PANGERAN PENDEKAR NAGA

PANGERAN PENDEKAR NAGA
Membunuh dua Pendekar Jiwa Ahli


__ADS_3

Qian mengatur pernafasannya, rasa nyeri mulai dirasakan dari bahu dan menjalar ke ulu hatinya, daya hisap pedangnya sedikit lebih cepat dari saat pertama dia menggunakan kekuatannya, jika dia menggunakan tanpa kekuatan misterius, mungkin dalam sekejap Tenaga Dalam nya sudah habis. "Benar-benar Pedang yang aneh!" batin Qian.


Qian menyilangkan tangan dan pedangnya dengan tiga satu tangan membentuk tiga cakar, posisi gerakan sedikit membungkuk dengan pancaran aura gelap yang semakin pekat, sorot mata Qian lebih tajam dan kemudian Qian bergerak maju.


"Hemp!"


Pendekar itu mendengus lalu dengan ekspresi serius, Pendekar tersebut juga maju menyambut serangan Qian. Dari pertukaran awal saja, Pendekar tersebut sudah tidak lagi berani meremehkan Qian, walau pemuda itu masih begitu muda, namun dia memiliki kemampuan yang sama dengan dirinya.


Keduanya mulai saling bertukar serangan, mulai dari serangan pedang yang dikombinasikan dengan serangan tangan dan kaki membuat pertarungan keduanya sangat sengit. Suara benturan pedang yang menciptakan gelombang-gelombang sonik rendah mampu menciptakan desiran gelongbang angin kecil.


Lian Bai yang saat ini mengalami banyak luka segera melompat mundur, nafasnya sedikit memburu, dan matanya melihat ke arah pertarungan Qian. "Siapa pemuda itu?" gumam Lian Bai yang tatapannya dipenuhi keterkejutan.


Lian Bai tentu belum mengenal Qian, karena saat Qian tiba, dia masih berada di perjalanan mengawal perjalanan Pangeran, karena itu dia terkejut dengan sosok pemuda yang usianya masih sangat muda, namun di usia semuda itu sudah menjadi seorang Pendekar Puncak Jiwa Ahli.


"Hem? Tidak kusangka istana ini menyembunyikan pendekar seperti itu!" gumam Huandi.


Huan Gong dan Liu Sheng sama-sama terseret mundur setelah sama-sama melepaskan pukulan, dia mengusap sisa jejak darah di tepi bibirnya seraya menatap pertarungan Qian yang begitu sengit, bahkan pertarungan Qian dan lawannya lebih sengit dari pertarungannya melawan Liu Sheng. "Qian ini..! Ternyata dia memiliki kemampuan yang dia sembunyikan," gumam Huan Gong dengan tersenyum pahit.


Pertarungan Qian melawan Pendekar Puncak Jiwa Ahli benar-benar menarik perhatian semua orang, jangankan yang berada di level rendah, bahkan di level Pendekar Menengah Jiwa Raja sekalipun diam-diam tertarik untuk melihat pertarungan keduanya.


"Apakah kamu baik-baik saja?"


Fa Lio Bai berhasil menarik diri untuk menghampiri Fa Xian yang terluka, akibat pertarungan sengit Qian, pertarungan Fa Lio Bai dan lawannya jadi terhenti, karena itu Fa Lio Bai memiliki kesempatan untuk menolong Fa Xian.


"Qian benar-benar sangat hebat!" gumam Fa Xian.


"Iya..!" Fa Lio Bai ikut mengakuinya.


Siapa sangka pemuda yang secara kebetulan bertemu di Desa Qiandong itu adalah orang yang tidak biasa, di balik memiliki rahasia latar belakang yang hanya diketahui oleh dirinya, ternyata pemuda pemain Genderang pertunjukannya itu juga memiliki kekuatan misterius yang membuatnya sangat hebat.


"Adik Mo Cheng, kamu jangan sampai mempermalukan Organisasi Pedang Hitam kita! Kalahkan bocah itu," seru rekannya yang sebelumnya berhadapan dengan Fa Lio Bai.

