
Qian mempercepat langkahnya agar segera sampai ke Halaman samping, namun baru setengah perjalanannya, keributan di luar mulai terdengar, hal oui langsung membuat ekspresi Qian tenggelam setelah mendengar suara benturan pedang. "Apakah sudah dimulai?" Qian yang berwajah suram mempercepat kecepatan langkah kakinya.
Halaman Samping_
Han Li Guo yang menikmati pertunjukan para prajurit sesekali akan melirik Xi Yifei. Kedatangannya ke Istana Song sebenarnya untuk melamar Lie Hua, namun Lie Hua sudah memiliki pilihannya sendiri, walau demikian Han Li Guo tidak begitu menanggapinya.
Semua ini sebenarnya adalah keinginan Ayahnya, itu sebabnya dia tidak begitu peduli dan menganggap jika Raja Song adalah rubah Tua licik, namun semuanya segera berubah setelah melihat Xi Yifei, wajah anggun Xi Yifei serta sifat nya yang pemalu namun riang itu membuat Han Li Guo tertarik, bahkan setelah memperhatikan cara Raja Song bersikap padanya, tanggapan nya terhadap Raja Song akhirnya dia patahkan sendiri.
"Kamu dari mana Xihua?" tanya Xi Yifei ketika Xihua baru tiba di hadapan mereka berdua.
"Lie Hua Jiejie, Xi Yifei Jiejie, kalian berdua tidak boleh jauh-jauh dari para prajurit!" kata Xihua yang langsung menegur kedua kakaknya.
"Memangnya kenapa?" tanya Lie Hua.
"Hanya sedikit waspada saja!" jawab Xihua sebab hingga saat ini dia masih belum mengerti akan maksud Qian.
Lie Hua dan Xi Yifei hanya saling berpandangan heran sebelum akhirnya keduanya tertawa pelan seraya berkata, "Memangnya apa yang akan terjadi? Ini adalah istana, siapa yang berani untuk membuat masalah disini?" kata Xi Yifei.
Di singgasana, dua sosok besar plus dengan kedua Panglima mereka masing-masing yang menjadi pelindung sama-sama tertawa menikmati berbagi pertunjukan, hal ini membuat beban berat di Pundak Raja Song sedikit lebih ringan, bahkan keduanya sesekali berbincang-bincang.
Disaat semuanya sangat bahagia, tiba-tiba saja satu persatu para prajurit Kerajaan Song merebahkan badannya ke tanah, melihat itu semua para prajurit segera Raja Han tertawa karena mengira jika itu bagian dari pertunjukan, namun beberapa detik kemudian, jumlah prajurit yang mulai jatuh semakin bertambah, hal ini jelas sangat tidak wajar sehingga tawa segera terhenti.
Lian Bai dan Huan Gong sama-sama mengerutkan alis mereka. Huan Gong bergegas pergi memeriksa para prajurit nya yang sudah berbaring di atas tanah, setelah itu dia mengetahui jika prajuritnya itu seperti sedang tertidur.
"Ini aneh? Jika prajurit ini kelelahan, tidak mungkin akan banyak prajurit yang jatuh tertidur seperti ini," gumam Huan Gong lalu dia melihat ratusan para prajurit yang sudah jatuh di kondisi yang sama.
Anehnya yang tertidur adalah Pasukan nya, sedangkan para prajurit pengawal Pangeran Han tidak ada yang terpengaruh, hanya saja kebanyakan yang tertidur adalah para prajurit biasa hingga mereka yang memiliki kemampuan di Tingkat Awal Jiwa Pemula hingga di kelas menengah (2), sedangkan yang berada di Tingkat Puncak Jiwa Pemula hanya terlihat terhuyung-huyung.
"Hati-hati Pangeran, hamba mencium aroma yang sangat harum, namun aroma ini sangat samar dan memiliki efek obat! Kemungkinan besar ini adalah obat tidur," kata salah satu Panglima di sebelah Pangeran Han Li Guo dengan berbisik.
__ADS_1
Han Li Guo mengerutkan dahinya, dia melirik Raja Song dengan penuh curiga, namun melihat ekspresi wajah Raja Song yang juga terkejut sepertinya kejadian ini juga telah mengejutkannya.
