
"Saya hanyalah pemuda dari desa kecil dan keluarga saya hanyalah penjaring ikan Panglima," jawab Qian dengan sopan serta berusia menunjukkan ekspresi yang meyakinkan dan setelah itu dia pun balik bertanya, "Kalau boleh tahu kenapa Panglima menanyakan hal ini?"
Huan Gong memperhatikan ekspresi wajah Qian, dia merasa jika Qian benar-benar tidak menutupi sesuatu lalu secara perlahan-lahan menghela nafas panjang. "Beberapa tingkah lakumu sangat mirip seperti Yang Mulia Raja Song, bahkan saat kamu menatapku, tatapanmu benar-benar sangat sama persis ketika Raja Song menatapku, mengingat tragedi 17 tahun saat Putra mahkota menghilang, seharusnya dia berusia 17 tahun sekarang, jadi aku sempat berpikir mungkin kamu adalah Pangeran Song," kata Huan Gong dengan sedikit ketidakpastian di dalam hatinya.
Qian hanya terdiam, saat ini hatinya juga dipenuhi dengan perasaan penuh bimbang, mengingat saat ini dia belum menemukan cara untuk bisa meningkatkan kemampuannya, membuka identitasnya saat ini juga bukan pilihan yang tepat, sebab ancaman masih menunggu dirinya, jika dia sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk melindungi diri, Qian juga akan secara terang-terangan mengungkapkan identitasnya langsung di hadapan ayahnya tanpa perlu khawatir terhadap orang-orang yang ingin mencelakainya.
"Owh iya! Apakah aku bisa melihat pundak bagian kanan mu?"
Jantung Qian seperti berhenti berdetak setelah Huan Gong memintanya untuk menunjukkan pundak bagian kanannya dimana disana ada tanda lahir merah berbentuk lingkaran sempurna, jelas tanda lahir misterius itu menjadi satu-satunya bukti kuat akan identitas sang Putra mahkota, namun Qian berusaha untuk tetap tenang seraya berpura-pura kebingungan, "Untuk apa Panglima?" tanya Qian.
Fa Lio Bai dan Fa Xian, Fa Xeiyin dan Luan Xui juga saling berpandangan, mereka berempat juga sama terkejutnya, namun semuanya berpura-pura tidak mengetahui akan maksud pertanyaan sang Panglima.
"Pangeran kami memiliki tanda lahir berbentuk lingkaran berwarna merah di pundaknya, aku hanya ingin melihatnya saja," jawab Huan Gong.
"Maaf Panglima, tapi saya tidak memilikinya! Jika Panglima tidak percaya, Panglima bisa bertanya kepada mereka, karena mereka ini adalah saksinya," jawab Qian.
"Benar sekali Panglima, selama ini kami sering melihat Qian yang sedang tidak mengenakan baju, dan kami tidak melihat goresan ataupun tanda lahir yang Panglima maksud disana," kata Fa Lio Bai yang langsung memperkuat dirinya sebagai saksi Qian, begitu juga dengan Fa Xian kecuali Fa Xeiyin.
Melihat Fa Xieyin yang hanya terdiam, Huan Gong pun menanyakan hal itu juga padanya, karena dia melihat Fa Xieyin yang pastinya akan berbicara jujur. "Nona kecil, apakah kamu melihatnya?" tanya Huan Gong.
__ADS_1
"Maaf Panglima, saya memang sering bersama dengan Kakak Qian, hanya saja ketika dia membuka bajunya, saya tidak berani melihatnya," jawabannya yang membuat Huan Gong tercengang karena dia menyadari betapa bodohnya dia menanyakan hal seperti itu kepada seorang gadis yang pastinya tidak mungkin mau melihat lawan jenisnya melepaskan bajunya.
"Maaf-maaf, aku yang salah!" kata Huan Gong seraya tersenyum malu.
"Nona Luan! Aku sudah mendengar informasi dari nyonya pemilik toko jika sebenarnya anggota Pedang Hitam membunuh keluargamu itu karena kakakmu mengetahui beberapa rahasia mereka, apakah kamu menyadari hal itu?" tanya Huan Gong.
Luan Xui melirik Fa Lio Bai dan Qian, dia dan Qian sudah memiliki rencana sendiri untuk menggagalkan rencana Pedang Hitam, namun ketika Qian mengangguk padanya, Luan Xui sedikit bingung dan dengan ragu dia akhirnya mengangguk.
"Kalau begitu kamu pasti tahu rahasia apa yang kakakmu ketahui itu, bisakah kamu memberitahukan itu padaku?" kata Huan Gong.
Dengan izin Qian, Luan Xui pun menceritakannya seperti yang sudah dia ceritakan kepada Qian dan Fa Lio Bai, sedangkan Qian hanya duduk dengan tenang, sebab diam-diam dia juga memasukkan itu dalam daftar rencananya, yang pastinya itu demi mengetahui akan siapa wanita misterius yang bekerjasama dengan Anggota Pedang Hitam.
