
***
Perjalanan dari Kota Xianyang ke Kota Lanzao membutuhkan waktu paling cepat satu bulan jika berjalan melewati jalan utama, itupun jika menggunakan kuda, sedangkan jika bawa barang, atau berjalan kaki setidaknya butuh waktu hampir tiga bulan. Agar perjalanan lebih cepat ke Kota Lanzao, ada jalur yang lain. Namun jalannya cukup sulit karena harus menyeberangi beberapa sungai hingga melewati hutan, setidaknya akan bisa sampai dalam waktu dua puluh hari.
Karena hari sudah malam, mereka berlima menginap di jalan setelah mengikat kuda-kuda mereka agar bisa beristirahat, saat ini mereka berlima sedang duduk di depan perapian seraya memakan makanan yang sudah mereka beli di desa yang telah mereka lewati. "Senior Yu Lang! Berapa lama lagi kita akan sampai ke perbatasan?" tanya Qian kepada salah satu Empat Tubuh Kebal Bersaudara yang bernama Yu Lang.
"Sekitar 5 hari lagi Qian!" jawab Yu Lang.
Qian mengangguk kemudian dia mengeluarkan Pil berwarna abu-abu dan melemparkan Pil itu kepada salah satu dari mereka seraya berkata, "Ini yang terakhir Senior Zhao Yu, setelah ini tulang lenganmu akan sembuh seutuhnya, jadi kemampuanmu sudah kembali pada puncaknya," kata Qian.
"Hehehe…! Adik Qian benar-benar sangat bermurah hati, andai sejak awal aku tahu jika adik sebaik ini, aku tidak mungkin akan menuruti keinginan Tuan muda Chu Hao untuk menyerangmu," kata Zhao Yu.
"Semua yang sudah berlalu tidak perlu di ingat lagi senior," kata Qian seraya tersenyum hangat.
Yu Lang adalah satu-satunya yang paling senior dari ketiga saudara seperguruannya, dia berusia 35 tahun dengan tingkat kemampuan Pendekar Puncak Jiwa Ahli, tentu saja Yu Lang memiliki banyak pengalaman dan mengetahui banyak mengenai setiap jalur alternatif, karena itu dia yang menjadi pemimpin rombongan.
Ketiga saudaranya lainnya bernama Zhao Yu, Liu Kang, dan Lan Cao. Mereka berempat adalah murid seorang mantan Biksu yang keluar dari Biara Fu Zhong karena melanggar aturan. Setelah dua puluh tahun tinggal sendirian di gubuk kecil, Mantan Biksu itu memungut anak-anak yatim yang kelaparan lalu merawatnya sekaligus menjadikan anak-anak tersebut sebagai muridnya, dan anak-anak yang dia rawat adalah keempat pendekar yang saat ini bersama dengan Qian. Itu sebabnya mereka tidak memiliki perguruan dan tidak terikat dengan apapun, orang-orang menyebutnya sebagai Pendekar Aliran Bebas.
Setiap malam ketika beristirahat, mereka berlima akan menyempatkan diri berlatih sesaat, namun tidak semuanya karena mereka terkadang akan bergantian untuk berjaga, sebab mereka menginap di alam bebas yang dipenuhi oleh binatang buas.
"Senior Yu Lang! Apakah Senior mengetahui siluman?" tanya Qian saat sudah selesai makan.
"Siluman? Iya aku tahu, bahkan pernah bertemu," jawab Yu Lang.
"Benarkah? Dimana? Apakah Siluman benar-benar memiliki kemampuan?" tanya Qian yang penasaran.
"Eee.. Kalau soal itu aku tidak begitu mengetahuinya!" jawab Yu Lang seraya menggaruk-garuk kepalanya.
"Hah!? Katanya sudah pernah bertemu dengan siluman, tapi kenapa bisa tidak mengetahui kemampuannya?" tanya Qian dengan sedikit heran.
"Adik Qian! Sebenarnya kami memang pernah bertemu dengan siluman berusia seratus tahun, namun saat itu kami belum mencapai ke Kelas Pendekar Jiwa Ahli, jadi kami berempat bersembunyi! Saat itu kami cukup beruntung karena siluman itu tidak mencium keberadaan kami sehingga kami berhasil selamat," kata Lan Cao.
