Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
Bab 20 permainan di mulai


__ADS_3

setelah kepulangan Rezki, Putri kembali ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya untuk bersiap tidur


tok tok tok


" put ini tante" panggil mama Indra dari luar kamar


" eh iya tan masuk aja " perintah putri


langsung menghampiri putri yang duduk di sofa kamar


"put , apa Rezki pacar mu?" tanya mama Indra tanpa basa basi, to the point aja kan ya biar cepat , mendengar pertanyaan mendadak dari mama Indra putri hanya bisa diam , dan bingung mau jawab apa


" kalo dia memang pacar mu tante ga masalah" lanjut bu Tina karna merasa Putri tidak ingin menjawab pertanyaannya


" hemm anu tan, ka Rezki memang suka putri dan itu tadi mungkin masa pendekatan kami , tapi Putri belum sepenuhnya memberi lampu hijau padanya tan" jawab Putri, jelas lah dia berbohong , tapi kebohongan kali ini dilakukan agar tak terjadi salah paham, selain itu dia juga takut bu Tina akan menceritakan ke bu Tini dan akan menjadi peperangan di rumah tersebut, karna bu Tini sudah mewanti wanti Putri agar tak dekat dengan siapapun.


" apa kamu suka dia?"


" dia cukup baik tan" balas putri


karna Putri semakin takut bu Tina akan bertanya kemana mana tentang Rezki yang akhirnya nanti membuat Putri mengaku kalo Rezki adalah kekasihnya, akhirnya Putri berniat mengalihkan pembicaraan


"tante, Indra benar ya mau di tunangin?


yaa betul mengalihkan pembicaraan adalah solusinya, tapi pertanyaan Putri kali ini memang karna sepenasaran itu yang katanya Indra mau di tunangkan dengan seseorang, sementara yang Putri tau selama Ini mamanya selalu mencoba menjodohkan mereka, tapi pertunangan yang di ucapkan Indra ini Putri merasa yang dimaksud bukan dia, kalau perjodohan kan artinya langsung menikah pikir Putri begitu


" ouh yaa, siapa yang bilang?"


" anu tan , Indra " jawab Putri singkat


" uhuk uhuk" tiba tiba ada yang batuk dari luar kamar membuat bu Tina dan putri kaget , langsung melihat keluar kamar


"loh Indra, lo nguping ya" teriak Putri di depan pintu


" ga" balas Indra terlihat gugup , ketahuan kan nguping sedari tadi


" ahh nguping lo"


" udah masuk yu ngobrol dikamar aja " ujar bu tina menengahi dari pada entar mereka semakin berdebat

__ADS_1


sekarang mereka dikamar Putri, putri memilih duduk di samping ranjang, Indra dan mamanya di sofa


"Indra , kamu bilang mau tunangan sama siapa??" tanya Bu tina penasaran


sebenarnya bu Tina terasa sangat kaget anaknya mengatakan tentang pertunangan karna mama Indra tidak pernah memberi tahu apapun ke anaknya itu.


" sama cewe ma" jawab Indra singkat matanya sambil lihat ponsel, yaiyalah sama cewe masa sama cowo hedeh si Indra


"Indra diajak bicara itu jangan gitu sambil lihat ponsel ga baik" nasehat mamanya


mendengar nasehat mamanya Indra pun langsung meletakkan ponselnya dan menatap mamanya.


" kasih tau dunk ndra cewenya siapa?" penasaran sekali si Putri ini sepertinya


"kan gue bilang lo bakal tau" sahut Indra


" ih gitu banget, coba lihat tan Indra ga mau kasih tau" dengan wajah cemberutnya mengadu dengan bu Tina


"ya betul put, entar kamu bakal tau" tiba tiba bu Tina menimpali sambil cengengesan


Indra dan Putri cukup kaget dengan jawaban bu Tina, Indra menatap mamanya dengan pandangan yang membingungkan


"mau mama ini apa sebenarnya ya"batin Indra," tapi boleh juga , permainan dimulai" sambungnya didalam hati


" ouh gitu tan, oke lah"


dan akhirnya bu Tina pun keluar kamar Putri untuk pulang, tapi Putri dan Indra tak melepaskan kepulangan bu Tina mereka masih di kamar terpaku


tiba tiba Putri langsung mengunci pintu kamarnya, dan Indra pun kaget di buatnya


" eh lo , tadi cerita apa sama tante hem" putri mendekati Indra sambil meletakkan tangannya di pinggang dengan mata melotot


" emang kenapa?" Indra menatap Putri sambil memundurkan badannya


" kalo lo ampe cerita habis lo" ujar Putri mengancam masih terus berjalan kearah Indra


" ya suka suka gue" muka Indra sekarang berubah jadi santai dengan senyuman tipis, Indra lucu sekali melihat Putri yang seperti tadi marah tapi tetep imut, rasanya Indra ingin sekali mencium Putri melihat kegemesan wajah Putri disaat marah tapi ya kan ga mungkin dong bisa bisa di tonjok sama Putri


sekarang Putri duduk di samping Indra dengan wajah yang tak seseram tadi , melihat Putri yang diam Indra tau kalau Putri lagi ngambek

__ADS_1


"ngambek non" tanya Indra meraih pundak putri untuk merangkulnya , melihat Indra merangkulnya Putri langsung menepisnya, tapi tepisan Putri bukan karna risih cuma ingin kelihatan kalo lagi ngambek, pengen di bujuk gitu ma si Indra, Putri anak yang cukup manja karna memang dia anak semata wayang ya Indra juga sih semata wayang tapi kan dia laki laki.


"ihh Indra lepasin , kenceng banget tangan lu"


" iya iya, tapi udah ya ngambeknya" ujar Indra membujuk Putri


" hemm " ujar putri dengan wajah manyunnya menambah ke imutan wajahnya


" nah masih ngambek ni" goda Indra


" ga ni coba lihat udah senyum" Putri menoleh ke arah Indra melihatkan senyum pepsodentnya


tiba tiba


cupp


Indra mencium bibir putri sekilas, ya hanya sekilas benar benar sekilas, mendapat ciuman dari Indra yang mendadak membuat Putri benar benar terkejut dia diam terpaku mencerna apapun yang sudah terjadi, Indra yang melihat kekagetan Putri cepat cepat memalingkan pandangann dari wajah Putri, dia tidak tau kenapa bisa seperti itu apa karna saking gemasnya atau hasrat yang sudah lama terpendam.


" Indraaa, ihhh itu ciuman pertama gue" Putri tiba tiba memukul bahu Indra dengan wajah kesalnya


" teruss??"


" ya kenapa harus lo" ujar Putri masih kesal sangat kesal tapi kayaknya senang juga wwkwkwk


" udah lupakan aja "


" lupakan???, mana bisa"


" kenapa suka ya" goda Indra


putri diam , ya memang benar Putri suka tapi dia tidak menyangka sahabatnya itu yang akan mengambil ciuman pertamanya, cuma mengatakan suka pun gengsi bagi Putri


" ah sudah pergi sana gih ,tidur" usir Putri , masih dalam keadaan salah tingkah


" oke gue keluar" langsung beranjak dari sofa


" sorry buat yang tadi"


" hemm " jawab Putri

__ADS_1


dan Indra pun ke kamar sebelah untuk tidur


" ahhh Indra apa apain sih lo" Putri melap bibirnya yang bekas di cium Indra , Putri merebahkan diri sambil menenggelamkan kepalanya ke bantal , dia merasa sangat malu dengan apa yang dilakukan Indra .


__ADS_2