
Melihat ekspresi Raja Song, salah satu pria di sebelah kanannya merajut alisnya, dia segera membaca isi pikiran Raja di hadapannya itu serta menimang kembali ucapan Sang Pangeran, sedetik kemudian dia baru memahami jika perkataan Pangeran masih kurang lengkap, dia segera mendekati telinga Han Li Guo lalu membisikkan sesuatu yang membuat Han Li Guo mengangguk-anggukkan kepalanya lalu dia menatap Raja Song.
"Hahaha…! Maaf-maaf, mungkin ucapan saya tadi agak sedikit menyinggung! Begini, saya sama sekali tidak berniat untuk memakan tiga piring makanan, saya hanya ingin melihat saja, siapa tahu salah satu dari Tuan Putri ada yang cocok, jadi tolong jangan salah paham," kata Pangeran.
Raja Song langsung menghela nafas lega, dia terlalu gegabah dalam memberi penilaian, namun itu juga tidak bisa disalahkan mengingat sebelum itu Han Li Guo tidak memberikan alasannya yang jelas dalam permintaanya, jangankan Raja Song, bahkan Ketiga gadis serta Qian dan beberapa pejabat juga memiliki pemikiran yang sama seperti Raja Song andai Han Li Guo tidak segera memberikan penjelasannya.
Dengan tersenyum Raja Song segera menoleh ke arah ketiga anak gadisnya yang berdiri di agak jauh darinya, dan dengan sedikit keraguan menatap wajah Lie Hua, Raja Song mengangguk kepada ketiga Putrinya.
Alis Lie Hua merajut, dia jelas tidak menyangka jika ayahnya tidak langsung menjelaskan jika dirinya sudah memiliki pilihannya sendiri, dan di bawah tekanan itu, Lie Hua hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan berjalan bersama kedua saudarinya ke samping ayah mereka.
"Pangeran, mereka bertiga adalah putri-putri yang sangat saya sayangi! Ini adalah Song Lie Hua, dia adalah pertama, yang ini adalah Song Xi Yifei, dia adalah yang kedua, dan yang bungsu ini bernama Song Xihua! Dari ketiga putri saya ini, yang tertua ini….!" Raja Song sedikit ragu, namun melihat mata Lie Hua yang lembab, Raja Song mengepalkan tangannya erat-erat seraya berkata, "Putri pertama saya ini sudah bertunangan," kata Raja Song.
Lie Hua langsung mengangkat tatapannya dengan penuh keterkejutan mendengar ayahnya yang berani untuk mengatakannya, karena kedatangan Pangeran itu ke istananya hanya untuk meminangnya, namun sekarang ayahnya benar-benar memilih keputusan yang mungkin akan menimbulkan badai di masa depan.
Han Li Guo hanya mengangguk-angguk kepala, setelah mendengar itu, kini tatapannya jatuh kepada kedua anak gadis yang tersisa, dia tidak tahu jika saat ini Xihua sedang mencengkram tangannya erat-erat karena kesal, sebab ayahnya tidak mengatakan jika dirinya sudah memiliki kekasih walau itu tidak sepenuhnya benar, namun dengan dia membawa Qian ke hadapannya, seharusnya ayahnya sudah harus mengerti.
Xihua bertekad jika sampai Pangeran itu bangun dan berani menyentuh kulitnya sedikit saja, dia tidak peduli dengan status Han Li Guo yang memiliki latar belakang luar biasa sebagai putra penguasa berdarah Bangsawan besar, maka kepalannya akan dia daratkan kepada Han Li Guo, jelas Xihua tidak peduli akan konsekuensinya.
"Lalu yang mana yang memiliki Darah keluarga Wang?" tanya Han Li Guo.
Raja Song menutup mata seraya menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya dia menjawabnya, "Putri pertama saya!" kata Raja Song dengan suara berat.
Raja Song sudah pasrah dan siap untuk mendengarkan kekecewaan Pangeran, bahkan dia diam-diam sudah melirik Panglima Lian Bai dan Huan Gong, jika memang Han Li Guo tidak terima dan menuntut pertanggungjawaban, Raja Song hanya akan meminta maaf, namun jika ternyata itu akan berlanjut ke hal yang lebih besar, maka Raja Song tidak akan segan-segan untuk menahan mereka agar tidak perlu kembali ke Wilayah Han.
