
"Dasar sampah tidak berguna!" gerutu pemimpin kelompok Sayap Darah ketika melihat kedua anggotanya yang mati di tangan Qian, belum lagi keempat lainnya yang lumpuh hingga tidak sadarkan diri.
Di samping itu dia tidak bisa memberikan satu goresan ketubuh Yu Lang, bahkan serangan pukulan dan tendangan sama sekali tidak berpengaruh, setiap kali pukulan dan tendangannya mengenai tubuh Yu Lang, serangannya justru terpental, hal itu membuatnya berada di posisi tidak menguntungkan.
Andai hanya dirinya saja mungkin tidak jadi masalah, sebab dia masih mampu untuk bertahan menghadapi Yu Lang. Masalahnya, ketiga rekannya yang berhadapan dengan Zhao Yu, Liu Kang, dan Lan Cao juga mengalami hal serupa, mengingat lawan mereka lebih tinggi satu tahap dari mereka bertiga yang merupakan Pendekar Awal Jiwa Ahli, sedangkan lawannya dua Pendekar Menengah Jiwa Ahli dan satu Awal Jiwa Ahli, jelas Sayap Darah sangat dirugikan.
"Kalian jangan berani macam-macam dengan Pedang Darah, sebaiknya kalian berhenti dan biarkan kami membawa anak muda itu! Jika kalian tetap ikut campur, Pedang Darah kami akan berurusan dengan kalian," kata Pimpinan kelompok Sayap Darah.
"Apakah kamu pikir aku peduli dengan itu?" Yu Lang mendengus dingin, dia sama sekali tidak peduli dengan ancaman Pimpinan kelompok itu yang mengatasnamakan kelompok nya untuk menggertaknya.
Yu Lang mengalirkan tenaga dalam nya ke telapak tangannya sehingga telapak tangannya sedikit memerah, dia dengan kuat melepaskan serangannya yang membuat lawannya menyilangkan kedua pedangnya untuk menahan serangan tapak Yu Lang.
"Tapak Matahari..!"
Telapak tangan Yu Lang yang agak memerah bersentuhan dengan kedua Pedang yang dijadikan pelindung oleh lawannya itu menciptakan bunyi besi yang sangat keras, serangan yang begitu kuat itu membuat kedua Pedang lawannya tidak mampu menahannya sehingga pedang itu terdorong hingga mengenai tubuh pemiliknya.
Pimpinan utama Sayap Darah melangkah mundur beberapa langkah dan berusaha menstabilkan tubuhnya, namun belum sempat dia menstabilkan posisinya, Yu Lang dengan ganas melepaskan serangan tapak beruntun ke arahnya.
Tentu saja lawannya tidak siap dengan serangan tersebut sehingga dadanya mulai dirundung oleh serangan Tapak Matahari Yu Lang. Setiap tapak mengenai dada Pimpinan tersebut, suara tulang remuk terdengar, dan pimpinan tersebut tidak berdaya sama sekali sehingga hanya bisa pasrah menerima serangan ganas dari Yu Lang.
__ADS_1
Tubuh Pimpinan itu baru terhempas jauh setelah Yu Lang melepaskan serangan tapak terakhirnya yang sangat kuat dan panas, dengan mulut bersimbah darah serta dada yang menghitam, tubuh Sang pemimpin kelompok Sayap Darah membentur sebatang pohon sehingga pohon itu bergetar yang membuat burung-burung yang bertengger di pohon itu terbang berhamburan ke segala arah.
"Gluk..!"
Tidak ada kata-kata lain selain suara muntahan darah hitam yang keluar dari mulut pemimpin Sayap Darah, dia terbaring lemah dan tidak henti-hentinya mengeluarkan darah, nafasnya sudah sangat lemah sebab bagian organ dalam nya sudah hancur, hanya butuh beberapa saat saja sebelum dia tidak lagi bernafas.
Zhao Yu dan Liu Kang juga dapat dengan mudah mengalahkan lawannya, sebab lawannya bukanlah tandingan mereka berdua sehingga dengan cepat, kedua Pendekar itu menyusul pemimpin mereka yang sudah lebih dulu mati.
Kini hanya tersisa Lan Cao yang masih belum menyelesaikan pertarungannya, namun sudah bisa dilihat jika Lan Cao akan keluar sebagai pemenangnya. Ketika melihat semua rekan-rekannya kalah, Pendekar tersebut sangat panik dan tanpa pikir panjang dia berbalik untuk melarikan diri.
Lan Cao jelas tidak membiarkannya lolos, dengan telapak tangan yang sudah memerah, Lan Cao lebih dulu melompat dan mendaratkan serangannya ke punggung lawannya yang membuat pendekar itu terhempas jauh dan jatuh tersungkur.
Untuk saat ini Pendekar itu masih bisa bertahan, dia berbalik dan melihat Yu Lang dan kelompoknya yang sudah berkumpul dan berdiri menatap dirinya. Wajah Pendekar itu sangat pucat akibat luka dalam serta perasaan takut melihat Lima Pendekar Jiwa Ahli berdiri di hadapannya.
