PANGERAN PENDEKAR NAGA

PANGERAN PENDEKAR NAGA
Pertempuran Besar 5


__ADS_3

***


Qian Menepuk-nepuk punggungnya yang terasa pegal dengan menggunakan pedang nya, dia tidak peduli dengan pedangnya yang berlumuran darah serta pakaian yang hampir sepenuhnya di basahi oleh darah sehingga seluruh pakaiannya basah kuyup.


Sudah tak terhitung berapa banyak para Prajurit Kerajaan Qin yang sudah dia habisi, sedangkan untuk para Pendekar Jiwa Petarung dan Jiwa Ahli masih bisa dihitung. Andai bukan karena memiliki Tulang Naga Muda, Qian tidak akan mungkin sanggup untuk terus bertarung hingga selama itu. Karena udah banyak Tenaga Dalam yang dia gunakan sehingga Nafas Qian mulai tidak teratur dan tubuhnya mulai terasa pegal-pegal.


Untuk menghadapi para prajurit Kerajaan Qin yang kebanyakan adalah rakyat yang tidak memiliki keahlian apapun, Qian sama sekali tidak menggunakan Tenaga Dalam, dia benar-benar mengandalkan kekuatan fisiknya serta keahlian Ilmu bela dirinya.


Dalam kepungan para prajurit yang tak terhitung jumlahnya itu, Qian tersenyum menyeringai menyembunyikan kelelahannya, walau begitu di mata para prajurit Qin, senyuman Qian mengandung ancaman yang sangat mengerikan.


Qian memperhatikan Pedang di tangannya, pedang yang dia ambil dari salah satu prajurit itu kini sudah tidak tajam lagi, beberapa retakan juga menghiasi pedang tersebut.


"Sepertinya aku harus menggunakan kekuatan itu!"


Qian sudah tidak memiliki pilihan lain, dia berniat akan menggunakan kekuatan dari tanda lahirnya untuk menghadapi lautan prajurit Kerajaan Qin yang mengepungnya.


Saat Qian ingin mengaktifkannya, Qian dikejutkan oleh se sosok pria besar bertubuh kekar dan mengenakan Zirah seperti seorang Panglima, sosok yang berlari di atas kepala para prajurit Qin itu adalah seorang Pendekar Awal Jiwa Raja.


"Zhai Wong..! Lawanmu adalah aku..!"


Dari arah lain, Lian Bai juga datang ke arahnya, sedangkan sosok yang dipanggil Zhai Wong sudah berdiri beberapa meter di hadapan Qian seraya menatap tajam ke arah Lian Bai.


"Aku memang berencana untuk melawanmu nanti, tapi sekarang aku ingin menghabisi anak muda ini yang telah membunuh banyak para prajurit ku!" kata Zhai Wong kemudian dia berencana untuk mengayunkan Golok panjangnya ke arah Qian.


Qian langsung mengeluarkan Pedang Naga Api nya untuk menahan serangan Zhai Wong, bagaimanapun juga Zhai Wong adalah seorang Pendekar Jiwa Raja, dengan kekuatan Qian saat ini, dia tidak akan mampu bertahan jika harus berhadapan langsung dengan Zhai Wong. Di saat yang sama, Lian Bai juga memutar Tombak nya dengan bergerak sangat cepat, serangan Zhai Wong yang belum mengenai Qian lebih dulu di sambut oleh tombak Lian Bai.


"Hmp! Lian Bai, jangan kau pikir aku akan membiarkan anak itu membunuh lebih banyak para prajurit ku! Menyingkirlah dari hadapanku!" seru Zhai Wong dengan wajah suram saat melihat Qian yang melompat pergi ke arah para prajurit nya setelah Lian Bai menghadangnya.


"Langkahi dulu mayatku jika kamu ingin membunuhnya!" ucap Lian Bai.


"Akan aku kabulkan keinginanmu..!"


Selesai berkata demikian, Zhai Wong mengalirkan Tenaga Dalam nya ke Goloknya sehingga golok itu mulai bercahaya Putih. Lian Bai juga tidak tinggal diam, dia juga mengalirkan Tenaga Dalam nya ke tombaknya lalu keduanya memulai pertarungan mereka.


Qian yang berhasil menjauh kini berlari ke arah para Pendekar Pemula serta para prajurit, kali ini Qian sudah menggunakan Pedang Naga Api nya dan dengan cepat melepaskan serangan kepada para prajurit Kerajaan Qin.

