Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
PANGERAN DINGIN


__ADS_3

Lanjutan part 4


Putra: "Udah dibayar berapa lo sama Manda? Bujuk gw kayak gitu." Tika semakin kesal dengan sikap Putra. Ia mencoba menahan amarahnya dan tetap terus bersabar.


"Tika gk dibayar, cuma niat buat nolongin doang."


Putra: "Mau aja jadi babu😏," Ucap Putra menusuk hati Tika.


Tika: "Nolongin sama jadi babu beda ya?! Otak pinter tapi logika gak pernah dipake. Wajah ganteng, tapi sikapnya gak pernah di jaga!"


Putra sempat kaget dengan perkataan, baru kali ini ia dihujat oleh seorang perempuan. Mata Putra kini tertuju ke Tika, setelah Tika menggerakkan bola matanya ke arah Putra tiba-tiba.


DAG DIG DUG- detak jantung Tika semakin kencang tak karuan. Ia melihat bola mata Putra yang sangat indah, Tika mulai merasakan kenyamanan saat di dekat Putra.


Tika: "Tahan Tik tahan," Benak Tika.


Putra: "Yuk pulang. Nanti keburu hujan." Putra melihat langit-langit terlihat gelap. Tika sempat kaget saat Putra berbicara. Ia langsung berdiri serta menatap langit.


Tika hanya mengganggukan kepalanya dan masuk ke mobil Putra. Hari ini cukup melelahkan baginya untuk menghadapi Putra.


"Bukan karena aku tak menghargai, tetapi karena cinta itu tidak bisa dihakimi."


-


-


-


-


-


-


-


-


GIMANA NI PERKEMBANGAN NYA? RIZKY DAN PUTRA PUNYA MASALAH? APA TIKA MENJADI BAGIAN MASALAH LAGI DARI MEREKA? LIAT AJA NANTI HEHE:v.


-


-


-


-


-


-


-


**PART 5**


__ADS_1


**KABAR DUKA**


Tika: "Hallo-" Setetes demi setetes air mata Tika jatuh.


Tika:"Buuuuunnnnn!!!!"


Bunda:"Tika, kenapa? Kok nangis." Tika memeluk bundanya dengan erat.


Tika: "Ayah bun ayah.....hiks..hiks..hiks..."


Bunda: "Kenapa Tika? Oke tenang dulu ya jangan nangis."


Tika: "Ayah-" Tika menjelaskan semuanya.


Farhan: "Weyyy.... Ni gw ajak Putra gpp kan?"


"Hmm..." Agnes,Melani, Farhan, dan Putra sedang main kerumah Dino. Mereka menghabiskan liburannya yang 2 hari lagi akan masuk sekolah. Putra merasa ada yang kurang hari ini, Tika. Akhirnya dengan sangat terpaksa Putra pun menanyakan keberadaan Tika.


Putra: "Tika mana?" Tanya Putra dengan dingin. Mereka yang sedang asik bicara langsung menatap Putra dengan serius. "Looo cari Tika?" Jawab Agnes.


Putra: "Ya tumben aja biasanya juga berenam."


"Lo gak tau Put, ayah Tika kemarin meninggal. Karena ayahnya di London, jadi Tika pergi ke sana."


"Inalillahi," Kaget Putra.


Tak mau mereka bingung, Putra mengurungkan niatnya untuk tidak banyak bertanya.


Melani:"Khem... Ada yang khawatir ni kayaknya." Putra tak menghiraukan kata-kata mereka. Putra langsung melanjutkan main game di hpnya, walaupun perasaannya masih tidak enak.


Tika yang sudah sampai di London menangis terus semenjak ayahnya meninggal. Tika tau sejak kecil ia tidak begitu dekat dengan ayahnya tetapi ia tau bahwa ayahnya sangat menyayanginya. Tika seperti ini juga karena ayahnya, ia bisa menjadi anak yang cerdas dan mandiri berkat pengajaran ayahnya. Walaupun pengajaran ayah Tika agak sedikit menekan hati putrinya itu.


"Ya ampun... Tikaa masih disana apa ya, gw jdi kangen sama Tika." Agnes mulai merasa lesu.


"Jangan-jangan Tika sekolah di London lagi," Ungkap Dino.


"Dinooo...." Dino hanya menyengir tak berdosa.


Diam-diam Putra juga khawatir dengan kabar Tika. Ia selalu menanyakan kepada Farhan tentang kabar Tika. Apa mungkin Putra mulai menyimpan rasa ke Tika?


🌸


"Tikaa.... Ya ampun kita kangen bangetttt," Anak-anak di kelas kaget dengan kedatangan Tika yang lama tak sekolah. Agnes dan Melani langsung memeluk dengan cepat langsung Tika bersamaan.


