
"Apakah kalian sadar sedang berhadapan dengan siapa? Dengan melawan kami, kalian hanya mencari kematian kalian sendiri!" kata salah satu Pendekar dari Tiga Pedang.
Fa Lio Bai dan Qian serta Qian hanya mengernyit mendengar ucapan Pendekar tersebut, walau jumlah mereka lebih banyak, namun hanya ada dua Pendekar Jiwa Ahli saja, sedangkan sisanya adalah para Pendekar Jiwa Pemula Kelas dua dan tiga.
Fa Lio Bai tentu bisa menghadapi kedua Pendekar Jiwa Ahli itu, sedangkan sisanya pasti bisa dihadapi oleh Fa Xian dan juga Qian, walau demikian mereka tidak bisa menganggap remeh lawannya, bisa saja ada anggota mereka yang lebih kuat sedang memantau mereka dari jauh.
"Apakah kamu bisa menggunakan kekuatan itu lagi saat ini?" tanya Fa Xian kepada Qian.
Qian menoleh ke arah Fa Xian dengan heran seraya bertanya, "Kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya balik Qian.
Fa Xian hanya tersenyum mendengarnya lalu menjawabnya, "Tidak ada! Aku hanya berpikir jika kamu bisa menggunakannya sekarang, pasti akan lebih cepat untuk menyelesaikan mereka semua," kata Fa Xian.
Qian hanya bisa tercengang dan tidak menduga Fa Xian akan memiliki pemikiran seperti itu, walau yang dikatakan Fa Xian ada benarnya, namun Qian sendiri tidak tahu apakah dia bisa menggunakan kekuatan misteriusnya lagi atau tidak? Yang jelas Qian masih belum tahu cara membangunkan kembali kekuatan Misterius dari tanda lahir nya itu.
"Sepertinya saat ini kita harus bertarung dengan mengandalkan kemampuan kita sendiri!" jawab Qian yang hanya disambut dengan helaan nafas Fa Xian.
Fa Lio Bai dan kedua lawannya yang merupakan Pendekar Jiwa Ahli sama-sama menarik pedang mereka dan pertarungan mereka bertiga segera dimulai, begitu juga dengan para Pendekar Jiwa Pemula yang maju secara bersamaan menyerang Qian dan Fa Xian.
Qian mengepalkan tinjunya lalu dengan gerakan cepat dia melepaskan tinjunya kepada salah seorang lawannya, dan dengan mudahnya kepalan nya menerobos melewati pertahanan lawannya dengan begitu mudah.
Satu Pendekar Jiwa Pemula harus terhempas lebih dulu dengan bekas pukulan tinju yang keras dan membekas di dada pendekar tersebut, tentu saja Pendekar itu bukan lawan yang sulit untuk dihadapi, cukup dengan satu pukulan saja sudah membuatnya terluka parah dan tidak akan mungkin mampu mempertahankan kehidupannya.
Fa Xian segera mengambil pedang sang Pendekar yang sudah dikalahkan oleh Qian, dan dengan pedang itu juga, Fa Xian segera memainkan keahlian permainan pedangnya lalu menghadapi dua Pendekar sekaligus.
__ADS_1
Serangan Fa Xian yang memiliki gerakan gesit dan sangat kuat itu membuat kedua pedang lawannya berkali-kali terpental, walau tidak sampai terlepas dari genggaman mereka berdua, namun pergelangan tangan mereka sedikit kesemutan saat beradu serangan pedang dengan pemuda tersebut.
"Sial, Pemuda ini setidaknya adalah seorang Pendekar Jiwa Petarung!" gerutu salah satu lawan Fa Xian yang baru menyadari kemampuan Fa Xian.
"Bukankah sudah terlambat bagi kalian mengetahui kemampuanku saat ini? Sekarang terimalah seranganku ini!"
Fa Xian melompat tinggi dan kemudian dia mengerahkan ujung pedangnya kepada mereka berdua, lalu setelah tubuhnya mulai sedikit lebih rendah di udara, Fa Xian segera melepaskan serangannya.
"Jurus Pedang Bulan Suci."
Kedua Pendekar termasuk Pendekar yang melawan Fa Lio Bai terkejut saat melihat Fa Xian yang menggunakan jurusnya, sedangkan kedua lawan Fa Xian mencoba menahan serangan Fa Xian yang datang dari atas mereka, namun begitu pedang mereka bersentuhan dengan Pedang Fa Xian, pedang mereka berdua langsung patah, begitu juga dengan pedang Fa Xian, namun Fa Xian menggunakan patahan pedangnya untuk menyelesaikan pertarungannya.
Patahan ujung pedangnya di tendangannya ke tubuh leher salah satu lawannya hingga pedang itu menembus lehernya, sedang sisa patahan pedangnya di tebaskan ke arah kepala lawan yang satunya sehingga pedang itu membelah setengah kepala lawannya.
Pendekar itu berpikir jika kedua gadis itu pastilah sangat lemah, dia akan membunuh gadis muda itu terlebih dahulu kemudian berencana akan membawa gadis satunya lagi, sebab target utamanya adalah gadis yang berusia 25 tahun itu.
