
Kedua Pendekar Jiwa Ahli menyerang Fa Lio Bai dari dua sisi yang berlawanan, dengan serangan jurus yang berbeda, Fa Lio Bai hampir terkena salah satu serangan yang berada cukup dekat dengan lehernya.
Walau begitu tidak mudah bagi mereka berdua untuk bisa melukai Fa Lio Bai, tingkat kemampuan memang sama, namun dari segi permainan pedang, Fa Lio Bai lebih unggul, sebab dia sudah menguasai beberapa jurus Pedang yang berbeda.
"Jurus Pedang Bulan Suci."
Fa Lio Bai melompat ke udara kemudian melepaskan serangannya ke arah kedua lawannya, kedua pendekar itu dengan sigap melompat dan tidak berniat untuk menahan serangan Fa Lio Bai sehingga serangan Fa Lio Bai hanya menebas udara kosong.
Salah satu Pendekar melihat celah yang terbuka pada Fa Lio Bai, dia segera melesatkan serangannya ke arah bagian pinggang yang tidak memiliki pertahanan pelindung.
"Trank…!!"
Serangan pedang Pendekar itu tiba-tiba saja dihalau oleh Qian yang muncul dengan memegang dua pedang milik lawannya, hal itu tidak hanya membuat Pendekar itu terkejut, bahkan Fa Lio Bai juga sama terkejutnya melihat Qian yang datang membantunya, mereka berdua saling berdekatan dengan posisi saling memunggungi.
"Qian, mereka bukanlah lawanmu, cepatlah kembali ke tempatmu," ucap Fa Lio Bai dengan pelan kepada Qian.
Qian hanya tersenyum menanggapinya, dia meluruskan kedua pedang yang dia ambil dari kedua lawan yang sudah berhasil dia bunuh, dan dengan memasang kuda-kudanya, Qian pun bersiap untuk melawan Pendekar Jiwa Ahli itu seraya berkata kepada Fa Lio Bai, "Aku tahu akan batasanku paman, aku hanya ingin mengalihkan nya saja, jadi paman harus Fokus mengalahkan yang satunya, dan aku akan berusaha menahannya, tapi paman harus cepat karena aku tidak akan mungkin bisa menahannya terlalu lama," kata Qian lalu dia bergerak maju dengan kedua pedangnya.
"Kamu hanya mengantarkan nyawamu sendiri bocah!" seru pendekar itu kepada Qian lalu dia pun melepaskan jurusnya menyambut serangan Qian.
Keduanya mulai saling serang dengan sengit, walau kekuatan pendekar itu lebih tinggi satu tingkat dengan Qian, namun Qian yang menggunakan jurus dua pedang yang diajarkan Yuwen mampu menahan setiap serangan pendekar itu, hanya saja Qian belum bisa memberikan balasan serangan yang cukup, setidaknya rencana Qian untuk memisahkan pendekar itu dengan rekannya berjalan dengan sempurna sehingga akan memberikan kesempatan bagi Fa Lio Bai untuk segera mengalahkan lawannya.
"Kenapa kamu bisa menguasai Jurus Pedang dari Perguruan Bulan Suci? Setahuku Perguruan Bulan Suci tidak memiliki murid maupun anggota laki-laki disana!" kata Pendekar itu yang menanyakan akan bagaimana dia bisa menguasai Jurus dari Perguruan Bulan Suci.
Fa Lio Bai tidak menjawabnya, dia menoleh ke arah Qian yang mulai terdesak oleh serangan lawannya, hanya saja Fa Lio Bai bingung kenapa Qian tidak menggunakan racun milik Racun Kalajengking nya? Walau begitu Fa Lio Bai tetap akan segera menyelesaikan pertarungan nya dengan cepat agar bisa cepat menolong Qian.
"Bukan urusanmu aku mendapatkan jurus ini dari mana, lebih baik bersiaplah menerima seranganku," kata Fa Lio Bai lalu dia mengubah kuda-kudanya.
