PANGERAN PENDEKAR NAGA

PANGERAN PENDEKAR NAGA
Membuat Pil pertama


__ADS_3

Rumah Tabib Li Xhiang berada jauh di pinggiran Kota, mereka tiba di rumah itu saat hampir tengah malam. Karena sudah terlalu larut malam, Qian segera beristirahat karena saat ini dia benar-benar belum pulih sepenuhnya.


Setelah beristirahat semalaman, Qian bangun saat matahari sudah agak tinggi, dia segera duduk dan memeriksa luka-lukanya yang mulai membaik. Qian melihat ada air di meja, setelah dia memeriksa air itu, ternyata itu adalah air hangat untuk mencuci wajah Qian.


Qian keluar dari dalam kamarnya dan dia melihat Li Xhiang sedang berada di samping rumahnya dimana ada tanaman-tanaman herbal yang berjejer rapi di samping rumah Li Xhiang. Ada berbagai jenis tanaman herbal seperti daun mint, jahe, kayu manis, dan banyak lagi yang tidak bisa dia kenali.


Qian menghampiri Li Xhiang seraya berkata, "Banyak sekali tanaman herbal di sini," kata Lin Qian dengan kagum.


Li Xhiang tersenyum, "Ya, saya memiliki kebun pribadi ini untuk menanam tanaman herbal yang aku gunakan dalam praktik medis. Mereka adalah sumber daya yang sangat berharga."


Qian mengangguk dan sesekali melihat tanaman-tanaman yang beberapa diketahui, namun sebagian juga tidak dia kenali. "Sejauh ini aku baru mengenal beberapa tanaman herbal saja, seperti jahe dan daun mint serta Ginseng. Tetapi sepertinya ada begitu banyak lagi jenis tanaman herbal di sini," kata Qian.


Li Xhiang mengangguk. "Benar, ada begitu banyak tanaman herbal yang bisa digunakan dalam pengobatan. Masing-masing tanaman memiliki manfaat kesehatan yang unik. Dan dengan mencampur beberapa tanaman bersamaan akan menghasilkan satu obat yang tentunya memiliki khasiat yang berbeda-beda." kata Li Xhiang kemudian dia mengajak Qian untuk mengikuti dirinya seraya berkata, "Karena Pangeran ingin mempelajari ilmu pengobatan, hal yang pertama yang harus pangeran pelajari adalah mengenali tanaman terlebih dahulu," kata Li Xhiang setelah itu mereka berdua memasuki sebuah ruangan dan di sana banyak sekali buku-buku yang berbaris di rak kayu.


"Tempat apa ini?" tanya Qian seraya mengamati seluruh ruangan.


"Ini adalah kumpulan catatan yang bisa Pangeran pelajari, di sini menyimpan banyak catatan peninggalan guru saya, mulai dari bermacam jenis tanaman, cara membuatnya dan banyak lagi yang lainnya, jika Pangeran benar-benar ingin mempelajarinya, Pangeran bisa memulainya dari tempat ini," kata Li Xhiang.


Qian sama sekali tidak keberatan, demi bisa mempelajari ilmu pengobatan, bagaimanapun caranya Qian tetap akan melakukannya, walau itu terlihat akan terasa sangat membosankan.


"Kalau begitu aku akan memulainya hari ini," kata Qian yang membuat Li Xhiang terkejut.


"Apakah Pangeran yakin? Tubuh anda belum sepenuhnya pulih, apa tidak lebih baik beristirahat dulu selama beberapa hari?" tanya Li Xhiang.


"Tidak Tabib Li, daripada aku hanya diam berbaring, lebih baik melakukan kegiatan saja," jawab Qian.


"Baiklah jika itu yang Pangeran inginkan, tapi saya sarankan untuk jangan terlalu memaksa!" kata Tabib Li kemudian dia berbalik ke arah pintu seraya berkata, "Jika Pangeran memerlukan sesuatu, saya berada di ruang tengah," kata Tabib Li Xhiang.


"Terima kasih Tabib Li," kata Qian seraya menangkupkan tangannya.

__ADS_1


"Pangeran tidak perlu berterima kasih, suatu kehormatan bagi saya bisa membantu Pangeran! Kalau begitu saya ke ruang kerja saya, takutnya ada orang yang ingin berobat kesini," kata Li Xhiang.


