
" kamu janji cerita ma aku kan??" tanya Indra yang berbaring disebelah Putri di tempat tidur.
" hmmm" Putri fokus dengan ponselnya
" kok kamu jadi aku sih yang suka hmm hmmm?" tanya Indra yang merasa istrinya malah seperti dirinya yang dulu.
" kan aku udah bilang ketuleran kamu" masih dengan ponselnya sambil senyum senyum ga jelas.
" ya udah lah, aq mau ke rumah mama ya" beranjak dari tempat tidur
" eh ngambek ya?" tapi sudah keduluan Indra yang menghilang dari kamar tersebut, cepat sekali langkah kaki itu rasanya.
Hari sudah menunjukkan sore, matahari sudah tak seterik tadi siang, Putri merasa sangat segar setelah menyelesaikan mandi sorenya, dilihatnya sekeliling kamarnya tak nampak juga si Indra, Indra kelihatan benar benar merajuk padanya , bahkan Putri melihat ponselnya tidak nampak Indra mengirimnya pesan.
"kekanakan banget sih digituin aja langsung kabur pulang" gumam Putri yang merasa kesal karna Indra yang menurutnya sangat kekanakan.
" ya udah lah aku ke rumah mama Tina aja, kangen juga lama lama ditinggal" gumamnya lagi sambil bercermin dan memoleskan sedikit make up natural agar terlihat segar.
setelah dirasa penampilannya sudah cukup oke, Putri menuruni tangga dilihatnya rumahnya begitu sepi, bahkan bi Ijah juga tak terlihat.
" pada kemana ya"
Putri kembali keatas dan berniat ke kamar mamanya , ternyata kamar itu kosong.
" kayaknya pada pergi ni" batin Putri
Putri menuruni tangga dan mencari keberadaan bi Ijah dikamarnya, ternyata bi Ijah sedang istirahat dikamarnya.
" bi" Putri mengetok pintu , walaupun pintunya terbuka dan melihat bi Ijah sedang bebaring tak sopan rasanya kalau langsung masuk tanpa permisi.
__ADS_1
" eh iya mba" beranjak dari tempatnya dan menghampiri Putri.
"liat mama ga bi??" ga mungkin dia menanyakan keberadaan papanya karna papanya biasa pulang menjelang magrib.
" ouh ibu kayaknya tadi pergi mba" jawab bi Ijah seadanya karna memang bu Tini tak mengatakan apapun waktu pergi.
" ya udah aku mau ke rumah Indra ya bi, kalau mama datang bilang aku ke rumah Indra"
Putri pun berlalu dan bergegas pergi ke rumah mama Tina mertuanya, rumah yang hanya berjarak 5 langkah itu maka Putri hanya berjalan kaki saja untuk sampai tujuannya.
" assalamualaikum ma" Putri langsung masuk tanpa mengetoknya terlebih dulu.
" walaikumsalam " sahut bu Tina " eh mantu mama, kenapa sayang??" bu Tina lagi duduk di ruang tengah
Putri menghampiri bu Tina dan langsung duduk disamping mertuanya.
" ma Indra di kamar ya?"
deg jantung Putri serasa berpacu cepat, tiba tiba kecemasan datang
" beneran ma?, Indra tadi izin kesini" jawab Putri dengan sedikit gugup karna tiba tiba perasaannya tak enak.
" masa sih???, mungkin dia pergi ke tempat lain nak, eh kenapa kamu jadi ga tau sih, apa berantem?" bu Tina mengajukkan banyak pertanyaan karna bingung Indra tak biasa pergi tanpa izin.
" hehe ga kok ma , cuma Putri ketiduran tadi dan hanya mendengar kalo Indra mau kesini sebentar" jawab Putri berbohong, karna kalau mengatakan sebenarnya pasti bu Tina akan bertanya lebih banyak lagi dan itu tentu akan menimbulkan masalah.
drrrtt drrrtt bunyi getaran Hp
" ma ada telfon , Putri angkat ya" Putri sedikit menjauh dari mamanya, dilihatnya nomor asing.
__ADS_1
belum sempat Putri mengatakan halo , orang di telfon langsung berbicara terlebih dahulu
" halo yang, ini aku Indra, cepat jemput aku ya di rumah sakit, tapi jangan kamu bilang dengan mama pleaseee" Indra mengatakan tanpa membuat jeda dalam bicaranya
Putri yang mendengarnya serasa sangat panik tapi karna sudah diwanti wanti Indra maka kepanikan itu berusaha diredamnya, sungguh jantungnya serasa mau lepas mendengar kata rumah sakit, apalagi mendengar suara Indra yang sedang seperti tak baik baik saja.
" okeh aku kesana, rumah sakit mana?" bicara setenang dan sepelan mungkin agar tak didengar orang tua Indra.
setelah mendengar rumah sakit mana yang disebut Indra , Putri langsung minta izin pulang ke rumah pada bu Tina, sampai di rumah Putri mengambil tasnya dan langsung pergi dengan taksi yang dipesannya secara online, beruntung mamanya masih pergi jadi Putri pergi tanpa harus menjawab pertanyaan dulu.
setelah perjalanan 20 menit Putri sampai di rumah sakit yang diberi tahu Indra bergegas Putri masuk ke ruang UGD tersebut.
betapa terkejutnya Putri melihat Indra terbaring diruangan tersebut dengan wajah lebam dan tangan yang di perban, dengan cepat Putri menghampiri Indra, sungguh sesak dadanya melihat orang yang dikasihinya terbaring lemah dengan luka yang cukup terlihat.
" sayang" Putri mengelus pipi Indra pelan sangat pelan, air matanya jatuh tanpa permisi sungguh tak dapat dia menahan sedihnya.
" kok nangis , aku ga papa kok, aku cuma jatuh dari motor" mengelus lembut pipi Putri yang cukup basah
"aww" Indra meringis sakit di wajahnya masih sungguh terasa.
" husstt, udah jangan banyak gerak" Putri menggenggam tangan Indra lembut.
" Kamu kenapa , apa benar ini jatuh dari motor?" Putri merasa tak yakin dengan yang dikatakan Indra melihat luka dibibir dan di hidung Indra, masa iya jatuh dari motor begitu.
" iya bener sayang, kita pulang yu" mencoba duduk walaupun tertatih dan perlahan.
merasa penasaran Putri pun menemui dokter UGD tersebut, benar saja dokter menjelaskan kalau luka itu adalah luka lebam pukulan bukan kecelakaan, walaupun tidak terlalu parah dan boleh pulang tapi Indra diminta untuk tak beraktivitas banyak beberapa hari ini paling tidak 3 hari, Putri berpikir keras kenapa Indra sampai berbohong kalau itu luka lebam pukulan bukan kecelakaan.
Putri terdiam sejenak , Putri berusaha pura pura tak tau dan akan mencari tau sendiri pasti Indra punya alasan kuat untuk itu, di elusnya kepala Indra yang masih bersandar ranjang UGD itu, Putri masih dengan pikirannya, terlintas ada nama Rezki dikepalanya
__ADS_1
"apa ini perbuatan Rezki" batin Putri , tapi kenapa sampai seperti ini.