PANGERAN PENDEKAR NAGA

PANGERAN PENDEKAR NAGA
Pimpinan utama Tiga Pedang


__ADS_3

Dalam hal kekuatan, tentu Xan Tiandi lebih lemah dari Zhi Zhan, karena kekuatan Zhi Zhan berada di kelas Pendekar Menengah Jiwa Kaisar, sedangkan Xan Tiandi berada di Awal Jiwa Kaisar, namun saat melihat perbedaan antara Aura Xan Tiandi dan Zhi Zhan, justru aura Xan Tiandi yang lebih kental dan tebal. Melihat itu semua orang tidak bisa membayangkan sudah berapa banyak orang-orang yang mati di tangan Xan Tiandi.


"Tuan Xan ini benar-benar unik!" gumam Dewi Racun Hitam.


Seharusnya Dewi Racun Hitam tidak akan mampu menahan pertarungan Aura Kematian milik Jiwa Kaisar, namun dia tidak merasakan dampaknya karena dilindungi oleh Aura milik Iblis Racun di sampingnya. Tidak hanya Iblis Racun yang bisa melindungi diri serta orang-orang di dekat mereka masing-masing, Hei Shan yang juga merupakan Pendekar Jiwa Kaisar bisa melakukan.


"Tarik kembali Aura Kematian kalian berdua..!"


Saat suasana masih memanas, tiba-tiba saja sebuah suara serak namun memiliki efek kuat segera menekan Aura Kematian milik Xan Tiandi dan Zhi Zhan, kedua aura hitam itu dengan cepat menyusut sebelum akhirnya ditarik kembali oleh mereka berdua.


Sesosok pria bertubuh kurus berjanggut putih panjang mengenakan Pakaian Putih muncul dari salah satu ruangan, pria itu terlihat sangat tua renta seperti sangat lemah, hanya saja tidak ada satupun yang bersuara saat pria yang terlihat berusia 50 tahunan itu melangkah ke kursinya yang tidak begitu jauh dari tempat Hei Shan duduk. Semua orang segera bangkit lalu secara bersamaan memberi salam hormat kepada pria kurus tersebut, mereka tidak berani untuk menentangnya terlepas dari tubuh fisiknya yang kurus karena ada kekuatan besar tersimpan di dalam tubuhnya.


"Salam hormat kepada Pimpinan Tiga Pedang Fa Hai," ucap semuanya lalu mereka duduk setelah Pria tua kurus itu mengangguk.


"Apa yang kalian berdua lakukan? Apakah kalian tidak keberatan untuk memberikan penjelasan padaku? " tanya Fa Hai dengan suara pelan namun suaranya dapat didengar keseluruh ruangan.


"Hanya masalah kecil Pimpinan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Zhi Zhen.

__ADS_1


Pandangan pria itu menyapu di sekelilingnya seraya bertanya sesuatu kepada keempat orang di hadapannya, "Apakah si Tengkorak Api tetap tidak bisa datang?" tanyanya.


"Pimpinan, Tengkorak api hanya menitipkan salam, dia meminta maaf karena sebagian besar murid-muridnya sedang berada di Kota Lanzao, karena itulah Tengkorak Api tidak bisa pergi, tentunya Pimpinan mengerti akan situasinya," jawab Zhi Zhen.


"Jadi Kerajaan Qin juga mengajak Perguruan Lembah Tengkorak? Aku kira dengan Perguruan Bulan Kematian sudah cukup untuk membantu Kerajaan Qin merebut Kota Lanzao? Sepertinya Song Guo Li cukup kuat juga dalam merekrut kekuatan," ucap Fa Hai seraya mengusap janggut panjangnya.


"Pimpinan, saat ini Istana sedang melemah, tidak ada Pendekar hebat di sana, bukankah ini akan menjadi kesempatan kita untuk merebutnya selagi para petinggi kerajaan disibukkan oleh perang besar saat ini?" tanya Hei Shan.


"Hmp! Dari mana kamu mendapatkan informasi tersebut? Apakah Yie Ling Yi sudah memberikanmu kabar mengenai kondisi di istana saat ini?" tanya Fa Hai seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Itu…!"


"Sulit Pimpinan! Kami mencoba berbagai cara, namun tidak berhasil menemukan latar belakang anak muda itu, walau Tuan Xan Tiandi menjelaskan jika anak muda itu adalah murid adik seperguruannya, namun semua itu masih belum jelas, apakah dia berasal dari Kekaisaran Han atau memang asli dari sini? Yang jelas tidak ada informasi atau catatan riwayat apapun mengenai anak muda itu," jawab Zhi Zhen.


"Apa hanya itu saja?" tanya lagi Fa Hai seraya menaikkan sebelah alisnya kepada Zhi Zhen.