Qian mengangguk serta mengingat saran Tabib Li Xhiang dengan seksama. Dia menyadari pentingnya pengetahuan tentang tanaman obat, dan dia mulai mengambil beberapa buku yang ada tulisan sampul tanaman.


Qian mulai membaca beberapa buku tentang tanaman obat dan memulai pembelajarannya. Dia belajar bagaimana mengidentifikasi tanaman obat berdasarkan bentuk, warna, dan tekstur daun mereka. Dia juga belajar tentang bagian-bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan, seperti umbi, akar, batang, dan daun.


Selain itu, Lin Qian juga belajar tentang khasiat tanaman obat yang berbeda. Misalnya, ginseng yang biasanya digunakan untuk meningkatkan energi dan mengatasi kelelahan.


Li Xhiang hanya memperhatikan ruang catatannya dengan menghela nafas panjang, sesekali akan ada beberapa orang yang datang untuk berobat, dan setelah orang-orang itu pergi, Li Xhiang akan kembali memperhatikan ruangan tersebut, namun sudah hampir satu hari terlewati, Qian sama sekali tidak keluar dari dalam ruangan tersebut.


Setelah hari berganti malam, Qian menyalakan lampu lentera yang tergantung di sana dan kembali melanjutkan belajarnya tanpa merasa bosan sedikitpun walau sudah seharian membaca banyak tentang tanaman.


Li Xhiang yang tidak berdaya melihat Qian yang tidak beristirahat hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tentu mengirimkan obat dan makanan agar Qian tidak kelaparan. "Anak ini benar-benar sangat berbeda, bahkan kegigihannya mengalahkan masa mudaku dulu," gumam Li Xhiang.


Walau demikian belajar tanpa praktek akan sangat sulit bagi Qian, memang membaca akan menambah wawasan dan pengetahuan baru, namun belajar akan lebih baik jika langsung mengerjakannya.


Selain mempelajari berbagai macam jenis tanaman, Qian juga mempelajari beberapa ramuan yang sudah jadi termasuk jenis Pil. Tanpa diduga, Qian menemukan catatan mengenai Pil Matahari Emas.


Qian segera bersemangat dan membaca khasiat dari Pil Matahari Emas tersebut, di dalam catatan dijelaskan jika Pil Matahari Emas sangat membantu dalam memberikan tambahan Tenaga Dalam sebanyak Lima Pusaran Tenaga Dalam, namun Pil itu hanya berguna bagi pendekar yang berada di tingkat Pendekar Jiwa Petarung hingga Pendekar Jiwa Ahli, sedangkan untuk Pendekar Jiwa Raja tidak akan lagi memberikan khasiat apapun lagi.


Khasiat Pil Matahari Emas tidak hanya menambah Tenaga Dalam, masih ada beberapa khasiat lainnya seperti Menguatkan daya tahan tubuh karena Pil Matahari Emas juga mampu membuat hawa panas di dalam tubuh, khasiat lainnya adalah menyembuhkan beberapa penyakit seperti luka dalam dan juga keracunan ringan.


Namun di dalam catatan juga dijelaskan jika terlalu keseringan mengkonsumsi Pil Matahari Emas juga menyebabkan kerusakan Hati, sebab hawa panasnya akan menghancurkan Hati dari dalam jika keseringan mengkonsumsi Pil Matahari Emas tersebut. Aturan cara mengkonsumsinya dengan benar juga dijelaskan di dalam catatan tersebut sehingga Qian merasa sangat senang mengetahui semua itu.


Masih banyak catatan mengenai jenis-jenis obat-obatan, namun dari semua catatan yang ada, catatan mengenai tanaman ajaib hanya beberapa buku saja.


Tanpa terasa sudah tiga hari tiga malam Qian berada di dalam ruangan tersebut, dan selama itu juga dia sudah hampir menyelesaikan semua bacaannya, hal itu hanya membuat Li Xhiang terheran-heran melihat Qian, namun secara mengejutkan, kondisi Qian justru semakin membaik dan bahkan hampir sepenuhnya pulih.


