PANGERAN PENDEKAR NAGA

PANGERAN PENDEKAR NAGA
Tamu undangan


__ADS_3

***


"Maaf atas sikapku tadi yang sempat menuduh kalian sebagai dalang kerusuhan! Sekali lagi aku minta maaf," kata Chang Xu Tian dengan rasa malu karena sempat menyuruh Panglima Huan Gong untuk menangkap kelompok Fa Lio Bai.


"Semua itu kesalahpahaman saja, kami secara alami tidak menyimpannya di dalam hati!" jawab Fa Lio Bai.


"Sepertinya kalian bukan berasal dari kota ini, apakah dugaanku salah?" tanya Chang Xu Tian.


"Benar sekali Tuan Chang," jawab Fa Lio Bai lalu dia pun menjelaskan akan dari mana dia berasal serta alasan akan kenapa mereka bisa sampai terjebak di dalam masalah yang baru saja dialami.


"Owh, jadi kalian ingin menginap di Penginapan ku? Kalau begitu ayo aku akan membawa kalian langsung ke penginapan ku!" kata Chang Xu Tian setelah dia mengetahui cerita yang sebenarnya.


"Terima kasih Tuan Chang, maaf sudah merepotkan Tuan," ucap Fa Lio Bai.


"Ais, tidak masalah, tidak masalah! Lagi pula kalian adalah tamu pelanggan keluarga Chang, apalagi Panglima Huan Gong juga memiliki kesan baik dengan kalian, jika aku tidak memberi wajah kepada kalian, yang ada aku justru yang kehilangan wajahku," jawab Chang Xu Tian lalu dia segera keluar dan berbicara kepada beberapa orang yang baru datang, "Kalian semua bereskan toko ini, bawa barang-barang ini ke kediaman Panglima Huan Gong, lalu tutup tokonya!" kata Chang Xu Tian setelah itu dia mengajak kelompok Fa Lio Bai, "Mari ikut bersamaku ke penginapan," ucapnya.


Chang Xu Tian sama sekali tidak mempermasalahkan akan penampilan mereka, hal itu benar-benar membuat Fa Xeiyin merasa heran sebab orang besar yang memiliki pengaruh serta memiliki kekayaan di hadapannya ternyata tidak se angkuh yang dia pikirkan.


Sepanjang perjalanan menuju ke Penginapan, Chang Xu Tian juga menanyai perihal permasalahan Luan Xui, dia memang tidak mengetahui keluarga Luan Xui, namun kabar kematian kakak Ipar Luan Xui tentu sudah dia dengar, dan sekarang salah satu keluarga Luan yang selamat sudah kembali dengan selamat.


Mereka akhirnya tiba di penginapan dan langsung memasuki penginapan melewati dua penjaga pintu masuk, hal itu membuat kedua penjaga itu keheranan, dan setelah memberi hormat kepada majikan mereka, keduanya saling berbisik-bisik. "Kenapa Tuan Chang membawa Gelandangan masuk ke penginapan ini?"


"Entahlah, mungkin Tuan Chang ingin memberikan sedekah kepada mereka!" jawab rekannya dengan suara kecil, tentu saja mereka tidak ingin pembicaraan mereka didengar oleh Chang Xu Tian.


"Mei Shien, siapkan lima kamar terbaik untuk kelima tamu kita ini! Berikan pelayanan yang terbaik kita kepada mereka," kata Chang Xu Tian kepada seorang wanita paruh baya mengenakan pakaian hitam bermotif bunga serta rambut hitam panjang terurai di tambah dengan jepitan rambut bergambar bunga di samping rambutnya.


"Tuan Chang? Apakah saya ini tidak salah dengar?" tanya Mei Shien yang merasa jika dia salah dengar, sebab Chang Xu Tian ingin memberikan lima kamar terbaik kepada kelima orang yang terlihat seperti gelandangan.


"Apakah perintahku tidak jelas di telingamu? Sudah jangan banyak tanya lagi! Cepat kamu siapkan kamar mereka dan berikan pelayanan terbaik kepada kelimanya," ucap Chang Xu Tian dengan raut wajah gelap, dia benar-benar tidak suka dengan sikap pekerjanya yang tidak segera melaksanakan perintahnya.

__ADS_1


"Baik Tuan Chang!" jawab Mei Shien.


"Tuan Chang, kami cukup menyewa dua kamar saja!" kata Fa Lio Bai yang merasa tidak enak jika harus menyewa lima kamar sekaligus, pastinya itu akan memboroskan uang.


