
Aura gelap yang menyelimuti tubuh Qian mulai merasuki hati dan pikiran Qian, walau sudah kelelahan, namun Nafsu membunuh Qian semakin kuat, dan Aura Kematiannya juga semakin pekat. Dalam kepungan para anggota kelompok Pedang Hitam yang sangat banyak, Qian sama sekali tidak terlihat gentar, dia justru maju menyerang serbuan musuh yang kebanyakan adalah para Pendekar Jiwa Pemula hingga Awal Jiwa Petarung.
"Tebasan Lidah Naga Api!"
Serangan Qian yang begitu kuat dengan dukungan Pedang nya yang sangat tajam membuat banyak pedang para kelompok Pedang Hitam yang patah, dalam satu kali gerakan saja, tiga Pedang sudah dibuat hancur, bahkan pemiliknya juga terkena tebasan Qian yang mengandung hawa panas.
Dalam waktu singkat, Qian sudah berhasil membunuh beberapa orang hanya dengan menggunakan satu jurus saja, walau demikian Qian tetap terkena serangan yang membuat beberapa luka di punggung hingga dadanya.
Tidak peduli sehebat apapun seorang Pendekar, jika harus menghadapi musuh yang begitu banyak, mustahil untuk tidak mendapatkan luka, seperti kondisi Qian saat ini. Walau demikian Qian tetap memiliki tatapan ganas serta niat membunuh yang begitu besar, semakin banyak Qian membunuh, maka semakin gelap Aura Kematian nya.
Qian yang berada di tengah-tengah kepungan musuh benar-benar tidak memiliki jalan untuk keluar, walau begitu tawa Qian masih menggema dengan sorot mata yang semakin merah.
Dengan sangat cepat, Qian melepaskan beberapa tendangan memutar yang dia pelajari selama ini, serangan itu memang berhasil melemparkan beberapa orang, namun itu masih belum cukup untuk mengalahkan semuanya.
Di saat yang sama, beberapa anak panah tiba-tiba melesat mengenai tiga orang, panah itu dilepaskan oleh Fa Xeiyin, dengan keahlian memanahnya, Fa Xeiyin mengambil tiga anak panah sekaligus lalu melepaskannya ke arah anggota Pedang Hitam yang berada di belakang Qian.
Xihua dan Fa Xeiyin juga kembali berhadapan dengan beberapa musuh saat akan pergi membantu Qian yang berada di tengah-tengah kepungan anggota kelompok Pedang Hitam, mereka tidak hanya gagal untuk membantu Qian, bahkan mereka sendiri kini juga menjadi incaran beberapa kelompok Pedang Hitam.
Hanya Fa Xeiyin satu-satunya orang yang bisa bergerak dan membantu Qian dengan anak panahnya, setiap beberapa anak panah yang dilepaskan akan menjatuhkan satu hingga tiga orang, saat ada musuh yang menargetkannya, Fa Xeiyin akan berlari menjauhinya seraya melepaskan anak panahnya.
"Di usia segitu saja sudah sangat hebat, sepertinya pemuda itu memiliki latar belakang yang tidak biasa! Tapi dia tidak bisa terus dibiarkan, kelak pemuda itu pasti akan menjadi ancaman paling besar," batin Huandi kemudian dia melompat ke arah Qian.
Melihat Huandi yang melompat ke arah Qian, Lian Bai juga ikut melompat sekaligus memberikan serangan untuk mencegah nya.
Huandi mendengus kesal melihat serangan Lian Bai, dia segera mengulurkan kepalan tangannya setelah itu kedua serangan tinju saling berbenturan, hembusan angin menyebar, dan tubuh Lian Bai terseret mundur hingga beberapa langkah kebelakang, sedangkan Huandi hanya merasakan sedikit kebas di pergelangan tangannya.
"Hmp! Benar-benar keras kepala," kata Huandi dengan kesal.
Lian Bai hanya diam dengan menahan lengannya yang masih bergetar setelah beradu serangan, wajahnya serius dan tatapannya agak dingin, walau Lian Bai tahu jika dia tidak akan mampu mengalahkan Huandi yang memiliki kekuatan lebih tinggi dua kali lipat darinya, namun dia tidak akan membiarkan Huandi menyerang Qian, karena kekuatan Qian jelas tidak akan mampu untuk melawan Huandi yang merupakan seorang Pendekar Puncak Jiwa Raja.