"Sayang sekali!" kata Han Li Guo yang sama sekali tidak terlihat marah ataupun kecewa setelah mengetahui itu.
Raja Song jelas terkejut mendengarnya, dia dan Lie Hua saling bertukar pandang dengan perasaan yang bercampur aduk, jelas sekali jika Han Li Guo sama sekali tidak mempermasalahkannya.
__ADS_1
"Namamu tadi Song Xi Yifei bukan?" tanya Han Li Guo.
Xi Yifei terkejut setelah Han Li Guo menyebut namanya, dia segera tersadar lalu mengangguk sopan seraya menjawab, "Benar sekali Pangeran, Song Xi Yifei merasa terhormat bisa di sapa pangaran," jawab Xi Yifei.
Han Li Guo tersenyum lalu dia menatap Xihua sesaat seraya menilai keduanya tanpa perlu menyapa Xihua, menurut Xi Yifei, Xihua seharusnya masih berusia sekitar 17 tahunan, jadi tidak mungkin dia akan memilihnya mengingat usianya, karena aturan di Kekaisaran Han jika seseorang dilarang menikahi gadis yang usianya masih 20 tahun kebawah, yang memenuhi persyaratan hanyalah 20 tahun ke atas, Lie Hua dan Xi Yifei jelas memenuhi persyaratan tersebut.
"Xi Yifei, besok aku ingin kamu menemaniku jalan-jalan sekaligus memperkenalkan sesuatu yang menarik di kerajaan ini ! Apakah kamu bersedia?" tanya Han Li Guo.
Xi Yifei merasa ragu, dia melirik ayahnya yang tersenyum lebar serta kedua saudaranya yang terlihat mendukungnya, dia tidak menyangka jika pangeran itu akan menargetkannya setelah tahu jika Lie Hua sudah memiliki calon, rasanya dia ingin menampar lidahnya sendiri karena sebelumnya telah memuji Pangeran untuk mengerjai kakak perempuannya, namun sekarang justru dia yang merasakannya.
Di bawah tekanan dan dukungan keluarganya serta para prajurit yang terlihat berharap banyak padanya, Xi Yifei hanya bisa mendesah di dalam hatinya dan mengangguk kepada Han Li Guo.
Semuanya segera mengelus dada penuh lega setelah Xi Yifei menyetujuinya, jika keduanya benar-benar berjodoh, maka Kerajaan Song dan Kekaisaran Han benar-benar menjadi keluarga.
Seorang wanita tersenyum melihat semua itu, mungkin dia tidak begitu berharap bahwa gadis itu akan dipilih oleh pangeran, sebab yang dia harapkan sebenarnya kekecewaan dari sang Pangeran setelah mengetahui jika Lie Hua sudah memiliki kekasih, hal itu pasti akan membuat hubungan kedua belah pihak menjadi buruk. Namun alih-alih menjadi kecewa malah justru menjadi semakin baik karena Xi Yifei. Dengan ini wanita itu benar-benar sangat puas, dia tidak lain adalah Yie Ling Yi, selir raja Song sekaligus ibu Xi Yifei.
"Aku harus membatalkan rencana itu! Xi Yifei, kamu benar-benar melebihi harapanku , tidak peduli kamu tidak memiliki sifatku, selama kamu bisa menarik hati pangeran itu, maka Wilayah Han pasti akan segera jatuh ke tangan kita," batin Yie Ling Yi dengan senyuman penuh keserakahan.
"Tuan Putri!"
Para prajurit segera membungkuk kepada Xihua yang sudah berada di dalam gudang, mereka semua bergegas keluar meninggalkan Xihua dan Qian disana karena instruksi dari Xihua.
"Apakah ada barang yang kamu sukai? Jika ada kamu ambil saja!" kata Xihua seraya ikut memeriksa barang-barang yang menarik.
Qian membuka satu kotak kayu kecil dan membukanya, dia melihat tiga buah Pil dengan warna yang berbeda serta aroma obat yang menyengat, di dalam penutup kotaknya juga memiliki tiga nama.
"Pil Embun Darah, Pil Matahari Emas, dan Pil Roh Kehidupan! Ketiga Pil ini pasti bukan Pil biasa," batin Qian.