"Apa yang Tuan bicarakan? Kalian berlima berhak mendapatkan ini, jika mengenai biaya, kalian tidak perlu membayarnya," jawab Chang Xu Tian yang membuat Fa Lio Bai keheranan lalu dia menatap Fa Xian dan Qian lalu keduanya sama-sama mengangkat kedua bahu mereka kepada Fa Lio Bai.


"Ikutlah dengan Mei Shien yang akan mengantarkan ke kamar kalian masing-masing, beristirahatlah setelah membersihkan badan, dan nanti malam aku akan datang kesini untuk mengajak kalian makan malam di rumahku," kata Chang Xu Tian.


"Terima kasih Tuan Chang, kami benar-benar merasa tidak enak atas kebaikan Tuan yang kami rasa terlalu berlebihan ini," kata Fa Lio Bai.


"Hahaha.. ini hanyalah sebuah kamar saja! Baiklah kalau begitu, kalian semua silahkan mengikuti Mei Shien, sampai bertemu lagi nanti malam," kata Chang Xu Tian lalu dia berbalik dan pergi meninggalkan mereka berlima.


Qian dan Fa Xian hanya bisa saling berpandangan, begitu juga dengan Fa Xeiyin dan Luan Xui, setelah mengantar punggung Tua Chang Xu Tian keluar dari pintu penginapan, Fa Lio Bai berusaha berpikir dan mencoba menebak akan maksud kebaikan orang tua itu, namun dia sama sekali tidak menemukan jawabannya, dan akhirnya Fa Lio Bai hanya bisa mengabaikan perasaan bingungnya.


Lain halnya dengan Qian yang merasa mendapatkan beberapa pelajaran dari beberapa kejadian yang sudah di alaminya, melihat sikap Chang Xu Tian, Qian berpikir jika tidak semua orang yang memiliki kekuatan memiliki sikap sombong dan arogan, tidak seperti Keluarga Chu yang menurutnya terlalu memandang orang rendah dari penampilannya.


"Mari, kalian akan saya antar ke kamar kalian masing-masing!" kata Mei Shien dengan sopan.


Qian dan semuanya hanya bisa menatap kamar mewah masing-masing dengan tetapan takjub, selama ini mereka hanya menginap di hutan, sekalipun menyewa kamar penginapan, kamar yang disewa hanya sekelas menengah, sedangkan kamar yang Chang Xu Tian sediakan untuk mereka jelas adalah kamar berkelas yang harga sewanya pasti mencapai puluhan keping Emas.


Setelah Mei Shien menunjukkan beberapa fasilitas di kamar tersebut, Mei Shien berpamitan untuk kembali bekerja, namun Mei Shien menambahkan jika mereka memerlukan sesuatu, mereka tinggal menarik tali yang terhubung ke meja pelayan. Tali itu adalah sebuah tali lonceng dan setiap kamar memiliki lonceng sesuai dengan nomor kamar mereka masing-masing.


***


Ternyata alasan Chang Xu Tian ingin mengundang rombongan Fa Lio Bai untuk makan malam di rumahnya karena dia dan Huan Gong sangat penasaran terhadap salah satu pemuda yang memiliki tatapan mata mirip dengan mata Raja Song, dia juga sudah mendapatkan isyarat dari Huan Gong untuk melakukan itu sebelum Panglima itu pergi, karena sebenarnya Huan Gong dan Chang Xu Tian memiliki hubungan yang sangat baik, mereka sudah sama-sama saling memahami setiap kode isyarat masing-masing.


Qian dan yang lainnya saat ini berada di halaman kediaman Chang Xu Tian yang besar dan luas, rumah yang begitu besar itu jaraknya tidak jauh dari Penginapan. Melihat bangunan besar dan megah bak istana itu, mata Fa Xeiyin dan Fa Xian serta Qian tidak bisa berkedip, bagi mereka rumah Chang Xu Tian lebih cocok disebut istana, walau sebenarnya masih lebih besar dari Istana itu sendiri, namun desainnya sangat bagus dan pastinya tidak membosankan saat di lihat.


"Ais, kenapa kalian masih berdiri di depan? Mari masuk kedalam, di dalam Panglima Huan Gong sudah menunggu kalian," kata Chang Xu Tian dan setelah itu para pelayannya segera datang dan menemani mereka masuk sehingga mereka merasa seperti tamu kehormatan keluarga Chang.

__ADS_1


"Kenapa Panglima Huan Gong juga bisa berada di sini, apakah Tuan Chang juga mengundangnya?" batin Fa Lio Bai yang keheranan, karena sebelumnya Panglima bertubuh besar dan kekar dengan wajah sedikit terlihat galak itu berkata jika mereka akan bertemu besok di istana, itupun jika mereka bertemu disana, namun sekarang sang Panglima itu justru ikut diundang oleh Chang Xu Tian.