"Pedang Cahaya Emas."
Dengan gerakan gesit dan lentur, Fa Lio Bai melepaskan serangannya yang membuat lawannya tidak hanya terkejut, bahkan sudah mulai tidak bisa menghindari serangan yang begitu gesit, bahkan setiap kali Fa Lio mengayunkan Pedangnya, pedang itu seperti memiliki bayangan pedang bercahaya sehingga terlihat seperti ada beberapa pedang.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin, siapa sebenarnya kamu?" seru Pendekar tersebut yang tidak menduga jika Fa Lio Bai juga menguasai salah satu jurus dari perguruan Pedang Emas.
Tanpa memperdulikan keterkejutan lawannya, Fa Lio Bai terus melepaskan serangan beruntun yang membuat lawannya tidak mampu memberikan perlawanan balik, bahkan beberapa sudah mulai menggoresi tubuhnya hingga akhir Fa Lio Bai melepaskan serangan yang lebih kuat.
"Jurus Pembelah Angin."
Dengan mengalirkan Tenaga Dalam ke Pedang nya yang membuat pedang itu bercahaya kebiruan, Fa Lio Bai segera menebas lurus ke samping, dan targetnya adalah leher si Pendekar tersebut.
Pendekar itu berusaha mengalirkan Tenaga Dalam nya untuk melapisi pedangnya dengan kekuatan tambahan lalu digunakan untuk menahannya, namun begitu pedangnya beradu dengan Pedang Fa Lio Bai, pedangnya langsung patah dan Pedang Fa Lio Bai dengan cepat menebas leher si Pendekar itu hingga kepala si Pendekar tersebut terlepas dari badannya.
Orang-orang yang melihat itu hanya bisa menutup mata karena tidak mampu untuk melihat pemandangan yang begitu mengerikan, sedangkan tubuh Pendekar tanpa kepala itu baru jatuh setelah Fa Lio Bai berbalik memunggunginya.
Kini hanya tersisa satu Pendekar Ahli yang sedang berhadapan dengan Qian, walau Qian cukup kesulitan menghadapinya, namun dia benar-benar berhasil menahan Pendekar Jiwa Ahli itu sehingga memberikan kesempatan kepada Fa Lio Bai untuk mengalahkan lawannya.
"Pedang Jiwa Kegelapan."
Pendekar Jiwa Ahli itu mengalirkan Tenaga Dalam ke Pedang nya yang membuat pedang itu mengeluarkan aura hitam pekat lalu segera di arahkan ke Qian. Serangan itu tidak hanya kuat namun juga memiliki kekuatan yang membuat Qian hampir tidak mampu menahan genggamannya.
Selama pertarungannya beberapa kali dengan lawan yang merupakan Pendekar Jiwa Ahli sebelumnya, dia memiliki keberuntungan karena menggunakan Racun sehingga bisa memenangkan pertarungan tanpa perlu menggunakan banyak tenaga serta tidak pernah merasakan pertarungan yang sebenarnya melawan kekuatan Pendekar Jiwa Ahli yang sesungguhnya.
Qian melompat mundur menghindari setiap tebasan itu, dan kemudian dia merentangkan kedua pedangnya setelah itu, Qian mengayunkan pedangnya dengan gaya saling diputar dengan bersilangan.
"Tarian Pedang Kembar."
Dengan serangan putaran Pedang nya, Qian melepaskan serangannya yang begitu cepat, lalu keduanya saling beradu pedang berkali-kali yang menciptakan suara benturan keras sehingga pedang itu mulai menunjukkan tanda-tanda akan patah saat retakan halus mulai menyebar di Pedang Qian.
"Jurusmu memang aneh, tapi itu masih belum cukup untuk bisa mengalahkanku!" kata Pendekar tersebut dan dia memperkuat serangannya lagi.