__ADS_1


Sosok yang di panggil Mo Cheng hanya bisa berdecak kesal mendengar ocehan rekannya, Mo Cheng dengan mata memerah melakukan gerakan langkah kaki yang disertai dengan ayunan pedang, jika dilihat Mo Cheng seperti bergerak menyerupai laba-laba.


"Bocah kecil, akan aku tunjukkan padamu seperti apa itu kematian," seru Mo Cheng seraya bergerak dengan langkah kaki yang semakin cepat ke arah Qian.


"Membuat Mo Cheng menggunakan Jurus Enam Langkah Gerakan Pedang Laba-laba, bocah itu sepertinya telah membuatnya marah," kata Huandi yang mengamati gerakan Mo Cheng.


Nafas Qian mulai tidak beraturan, saat ini Qian bisa unggul karena Pedang dan kekuatan misteriusnya, namun dia tidak unggul dalam pertarungan, andai dia tidak menggunakan Pedang dan mengaktifkan kekuatan misteriusnya, tentu Qian sudah kalah sejak pertukaran pertama.


Walau tubuhnya semakin berat karena beban kekuatan Pedang nya, Qian berusaha untuk tetap menahannya, saat melihat Mo Cheng sudah semakin dekat, Qian menutup matanya seraya memposisikan pedangnya ke samping.


Tanda merah di pergelangan tangannya semakin menyala saat Qian mulai menyalurkan Tenaga misterius nya ke Padang nya, Qian akan mencoba menggunakan salah satu Jurus Pedang Naga tahap ketiga, ini adalah Jurus terakhir yang bisa digunakan karena sangat sulit untuk menguasai seluruh tingkat jurus Pedang Naga nya yang memiliki sembilan tahapan.


Qian merasakan Pedang Naga Api nya menyerap Tenaga misterius nya dengan sangat cepat, Pedang itu terasa seperti lubang hisap yang tidak memiliki batas saat menyerap Tenaga misterius nya, andai itu Tenaga Dalam nya, mungkin Qian akan langsung mati kekeringan.


"Bocah..! Matilah..!"


"Jurus Enam Langkah Gerakan Pedang Laba-laba!"


"Hahahaha…!"


Mo Cheng tertawa dengan sangat ganas namun tetap dalam gerakan menyerang serta langkah kaki yang semakin dekat, riak angin yang bergerak juga melesat dengan membawa hembusan angin tajam ke arah Qian yang masih menutup mata, dan ketika hembusan angin kecil tajam itu sudah hampir dekat, Qian tiba-tiba saja membuka matanya yang membuat Mo Cheng terkejut saat melihat mata Qian yang sedikit menyala merah.


"Jurus Kibasan Ekor Pedang Api!"


Qian meraung keras seraya melepaskan satu tebasan dari Pedang nya yang semakin menyala, dalam satu kali tebasan, angin seperti terbelah oleh riak panas yang sangat panjang membentuk sebuah lengkungan sabit tak terlihat, namun di dalam riak itu mengandung hawa yang cukup panas, dan itu mampu mematahkan enam angin tajam yang melesat ke arahnya.


Mo Cheng yang terkejut juga melihat riak tak terlihat sudah mematahkan jurusnya, bahkan riak itu terus melesat membelah angin menuju ke arah nya. Dengan terpaksa Mo Cheng menggunakan Pedang nya untuk menahan serangan Qian. Begitu riak itu mengenai Pedangnya, Pedang Mo Cheng langsung hancur menjadi potongan-potongan kecil, bahkan riak yang membelah angin itu langsung mengenai tubuhnya.


"Argh…!!"


Mo Cheng berteriak dengan sangat keras serta tubuh yang mengejang, dia merasa tubuhnya seperti di cincang dari segala arah dengan pedang yang sangat panas, darah mulai bermunculan dari setiap bagian tubuhnya, dan yang paling mengejutkan lagi, setiap darah yang keluar seperti air itu langsung mengeras seperti terkena panas.

__ADS_1


Semua yang melihat itu jelas sangat terkejut, mereka semua bukan terkejut karena Qian berhasil mengalahkan Mo Cheng, melainkan terkejut karena jurus nya yang memiliki kekuatan misterius.


