PANGERAN PENDEKAR NAGA

PANGERAN PENDEKAR NAGA
Naik ke Kelas Pendekar Awal Jiwa Ahli


__ADS_3

Qian akan memfokuskan pelatihannya untuk menguasai seluruh jurus yang ada di dalam Kitab Naga Langit, beberapa jurus yang dikuasai dari Kitab Naga Langit adalah, Tendangan Naga Terbang, Tebasan Lidah Naga Api, dan Kibasan Ekor Pedang Api.


Walau ketiga jurus itu sudah dia kuasai, namun masih belum sempurna, sebab jika ingin menggunakannya dengan sangat sempurna, maka Qian harus mengubah Darah Naga, Kulit Naga, dan Tulang Naga, dengan memenuhi ketiga syarat tersebut, maka Qian akan benar-benar bisa menyempurnakan seluruh jurus di dalam Kitab Naga Langit nya.


Karena saat ini dia masih belum memenuhi salah satu dari ketiga syarat tersebut, maka Qian hanya bisa mempelajari dan menguasai sepertiga dari seluruh jurus yang ada di dalam Kitab Naga Langit, kecuali jika dia mengaktifkan kemampuan misteriusnya, dengan kemampuan dari tanda lahir nya, Qian mampu menggunakan lima puluh persen dari jurus nya, itu sudah sangat besar dan tidak akan ada satu orangpun yang memiliki kemampuan setara yang bisa mematahkan jurusnya.


Namun Qian tidak bisa terus bergantung dengan kekuatan misteriusnya, itu mungkin akan digunakan jika dalam keadaan terdesak saja, salah satu contohnya saat berhadapan dengan lawan yang berada di kelas yang berbeda satu tingkat, dengan demikian Qian tidak akan memiliki pilihan lain selain mengaktifkan kekuatan misterius nya. Hanya saja ada harga yang harus Qian bayar jika menggunakan kekuatan tersebut, oleh karena itu Qian akan berencana mencari tahu rahasia di balik kekuatan misterius nya.


Qian merenung cukup lama ketika memikirkan hal itu, dia menghela nafas panjang kemudian mulai membaca kembali Kitab Naga Langit nya di bawah penerangan cahaya Obor.


Kitab Naga Langit berisi beberapa jurus yang cukup unik, mulai dari jurus yang mudah untuk dipelajari hingga yang sangat sulit, bahkan ada beberapa jurus yang tidak masuk akal, sebuah teknik perubahan energi dalam tubuh yang mampu menciptakan elemen-elemen yang berbeda. Menurut penjelasan Feng Feng hanya Pendekar Jiwa Pertapa yang memiliki kemampuan seperti itu, sebab Pendekar Jiwa Pertapa memiliki Tenaga Dalam yang sangat banyak, bahkan ada yang sampai memiliki lebih dari seratus lingkaran Tenaga Dalam.


"Jiwa Pertapa..!" Qian tertawa kecil karena menurutnya akan sangat sulit untuk bisa mencapai ke level tersebut, mungkin membutuhkan waktu puluhan tahun bahkan bisa lebih dari itu untuk bisa mencapai ke Level Jiwa Pertapa. "Lebih baik aku mempelajari yang bisa aku pelajari," gumam Qian kemudian dia memulai latihannya.


Jurus-jurus yang akan Qian pelajari dari Kitab Naga Langit adalah, Jurus Cakar Naga yang memiliki lima jurus yang berbeda, Tendangan Naga Terbang yang juga memiliki empat jurus yang berbeda, Pedang Naga Api yang memiliki Enam jurus yang berbeda.


Tiga jenis ilmu beladiri itu adalah jurus yang bisa digunakan walau Qian belum memiliki tubuh Naga, jika Qian mampu menguasai ketiga Jurus itu saja, bisa dipastikan Qian akan dengan mudah untuk melawan para Pakar hebat, setidaknya satu atau dua tingkat yang berbeda, tidak termasuk di kelas yang berbeda.


Qian akan berlatih selama beberapa jam lalu beristirahat memulihkan diri sembari mengkonsumsi beberapa bahan obat yang dia ambil dari perkebunan Li Xhiang, setelah Tenaga Dalam nya pulih, Qian akan kembali melanjutkan latihannya, dan itu terus dia lakukan selama berhari-hari.

__ADS_1


Li Xhiang sendiri pasti akan datang untuk mengirimkan makanan dan beberapa obat untuk Qian, dia juga menyampaikan beberapa informasi mengenai hal-hal yang terjadi di istana selama beberapa hari terakhir kepada Qian. Setelah Li Xhiang pergi dari sana, Qian akan melanjutkan kembali latihannya.


Tanpa terasa dua bulan sudah berlalu, dan Qian yang berada di dalam pelatihannya mulai memiliki kemajuan serta Tenaga Dalam nya juga mulai bertambah, setelah menguasai setengah dari ketiga Jurus yang dipelajari, Qian merasakan ada hawa Panas di dalam tubuhnya, hawa panas yang menjalar dari hatinya mengikuti aliran darah nya menyatu ke satu titik tempat berkumpulnya energi yaitu Tenaga Dalam.


"Akhirnya sudah tiba waktunya aku untuk mengkonsumsi Pil Matahari Emas itu!" kata Qian yang merasakan jika dia akan segera naik ke Kelas Pendekar Awal Jiwa Ahli.


Qian segera duduk bersila dan mengambil Pil Matahari Emas nya, namun sebelum dia menelan Pil itu, Qian tiba-tiba terkejut saat dia merasakan nyeri di seluruh tulang-tulangnya. "Ada apa ini? Apakah aku melakukan kesalahan?" Qian benar-benar kebingungan lalu dia segera memeriksanya.


