
"Karena dia sudah datang, ayo kita segera pindah ke halaman samping!" kata Raja Song lalu dia bangkit dan berjalan melewati semua pejabat yang membungkuk lalu para pejabat itu mengikutinya di belakang seperti seekor anak ayam yang mengikuti induknya.
"Mau pindah kemana?" Qian yang langsung berjalan berdampingan dengan Xihua dan kedua saudaranya bertanya dengan kebingungan.
"Halaman samping, itu adalah halaman khusus untuk menyambut para tamu besar," jawab Xihua.
"Pantas saja aku tidak melihat satu Kursi pun khusus menyambut tamu di aula istana tadi!" kata Qian.
Mereka semua segera tiba di halaman samping, disana sudah ada dua kursi megah yang berada di atas lantai tangga menghadap ke arah halaman yang sangat luas, saking luasnya halaman itu, mata seseorang tidak akan bisa melihatnya dalam sekali tangkap dari jarak dekat.
"Sebenarnya ini disebut Halaman Barisan, disini adalah tempat para prajurit berkumpul, dan halaman ini mampu menampung hampir tiga ribu prajurit!" kata Xihua yang memberikan penjelasan kepada Qian.
Qian hanya bisa mengangguk, walau itu mungkin rumahnya, namun belum benar-benar dianggap sebagai rumah karena saat ini Qian masih menyembunyikan identitasnya, di samping itu dia masih baru di tempat itu sehingga semuanya terlihat sangat asing.
Ratusan prajurit berbaris rapi di setiap pinggir halaman, sedangkan di bagian pusat halaman ada sebuah lingkaran yang terlihat di buat dari pecahan batu berwarna perak, itu adalah titik bagi sang Pangeran Han akan turun.
Setelah menunggu selama beberapa saat, suara genderang penyambutan pun terdengar menggema, debu di kejauhan terlihat terbang sedikit tinggi dengan deru ratusan langkah kaki dari kuda hingga langkah sepatu para prajurit.
Barisan pasukan pengawal yang pertama kali muncul ternyata adalah pasukan pengawal yang dipimpin oleh Panglima Lian Bai beserta puluhan prajurit bersenjata lengkap di belakangnya, tidak lama setelah itu pasukan berseragam biru dengan membawa bendera biru bergambar burung bersayap mulai memasuki halaman.
Konvoi yang begitu banyak itu membuat tanah ikut bergetar, lalu terlihat dua sosok pria paruh baya di barisan prajurit berseragam biru sedang mengawal seorang pemuda berusia 25 tahun keatas yang duduk tenang di atas sebuah kereta megah.
"Wah Tampan sekali…! Sayangnya kakak tidak mau, padahal dia sangat gagah, tampan dan juga memiliki aura bangsawan yang sangat kuat," kata Xi Yifei yang langsung terpana melihat pemuda di atas kereta.
"Jangan bicara omong kosong!" kata Lie Hua dengan sedikit kesal namun itu membuat Xi Yifei semakin tertawa.
Raja Song menyambut Pangeran yang masih berada di atas kereta mewahnya itu dengan senyuman hangat, dia benar-benar merasa takjub dengan aura kewibawaan Pangeran ketiga Han itu.
__ADS_1
Setelah konvoi yang begitu besar itu hampir mencapai titik tengah, Panglima Huan Gong datang dari arah lain dengan membawa puluhan prajurit dan segera memimpin para prajurit itu untuk berbaris membentuk jalan lurus ke arah Raja Song.
"Hem..! Sepertinya Kekaisaran Han ini memang benar-benar sangat kaya," gumam Qian seraya memperhatikan beberapa kereta di barisan tengah.
"Kekaisaran Han itu memang kaya, apalagi kekuatan kemiliteran mereka, benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan keluarga Kerajaan ayahku yang kecil ini," kata Xihua yang berbicara dengan pelan.