__ADS_1
"Andai sekarang kita bertemu dengan Siluman, apakah senior sanggup melawannya?" tanya Qian.
Qian hanya ingin memastikan apakah dengan kemampuan Yu Lang yang sebagai Pendekar Puncak Jiwa Ahli akan berani melawan Siluman berusia seratus tahun, jika ternyata tidak bisa, itu artinya Qian pun tidak akan berani mengambil resiko untuk berburu Siluman.
"Kalau sekarang aku bertemu lagi, aku tentu tidak berani menghadapinya, namun jika kami berempat bergandengan tangan, mungkin masih memiliki peluang untuk bisa menang, apalagi ditambah dengan dirimu, aku yakin kita bisa mengalahkan seekor Siluman berusia seratus tahun itu," jawab Yu Lang namun dengan sedikit tidak yakin dengan ucapannya sendiri.
"Owh..!" Qian hanya menanggapinya dengan senyuman tipis setelah melihat wajah Yu Lang yang tidak meyakinkan.
"Pertempuran di perbatasan pasti sangat besar sekali, yang jelas akan banyak bermacam-macam pendekar hebat yang akan kita lawan, aku tidak tahu apakah bisa terus ikut berperang hingga akhir atau justru akan lebih dulu gugur, andai aku lebih dulu gugur, aku tidak keberatan, hanya saja ada satu yang aku sesalkan!"
Qian menatap Liu Kang seraya bertanya, "Apa itu?" tanyanya.
"Aku masih belum menikah!" jawab Liu Kang dengan tersenyum pahit.
"Hah!?" Qian hanya bisa tercengang dengan membuka tutup mulutnya namun tidak ada kata yang bisa dia ucapkan.
"Aku tahu ini sangat konyol, jujur aku juga ingin memiliki istri, hidup dengan keluarga dan memiliki anak! Tapi dengan kondisi ku yang hidup serabutan tidak memiliki tempat tinggal, tidak mungkin ada wanita yang mau menikah dengan ku!" kata Liu Kang yang melanjutkan ucapannya.
Qian tentu tidak bisa memberikan solusi akan masalah tersebut, terlebih lagi dirinya masih sangat muda untuk memikirkan hal-hal semacam itu. Berbeda dengan mereka berempat yang memang sudah berusia 30 tahun keatas, walau sudah berusia setengah baya, namun mereka masih belum memiliki pasangan hidup.
Mereka berlima tertawa lalu melanjutkan dengan obrolan-obrolan yang lucu sehingga hubungan Qian dengan mereka berempat semakin akrab, dari yang awalnya bermusuhan, kini sudah menjadi teman walau berbeda usia.
Pagi harinya, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan Yu Lang sebagai pemimpin jalan, Selama beberapa hari memang tidak ada kendala atau masalah apapun sepanjang perjalanan mereka, dan saat ini mereka sudah memasuki sebuah hutan yang tidak begitu besar namun sangat sepi.
Mereka berlima tetap melanjutkan perjalanan dengan memacu kuda mereka melewati hutan kecil, hanya saja mereka berlima sama-sama merasakan jika ada yang sedang mengamati mereka.
Kuda yang awalnya lari kencang tiba-tiba saja berhenti dengan mengangkat kaki depan sehingga posisi kuda tersebut hampir berdiri, beruntungnya mereka sangat kuat berpegangan sehingga tidak terjatuh lalu kuda-kuda itu mulai terlihat gelisah.
Baik Qian maupun yang lainnya memperhatikan ke sekeliling hutan, walau tidak melihat siapapun di sekitar mereka, namun mereka dapat merasakan pancaran aura Kematian yang sangat kuat tertuju ke arah mereka semua, aura Kematian tersebut yang membuat kuda-kuda itu sedikit hilang kendali.
"Siapapun yang ada di sini, tolong jangan ganggu perjalanan kami! Kami hanya ingin numpang lewat dan tidak ingin mencari masalah," kata Yu Lang namun dengan penuh kewaspadaan.