Pendekar itu tidak memperdulikan pertarungan lainnya, dia segera memasuki toko dan berniat untuk membunuh Fa Xeiyin, hanya saja Pendekar itu tidak akan pernah menduga jika gadis yang masih berusia 15 tahun itu akan maju menyambut serangannya.
"Dasar gadis kecil bodoh! Terimalah kematianmu," seru pendekar itu yang meremehkan Fa Xeiyin lalu segera melepaskan serangan tebasannya.
Fa Xeiyin mengambil salah satu kain selendang lalu dengan cepat dia melemparkan ujung selendang itu yang membuat selendang itu bergerak cepat menahan serangan pedang musuhnya, hal itu membuat Pendekar itu terkejut sebab serangan gadis kecil itu memiliki serangan yang tidak biasa.
"Pendekar Jiwa Petarung? Bagaimana mungkin?" Pendekar merasa tidak percaya hingga nafsu membunuhnya seketika itu juga lenyap setelah di intimidasi oleh Fa Xeiyin.
__ADS_1
Fa Xeiyin tidak banyak bicara dan juga tidak mau menunggu pria itu menyerangnya, dia lebih dulu menyerang dengan selendang yang mampu bergerak seperti sebuah besi padat dan mampu menghantam tubuh pria itu hingga Pendekar itu terhempas keluar dari dalam toko.
Seteguk darah segera dimuntahkan oleh Pendekar tersebut sedangkan Fa Xeiyin sudah berhasil menyusulnya lalu dia menggerakkan selendangnya ke arah batu kerikil yang membuat batu-batu itu terbang berhamburan ke arah pendekar tersebut.
Batu-batu kerikil itu tidak hanya berhamburan secara acak, namun juga memiliki kecepatan yang mampu melukai pendekar tersebut setelah terkena hempasan batu kerikil yang berterbangan.
Qian yang sudah berhasil memelintir kepala lawannya hingga lawannya tewas di tempat segera melompat ke samping pendekar yang dilukai oleh Fa Xeiyin, tatapan dingin dengan Nafsu membunuh Qian semakin kuat dan aura hitam samar-samar mulai terlihat, bahkan Luan Xui yang bukan seorang pendekar juga bisa melihat aura gelap di wajah Qian.
Melihat tatapan dingin pemuda itu, Pendekar itu langsung memucat, dia berbalik lalu berniat untuk kabur, namun sayang, Qian lebih dulu menginjak betisnya hingga patah yang membuat pendekar itu berteriak keras, namun teriakan itu hanya sesaat saja sebab Qian dengan cepat menendang leher Pendekar itu hingga patah.
Fa Xian sendiri hanya berdiri di samping jasad pendekar terakhir yang sudah di bunuhnya, dia memperhatikan aura gelap di wajah Qian dan segera menyadari jika Qian mulai menyerap Aura Kematian yang membuat nafsu membunuhnya semakin kuat, dan Aura Kematian yang diserapnya sudah mulai memasuki jiwanya.
"Apakah dia tidak tahu cara memurnikan Aura Kematian yang dia dapatkan setelah membunuh orang?" batin Fa Xian.
Aura Kematian adalah sebuah kekuatan yang mampu membuat seseorang menjadi lebih tidak berperasaan, Aura tersebut hanya bisa didapatkan setelah seseorang membunuh makhluk hidup lainnya, semakin banyak nyawa yang diambil, maka akan semakin banyak Aura Kematian yang diserap.
Aura Kematian yang semakin kental akan menyebabkan orang kehilangan sisi Manusia nya, nafsu membunuhnya akan lebih besar, dan jika tidak segera dimurnikan, maka jiwanya yang sudah menyatu dengan Aura Kematian akan membuatnya menjadi orang yang haus darah.
Cara untuk memurnikan Aura Kematian itu sendiri cukup mudah, hanya dengan bermeditasi dan melepaskan hawa jahat itu dengan menggunakan kekuatan hati dan jiwa yang kuat serta bersih, itu seharusnya sudah bisa menetralkan Aura Kematian, namun jika sudah terlanjur menumpuk, cara itu juga tidak akan efektif, dan Fa Lio Bai sendiri selalu mengingatkan kepada kedua anaknya agar segera memurnikan Aura Kematian nya sebelum Aura itu menjadi lebih banyak, sebab jika sudah terlanjur menumpuk, bahkan seorang Pendekar Jiwa Raja sekalipun tidak akan mampu menetralkannya.
Jika sudah tidak bisa di netralkan, maka orang itu akan sepenuhnya menjadi sangat jahat dan akan terus membunuh tanpa pandang bulu, selama dia bisa membunuh, maka haus akan darah kematian yang disebabkan oleh Aura Kematian itu baru akan menghilang untuk beberapa saat saja, yang jelas orang yang sudah terlambat memurnikan Aura Kematian nya hanya bisa dihentikan dengan membunuhnya.
Qian memang belum mengetahui cara tersebut, sebab Feng Feng dan Yuwen belum sempat memberitahukan masalah itu, karena itulah dia belum menyadari jika Aura Kematian di tubuhnya sudah mulai terlihat.
__ADS_1