Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
Bab 21 biar apa??


__ADS_3

kringgg kringgg


📞bu Tini : " Assalamualaikum tin"


📞bu Tina : "hay walaikumsalam tin"


sama sama nama panggilan tin, jadilah begitu, kali i mamanya Putri menghubungi mamanya Indra


📞bu Tini : "gimana keadaan mu tin disana"


📞bu tina : "baik alhamdullilah, semua dalam keadaan aman , tadi aku juga dari rumah mu , Indra dan putri dalam keadaan sehat"


📞bu tini : "wah alhamdullilah , aku kangen banget sama mereka , pengen banget cepet pulang"


📞bu tina : "iya tenang aja lah kamu mereka aman atas pengawasan ku"


📞bu tini : "ah baiklah aku percaya, ya sudah entar ku telf lagi ya, assalamualaikum"


📞bu tina: " walaikumsalam"


***


" mba Putri ayo sarapan" panggil bi Ijah dari luar kamar sambil mengetok pintu


" ya bi sebentar lagi siap siap entar Putri ke dapur" sahut Putri dari dalam kamar yang masih duduk di meja rias untuk merapikan penampilannya agar terlihat apa coba? ya cantik lah kan ketemu ayank


mendengar jawaban dari Putri bi Ijah melanjutkan menuju ke kamar Indra yang hanya bersebelahan dari kamar putri untuk mengajak sarapan, padahal waktu memanggil putri sarapan Indra juga dapat mendengar suara bi Ijah dan putri karna Indra sudah siap dengan tampilannya yang kece badai tak kalah dengan kekasih sahabatnya Rezki


ceklek dan ceklek


pintu kamar mereka terbuka secara berbarengan


Indra yang melihat Putri keluar kamar , begitu pun Putri menatap Indra yang keluar kamar berbarengan dengannya, saling tatap beberapa detik , Putri yang masih merasa kesal atas kejadian malam tadi , jadi malas untuk menegur Indra , Indra yang melihat kelakuan putri merasa bersalah atas apa ulahnya, tapi juga merasa senang apalagi putri mengatakan itu ciuman pertamanya , indra seperti dapat berlian saja rasanya disebut Putri ciuman pertamanya .


putri yang ingin berlalu menuju dapur langsung di tarik Indra ke dalam kamarnya


" ih Indra apa apaan sih" berusaha menarik tangannya untuk melepas dari genggaman Indra dengan raut wajah kesalnya yang terlihat super kesal di tambah kaget atas ulah Indra yang main tarik aja


" berhenti dulu ngambeknya " ujar Indra dan masih menggenggam tangan putri


" gue ga ngambek ih" menampilkan wajah manyunnya yang menambah keimutannya


" tapi kenapa mukanya gitu" tanya Indra menatap mata Putri serius


"cuma bete aja" putri tak memandang Indra, dia memalingkan wajahnya karna malas bertatap muka dengan Indra


" masih karna malam tadi?" tanya Indra dengan tatapan lebih serius


" Iya"


" Kan gue dah minta maaf"


"tapi itu yang pertama buat gue"


" sama" balas Indra singkat


Tiba tiba Indra langsung memeluk Putri


" eh Indra apa lagi ini sih"


" maaffin dulu" masih memeluk putri

__ADS_1


" iya iya sudah dimaafkan tapi lepasin ga bisa nafas nie gue haduhh" putri ngomel ngomel karna merasa pelukkan Indra cukup kuat di rasanya.


akhirnya Indra melepaskan pelukkannya


" ada apa sih ndra lo berubah gini agresif banget" sambil merapikan rambut dan baju sekolahnya yang aga kusut bekas pelukkan Indra


" gue belajar untuk memperlakukan cewe dengan baik" jawab Indra


" biar apa???"


"biar bisa menarik perhatian tunangan gue"


mendengar perkataan Indra putri terkejut bukan main


" tapi gue bukan tunangan lo"


indra hanya diam dan membuka pintu kamar menuju kedapur untuk sarapan


" Indra kok ditinggal tunggu " putri berlari menuju arah Indra dan turun berbarengan ke dapur


putri tidak bertanya lebih lanjut sekalipun dia masih bingung dengan apapun yang dikatakan Indra dan ulahnya Indra , Putri memilih menyudahi drama ini dan meanggap wajar apa pun yang sudah terjadi memilih untuk melupakan karna Indra adalah sahabatnya sekalipun ada rasa janggal atas semuanya, apalagi dikala Indra mengatakan hal tentang tunangan, ingin sekali dia tau siapa yang Indra maksud


" ndra inget ya depan gang" ujar Putri di meja makan mengingatkan kembali, karna ka Rezki sudah menunggu, bisa saja bagi Putri untuk menyuruh Rezki ke rumah tapi dia takut bi Ijah melapor kalo dia berangkat dengan Rezki.