"Kerajaan Song ini memiliki kejadian seperti ini juga? Hehehe.. Benar-benar sangat mengejutkan," kata salah satu Panglima Pangeran Han yang satunya.
"Para prajurit yang masih tersadar, segera bentuk formasi perlindungan kepada Raja..!"
Huan Gong yang langsung menyadari semua itu segera berseru dengan keras kepada para prajurit yang tidak terpengaruh oleh aroma wangi, namun baru saja seruan tangisan Huan Gong terdengar, hujan panah langsung muncul dari langit yang melesat menyerang para prajurit.
Para prajurit pengawal Pangeran Han dengan sangat cepat membentuk formasi perlindungan kepada Pangeran Han, sedangkan Raja Song dilindungi oleh beberapa prajurit dengan Lian Bai yang menepis hujan panah dari udara.
"Panah ini beracun..!" Lian Bai dan Huan Gong serta kelompok Pangeran Han terkejut saat melihat ujung mata panah yang memiliki cairan kehijauan.
Dalam sekejap saja belasan prajurit Song yang terkena panah beracun mengerang kesakitan sebelum akhirnya tubuh mereka menegang dan mati dengan wajah yang membiru, bahkan beberapa prajurit Pangeran Han juga ada yang menjadi korban.
"Raja Song, apa maksudnya ini?" tanya Han Li Guo dengan wajah gelap dan tatapan dingin, dia jauh-jauh datang dari Wilayah Han ke Wilayah Song hanya untuk melihat penyerangan membabi buta yang tidak jelas motifnya.
"Pangeran, ini semua adalah ulah para kelompok pemberontak, maafkan kami karena telah lalai dalam memperketat penjagaan, namun Pangeran juga harus memahami situasi kami. Saat ini Kerajaan sedang dalam kondisi perang, jadi kekuatan kami terbatas, jika tidak kami pasti dapat mencegah kekacauan ini lebih dulu," kata Lian Bai.
"Pangeran, demi keamanan Pangeran dan semua dari Kekaisaran Han, lebih baik kalian masuk ke dalam, disana akan sedikit lebih aman," kata Raja Song yang tidak memiliki pilihan lain selain mengeraskan kulitnya dan berusaha melindungi Pangeran Han Li Guo.
Raja Song melirik arah ketiga putrinya yang masih aman dari jangkauan anak panah. Raja Song menghela nafas lega melihat ketiganya yang baik-baik saja seraya berkata, "Kalian cepat masuk kedalam!" kata Raja Song.
Xihua dan kedua kakaknya mengangguk, mereka saat ini juga mendapat perlindungan dari beberapa prajurit, mereka mulai bergerak seraya memasang perisai pelindung, namun baru saja mereka berjalan beberapa langkah, lima sosok berpakaian serba hitam dengan penutup wajah melompat dan langsung menyerang para prajurit yang melindungi ketiga Putri raja.
Raja Song jelas sangat terkejut, dia secara alami mengenali seragam hitam itu, sehingga Raja Song segera berteriak keras, "Pedang Hitam! Jangan sakiti anak ku..!"
Teriakan Raja Song nyatanya tidak didengarkan oleh kelima sosok Pedang Hitam, hal itu membuat Raja Song sangat marah. Lian Bai berniat untuk melindungi ketiga Putri Raja Song itu, namun belum sempat dia melompat, seorang pria tanpa mengenakan penutup wajah tiba-tiba saja melompat dari genteng dan mendarat tepat di hadapan Lian Bai.
"Hahaha..! Aku dengar Panglima Lian Bai adalah Panglima terkuat yang merupakan satu-satunya Pendekar Jiwa Raja di istana ini, aku ingin tahu apakah kamu sehebat seperti rumor yang beredar," kata sosok pria itu dengan tawa kerasnya.
__ADS_1
Lian Bai menarik pedang seraya mengedarkan Tenaga Dalam nya lalu mengalirkannya ke Pedang. Lian Bai dapat merasakan kekuatan sosok pria itu yang juga merupakan seorang Pendekar menengah Jiwa Raja, pria jatuh setingkat lebih kuat darinya yang merupakan seorang Pendekar Awal Jiwa Raja.