Huandi melirik Qian yang semakin menggila menyerang anggotanya sehingga semakin banyak anggotanya yang mati oleh pemuda itu, Huandi mengepalkan tangannya lalu dia menarik pedang hitam nya dan mengarahkannya kepada Lian Bai, "Kamu yang memaksaku melakukan ini!" kata Huandi seraya melepaskan Aura yang sangat gelap.
__ADS_1
Raut wajah Lian Bai menjadi suram melihat pancaran Aura Huandi yang sangat tebal, walau dirinya juga sering membunuh musuh-musuhnya di medan perang, namun Aura Kematian nya tidak setebal seperti Aura Kematian milik Huandi.
"Maju..!"
"Tebasan Pedang Hitam Memotong Cahaya!"
Huandi yang sudah dipenuhi dengan niat membunuh segera maju menyerang Lian Bai, serangan dari permainan pedangnya yang begitu cepat sangat sulit untuk dibaca, setiap gerakannya sangat kuat dan gesit serta memiliki pola gerakan yang rumit. Lian Bai tidak memiliki pilihan lain selain kembali maju dan melanjutkan pertarungan mereka, namun kali ini serangan Huandi jelas berbeda yang membuat Lian Bai di paksa dalam posisi bertahan.
Huan Gong saat ini sedang berusaha mengejar Liu Sheng yang juga bergerak ke arah Qian, walau dia tidak bisa membantu Qian, setidaknya dia bisa menahan Liu Sheng, dan keduanya juga kembali bertarung dengan sengit.
Dari semua orang yang disibukkan oleh lawan masing-masing, hanya satu orang yang hanya diam duduk melihat pertempuran berdarah, Han Li Guo masih duduk dengan tenang, dan anehnya tidak satupun musuh yang menyerang dirinya.
"Aku harus tahu dimana dia mendapatkan Pedang Naga Api itu! Pedang yang menjadi salah satu pusaka terbaik di Kekaisaran Han kini berada di Wilayah Song, mungkinkah dia itu murid sepasang pendekar yang tersisa dari Perguruan Naga Langit?" batin Han Li Guo seraya memperhatikan Qian yang saat ini tubuhnya bermandikan darah, darah itu tidak hanya darah Qian sendiri, namun darah lawan-lawannya juga membuat pakaian Biru Qian basah sepenuhnya dari kepala hingga kaki, wajah Qian benar-benar tertutup oleh Darah, dan Aura Kematian nya semakin bertambah tebal.
"Kibasan Ekor Pedang Api."
Salah satu jurus yang sebelumnya membunuh Mo Cheng kembali di lepaskan Qian, serangan segera melesat dalam bentuk riak yang memotong udara, dan begitu riak itu menghantam beberapa kelompok Pedang Hitam, teriakan kesakitan segera mengisi seluruh Halaman Samping, serangan kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya, sebab serangan Qian lebih saat ini langsung menyayat tiga orang sekaligus.
"Lagi..!"
Qian berseru kembali untuk menyembunyikan rasa kelelahan nya karena dia sudah menggunakan Jurus itu untuk yang kedua kalinya, dan itu benar-benar membuat Qian merasakan nyeri yang semakin hebat.
Kali ini para kelompok yang masih ingin menyerang Qian mulai ketakutan, sorot mata yang tajam dan dingin disertai dengan niat membunuh yang besar dan Aura Kematian yang semakin tebal membuat mereka semua menelan seteguk air liur mereka.
"Anak ini terlalu kuat, bahkan dengan serangan sebanyak ini hanya membuat beberapa goresan saja padanya," ucap salah satu anggota Pedang Hitam dengan ketakutan.
Fa Xeiyin menghela nafas sedikit lega saat melihat anggota Pedang Hitam yang masih mengelilingi Qian, mereka semua berhenti menyerang serta saling berpandangan dengan rekannya.
Di saat yang sama, Huandi sudah berhasil memberikan beberapa tambahan tendangan di tubuh Lian Bai, namun Huandi tidak mampu untuk membunuh sang Panglima itu. "Gelar mu sebagai Harimau Panglima Perang memang sangat pantas untuk mu," kata Huandi yang mengakui kekuatan Lian Bai karena masih mampu melawannya sampai sejauh ini.
Lian Bai sama sekali tidak menanggapi pujian Huandi, dia hanya melirik Qian yang mulai ditakuti oleh musuh-musuhnya, Lian Bai jelas terkejut melihat Aura Kematian Qian yang semakin tebal, Lian Bai mulai khawatir setelah melihat kondisi Qian yang seluruh tubuhnya dipenuhi dengan darah.