" hemmm" jawaban tersimpel Indra


****


" baik anak anak jangan lupa yaa kita sebentar lagi mau ujian tengah semester, persiapkan diri kalian, kita sudahi dulu untuk hari ini wasalamualaikum wr.wb"


" walaikumsalam wr wb" sahut semua murid


satu persatu murid keluar dari ruangan tersebut untuk pulang


" ide bagus tuh" sahut Rizka


" husstt, bilangin Indra dong buat antarin gue yaa" berbisik dengan putri dan melirik ke arah Indra


"aahh siap" mengacungkan jempolnya tanda setuju


putri langsung berdiri ke arah Indra yang hendak berdiri menuju keluar kelas


" indra tunggu" sedikit berteriak


" hem" menatap ke arah putri


" antarin Rizka yaa, tapi habis makan dikantin ya, pleaseee" putri memasang wajah memohon agar sangat meyakinkan


" ya udah , gue tunggu "


" asyik makasih Indra sayang" menoel dagu Indra kegirangan


tak disangka ka Rezki ada didepan kelas dan melihat kelakuan putri ke Indra , hatinya tiba tiba merasa panas


" ehem " Rezki berdehem dengan keras dari depan kelas


dan semua yang ada dikelas berbalik ke arah Rezki, hanya ada sisa 5 anak yang dikelas tersebut termasuk Rizka, Indra dan Putri


" eh ka Rezki " putri langsung menghampiri ka Rezki


" mau pulang bareng??" tanya Rezki tenang sekalipun dalam keadaan cemburu tidak mau membuat

__ADS_1


keributan


" iya ka bisa bentar aku ambil tas dulu ya"


langsung menuju kekelas kembali


" rez aku pulang ya " menggendong tas ingin menuju pintu kelas


" eh katanya mau kekantin dulu" protes Rizka


" ah iya aku lupa wkwkwk, besok deh ya sorry ga enak ditunggu si kesayangan, jangan ngambek ya ya ya" mengedipkan mata


tanpa menunggu jawaban rizka , putri langsung melenggang keluar kelas


Indra yang dari tadi menyaksikkan semuanya hanya geleng geleng dengan kelakuan sahabatnya itu


" dasar bucin " gumam rizka dengan sedikit kesal


saking keselnya Rizka sampai lupa kalau dia menyuruh Putri untuk minta bantu agar Indra mau mengantarnya pulang


" Riz tunggu" panggil Indra


rizka kaget karna ada yang memanggilnya dari belakang, Rizka pun menoleh dengan cepat


" eh Indra kenapa???"


" Katanya mau diantar pulang??" tanya Indra


" ahh iya astaga aku lupa maaf" sambil nepok jidat


" ya udah ayo kita pulang"


di dalam perjalan Rizka dan Indra, tiba tiba motor Indra membelokkan motornya ke suatu tempat


" eh kok kesini ndra??" tanya Rizka bingung


" makan siang dulu aja kita" jawab Indra sambil memarkirkan motor dan melepas helmnya


" oke baiklah" jawab Rizka seadanya


sekalipun Rizka menjawab dengan seadanya tapi jujur hatinya berbunga bunga sangat berbunga bunga, bayangkan ini kali ke dua mereka makan bersama , rasanya hari ini Rizka ingin jungkir balik saking bahagianya


"Rizkaa Indra" teriak seseorang sambil melambaikan tangannya.


merasa ada yang memanggil, Rizka dan Indra pun menoleh berbarengan ke arah teriakkan tersebut


" hayyy" Rizka melambaikan tangannya kearah tersebut


" sini ayo" ajak seseorang


" ndra ayo kesana " ajak Rizka menarik lengan Indra


Indra diam saja atas perlakuan Rizka walaupun risih sedikit karna merasa lengannya di tarik tarik


" wah kebetulan banget ya" ujar rizka sambil mengambil tempat duduk


" iya ya kaya jodoh aja bisa ketemu disini, ayy ciye Indra ajak Rizka makan nie uhuy"goda Putri


yang di ikuti senyum Rezki yang duduk disebelah Putri, yaa benar sekali orang yang ketemu Rizka adalah Putri dan Rezki yang juga makan siang di tempat tersebut, entah kebetulan atau ini rencana Indra


" bentar ku panggilkan mba mba pelayan dulu ya biar kalian pesan makanan juga" ujar Putri segera memanggil pelayan untuk memesan makanan Rezki dan Indra

__ADS_1


akhirnya mereka makan dengan lahap sambil bercbincang bincang, jelas yang paling banyak ngobrol adalah Rizka dan Putri , mereka kan memang sahabat dan sama cerewetnya sementara Rezki menimpali obrolan mereka sesekali , kalau Indra jangan di tanya dia lebih banyak diam dan berkata hamm hemm hamm hemm


__ADS_2