Tepat di hari ke empat, Qian sudah menutup buku terakhir yang dia baca seraya menghela nafas panjang, dia merenggangkan pinggangnya yang terasa kaku seraya bergumam, "Akhirnya semuanya sudah selesai aku baca!" gumamnya lalu dia memperhatikan buku-buku yang berserakan karena tidak sempat menyimpannya kembali ke rak kayunya. Qian menghela nafas panjang lalu mulai merapikan buku-buku tersebut ke tempatnya, dan setelah itu dia melangkah keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Melihat Pintu ruangan yang terbuka, Li Xhiang yang baru saja selesai mengobati pasiennya bergegas menghampiri Qian yang baru saja keluar. "Akhirnya Pangeran mau keluar juga!" kata Li Xhiang.


Qian hanya tersenyum seraya menggosok bagian belakang kepalanya, dia segera menangkupkan kedua tangannya seraya berkata, "Tabib Li, terima kasih karena telah memberikan ku kesempatan untuk mempelajari semuanya, jika Tabib Li mengizinkan, bolehkah aku belajar meracik ramuan?" tanya Qian.


"Owh, apakah Pangeran benar-benar mempelajari semuanya?" tanya Li Xhiang yang merasa tidak yakin, karena dirinya saja harus belajar satu buku hingga berbulan-bulan lamanya, sedangkan Qian baru empat hari empat malam mempelajari buku catatan.


"Hehehe..! Hanya ingin mencoba keberuntungan saja!" jawab Qian seraya tertawa kecil.


"Huff..! Baiklah Pangeran, ayo ikuti saya!" kata Li Xhiang yang akhirnya menuruti keinginan Qian.


Mereka berdua pergi ke belakang rumah, dan disana sudah ada alat untuk membuat ramuan, beberapa alat yang ada di tempat itu antara lain, lesung batu kecil yang digunakan untuk menumbuk bahan, kayu bulat, kain halus dan juga bersih untuk menyaring, tungku api, kuali obat, dan beberapa macam jenis botol, tentu saja beberapa bahan obat sudah tersedia disana.


"Silahkan Pangeran, saya akan mengamatinya dari sini dan akan memberitahukan jika ada kesalahan dalam pengerjaan Pangeran," kata Li Xhiang.


"Baik Tabib Li, sekarang aku akan mencoba membuat obat Giok Darah!" kata Qian seraya mengusap hidungnya.


"Itu adalah jenis Pil Pangeran, membuat Pil sangatlah sulit, walau Pil Giok Darah adalah Pil peringkat 1, namun membuat Pil sangatlah sulit," kata Li Xhiang mengingatkan.


Membuat ramuan obat berupa Pil tidak semudah membuat ramuan biasa seperti serbuk dan cairan obat, butuh ketekunan dan konsentrasi yang tinggi untuk bisa menciptakan sebuah Pil, jangankan membuat Pil yang sempurna, yang masih tidak begitu sempurna saja memiliki tingkat kegagalan yang tinggi.


"Itu sebabnya aku ingin mencobanya Tabib Li!" jawab Qian.


Beberapa Pil memiliki tingkatan tertentu, Pil Peringkat 1 adalah Pil dasar yang memiliki khasiat terendah, total ada sepuluh peringkat, namun kebanyakan para pakar obat di Wilayah Song hanya mampu membuat Pil paling tinggi di Peringkat 5, termasuk Li Xhiang yang menjadi salah satu tabib dan pakar Obat.


Qian mengambil beberapa bahan untuk membuat Pil pertama nya, dia mengambil empat jenis tanaman obat dari Daun Ginseng Merah, Satu Batang Pohon Cengkeh Dingin, Daun Urat Beku, dan yang terakhir Biji Bunga Perak.


Keempat bahan tersebut segera diambil lalu Qian lebih dulu menyalakan tungku obat dan memasukkan kuali dengan beberapa gayung air. Qian mulai membersihkan setiap bahan-bahan tersebut lalu satu persatu di tumbuk dan setiap bahan yang ditumbuk akan diletakkan di tempat yang terpisah.


Untuk saat ini Qian tidak melakukan kesalahan apapun pada awal pekerjaannya, sebab awal pengerjaan memang tidak sulit, kesulitannya saat sudah melewati pertengahan, dan Li Xhiang sangat antusias ingin mengetahui apakah Qian akan mampu membuat Pil pertama nya atau akan gagal.

__ADS_1


__ADS_2