Qian hanya mengangguk, dia juga sudah mengetahui gambaran kekuatan Kekaisaran Han dari Feng Feng dan Yuwen, dia juga berharap bisa pergi kesana untuk berlatih suatu saat nanti, dan itu juga yang menjadi salah satu alasan Qian belum bisa memberitahukan akan identitasnya yang sebenarnya.
Para prajurit segera melakukan gerakan penyambutan dengan menegakkan tombak mereka, dan setelah itu, sang Pangeran mulai turun dari keretanya lalu berjalan ke arah Raja Song dengan ditemani kedua pria paruh baya yang memancarkan aura cukup kuat.
Sang Pangeran berjalan seraya tersenyum memperhatikan penyambutan yang telah disiapkan, dia sesekali mengangguk-anggukkan kepala dan terlihat sangat puas.
Raja Song segera turun dan langsung menyambut kedatangan sang Pangeran tersebut, Raja Song berusaha memberikan senyum terbaiknya karena takut untuk menyinggung sang Pangeran.
"Han Li Guo dari Keluarga Han menyapa Yang Mulia Raja Song!" kata Pangeran tersebut yang langsung memberi hormat sapanya kepada Raja Song.
Kedua sosok pria paruh baya yang memiliki aura kuat tetap mengikuti pangeran lalu berdiri di belakang kursi pangeran, dilihat dari cara mereka, keduanya pasti adalah para Panglima, dengan kemampuan Qian saat ini, dia masih belum bisa mengidentifikasi kekuatan keduanya.
"Ugh, kedua orang ini seharusnya sangat hebat!" batin Qian.
"Yang Mulia Song, Ayah Yang Mulia Kaisar menitipkan salam, beliau juga meminta maaf tidak bisa ikut datang," kata Han Li Guo lalu dia melambaikan tangannya dan pria paruh baya di sebelah kanannya segera mengangkat tangannya. Seketika itu juga para prajurit yang berada di dekat kereta mulai membuka dan menurunkan peti-peti besar lalu peti-peti itu segera dipindahkan ke hadapan Raja Song setelah itu Han Li Guo melanjutkan ucapannya, "Ini adalah hadiah dari kekaisaran kami, saya harap Yang Mulia Raja Song bersedia menerima hadiah kecil dari kami," kata Han Li Guo.
Raja Song hanya bisa tersenyum lebar, walau dia tidak begitu berharap sebuah hadiah, namun menolaknya juga tidak mungkin. "Diri Yang Mulia rendah ini memahaminya, sebagai Kaisar besar tentu banyak tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja oleh beliau, "kata Raja Song lalu dia memperhatikan peti-peti yang masih dikumpulkan seraya berkata, "Pangeran ini? Seharusnya Pangeran tidak perlu repot-repot membawakan hadiah seperti ini, hadiah semacam ini terlalu merepotkan Pangeran di perjalanan," kata Raja Song lalu matanya langsung membeku saat peti-peti itu mulai terbuka.
Tidak hanya Raja Song yang tertegun dengan perasaan kaget saat peti dibuka, bahkan hampir semua para menteri dan prajurit juga terkejut dan menatap isi peti itu dengan tatapan tidak percaya.
"Pangeran...ini..?"
__ADS_1
Han Li Guo tersenyum melihat ekspresi kaget para semuanya yang tercengang, dia melirik pria paruh baya di samping kirinya dan memberikan isyarat dengan anggukan, pria paruh baya itu segera maju lalu mulai mengatakan sesuatu yang membuat hati semua para prajurit Song berserta kedua Panglimanya ingin melompat kegirangan, namun tentu mereka tidak akan melakukan hal bodoh semacam itu saat ini.
"Ini adalah sumber daya yang mungkin berguna untuk meningkatkan kekuatan para prajurit Kerajaan Song, kami sudah tahu konflik antara Kerajaan Song dan Qin, pertempuran panjang mungkin sudah menghabiskan banyak kekuatan menurun, itu sebabnya Yang Mulia Kaisar Han mengirimkan ini sebagai bantuan," kata pria itu.