Lian Bai memang merupakan seorang Pendekar Awal Jiwa Raja, namun kemampuan itu baru dia capai sekitar setahun yang lalu dan menjadi satu-satunya Panglima Pendekar Jiwa Raja.
"Anggota Pedang Hitam cukup berani datang sebagai tamu tak diundang, apakah kalian pikir Istana ini adalah tempat yang bisa kalian injak-injak?" kata Lian Bai dengan tatapan dingin.
Pria itu hanya menanggapi ucapan Lian Bai dengan tersenyum tipis, dia memperhatikan para prajurit Pangeran Han yang sebelumnya diam kini bergerak dan mulai menyerang kelima anggota Pedang Hitam yang baru saja menghabisi para prajurit Pelindung ketiga Putri Raja Song, semua itu juga atas perintah Pangeran, sebab dia tidak mau Xi Yifei terluka.
"Pangeran Ketiga Han, ini adalah urusan Pedang Hitam kami dengan Raja Song, kami tidak akan mengusik kalian jika kalian tidak ikut campur dengan masalah hari ini," kata sosok itu seraya menangkupkan tangannya.
"Pedang Hitam? Aku memang tidak peduli dengan masalah ini!"
Sosok itu tersenyum sesaat namun setelah itu senyumannya segera ditarik setelah Han Li Guo melanjutkan perkataannya. "Itu jika di pihak ku tidak jatuh korban, namun sekarang beberapa prajurit telah mati oleh panah beracun kalian, apalagi kalian berencana menyakiti mereka bertiga, jadi sudah terlambat bagimu untuk meminta ku agar tidak ikut campur!" kata Han Li Guo.
"Pangeran, ini adalah wilayah Song dan bukan Wilayah Han, apakah anda tidak ingin pulang dengan selamat karena menyinggung Pedang Hitam kami?"
"Tidak perlu mengancamku dengan hal-hal aneh, aku bukanlah tipe orang yang mudah terpengaruh oleh sebuah ancaman, apalagi hanya ancaman dari sekelompok lalat," kata Han Li Guo dengan tenang bahkan terlihat tidak begitu memperdulikan sosok itu.
Lian Bai dan Raja Song jelas terkejut melihatnya, hal itu juga membuat sosok pria paruh baya dari Pedang Hitam itu sangat marah seraya berkata, "Karena anda menolak kebaikan kami, jangan salahkan saya jika hanya nama kalian yang kembali pulang," ucap sosok itu dan sedetik kemudian dia bersiul dengan keras.
Delapan sosok segera melompat turun dari genteng, bahkan sekelompok manusia berpakaian yang sama juga mulai menunjukkan diri mereka serta banyak pemanah yang berada di atas genteng.
"Huandi, apakah mereka menolak tawaran kita?" tanya sosok pria paruh baya yang baru datang dengan ekspresi tenang bertanya kepada sosok yang bernama Huandi.
"Seperti dugaan!" jawab Huandi kemudian dia melirik Huan Gong dan kedua sosok Panglima yang berada di belakang Han Li Guo, kedua sosok Panglima itu masih terlihat tenang dan wajah mereka sama sekali tidak ada emosi walau sudah mendapatkan ancaman.
Sembilan sosok ditambah dengan puluhan sosok berjubah hitam lainnya sudah mulai bersiap untuk melancarkan serangan mereka, "Bersihkan sisa-sisa sampah ini, hari ini istana harus benar-benar bersih," kata Huandi setelah itu dia menatap sosok di sampingnya seraya berkata, "Kamu dan Dia melawan kedua Panglima Pangeran itu, dan kamu Liu Sheng, kamu urus Huan Gong sedangkan Lian Bai ini adalah bagianku," kata Huandi.
Bentrokan kedua belah pihak benar-benar tidak bisa dihindari lagi, masing-masing dari mereka segera melompat ke tempat yang lebih luas setelah itu benturan pedang mulai terdengar ke seluruh istana.
__ADS_1