata Indra orang tua Putri dan orang tua Indra sangat bahagia, mereka merasa sangat lega, hal yang paling mereka ingin kan selama ini akan terwujud, sementara Putri matanya berkaca kaca , Putri sungguh tak menyangka ini akan terjadi.


"baik lah , kalau begini kalian tukar cincin sekarang ya" jelas bu Tina yang mengeluarkan cincin dari kantongnya


" hah cincin??" Putri dan Indra tersentak kaget mereka saling berpandangan tak percaya akan pertukaran cincin dadakan


" iya ini cincin kalian , sekarang aja ya tunangannya, mama akan sibuk Put begitu pun dengan tante tina dia juga akan sibuk ini sudah kami pikirkan beberapa hari lalu " jelas bu Tini dengan wajah sumringahnya


Putri dan Indra sudah tidak dapat berkata kata lagi , mereka hanya diam dalam seribu bahasa, ternyata otak orang tuanya lebih pintar dari mereka, karna tau anaknya akan melakukan seribu cara untuk mencari alasan maka tunangan ini diadakan sekarang dengan sangat sederhana, walaupun Indra mengatakan mereka setuju tapi waktu satu minggu mungkin sekali untuk Putri dan Indra mengubah segalanya.


" sini ndra" panggil bu Tina untuk mendekat dan menyerahkan cincin itu


" mama ini serius" tanya Indra sambil melangkah mendekat dengan mamanya


" iya sayang, cincinnya cantikkan kaya Putri, coba kamu lihat di dalam cincin itu ada nama mu"


ternyata cincin tersebut pun sudah di design sedemikian rupa oleh orang tua mereka bahkan disematkan nama mereka masing masing di cincin tersebut, cincin dengan model yang manis dan elegan namun terlihat sederhana tersebut tidak bisa dibilang cincin biasa karna tatanan berlian yang menghiasinya dapat dikatakan cincin tersebut adalah cincin berharga lumayan fantastis, cantik memang cincin tersebut siapapun melihatnya pasti terkesan begitu pun dengan Indra, dia menatap cincin itu dilihatnya ada namanya didalam cincin yang akan disematkannya ke jari manis Putri itu.


" cepet ndra ayo dipasangkan ke Putri" seru pa Bayu pada Putranya yang sedari tadi hanya memandang takjub pada cincin itu


" iya ni Indra kelamaan" celetuk mamanya


Indra pun menuju kearah Putri duduk dan menjongkok kehadapan Putri meraih jari Putri, yang terasa berkeringat dan dingin, tanpa pikir panjang , cincin tersebut sudah ada di jemari Putri , Putri sudah tidak bisa berkata kata lagi dia hanya pasrah sedari tadi, air matanya turun perlahan tapi cepat cepat dihapus oleh Putri agar tak terlihat oleh orang tuanya , karna bagaimana pun Putri juga tak mau mengecewakan orang tuanya yang terlihat sangat bahagia.


" nah sekarang giliran Putri"


bu Tini yang sekarang berjalan ke arah Putri dan menyerahkan cincin untuk disematkan ke Indra, Putri memandangi takjud dengan cincin itu , ada namanya didalam cincin yang akan disematkan ke jari Indra.


Indra berdiri dihadapan Putri, Putri yang sedari tadi duduk akhirnya berdiri untuk memakaikan cincin ke Indra, seketika tatapan mereka bertemu , dengan cepat Putri menggenggam tangan Indra, pandangan Indra bahkan tak lepas sedikit pun dari wajah Putri, Indra tak menyangka gadis yang didepannya sekarang ini adalah tunangannya.


kini cincin itu sudah terpasang dengan manis di jari mereka, foto pun diambil untuk kenang kenangan akan hari bersejarah ini.

__ADS_1


__ADS_2