"Sudah kuduga, tapi informasi ini sudah kami ketahui sejak dua hari yang lalu, entah siapa yang membocorkan nya, besar kemungkinan wanita itu sendiri yang membocorkan karena dia tahu jika ada orang lain yang sudah mengetahuinya, dan tentu saja kami sudah mengantisipasi masalah ini sejak kemarin! Masalahnya sekarang, siapa sosok wanita yang bekerjasama dengan mereka itu?" gumam Huan Gong.
"Apakah Panglima mencurigai seseorang di dalam istana?" tanya Chang Xu Tian.
"Sebenarnya masih gelap, namun ada beberapa orang yang sudah kami curigai, mulai sejak kejadian tragedi penyusupan 17 tahun yang lalu hingga masuknya Permaisuri ke dalam penjara, kami mencurigai dua orang, dan salah satunya mungkin adalah Pengkhianat itu!" kata Huan Gong.
Qian menggenggam pegangan kursinya dengan sangat kuat, hawa panas segera naik dan mendidih setelah mendengar penjelasan Huan Gong dan tanpa sadar dia menanyakannya dengan ekspresi suram. "Siapa yang Panglima curigai?" tanya Qian.
__ADS_1
Huan Gong, Chang Xu Tian, dan semua orang yang berada disana terkejut melihat Aura Kematian yang merembes keluar dari tubuh Qian, aura itu memang samar, namun aura yang sedikit gelap itu memberikan dukungan kuat terhadap ekspresi wajah Qian yang berubah sangat dingin.
Fa Lio Bai dan Fa Xian serta Fa Xeiyin secara alami memahami maksud dari reaksi Qian, dia jelas sangat ingin tahu karena dia merasa orang itu pasti memiliki hubungan dengan kejadian masa lalunya.
Huan Gong sedikit berkeringat dingin melihat aura gelap yang terpancar di tubuh Qian, dia sendiri juga tidak mengerti kenapa Qian bisa bereaksi seperti itu setelah mendengar ucapannya, terlebih lagi dia melihat Qian yang tidak menyembunyikan amarahnya yang mengandung emosi aneh.
"Untuk apa kamu ingin mengetahuinya?" tanya balik Huan Gong yang mencoba memancing emosi Qian, mungkin dia bisa menemukan petunjuk di balik sikap yang Qian tunjukkan.
"Panglima, kami sebagai rakyat Song sudah cukup menderita karena peperangan, pastinya ada sesuatu yang memicu kekacauan ini, dan kami sebagai rakyat wajib mendapatkan penjelasan yang jelas dan tidak hanya bertarung kosong di medan perang, apakah kami salah jika ingin mengetahuinya, setidaknya kami bisa tahu jika memang ada dalang di balik semua kekacauan ini," kata Qian.
Huan Gong jelas tidak memahami jika yang Qian maksud sebagai penderitaan itu tidak hanya ditujukan untuk para rakyat, namun juga kepada dirinya yang sudah cukup lama menderita, namun Huan Gong tidak menyadari hal itu.
"Baiklah karena kamu juga mengetahui akan masalah ini, Panglima ini akan memberikan sedikit informasi atas kecurigaan kami! Sosok dua orang yang kami curigai tidak lain adalah kedua Selir Raja Song, yaitu Yie Ling Yi dan Lio Xiayi, salah satu dari mereka berdua mungkin adalah orang yang menciptakan kekacauan 17 tahun yang lalu," jawab Huan Gong.
"Kedua Selir ya! Lalu selain dari kami, siapa saja yang mencurigai mereka sebelum ini?" tanya Qian.
"Panglima Lian Bai dan Panglima Yiu Lin juga memiliki kecurigaan yang sama, begitu juga dengan Keluarga Chang, dan sekarang adalah kalian, jadi aku berharap kepada kalian untuk tidak menyebarkan berita yang belum pasti ini ke publik!" kata Huan Gong.
"Panglima tenang saja, kami ini sangat bisa dipercaya, setidaknya kami sudah mengetahuinya, jadi hanya tinggal menunggu waktunya saja!" jawab Qian yang membuat semua tidak mengerti namun tidak menanyakannya.
__ADS_1
Dalam helaan nafas dalam yang melepaskan perasaan kejam menembus ke hatinya, Qian menyandarkan tubuhnya ke kursinya, hatinya mulai lebih tenang dan aura gelapnya berangsur-angsur menghilang, hari ini dia sudah menemukan titik terang dari pencariannya, berikutnya dia tinggal mencari uang untuk mendapatkan sumber daya sebagai pendukung kekuatannya, namun Qian masih belum tahu akan memulainya dari mana, yang jelas besok dia akan lebih dulu pergi untuk melihat wajah ayahnya, setelah itu barulah dia akan pergi menyendiri untuk berlatih Kitab Naga Langit nya, dan target latihannya sudah ada dalam daftarnya.
Di wilayah Song yang cukup luas, pasti ada satu hutan yang menjadi sarang para siluman, Qian akan mencari informasi itu dan dia akan memulainya dari sana, jadi dia akan melakukan apa yang telah pernah dilakukan oleh pemilik Kitab Naga Langit pertama, yaitu berlatih di dalam hutan dalam jangka waktu yang lama.