PANGERAN PENDEKAR NAGA

PANGERAN PENDEKAR NAGA
Pertempuran Besar 4


__ADS_3

***


Tengkorak Api adalah salah satu Pendekar Aliran Hitam yang memiliki kedudukan sebagai salah satu Pendekar terkuat, lebih dari dua puluh lima tahun Pendekar Tengkorak Api tidak menampakkan dirinya, terakhir kali dia terlihat saat berhadapan dengan salah satu Pendeta yang memiliki kemampuan yang sama, nama Pendeta itu adalah Pendeta Long Xao, baik itu Tengkorak Api dan Pendeta Long Xao sama-sama terluka sehingga pertarungan berakhir seri, dan setelah pertarungan selesai, Tengkorak Api dan Long Xao tidak terlihat lagi.


Sosok yang pernah mengguncang dunia persilatan di masa lalu dengan kejahatan yang sangat meneror siapapun kini kembali muncul, banyak para Pendekar yang masih mengingat sosoknya memilih menjauh dan menghadapi pendekar lainnya.


Hanya saja tidak semua pendekar Aliran Putih takut terhadapnya, salah satunya adalah Pendeta Tao Lao, satu dari tiga Pendeta yang merupakan Pendekar Jiwa Kaisar.


"Tengkorak Api Hong Fang! Tidak kusangka kamu masih belum mati!" kata Pendeta Tao Lao yang langsung datang menghampiri Hong Fang setelah turun dari tembok.


"Ternyata itu kamu Tao Lao! Hampir tiga puluh tahun tidak bertemu, ternyata kamu sudah menjadi sekuat ini!" kata Hong Fang dengan tenang seraya tersenyum tipis. "Keahlian apa yang kamu miliki sehingga kamu berani untuk menghadapiku secara langsung?" tanyanya.


Tao Lao meringkukkan sudut mulutnya mendengar pertanyaan Hong Fang yang terkesan meremehkannya, dia hanya tersenyum tipis seraya menjawab, "Keahlianku hanyalah mempertahankan dirimu agar tidak ikut campur!" ucapnya lalu dia mulai melakukan gerakannya.


"Hahaha…! Jadi kamu mau menghadapiku dengan Taichi mu? Rasa nya sudah sangat lama sekali. Hari ini aku juga ingin menggerakkan sedikit tulang-tulang tua ku lagi," kata Hong Fang kemudian dia menggerakkan tubuhnya dengan gerakan cepat.


Tao Lao dan Hong Fang maju secara bersamaan, keduanya sama-sama menggunakan jurus-jurus terbaik yang mereka miliki. Gerakan Tao Lao begitu lentur seperti gerakan air, setiap gerakannya sangat halus, dan tidak ada emosi yang terkandung dalam riak gerakan tersebut. Berbeda dengan Tao Lao, Hong Fang justru menggunakan gerakan kaku, gesit, dan juga sangat kuat.


Setiap kedua serangan saling menyerang dan bertahan, serangan tersebut akan menciptakan ledakan tanah di sekitar pertarungan mereka serta hembusan gelombang angin yang mampu mendorong bebatuan hingga tubuh manusia yang tidak memiliki kemampuan untuk bertahan akan terlempar.


Walau Tao Lao cukup lentur saat menyerang dan cukup mampu untuk bertahan, namun yang menjadi lawannya adalah seorang Pendekar yang hampir mencapai Puncak Jiwa Kaisar, sedangkan Tao Lao masih berada di Kelas Pendekar Menengah Jiwa Kaisar, tentu saja Hong Fang lebih unggul, semua bisa di lihat saat mereka sudah bertukar serangan lebih dari sepuluh jurus, Hong Fang berhasil membuat Tao Lao tersudut.

__ADS_1


Tao Lao mundur beberapa langkah ke belakang saat menahan serangan pukulan dari Hong Fang, serangan tinju Hong Fang menyisakan bekas di telapak tangan Tao Lao, dia melihat tangannya agak memerah dan ada rasa panas di bekas pukulan yang berhasil dia tahan.


"Pukulan Peremuk Tulang mu memang sangat kuat sekali, sangat cocok sekali dengan julukan mu sebagai Pendekar Tengkorak Api!" kata Tao Lao setelah berhasil meringankan rasa panas di telapak tangannya.


"Kamu sudah mengetahuinya dari dulu bukan? Selama ini belum pernah ada satu pendekar pun yang berhasil menahan serangan Pukulan Peremuk Tulang ku ini, kecuali Long Xao, itu sebabnya kami tidak memenuhi syarat untuk berhadapan denganku, jadi kamu harus bersiap untuk tetap berada disini terkubur bersama para pasukan lalat Song Guo Li," kata Hong Fang.


"Aku akui aku bukanlah tandinganmu, akan tetapi kamu juga tidak akan mudah untuk dapat membunuhku, andai pun bisa, kamu pasti akan kehilangan satu lenganmu," jawab Tao Lao kemudian dia kembali menyerang Hong Fang.


Hong Fang mengerutkan keningnya melihat gerakan Tao Lao yang sedikit berbeda, walau jurus yang digunakan oleh Tao Lao masih sama, namun ada beberapa gerakan lain yang berbeda.


"Hem! Jadi kamu juga berhasil menguasai Jurus Taichi hingga ketahap ini? Ternyata aku sudah salah karena terlalu meremehkanmu! Baiklah, aku juga akan menggunakan Pukulan Peremuk Tulang tahap ketiga."