__ADS_1


Satu kali serangan Qian mampu mematahkan beberapa tombak yang berada dalam jarak serangannya, tidak hanya itu, serangan Qian tanpa Kekuatan Tanda Lahir nya kali ini melepaskan energi Pedang yang mampu membunuh seorang Pendekar Awal Jiwa Petarung dalam sekali tebas.


Qian bergerak dan menyerang dengan sangat cepat, dia sengaja melakukan gerakan dan serangan yang secepat itu karena di kejar oleh keterbatasan dalam menggunakan Pedang Naga Api. Akibat serangan Qian yang begitu ganas, para prajurit yang sebelumnya berusaha mengeroyok Qian kini mulai bergerak mundur, termasuk para Pendekar Jiwa Petarung, karena rasa takut mereka terhadap Qian, mereka tidak menyadari jika sebenarnya Qian sudah mencapai batasnya.


Qian berdiri dengan lemas serta nafas yang semakin berat di tumpukan para mayat prajurit dan Pendekar yang sudah dia habisi, Tenaga Dalam nya benar-benar habis terkuras oleh Pedang Naga Api nya, namun Qian tetap mempertahankan posisi berdirinya.


"Sial..!" gerutu Qian dalam hatinya namun dia masih memasang senyuman yang menakutkan.


"Sepertinya dia sudah mencapai batas!" kata salah satu Pendekar.


"Coba kamu duluan yang maju, aku akan melindungimu dari tempat ini!" kata Pendekar lainnya.


Walau mereka merasa jika pemuda itu seperti kelelahan, namun tidak ada satupun yang berani maju, mereka tidak berani maju dikarenakan Aura Kematian Pemuda tersebut sudah sangat tebal, siapapun yang berada di dekatnya pasti akan sangat kesulitan untuk bernafas.


"Anak muda, kamu benar-benar sangat hebat sekali, sampai sejauh ini kamu masih mampu berdiri setelah menggunakan banyak Tenaga Dalam mu! Sayangnya aksimu harus berakhir disini!"


Qian dan semua orang menoleh ke arah sumber suara tersebut, suara seorang wanita cantik berusia sekitar empat puluhan berdiri dengan anggun, pakaiannya yang berwarna merah berkibar membuat wanita itu terlihat sangat anggun. Anehnya walau wanita itu terlihat berusia empat puluh tahunan, rambutnya sudah hampir memutih, jelas wanita itu tidak se muda seperti yang terlihat.


"Pendekar Dewi Seruling Darah!"


"Jiwa Kaisar!" Qian menahan nafas setelah merasakan aura kekuatan Wanita tersebut, jelas aura yang dipancarkan itu adalah Aura di kelas Jiwa Kaisar.


"Maaf senior, saya hanya berusaha bertahan, apalagi ini adalah perang, jika tidak pandai-pandai melindungi diri, kemungkinan besar saya sudah mati sejak baru turun dari tembok!" kata Qian yang menyampaikan logika dalam perang.


Wanita itu hanya tertawa dengan menutup mulutnya dengan kain merah, dia memperhatikan Qian dengan sedikit menahan nafas saat melihat Aura Kematian di tubuh Qian, wanita itu yakin jika Aura tersebut hasil dari pembunuhan di pertempuran saat ini.


Qian memperhatikan ke sekelilingnya, semua para Pendekar sudah berhadapan dengan lawannya masing-masing, namun tidak semua para Pendekar Jiwa Kaisar di pihak Kerajaan Qin ikut bertarung, masih ada dua Pendekar Jiwa Kaisar yang belum bergerak, dan salah satunya adalah Wanita di hadapan Qian, sedangkan yang satu lagi belum terlihat.


"Sepertinya aku harus menggunakan kekuatan ku sendiri untuk berhadapan dengan Wanita ini!" batin Qian seraya memperhatikan Wanita itu serta kedua Pendekar Jiwa Raja yang berada di belakang Wanita itu.


"Seperti katamu, ini adalah perang, jika ingin tetap hidup dan memenangkannya, maka kamu harus memiliki kemampuan untuk melindungi diri! Sekarang aku ingin tahu apakah kamu memiliki kekuatan untuk melindungi dirimu dari seranganku?" kata wanita tersebut kemudian dia mengalirkan Tenaga Dalam nya ke jari-jarinya sehingga kuku-kuku jarinya berubah warna menjadi kemerahan.


Qian hanya berdecak kesal, dia sudah tahu jika dia pada akhirnya akan berhadapan dengan salah satu Pendekar Jiwa Kaisar, sebab jumlah Pendekar Jiwa Kaisar memang lebih banyak daripada di pihaknya.