__ADS_1
Saat ini Qian sama sekali tidak memiliki pemahaman apapun mengenai obat-obatan, sedangkan untuk tanaman dan buah-buahan yang dia tahu hanyalah sebatas beberapa kecil saja, itupun dia mempelajarinya dari Yuwen. Walau Qian tidak memiliki pemahaman apapun mengenai obat-obatan, dia yakin jika ketiga Pil di tangannya pasti memiliki keistimewaan bagi setiap pendekar, cukup dari aromanya yang kental, Qian yakin jika itu bukan Pil biasa. "Aku akan menyimpannya!" kata Qian yang berniat untuk mengambil kotak itu.
"Hem? Apakah kamu hanya akan mengambil satu kotak saja? Selagi masih ada disini kamu ambil lagi yang lainnya!" kata Xihua lalu dia melihat Qian yang ragu-ragu dan kemudian tertawa kecil seraya berkata, "Kamu tenang saja, aku tidak akan mengurangi bayaranmu, ini semua murni hadiah untukmu," kata Xihua.
Qian hanya tersenyum menanggapinya lalu matanya secara acak memeriksa beberapa jenis daun dan buah aneh yang sudah dipisahkan di tempat lain. Mungkin dia masih belum memahami semua itu, namun dengan Kertas Ajaib nya, Qian akan memeriksanya dari sana.
Untuk beberapa tanaman dan buah-buah langka yang tidak Qian kenal akan dia kumpulkan untuk dirinya, setelah itu dia berlanjut mengambil lima kotak kecil secara acak dan di kumpulkan menjadi satu tempat ke tanaman obat sebelumnya.
"Aku akan mengambil ini saja!" kata Qian kepada Xihua.
"Apa itu cukup?" Xihua bertanya saat melihat beberapa jenis tanaman aneh serta buah-buahan yang belum pernah dia lihat di perguruannya, di tambah dengan lima kotak kecil plus satu kotak di tangan Qian.
"Iya ini sudah cukup!" jawab Qian.
Xihua tidak banyak bicara lagi, dia meraih beberapa kotak lagi secara acak lalu menaruhnya di barang-barang yang sudah Qian kumpulkan seraya berkata, "Barang-barang ini terlalu banyak, jadi kami tidak akan rugi walau kamu akan mengambil satu peti, jadi tidak perlu ragu-ragu lagi, ambil saja sebanyak yang kamu mau," kata Xihua lalu dia mencarikan kain untuk membungkus barang-barang itu.
"Terima kasih Xihua! Aku memiliki tempat sendiri untuk menyimpannya, jadi kamu tidak perlu repot-repot membungkusnya untukku," kata Qian.
"Hem?"
Xihua menatap Qian dengan bingung sebab dia sama sekali tidak melihat Qian memegang kain apapun, namun Qian hanya tersenyum lembut seraya mengangguk agar Xihua yakin padanya.
"Terserah kamu saja!" kata Xihua lalu dia kembali memeriksa barang-barang yang ingin dia ambil untuk dirinya sendiri.
Qian memperhatikan Xihua untuk sesaat, setelah gadis itu sedikit lengah, Qian segera menghisap barang-barang pemberian Xihua ke dalam Cincinnya, sedangkan Xihua belum menyadari itu.
Qian berjalan keluar dari gudang dan memperhatikan banyak prajurit yang berlalu lalang, hingga saat ini dia tidak melihat keberadaan Fa Lio Bai dan kedua anaknya serta Luan Xui, namun Qian juga tidak begitu khawatir, sebab mereka pasti akan baik-baik saja, yang paling penting saat ini bagi Qian adalah berlatih, setelah ini selesai, dia berencana akan pergi mencari hutan yang dihuni oleh siluman, hanya itu jalan satu-satunya untuk bisa meningkatkan kemampuannya.
__ADS_1
Saat Qian sedang menunggu Xihua sembari termenung sendiri, telinga Qian mendengar sesuatu di atap, dia menaikkan alisnya kemudian pergi ke balkon untuk memeriksanya, saat melihat ke atas genteng yang ada di depannya, Qian mengerutkan alisnya saat melihat tiga sosok hitam sedang mengendap-endap seperti pencuri sedang berjalan menuju ke sebuah ruangan, namun tidak itu saja, Qian juga mendengar langkah kaki yang sama di atasnya.
"Apakah mereka pencuri? Tapi jumlah mereka cukup banyak," Batin Qian setelah itu dia segera pergi ke gudang untuk memberitahu Xihua, Qian merasa jika orang-orang berpakaian hitam itu memiliki niat buruk.