__ADS_1
Setelah Yu Lang selesai berbicara, tiba-tiba saja muncul sepuluh sosok berpakaian merah dengan melompati pohon-pohon hingga kesepuluh sosok berpakaian merah itu berada cukup dekat dengan mereka. Salah satu dari sosok tersebut berdiri di pohon sembari memperhatikan mereka berlima, tatapan sosok tersebut berhenti pada seorang pemuda berbaju biru.
"Kalian boleh saja melewati Hutan Zudong ini, kecuali anak muda itu!" kata sosok tersebut.
Qian menaikkan sebelah alisnya saat sosok tersebut menunjuk ke arahnya, walau demikian Qian sudah mengetahui akan siapa mereka, tentu saja Qian mengetahuinya dari pakaian yang mereka kenakan.
"Kelompok Pedang Darah! Apa yang kalian inginkan dariku?" tanya Qian.
"Pedang Darah? Mereka adalah kelompok Pedang Darah bagian dari Tiga Pedang itu?" kata Zhao Yu yang terkejut setelah mengetahui akan siapa kesepuluh sosok tersebut.
"Bukan kami yang menginginkanmu, melainkan Ketua kami," jawab sosok tersebut.
"Xan Tiandi..?"
Kesepuluh sosok itu terkejut saat Qian menyebut nama Xan Tiandi, di seluruh Daratan Barat seharusnya tidak ada yang mengetahui nama Xan Tiandi kecuali anggota Tiga Pedang, sedangkan di luar itu mungkin hanya beberapa orang saja. Namun sekarang pemuda di hadapan mereka ternyata juga mengetahui nama ketua mereka.
"Qian, apakah kamu memiliki masalah dengan mereka?" tanya Yu Lang.
"Sebenarnya tidak ada senior, hanya saja ada sesuatu yang menyebabkan mereka menginginkanku," jawab Qian namun tidak menyebutkan akan apa yang mereka inginkan darinya.
Qian yakin itu ada hubungannya dengan Kitab Naga Langit, dan Xan Tiandi mengetahui keberadaannya pasti karena anggota Pedang Hitam yang memberitahunya, sebab saat penyerangan di Istana, Qian sudah menggunakan Pedang Naga Api nya.
"Aku mengerti!" kata Yu Lang lalu dia memperhatikan kesepuluh sosok yang masih berada di pepohonan seraya berkata, "Jika kalian menginginkan teman kami, maka kalian harus menghadapi kami dulu!" jawab Yu Lang dengan suara lantang.
"Kamu berani ikut campur urusan Tiga Pedang kami?" sosok itu menatap Yu Lang dengan mata merah.
"Tiga Pedang! Mungkin aku tidak berani jika yang mengatakan itu adalah Pendekar Jiwa Raja, namun jika itu hanya kamu..!" Yu Lang melepaskan Aura Kematian yang tidak kalah besarnya dengan sosok tersebut seraya berkata, "Aku sama sekali tidak takut," ucapnya.
"Kau..!" sosok tersebut jelas terkejut setelah mengetahui jika Yu Lang juga seorang Pendekar Puncak Jiwa Ahli, namun setelah itu dia tertawa seraya berkata, "Tidak kusangka jika ada Pendekar Puncak Jiwa Ahli disini! Hanya saja kalian sudah telah melakukan kesalahan yang besar, " ucap sosok tersebut kemudian tiga sosok lainnya mendekat lalu sama-sama melepaskan aura Kematian mereka.
Yu Lang dan semuanya terkejut setelah melihat keempat Pendekar Jiwa Ahli, mereka juga merasakan keenam sisanya adalah para Pendekar Jiwa Petarung.
__ADS_1
"Satu Puncak Jiwa Ahli, Tiga Awal Jiwa Ahli, Satu Puncak Petarung, dan Lima Awal Petarung! Mengesankan, akan tetapi itu masih belum cukup!"
Selepas Yu Lang mengucapkan kalimat tersebut, Zhao Yu, Liu Kang, dan Lan Cao melompat lalu mereka bertiga sama-sama melepaskan Aura Kematian mereka lalu mereka maju menyerang keempat sosok pendekar Jiwa Ahli tanpa mempedulikan keterkejutan para anggota Pedang Merah.