Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
Bab 38 kelelahan


__ADS_3

" aduh kebelet ih pengen pipis, ya ampun Indra nyenyak banget bobonya" gumam Putri yang berusaha beranjak dari tempat tidur dengan pelan tanpa membangunkan Indra karna tangan Indra melingkar di perut Putri.


" aduh pedih juga ya" batin Putri merasakan pedih dibagian intinya, tentu itu karna ulah Indra semalam


" ya ampun pipis aja gini amat" gumam Putri, lagi lagi dia mengeluh karna merasakan yang tak nyaman di bagian pribadinya.


tokk tokk


" yang kamu didalam" tanya Indra dari luar pintu kamar mandi


" iya bentar yaa, aku kebelet ni " jawab Putri sedikit berteriak


akhirnya Putri keluar kamar mandi dan ternyata sekalian membersihkan seluruh tubuhnya alias mandi.


" eh kok udah mandi aja sih, baru juga jam 5 subuh" tanya Indra yang melihat Putri sudah terlihat bersih dan wangi


" ya kan mau subuhan juga ndra, lagian rasanya badan aku lengket banget" jawab Putri sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk


" padahal aku masih mau".


" mau apa sih" tanya Putri polos


" aih polosnya" Indra mencubit pipi Putri dan memeluknya tiba tiba


" nah batal dah wudhu aku"


" eh udah wudhu ya" mencium bibir Putri


" kamu bau keringat"


" masa sih?" Indra mencoba mencium bau badannya sendiri " ga ihh"


" mandi gih terus kita subuhan" perintah Putri sambil mendorong tubuh Indra masuk kamar mandi


" ayo mandikan " goda Indra sambil menarik tangan Putri


" ga mau" menjulurkan lidahnya dan melepaskan genggaman Indra .


akhirnya setelah subuhan Putri dan Indra merebahkan tubuh kembali, bermanja manja ria ala pengantin baru banget lah, silahkan ya bayangkan sendiri hehehe


***


" ma Putri dan Indra apa belum keluar kamar ??" tanya pa Bayu kepada bu tina yang lagi menyiapkan sarapan di dapur


" biarin aja paa, namanya juga penganten baru"


" iya juga ya, jadi pengen jadi penganten baru lagi" celetuk pa Bayu


" ouh jadi pengen yang baru gitu ya" bu Tina mulai melotot berjalan ke arah pa Bayu


" ehh ehhh ga ma cuma pengen mengulang masa masa penganten baru" mencoba menenangkan bu Tina yang mulai salah paham tak jelas, padahal kan pa Bayu hanya bercanda


bu Tini dan pa Heri yang melihat perdebatan sengit kedua orang tersebut hanya bisa mentertawakan saja.


" apa dipanggil aja ya si Indra dan Putri" kali ini bu Tini yang mulai merasa penasaran.


" ga usah ma, kita ga usah terlalu ikut campur mereka dulu lah, mereka kalo lapar bisa aja kok makan sendiri" sahut pak Heri


" bener juga sih" sahut bu Tini


akhirnya para orang tua sarapan lebih dulu dan tak mengganggu penganten baru tersebut yang asyik dengan dunianya dan melupakan orang disekitarnya wkwkw.

__ADS_1


di kamar penganten baru


" yang" panggil Indra sembari memeluk Putri di tempat tidur dan membelai rambut Putri lembut.


" hmmm"


" kita di sekolah nanti gimana ya" tiba tiba Indra teringat kalau mereka masih berstatus siswa sekolah.


" ouh iya ya kita ternyata masih sekolah hehe, kemudaan nikah sih ampe lupa aku , kayaknya kita lebih baik jadi sepasang kekasih aja deh , lagian ka Rezki udah tau kalau kita bertunangan, pasti kan entar kesebar"


"kamu masih suka dia yang??" tanya Indra tiba tiba penasaran.


" ya Allah pertanyaan apa itu, aku tu kalau masih suka ka Rezki ngapain sih pilih kamu dan menyerahkan diri begini" jelas Putri yang rada kesal dengan pertanyaan Indra


" kan siapa tau gitu" memanyunkan bibirnya, entah cemburu atau pura pura ngambek


" udah ah, ga usah bahas dia, aku kan udah jadi istri kamu, lagian pacaran sama dia kemaren tetap aja juga pikiran ku ke kamu" jelas Putri sambil mencium pipi Indra dan berusaha menenangkan Indra yang terlihat cemburu padahal Indra sendiri yang memulai pertanyaannya.


" masa sih gitu??" Indra terlihat tak percaya


" kalau ga percaya belah saja dada ku"


" beneran coba sini" mulai nakal tangannya Indra menjelajahi sisi depan istrinya itu, Indra terlihat seperti dapat mainan baru.