__ADS_1
"Kenapa Kelompok Pedang Darah dan ketua keempat Racun Kalajengking belum juga datang, kemana mereka?" batin Huandi yang sangat kesal.
Sebenarnya Huandi hanyalah sebagai kelompok perusuh pertama yang akan membuat keributan untuk mengalihkan perhatian, sedangkan Pedang Darah memiliki tugas untuk menahan kedua Panglima yang menjaga Han Li Guo, lalu untuk Ketua keempat Racun Kalajengking bertugas untuk membunuh Raja Song. Anehnya hingga saat ini kedua kelompok itu tidak juga datang, sedangkan anggota yang Huandi yang dia bawa sudah banyak yang mati di tangan Qian.
Huandi benar-benar sangat kesal, dia kembali menyalurkan Tenaga Dalam nya ke Pedang hitam dan berniat untuk menyerang Qian, namun sebelum dia sempat pergi, tiba-tiba saja terdengar suara siulan keras dari kejauhan.
"Sialan…!" gerutu Huandi yang semakin kesal, bagaimana dia tidak kesal sebab suara itu adalah sebuah kabar jika para Pendekar dari perguruan yang mendukung Raja Song sudah datang, hal itu yang membuatnya sangat kesal.
Huandi melirik Lian Bai yang berada agak jauh darinya setelah terkena tendangan Huandi, pandangan Huandi berpindah ke arah Qian sebelum akhirnya dia berseru keras, "Semuanya, segera menarik diri!" kata Huandi yang kemudian dengan cepat direspon oleh anggotanya.
Tentu saja Lian Bai merasa sedikit lega, sebab jika dia kembali bertarung sekali lagi melawan Huandi, besar kemungkinan dia akan benar-benar mati di tangan Huandi, itu sebabnya dia tidak menghentikan Huandi yang menarik mundur seluruh anggotanya.
Setelah semuanya mulai bergerak mundur, tiba-tiba saja Huandi melompat ke arah Qian dengan pedangnya yang sudah siap untuk mengambil nyawa Qian.
"Bajingan..!"
Semuanya jelas terkejut melihat Huandi, begitu juga dengan Lian Bai yang terkejut sehingga mengumpat, dia berniat untuk menghentikannya, namun jarak agak jauh sehingga dia gagal untuk bisa menghentikannya.
Qian yang sangat kelelahan hanya melirik Huandi yang melompat ke arahnya, dengan Tenaga yang masih tersisa, Qian berusaha untuk menahan serangan dadakan Huandi.
"Bukankah caramu itu sangat tercela? Benar-benar pendekar sampah!"
Qian terkejut mendengar suara seorang pria di belakangnya, dia segera menoleh dan ternyata itu adalah Han Li Guo yang tiba-tiba saja sudah berada di belakangnya, tidak hanya Qian, bahkan Huandi juga sama terkejutnya melihat Han Li Guo, namun dia tidak bisa menghentikan serangannya, dan saat dekat dengan Qian, Han Li Guo segera menahan pedang Huandi, dan keduanya mulai saling serang, sayangnya Huandi harus terpukul mundur hanya dalam beberapa serangan Han Li Guo.
"Ini…?"
Huandi yang terkejut melihat Han Li Guo dengan tatapan tidak percaya, dari cara gerakan Han Li Guo yang santai saat bertukar serangan dengannya, Huandi segera menyadari kemampuan Han Li Guo.
"Puncak Jiwa Raja, bahkan dia sedikit lebih kuat dariku!" batin Huandi sebelum akhirnya dia segera melompat dan pergi menyusul anggotanya yang sudah pergi lebih dulu setelah mendapatkan perintah dari Huandi untuk mundur.
Tentu saja tidak ada yang akan menghentikannya, saat ini banyak pasukan yang gugur, sedangkan Lian Bai, Huan Gong, Fa Lio Bai, dan Qian sedang terluka, jika mereka memaksa mengejar mereka, takutnya di luar sudah ada pendekar kuat lainnya yang sedang menunggu mereka, itu sebabnya mereka tidak berani untuk mengejarnya.
__ADS_1
Mungkin hanya Han Li Guo dan kedua Panglima nya yang tidak terluka, namun mereka tidak akan pergi mengejar mereka, sebab mereka tidak memiliki alasan apapun untuk melakukan itu.