Tao Lao mengubah Tenaga Dalam nya menjadi kekuatan energi berupa kekuatan unik, angin mulai berputar di sekitarnya dan beberapa benda seperti di hisap dan bergerak mengikuti gerakan tangan yang Tao Lao peragakan, sedangkan Hong Fang mengumpulkan Tenaga Dalam ke kedua kepalan tangannya dan mengubah Tenaga Dalam nya itu di rubah menjadi perubahan energi panas, udara disekitarnya menjadi panas sedangkan benda apapun akan terhempas saat terkena angin panas yang mendorongnya.


"Air Tenang Mengalir."


Mereka berdua sama-sama melepaskan serangan mereka, saat Hong Fang melepaskan pukulannya ke arah Tao Lao dengan pukulan yang mampu untuk menghancurkan benda apapun, Tao Lao dengan gerakan yang lebih teratur, licin dan lentur menepisnya dan memberikan serangan tapak ke dada Hong Fang.


Begitu mengenai tubuh Hong Fang, serangan tapak yang memiliki Tenaga itu seperti melepaskan dorongan yang begitu besar, serangan Tao Lao tidak hanya sampai disitu saja, dia dengan cepat merubah serangan tapak ke pukulan beberapa kali, dan di saat yang bersamaan, pukulan Hong Fang juga mendarat ke bahu Tao Lao.


Tubuh Hong Fang dan Tao Lao terlempar belasan meter serta suara ledakan tanah membuat debu berterbangan, dan batu-batu ledakan yang terlempar ke udara di hempaskan oleh gelombang kejut yang langsung terbang berhamburan menghujani banyak prajurit dan Pendekar yang sedang bertarung, walau jaraknya cukup jauh, namun mereka masih terkena efek ledakan tersebut.

__ADS_1


Hong Fang berhasil mendarat dan menstabilkan tubuhnya, namun dia juga sempat memuntahkan seteguk darah segar setelah menerima serangan Tao Lao. Belasan meter di hadapannya, Tao Lao tidak berhasil menstabilkan tubuhnya, dia terjatuh berguling beberapa kali kemudian memuntahkan darah dua kali.


Tao Lao merasakan sakit yang luar biasa di bahunya, tulang bahunya retak, walau dia sempat melindungi tubuhnya dengan Tenaga Dalam nya, namun serangan Hong Fang mampu menembusnya, hanya saja Tao Lao masih beruntung bisa selamat walau harus mengalami luka dalam yang cukup parah.


"Saudara Tao..!"


Shan Gu dan Yu Kang segera membantu Tao Lao untuk duduk, Shan Gu meminta Yu Kang untuk menjaganya karena dia akan membantu mentransfer Tenaga Dalam nya untuk membantu meringankan luka Tao Lao, walau Shan Gu dan Yu kang juga mengalami luka, namun mereka masih memiliki Tenaga Dalam yang cukup untuk menolong Tao Lao.


Setelah mendapatkan pertolongan dari Shan Gu, Tao Lao terlihat sedikit lebih baik, dia mengeluarkan sebutir Pil yang sudah disiapkan sebelumnya lalu duduk sesaat untuk menyerap khasiatnya.


"Terima kasih saudara Shan, saudara Yu!" kata Tao Lao.


"Bagaimana kondisimu?" tanya Shan Gu.


"Sedikit lebih baik!" jawab Tao Lao kemudian dia menatap Hong Fang yang sedang memulihkan diri dengan dijaga oleh dua Pendekar Jiwa Ahli. "Dia benar-benar sangat kuat, seranganku mungkin tidak begitu melukainya, hanya saja dia tidak akan sadar jika sebenarnya aku juga sudah menotok beberapa urat syarafnya sehingga dia akan sedikit lebih lama untuk memulihkan diri!" kata Tao Lao.


"Setidaknya saudara Tao sudah berhasil menahannya, hanya saja situasi kita masih belum selesai!" jawab Yu Kang kemudian dia memperhatikan pertempuran yang situasinya tidak menguntungkan pihak Kerajaan Song.


Mata Yu Kang tertuju ke arah pertempuran lain, di tempat itu ada seorang pemuda yang membunuh para prajurit serta pendekar Kerajaan Qin yang kemanapun mereka berada di bawahnya. Hanya dengan satu pedangnya, Pemuda itu sudah menghabisi banyak prajurit Qin sehingga Qian langsung menjadi target balas dendam para prajurit dan Pendekar lainnya.


"Bukankah anak muda itu tadi yang selalu bersama dengan Li Xhiang? Pemuda zaman sekarang ini benar-benar bernyali besar!" gumam Yu Kang yang disertai dengan keterkejutannya melihat Aura Kematian Qian yang semakin tebal.

__ADS_1


Di sisi lain, para pasukan yang dipimpin oleh Lian Bai mulai melepaskan pasukan perang nya dan maju menggempar musuh, pasukan berkuda bersenjata lengkap itu mulai memberikan perlawanan yang sengit kepada para pasukan Qin, sedangkan Lian Bai ikut maju dan bergerak menuju kearah Qian, dia pergi ke arah Qian karena melihat salah satu Panglima Qin yang berniat untuk menyerang pemuda tersebut. "Zhai Wong...! Lawanmu adalah aku..!" seru Lian Bai kemudian dia melompat ke arah Panglima Zhai Wong dengan melepaskan serangan tombaknya.


__ADS_2