Kaki Pendekar tersebut gemetar karena ketakutan sehingga dia tidak bisa bergerak dan jatuh berlutut, dia hanya bisa merasakan penyesalan karena menerima misi tersebut, misi yang seharusnya terlihat sangat mudah akhirnya berakhir dengan kerugian besar. Bagaimanapun juga kehilangan Pendekar Jiwa Ahli adalah sebuah pukulan keras, dan kali ini sudah tiga Pendekar Jiwa Ahli yang meregang nyawa, jika dirinya juga dibunuh, maka Pedang Darah akan benar-benar jatuh dalam kerugian besar setelah kehilangan empat Pendekar Jiwa Ahli.
"Pendekar, tolong jangan bunuh saya! Saya berjanji tidak akan menghalangi perjalanan kalian lagi!" kata Pendekar tersebut yang sudah merasa putus asa sehingga berharap belas kasih dari mereka.
"Adik Qian, bagaimana menurutmu? Haruskah kita membiarkannya tetap hidup?" tanya Liu Kang.
__ADS_1
"Jangan bercanda! Membiarkan Pendekar Jiwa Ahli tetap hidup bukanlah keputusan yang tepat, jika dia kita lepaskan, kelak dia akan kembali lagi bersama dengan Pendekar yang lebih kuat untuk menyerang lagi, biarkan Pedang Darah kehilangan para Pendekar Jiwa Ahli mereka, sebab mereka adalah ancaman yang nyata," jawab Qian.
Wajah Pendekar tersebut semakin memucat mendengar jawaban Qian, dia langsung panik dan bersujud seraya berkata, "Pendekar, saya tidak akan berani melakukan hal ini lagi, jika saya di ampuni, saya berjanji akan keluar dari Tiga Pedang," ucapnya.
Yu Lang dan yang lainnya hanya diam sembari menatap Qian, semua keputusan ada pada Qian sebab mereka datang untuk menangkap Qian, jadi hanya Qian yang memiliki keputusan terhadap para Kelompok Pedang Darah itu, apakah dia akan membiarkannya tetap hidup atau akan dibunuh oleh Qian.
"Kamu mengatakan itu hanya karena situasi mu saat ini yang tidak mendukungmu, andai yang ada di posisimu adalah aku, mungkin kalian tidak akan melepaskan ku!" kata Qian lalu dia mengarahkan Pedangnya ke wajah Pendekar tersebut seraya berkata, "Kematian kalian akan menjadi peringatan kepada Xan Tiandi untuk berpikir dua kali jika menginginkan barang itu dariku," kata Qian lalu dia bersiap untuk membunuh Pendekar tersebut.
Tatapan Pendekar tersebut menjadi sangat suram karena semua usaha tidak berhasil membujuk pemuda di hadapannya itu, namun dia juga sadar, tidak peduli dia akan memohon dengan cara apa, pemuda itu sepertinya tetap pada pendiriannya.
"Anak muda, jika kamu tetap membunuhku, maka kamu benar-benar ingin menjadi musuh Pedang Darah, Ketua kami pasti ak..!"
Pendekar tersebut belum sempat menyelesaikan perkataannya karena Pedang di tangan Qian sudah menebas lehernya, kepala Pendekar itu jatuh menggelinding, sedangkan Qian menghirup Aura Kematian yang baru dia dapatkan itu kemudian menatap tubuh Pendekar tanpa kepala itu seraya berkata, "Memusuhi Pedang Darah! Bukankah kalian yang sudah melakukannya lebih dulu?" ucap Qian dengan mendengus kesal.
Qian berbalik lalu dia melihat salah satu Pendekar Jiwa Petarung yang sudah bangun, Qian menghampirinya kemudian dia memenggal kepalanya tanpa memperdulikan ketakutan pendekar tersebut.
Qian menghampiri tiga Pendekar tersisa yang masih tidak sadarkan diri, Qian jelas tidak akan membiarkan satupun untuk tetap hidup sehingga yang masih tidak sadarkan diri sekalipun akan tetap dia penggal. Qian sadar jika mereka tetap dibiarkan hidup, mereka akan kembali mengejarnya.
Yu Lang dan ketiga saudaranya saling berpandangan melihat Qian yang memenggal kepala mereka semua, mereka melihat Qian benar-benar tidak memiliki perasaan sama sekali, kekejaman Qian membuat Yu Lang dan para Saudaranya hanya menelan seteguk air liur mereka.
__ADS_1
Yu Lang dan saudara-saudaranya akui jika tangan mereka juga sering membunuh orang, hanya saja cara Qian membantai musuh-musuhnya benar-benar sangat mengerikan, namun Yu Lang mulai menemukan jika Perasaan Qian saat ini telah ditutupi oleh Aura Kematian nya yang semakin tebal.