"Tulang ku sedikit berubah? Kenapa bisa seperti ini?" Qian semakin keheranan mengetahui hal itu, dia mencoba mencari informasi di Kitab Naga Langit nya dimana masih ada beberapa halaman yang paling dalam yang tidak ingin dia pelajari, sebab halaman paling dalam berisikan banyak rahasia tersembunyi yang hanya bisa dilatih saat Qian benar-benar memiliki tubuh Naga.


Qian tertuju ke informasi mengenai Tulang Naga, di sana hanya dijelaskan tentang Tulang Naga Muda, Tulang Naga Putih, Tulang Naga Merah, Tulang Naga Hitam, dan yang Terakhir Adalah Tulang Naga Emas. Tidak hanya terhadap tulang saja, bahkan Darah Naga dan Kulit Naga juga memiliki keterangan yang sama, walau keterangan itu sangat singkat dan tidak begitu jelas, namun Qian yakin jika itu ada hubungannya dengan Tulang nya.


Qian segera duduk bersila dan memeriksa jumlah Tenaga Dalam yang dia miliki, sebab menurut penjelasan si Kakek Pengemis yang misterius saat itu, setiap peningkatan akan memiliki tambahan Tenaga Dalam, dan itu benar-benar terbukti.


Qian membuka matanya dengan cahaya mata yang dipenuhi kegembiraan, akhirnya usahanya selama ini membuahkan hasil yang tidak mengecewakannya. "Memiliki Tambahan Tenaga Dalam sebanyak 10 lingkaran! Hehehe… Ternyata aku sangat diberkati," kata Qian kemudian dia meninju batu yang menjadi tempat duduknya itu hingga batu itu retak.


Qian terkejut setelah melihat hasilnya, dia sampai membayangkan akan seperti apa jika tinjunya itu mengenai tubuh seseorang, kemungkinan jika orang itu berada di level yang sama, dia pasti akan langsung mengalami cedera, setidaknya akan mengalami patah tulang.


Qian akhirnya tidak sabar untuk segera naik ke Kelas Pendekar Awal Jiwa Ahli, dia segera duduk bersila dan tanpa pikir panjang segera menelan Pil Matahari Emas nya lalu mulai memfokuskan diri untuk menyerap khasiat dari Pil Matahari Emas nya.

__ADS_1


Qian memejamkan matanya dalam meditasi mendalam untuk menerobos ke Kelas Pendekar Awal Jiwa Ahli, dengan dukungan perubahan Tulang Naga Muda nya serta Pil Matahari Emas nya, Qian merasakan sebuah gerakan di dalam tubuhnya yang berputar-putar seperti pusaran.


Perasaan yang terasa aneh membuat Qian sedikit bingung, sebab perasaan itu tidak pernah muncul saat dirinya naik ke Kelas Pendekar Jiwa Petarung. Walau demikian Qian tetap berusaha memfokuskan dirinya, perasaan aneh itu perlahan-lahan mulai menghilang sebelum akhirnya tubuh Qian bergetar yang membuat Qian berkeringat dingin, namun itu hanya sesaat saja dan setelah itu tubuh Qian kembali menjadi normal.


Selama berhari-hari Qian masih dalam kondisi seperti itu, Li Xhiang yang menyadari jika Qian sudah mulai bermeditasi tidak lagi mengirimkan makanan dan tanaman obat, karena Qian tidak akan memakannya.


"Jika dia berhasil naik ke Kelas Pendekar Awal Jiwa Ahli, maka ini akan menggemparkan seluruh dunia persilatan, sebab jenius muda terbaru telah muncul!" batin Li Xhiang yang berdecak kagum terhadap Qian yang masih duduk dalam meditasinya.


Biasanya para orang-orang paling jenius di generasi sebelum Qian akan mencapai Pendekar Jiwa Ahli setelah berusia 20 tahun ke atas, seperti Ling Yang yang berhasil menjadi Pendekar Jiwa Ahli di usia 24 tahun, namun pencapaiannya dikalahkan oleh muridnya Han Yue yang berhasil menjadi Pendekar Jiwa Ahli di usia 20 tahun, kemungkinan sekarang pencapaian Han Yue akan di kalahkan oleh generasi paling muda lainnya.


"Dunia ini memang berputar! Yang lama digantikan oleh yang baru," kata Li Xhiang seraya terkekeh kemudian dia keluar meninggalkan Qian sendirian yang masih bermeditasi di atas meja batu.


Sudah tiga bulan sejak Qian memasuki ruang bawah tanah melakukan latihan tertutupnya, sedangkan Qian sudah bermeditasi selama satu bulan lamanya. Li Xhiang sendiri sesekali akan mengunjunginya, namun dia belum melihat tanda-tanda Qian akan bangun.


Setelah lima puluh hari Qian dalam kondisi meditasinya, hari ini tubuh Qian mulai bergerak, terdengar suara kecil dari gerakan tulang-tulang di dalam tubuh Qian, setelah itu pemuda tersebut tiba-tiba saja membuka matanya yang terlihat lebih cerah.


Qian langsung saja melompat ke atas dan kemudian dia jatuh berdiri di atas meja, tepat saat kedua kakinya menginjak meja batu di bawahnya, sebuah hembusan angin menyebar membentuk gelombang yang sangat pelan, namun di saat yang bersamaan, suara retakan terdengar dari meja batu, dan ketika Qian melihat ke bawah, ukiran retakan di meja batu itu sudah menyebar.


Qian segera melompat turun dari sana dan setelah itu Meja Batu itu langsung pecah menjadi beberapa bongkahan batu besar. "Akhirnya aku berhasil naik ke Kelas Pendekar Awal Jiwa Ahli!" kata Qian yang merasa sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2