Sesampainya di dalam rumah yang memiliki ruang tamu yang begitu luas, ada deretan kursi yang berjejer rapi di pinggir dan di setiap dua kursi akan ada satu meja dengan satu pot bunga sebagai hiasannya.


Disana sudah ada tiga orang yang duduk, salah satunya adalah Huan Gong sedangkan dua lainnya adalah anggota keluarga Chang itu sendiri, begitu melihat kelompok Qian memasuki ruang tamu, Huan Gong pun segera bangkit dan menyapa mereka.


"Tuan Pendekar, kita bertemu lagi!" kata Huan Gong seraya menangkupkan kedua tangannya.


Fa Lio Bai yang sudah berpakaian sangat rapi juga ikut menangkupkan tangan mereka sebelum akhirnya Chang Xu Tian mempersilahkan mereka semua untuk duduk di kursi yang telah di siapkan.


Chang Xu Tian bertepuk tangan tiga kali dan kemudian para pelayan datang dengan membawa banyak hidangan, tentu saja mereka sangat tertarik dengan hidangan beraneka ragam yang disediakan, namun mereka sadar jika mereka saat ini datang sebagai tamu undangan, jadi mereka tahu batasan diri mereka.


Panglima Huan Gong dan Chang Xu Tian bersama dua orang lainnya saling berpandangan, tentu saja tatapan mereka tertuju kepada pemuda yang saat ini sudah mengenakan pakaian serba hitam dengan rambut panjang yang diikat dengan sangat rapi, yang lebih menarik lagi, pemuda tersebut ketika duduk benar-benar sangat mirip seperti Raja Song, walau wajahnya memang tidak sepenuhnya mirip, namun setiap gerakan pemuda itu hampir sama persis seperti Raja Song.


"Tuan Pendekar, apakah sebenarnya kalian berempat ini satu keluarga?" tanya salah satu orang yang duduk di kursi yang berhadap-hadapan dengan Fa Lio Bai.


Fa Lio Bai memperhatikan pria paruh baya tersebut, namun dia merasa belum pernah bertemu dengan orang itu sehingga Fa Lio Bai tidak bisa untuk tidak bertanya kepadanya, "Maaf, anda ini…?"


Pria tersebut baru teringat jika dirinya belum memperkenalkan diri, dan dengan sedikit malu, pria itu segera bangkit lalu bersama pria yang berada di sebelahnya keduanya sama-sama menangkupkan tangan seraya memperkenalkan diri mereka, "Ah dimana sopan santunku ini! Nama ku Chang Xi Yua, aku adalah anak pertama sekaligus pengurus pasar Keluarga!" kata Chang Xi Yua.


"Namaku Chang Xai Qi, aku adalah anak kedua sekaligus pengurus Penginapan Keluarga!" kata pria yang satunya.


"Tuan Chang Xi, dan Tuan Chang Xai! Maaf karena saya tidak mengenali kalian," kata Fa Lio Bai yang juga bangkit namun dia tidak perlu memperkenalkan dirinya karena pastinya mereka sudah mengetahui namanya dari sang Panglima.


Karena Fa Lio Bai sudah mengetahui identitas kedua Chang bersaudara itu, dia pun akhirnya menjelaskan akan hubungan mereka berempat, penjelasan tersebut menimbulkan reaksi kepada mereka semua.


"Jika memang Pangeran Song masih hidup, pastinya usianya sama dengan Lin Qian ini! Ini sebuah kebetulan atau memang aku yang hanya merasa jika Lin Qian ini benar-benar sangat mirip seperti Raja Song? Apalagi namanya juga sama!" batin Huan Gong.


Jelas dia masih ingat nama Pangeran Song yang memiliki nama lengkap Song Lin Qian, dan secara kebetulan nama pemuda yang menurutnya memiliki gerakan yang sama seperti Raja Song itu juga bernama Lin Qian.

__ADS_1


"Lin Qian, bisakah Panglima ini mengetahui latar belakang keluargamu, nama kedua orang tuamu dan dimana kamu tinggal?" tanya Huan Gong.


Qian jelas terkejut mendengarnya, dia merasa jika Panglima di hadapannya itu seperti mencurigai dirinya, Qian tidak tahu akan alasan Huan Gong menanyakan hal itu, namun ada kemungkinan Panglima itu seperti menyadari sesuatu terhadap dirinya.


__ADS_2