"Tidak salah lagi, itu memang Pedang milik Xio Lang!" gumam Pangeran Han Li Guo.


"Pangeran…!"


Han Li Guo mengangguk setelah Ling Quan memanggilnya seraya menatap Qian dengan pedangnya, dia jelas tahu apa yang ada di pikiran Ling Quan saat ini.


Di sisi lain Huandi juga terkejut melihat itu, selama ini belum pernah ada seorang Pendekar Jiwa Ahli yang memiliki kemampuan seperti Qian, Huandi mengakui, jika dirinya juga tidak berani untuk menerima serangan seperti itu, begitu juga dengan Liu Sheng yang saat ini mengalami beberapa luka di tubuhnya.


Xihua yang berhasil mengalahkan beberapa lawannya juga terkejut melihatnya, dia tidak menduga jika Qian memiliki kemampuan seperti itu, begitu juga dengan Fa Xeiyin.


Semua orang menghirup udara dingin menyaksikan tubuh Mo Cheng yang berantakan, bahkan wajahnya tidak bisa lagi di kenali, dan tubuhnya benar-benar terkoyak habis seperti di sayat-sayat oleh ribuan pedang.


"Mo Cheng!"


Rekan Mo Cheng hanya bisa melihat tubuh Mo Cheng yang berantakan, kondisinya benar-benar sangat menyedihkan, dengan demikian Qian sudah membunuh Dua Pendekar Jiwa Ahli seorang diri, ini benar-benar membuat Pedang Hitam mengalami kerugian besar, jika itu adalah para Pendekar Jiwa Pemula dan Petarung, tentu tidak akan begitu dirugikan, namun Pendekar Jiwa Ahli memiliki posisi yang lebih kuat dan tentunya sangat disegani, namun Qian dengan Pedangnya sudah menghilangkan keduanya dengan kemampuan misteriusnya.


Qian langsung jatuh berlutut dengan Pedang nya sebagai penahan tubuhnya, dia merasakan sesuatu yang agak asin bercampur manis keluar dari tenggorokannya sebelum akhirnya dia memuntahkan seteguk darah. Pedang dan jurusnya yang digunakan benar-benar sangat menguras banyak tenaga, rasa sakit yang sebelum nya seperti menusuk-nusuk hingga ke ulu hati nya kini semakin terasa, hal itu yang membuatnya memuntahkan darah, jelas Qian merasa jika ada beberapa pembuluh darah yang pecah di bagian dalamnya.


"Bagus sekali bocah, kamu sudah berani membunuh kedua rekan ku! Kamu harus membayarnya dengan nyawamu!" kata rekannya dengan tatapan yang dipenuhi dengan niat membunuh, dia berniat untuk menyerang Qian yang sedang kelelahan, namun baru beberapa langkah dia berjalan, Fa Lio Bai sudah menghadangnya.


"Urusan kita belum selesai!" kata Fa Lio Bai.


"Hu..! Jika aku tidak bisa membunuhnya, masih ada orang-orang ku yang akan melakukannya," ucapnya kemudian dia berseru keras, "Semua Anggota Pedang Hitam, target kalian sekarang adalah bocah ini."


Semua anggota kelompok Pedang Hitam yang mendengar itu saling berpandangan sebelum akhirnya mereka semua menjawabnya, "Baik Tuan Cao Huo," jawab mereka semua lalu puluhan anggota Pedang Hitam segera berlari ke arah Qian.


Fa Lio Bai sangat marah, dia menatap Cao Huo yang tersenyum lebar ke arahnya, dengan tatapan dingin, Fa Lio Bai segera maju menyerang Cao Huo, sedangkan Qian di tempat yang agak jauh hanya menatap puluhan pendekar yang mulai menyerbu ke arah nya.


"Hahaha..! Kalian pikir bisa membunuhku? Majulah kalian semua!" kata Qian dengan tertawa keras namun tawa nya mengandung tatapan ganas serta Aura Kematian yang semakin gelap.

__ADS_1


__ADS_2