Sebenarnya Xihua dan Qian juga sama terkejutnya melihat banyak sekali jenis bahan seperti obat dari berbagai jenis Pil dan ramuan-ramuan serta beberapa tanaman ajaib yang mungkin tidak akan pernah ada di Wilayah Song, walau Qian masih termasuk paling awam, dia masih bisa menilai jika barang-barang itu sangatlah bermanfaat untuk kemajuan seorang pendekar.
Qian hanya bisa tersenyum pahit, andai dirinya tidak dalam situasi bersembunyi, ini mungkin akan menjadi sebuah berkah baginya, namun masalahnya itu pastinya tidak mungkin, Qian merasa itu adalah berkah yang memiliki kutukan pada dirinya.
Xihua tanpa sadar memahami apa yang sedang dipikirkan oleh Qian saat ini, walau tidak 50 persen tepat, namun Xihua tahu jika Qian pasti menginginkan itu mengingat pemuda itu juga seorang Pendekar yang berada di tingkat yang sama dengan dirinya.
"Karena kamu memiliki status sebagai pasanganku disini, secara alami aku akan mengambilkannya untukmu!" kata Xihua yang membuat Qian terkejut.
Xihua tertawa kecil melihat ekspresi Qian yang kaget, dia merasa Qian terlihat lucu jika sedang terkejut, sedangkan Qian diam-diam mendesah di dalam hatinya.
"Terima kasih banyak atas pengertiannya, sampaikan rasa terima kasih ini nanti untuk Yang Mulia Kaisar Han," kata Raja Song seraya menangkupkan tangannya.
"Yang Mulia Raja Song, mungkin saya akan menginap selama dua hari di sini, jadi saya minta maaf karena nanti harus merepotkan Yang Mulia!" kata Han Li Guo.
"Hahaha… Pangeran ini sangat pandai dalam bercanda! Diri Yang Mulia Rendah ini merasa terhormat bisa membantu pangeran," kata Raja Song.
Han Li Guo hanya tersenyum menanggapinya, dia hatinya dia menganggap Raja Song seperti rubah tua yang hanya akan bersikap baik jika ada maunya, pemikiran itu didukung dengan kondisinya, jelas jika Raja Song tidak ingin memiliki kesan buruk dengannya yang nantinya pasti akan berakhir menjadi kerugian.
"Baiklah Yang Mulia Raja Song, sekarang kita akan memulai ke topik utama!"
Jantung Raja Song berdebar kencang setelah Han Li Guo mengatakan itu, tentu di sangat mengerti akan topik apa yang dimaksud oleh Han Li Guo, namun dia tentu harus berusaha bersikap tenang dengan memasang senyum yang dipaksakan.
"Saya dengar, Yang Mulia Raja Song memiliki tiga putri bukan? bisakah Pangeran ini melihat mereka?" kata Han Li Guo.
__ADS_1
Raja Song menaikkan alisnya mendengar itu, seingatnya dulu dia hanya ingin melamar satu anak gadisnya saja, jika memungkinkan anak gadis yang memiliki sedikit darah dengan rakyat Han, dan itu mengarah kepada Lie Hua yang memiliki darah Keluarga Wang dari Kekaisaran Han, namun sekarang Pangeran itu justru ingin melihat ketiga anak gadisnya sekaligus, walau itu cukup membuat hati Raja Song sedikit tenang, namun dia sedikit khawatir jika sampai Pangeran itu justru berniat ingin memiliki ketiganya setelah melihat, bukankah itu akan membuat malu harga diri Raja Song, apa yang akan dia jawab dari berbagai pertanyaan jika ketiga Putrinya telah di lahap oleh seekor serigala dalam sekali telan, bukankah Han Li Guo terlalu rakus jika itu benar-benar yang dia inginkan.