"Tauu.... Ko Lo gak kasih kita kabar sih, lo baik-baik saja kan?"


"Iya tau... Tika ngangenin hehe." Agnes dan Melani mengedus kesal. "Baik ko, kalian Gimana?" Lanjut Tika.


"Kita, hm... Gak baik semenjak Lo pergi," Mereka tersenyum. "Oke kita ke kantin yuk, makan bakso mak Ijah. Gw yang traktir deh sekalian ajak Dino sama Farhan." Ajak Melani.


"Ayuk," Terdengar suara perut Agnes, Tika dan Melani hanya menahan tawanya.


"Hm... Jdi lo gak kabarin kita gara-gara hp lo ketinggalan di rumah?" Tanya Farhan. "Yaps." Mereka yang sedang asik makan mendengarkan penjelasan Tika. "Tik, lo tau gak. Ada yang lebih khawatir dari kita." Jujur Agnes


"Siapa?" Tika menjadi penasaran.


"PUTRA."

__ADS_1


Tika hanya terdiam dan mengerutkan keningnya.


"Maksudnya?" Lanjut Tika.


"Itu tandanya Putra suka sama lo,Tik." Ucap Farhan. Tika hanya melanjutkan makannya tanpa memikirkan pembicaraan Farhan.


TRIIINGGG!!!....


"Tikaa..."


"Ya."


Tika yang sedang berjalan di koridor mendengar teriakan seorang dengan suara bass nya. Siapa lagi kalau bukan Putra. Putra menghampiri Tika sangat dekat. Tak hanya itu ia juga menatap Tika begitu serius. Matanya yang biasanya terlihat dingin seperti sikapnya, kini terlihat hangat bagi Tika. Detak jantung Tika juga begitu cepat. Ya Tuhan perasaan apalagi ini?


"Gue balik dulu." Putra mengusapkan kepala Tika lalu meninggalkan Tika.


Tika yang cukup kaget melihat tingkah laku Putra, membuat perasaannya semakin campur aduk. "Tika pliss... jangan pikirin lagi ok udah-udah huhhh..." Tika berbicara dengan sendirian.


Cukup lelah untuk hari ini. Setelah ia pulang dari London, mengapa tiba-tiba Putra bersikap ini. Mata Putra membuat hati Tika Lulu seketika. Inikah tanda-tanda Tika suka dengan Putra?


TOKK... TOK....


"Masuk," teriak Tika. "Hay ka." Monica masuk ke kamar Tika dengan fake smile nya. "Ka, kata bunda Minggu depan kita ke London lagi."


"Urusannya kan udah selesai, Tika juga baru masuk sekolah."


"Yeu.. mana aku tau." Mereka terdiam.


"Oya ka boleh nanya gak? Lanjut Monica.


"Ha?"


"Kakak lagi suka sama orang ya? Ampe gak mau ninggalin sekolah."


"Kepo."


"Ka Rizky kemana tumben gak kerumah?"


"Ujian"


Monica semakin pusing dengan jawaban Tika yang sangat singkat. Ia pun langsung keluar dari kamar Tika. Tika cukup lega karena ia malas berurusan dengan adiknya. Ia jadi teringat Rizky, kini Rizky sibuk dengan ujiannya. Ya makanya Tika tidak mau mengganggunya.


🌸


"Tik lo kenapa? Sakit?" Tanya Agnes. Setelah sampai di kelas Tika hanya terdiam. Ini yang membuat sahabat-sahabatnya semakin bingung.


Tika mengangkat kepala. "Gw suka sama putra," terlihat senyum tipis di mulutnya.


"HAH!!" Teriak bersamaan.


Sejak semalaman Tika tidak bisa tidur hanya karena memikirkan 'Pangeran Dingin' itu. Gak tau Kenapa hati Tika kini lain saat di dekat Putra. Semenjak Manda menyuruhnya untuk membujuk dan sebagai perantara suratnya Tika jadi semakin dekat dengan Putra.


"Tadi emang Tika bilang apa?"


"Lo suka sama Putra," jawab Agnes.


"Eh... Maksud Tika bukan itu," Tak disangka Tika mengucapkan perasaannya tanpa ia sadari. Tika mengusapkan kepalanya. Kini ia dibuat bingung dengan omongannya sendiri.

__ADS_1


"Serius lo Tik?" Rasa penasaran Dino. Tika terdiam dan menundukkan kepalanya kembali. Mereka hanya menahan tawanya tetapi dengan rasa bahagia Tika akhirnya bisa menumbuhkan perasaan cinta ke seseorang setelah lama putus dengan MANTAN-nya.


DITUNGGU KELANJUTANNYA YA!


__ADS_2