"Kalian berdua mundur saja, biar aku sendiri yang mengatasinya," kata Wanita itu kepada kedua Pendekar Jiwa Raja di belakangnya.

__ADS_1


Kedua Pendekar Jiwa Raja itu mengangguk kemudian mereka mundur beberapa langkah, sedangkan wanita itu tersenyum ke arah Qian sebelum akhirnya dia melompat ke arah Qian seraya melepaskan serangan cakarnya.


Melihat gerakan wanita itu yang begitu cepat, Qian langsung mengangkat Pedangnya dengan seluruh tenaga yang tersisa, tepat setelah cakar wanita itu bersentuhan dengan Pedang Qian, Pedang itu langsung terdorong mundur hingga menabrak dada Qian, dan Qian terlempar cukup jauh kebelakang.


Qian jatuh di antara tumpukan mayat, dia berguling beberapa kali sebelum akhirnya dia berhenti dan memuntahkan darah segar, Qian hanya bisa menahan rasa sakit yang luar biasa di dalam dadanya, serangan yang seharusnya dia tahan justru memberikan luka dalam yang cukup parah.


Dengan cepat Qian menelan Pil Giok Darah nya agar bisa mengurangi rasa sakitnya, saat dia hendak bangkit, Wanita itu sudah kembali mendekat dengan gerakan Ilmu Meringankan tubuh nya yang sangat tinggi, dan dalam beberapa tarikan nafas saja, Wanita itu sudah berada tepat di hadapan Qian.


"Sudah berakhir..!" kata Wanita itu seraya mengayunkan cakarnya ke arah Qian.


Qian yang sudah kehabisan Tenaga Dalam nya hanya bisa merapatkan giginya dengan keras sehingga suara-suara gigi yang bergesekan terdengar. Qian hanya bisa menatap kuku merah wanita itu yang mengarah padanya, dia yakin jika kali ini dirinya benar-benar akan berakhir.


"Hem..! Apakah kamu tidak malu menyerang generasi muda dengan kekuatan mu itu?"


Saat cakaran wanita itu hampir sampai di kepala Qian, tiba-tiba saja muncul dua sosok bertopeng dan menepis tangan wanita itu sehingga wanita itu bergerak mundur karena terkena gelombang energi dari benturan yang terakhir.


Wanita itu menyipitkan matanya menatap kedua sosok bertopeng itu, dalam pertukaran barusan saja, wanita itu sudah bisa merasakan jika kedua sosok bertopeng yang terlihat seperti pria dan wanita itu adalah Pendekar Jiwa Kaisar.


Qian yang sama terkejutnya juga menoleh ke arah kedua sosok tersebut, sepasang Pendekar bertopeng mengenakan pakaian biru langit dengan pancaran Aura yang sangat kuat berdiri di sampingnya.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya salah satu dari mereka yang bersuara perempuan agak tua.


Qian mengerutkan kedua alisnya, dia seperti mengenali suara tersebut, suara yang sangat akrab di telinganya. "Nenek? Apakah itu kamu?" tanya Qian dengan suara pelan namun tidak menyembunyikan rasa keterkejutannya.


"Ssstt..! Pelankan lagi suaramu," kata wanita itu yang tidak lain adalah Yuwen.


"Anak muda, kamu pulihkan kondisimu terlebih dahulu, serahkan saja dia itu kepada ku!" kata sosok pria di sebelah Yuwen.


"Kakek ya?"


Qian benar-benar tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, dia tidak menyangka Yuwen dan Feng Feng akan muncul di medan perang. Qian memang ingin menanyakan banyak hal, namun situasinya saat ini masih belum tepat.


Qian mengangguk tanpa berbicara apa-apa lagi, dia segera mengeluarkan sebutir Pil Pemulihan nya lalu duduk bersila untuk memulihkan dirinya dengan Yuwen yang akan menjaganya sedangkan Feng Feng akan berurusan dengan Pendekar Dewi Seruling Darah.


Kemunculan dua Pendekar Jiwa Kaisar tambahan yang datang secara tiba-tiba itu tidak hanya mengejutkan lawan, bahkan para pendekar dan prajurit Kerajaan Song juga ikut terkejut melihatnya, tentu saja mereka merasa sangat senang karena akhirnya ada tambahan Pendekar lain yang merupakan Pendekar Jiwa Kaisar di pihaknya, walau mereka tidak tahu akan identitas Sepasang Pendekar bertopeng tersebut, yang jelas Pendekar Jiwa Kaisar di pihak Kerajaan Song sudah menjadi bertambah kuat dan menjadi enam orang.

__ADS_1


__ADS_2