" yangg bisa udah ga geli tau" Putri mengalihkan tangan Indra yang tak terkondisikan


" hmmm lagi asyik ni hehe, mau hamil kapan?" masih dengan tangan yang tak terkendali.


" apa ??? hamill?, kamu ngomong apa sih kita masih sekolah juga, kita nikmati aja dulu , masa masa pacaran setelah nikah gini ni, lagian kan main aman"


" hehe kalaupun kamu hamil juga, aku siap kok jadi papa muda" jawab Indra dengan senyuman nakalnya


" kamu ih sejak kapan sih mesum gini"


" ouhh gitu" Putri hanya manggut manggut dan masih asyik didalam dekapan Indra dan menikmati belaian tangan Indra yang nakal, mereka begitu menikmati status barunya.


Indra mulai tak bisa mengkondisikan dirinya, lagi- lagi dia mencurahkan seluruh cintanya dengan Putri , seakan lupa dengan orang rumah yang masih berada didalam villa tersebut.


jam menunjukkan 9 pagi, Putri baru tersadar setelah terlelap beberapa saat karna kelelahan meladeni Indra yang ternyata sungguh jantan itu.


" ya ampun ketiduran lagi, aduh udah jam 9, pantas aku lapar" gumam Putri dan beranjak dari tempat tidur memakai pakaiannya dan merapikan rambutnya


" ndra bangun, makan yu" Putri membangunkan Indra yang masih sangat lelap


"hmmm , bawakan aku makanan aja ya kekamar aku malas keluar" ujar Indra yang pada akhirnya melanjutkan tidurnya


" aishhh dia sendiri yang mau dia juga yang kecapean" gumam Putri.


akhirnya Putri memutuskan turun kebawah untuk sarapan dan sekalian membawakan sarapan untuk Indra


" pagi bi tuti" sapa Putri yang melihat bi Tuti sedang membersihkan dapur dan meja makan


" pagi mba"


" kok sepi bi??" tanya Putri yang melihat villa tersebut memang terliha sepi.


" tadi ibu bapa pada pergi mba, mau sarapan ya mba?"


" iya ni bi"


bi tuti adalah istri mang jali, akhirnya bi Tuti menyiapkan sarapan untuk Putri dan Indra.

__ADS_1


"bi punya Indra di taro dinampan ya, soalnya dia maunya aku suapin dikamar" perintah Putri


" ihh penganten baru memang beda eyyy" goda bi Tuti


" aishh bibi kaya ga pernah jadi penganten baru aja" balas Putri tak mau kalah menggoda bi Tuti


" sakit ya mba??" sedikit berbisik


" apanya bi" tanya Putri sok polos dan sesekali sambil menyuap makanannya ke mulut.


" itu tu mba" bi Tuti melirik ke bawah


" ouh itu hehe banget bi " Putri mengatakan sedikit berbisik


" hahaha, entar juga terbiasa mba"


" bibi sakit juga ga dulu"


" ga mba, lebih ke enak" jawab bi Tuti sambil cengengesan


Putri hanya tertawa mendengar jawaban bi Tuti , Putri sarapan dengan lahap, tenaganya terasa benar benar terkuras karna perbuatan Indra.


" ehem" Indra berdehem dari arah belakang Putri


" eh sayang, katanya mau dibawakan ke atas" Putri menoleh ke arah Indra


" ga jadi ah kelamaan aku udah lapar"


putri membantu Indra menyiapkan sarapannya yang sudah berada dinampan.


" makasih sayang" membelai kepala Putri


" sama sama sayang" balas Putri dengan senyuman terindahnya


" kedua ortu dimana yang? "


" kata bi Tuti jalan jalan tadi ke luar"


" kamu mau jalan juga?"


" ga ah aku mau di villa aja , badan ku remuk semua rasanya"


" haha, kasihannya istri aku" lagi lagi membelai rambut Putri


" maaf ya bikin kamu lelah"


Putri hanya nyengir ria mendengar ucapan Indra.


" kamu belum mandi yang?" tanya Indra


" belum entar aja siang sekalian"


" ya udah habis ni ke kamar lagi aja" Indra mulai nakal lagi


" iya iya ke kemar ,tapi udahan ya, doyan bener sih kamu, apa udah lama banget ya pengen ginian"


" ya wajar yang, masih penasaran"


" aih aku kok kehilangan Indra yang dingin sih" goda Putri sambil mengelus pipi Indra


" aku udah cair sama cinta kamu yang"

__ADS_1


" waduh gubrak dah"


sungguh berkelas gombalan Indra kali ini, Putri bahkan tak bisa berkata kata lagi dibuatnya, Putri bahkan tak menyangka sahabat yang kadang membuatnya sungguh kesal karna sifat dinginnya sekarang menjadi suaminya bahkan sudah mengambil seluruhnya dari dirinya.


__ADS_2