"Hanya itu saja Pimpinan, mungkin informasi terakhir yang kami terima, anak muda itu terakhir pergi mengikuti Li Xhiang, namun sudah beberapa bulan ini kami mengamati rumah Li Xhiang, anak muda itu tidak terlihat di sana, bahkan saat Li Xhiang pergi ke Kota Lanzao, anak itu sudah tidak terlihat lagi hingga saat ini," jawab Hei Shan.

__ADS_1


"Tuan Xan, hanya anda yang memiliki sedikit informasi mengenai anak itu, menurut anda jika anak itu benar-benar berasal dari Kekaisaran Han, apakah mungkin ada sosok lain selain adik seperguruan anda yang mendukung di belakangnya?" tanya Fa Hai.


"Aku sudah lama terjatuh, jadi banyak hal yang tidak aku ketahui selama 20 tahun terakhir, ada kemungkinan jika adik seperguruan ku diam-diam membangun kekuatan tersembunyi, walau aku tidak begitu yakin, namun jika tebakanku benar, bisa jadi ada sosok lain selain saudara ku yang melindungi anak itu!" jawab Xan Tiandi.


Menurut informasi, kekuatan anak itu baru berada di Kelas Pendekar Jiwa Petarung, mustahil rasanya Pendekar sekelas itu akan mampu mengalahkan kelas Jiwa Ahli hanya dengan kemampuannya, bahkan walau anak itu memiliki pusaka langit, tetap saja itu mustahil kecuali dia menggunakan sebuah ramuan yang bisa meningkatkan kemampuannya, dan sumberdaya seperti itu pastinya hanya mampu dimiliki oleh kelompok-kelompok besar, hal itu memperkuat keyakinan Xan Tiandi.


"Aku ingin sekali mendapatkan Pedang Anak itu, usahakan untuk mencari tahu lokasi keberadaannya dan kerahkan anggota kita lalu rebut pedang itu dari anak itu," kata Fa Hai.


Saat masih membicarakan tentang Qian, tiba-tiba saja ada seekor burung yang datang membawa surat kepada Zhi Zhen. Semua mata hanya tertuju kepada Zhi Zhen yang membuka surat itu lalu memasang senyum setelah selesai membaca isi surat tersebut.


"Akhirnya anak itu menampakkan diri juga!" gumam Zhi Zhen lalu dia menyampaikan isi surat tersebut kepada Fa Hai. "Pimpinan, anak itu terlihat di sedang menuju ke Kota Lanzao, dia di temani oleh empat sosok Pendekar, dan tujuan mereka sama-sama menuju ke Kota Lanzao," kata Zhi Zhen.


"Bagus, kalau begitu lakukan tugasmu Tuan Xan Tiandi, tapi ingat kamu jangan pernah ikut, cukup kerahkan anggota kita saja," kata Fa Hai.


"Aku mengerti, kalau begitu aku akan mengirimkan kelompok Sayap Darah, aku pastikan Pedang itu akan jadi milik Tiga Pedang," jawab Xan Tiandi seraya mengernyit dalam hati. "Enaknya kalian saja, kamu pikir aku cukup bodoh, jauh-jauh datang dari Kekaisaran Han untuk bisa mendapatkan Kitab Naga Langit dan Pedang Naga Api, dan aku harus memberikan Pedang itu kepada kalian? Mimpi!" batin Xan Tiandi.


"Kalau begitu aku serahkan semuanya kepadamu Pendekar Xan! Berikutnya kita akan membahas masalah di Kota Lanzao."

__ADS_1


Setelah rencana Pimpinan utama Tiga Pedang selesai yang menginginkan Pedang milik pemuda yang sudah membunuh dua Pendekar Jiwa Ahli nya, Fa Hai melanjutkan akan kondisi dan situasi di Perbatasan, tentu saja Tiga Pedang akan turun tangan jika Kerajaan Qin membutuhkannya, sedangkan Xan Tiandi sudah pergi untuk mengutus kelompok Sayap Darah yang dia didik untuk mengejar Anak murid adik seperguruannya.


Sayap Darah terdiri dari sepuluh orang, ada satu Pendekar Puncak Jiwa Ahli dan tiga Pendekar Awal Jiwa Ahli, satu Pendekar Puncak Petarung, dan sisanya, adalah Pendekar Awal Jiwa Petarung. Barisan kekuatan ini seharusnya sudah cukup untuk mengalahkan Qian yang merupakan seorang Pendekar Puncak Jiwa Petarung, sedangkan Xan Tiandi tidak bisa ikut dengan mereka karena dia masih harus mengikuti pertemuan di dalam. Namun yang tidak Xan Tiandi ketahui jika pemuda yang dia incar sekarang sudah bukan lagi seorang Pendekar Puncak Jiwa Petarung, melainkan sudah menjadi Pendekar Awal Jiwa Ahli, belum lagi ada Empat Pendekar berkemampuan Jiwa Ahli yang bersama dengannya.


__ADS_2