Kedua pedang milik Qian yang tidak mampu lagi bertahan dari serangan lawannya akhirnya hancur berkeping-keping, sedangkan Pendekar tersebut langsung menendang dada Qian yang membuat tubuh Qian terhempas beberapa meter kebelakang.
Qian berusaha untuk tidak jatuh, namun rasa sakit di dadanya membuatnya tidak bisa untuk tidak memuntahkan seteguk darah. Namun saat dia melihat lawannya yang mengarahkan pedangnya menuju ke arahnya, Qian berniat akan mengeluarkan Pedang Naga Api nya.
__ADS_1
"Jurus Membelah Angin."
Sebelum serangan pendekar itu sampai ke tubuh Qian, Fa Lio Bai yang datang tepat waktu segera memberikan serangannya yang membuat Pendekar itu mengurungkan niatnya untuk membunuh Qian.
Beruntungnya serangan Fa Lio Bai tidak langsung mengenainya sehingga dia selamat, namun serangan Fa Lio Bai membuat Pendekar itu baru menyadari jika ternyata kemampuan Fa Lio Bai sudah berada di Puncak Pendekar Jiwa Ahli.
"Apakah kamu baik-baik saja Qian?" tanya Fa Lio Bai setelah berada di sebelah Qian.
"Aku baik-baik saja paman!" jawab Qian seraya mengusap sisa darah di tepi bibirnya.
"Terima kasih karena sudah menahannya untukku, sekarang kamu mundur saja, biar aku yang menyelesaikan ini," kata Fa Lio Bai.
Qian segera mengangguk lalu dia menjauhi Fa Lio Bai dan pergi menuju ke arah Fa Xian dan Fa Xeiyin yang saat ini berurusan dengan pemilik toko.
Pendekar Ahli itu hanya bisa berdecak kesal karena sekarang hanya tersisa dirinya saja, dia tahu jika dia menghadapinya seorang diri, dia pasti tidak akan mampu melawan pria yang ada di hadapannya itu.
"Kelompok Pedang Hitam! Hari ini kamu tidak akan bisa pergi dari tempat ini."
Fa Lio Bai dan Pendekar itu terkejut dengan suara yang tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang sedang menyaksikan pertarungan mereka, semua orang segera memberikan ruang dan terlihatlah seorang Panglima bersama beberapa prajurit di belakangnya.
"Panglima Huan Gong?"
Pendekar itu melotot tidak percaya setelah mengenali sang Panglima yang datang bersama para Prajuritnya itu, hal itu membuatnya harus mencari cara agar bisa kabur dari tempat itu, namun sebelum dia berbalik untuk bisa kabur, beberapa prajurit segera menyebar dan mengarahkan tombak mereka semua ke arah Pendekar tersebut.
"Berani sekali kalian muncul di Kota ini dan membuat kekacauan, hari ini atas nama Kerajaan, kamu akan aku tangkap, jika berani melawan, maka kamu akan mati di tempat ini," kata Huan Gong.
Pendekar itu memperhatikan ke sekelilingnya, dia sama sekali tidak memiliki celah untuk bisa kabur, walau dia memiliki kemampuan untuk melompat, namun Panglima Huan Gong dan Fa Lio Bai pasti akan langsung menyerangnya.
Tentu saja menghadapi dua kekuatan Puncak Jiwa Ahli adalah hal yang mustahil bagi pendekar itu yang baru mencapai awal Jiwa Ahli, namun walau dia tahu dia tidak akan bisa meloloskan diri, Pendekar tersebut sama sekali tidak berniat untuk menyerahkan diri, yang ada dia justru tersenyum seraya berkata, "Pedang Hitam pasti akan mengejar mu Pendekar," ucapnya kepada Fa Lio Bai lalu dia mengangkat pedangnya dan akan menyerang para prajurit yang paling dekat dengan dirinya.
Panglima Huan Gong segera melompat dengan golok panjangnya yang diayunkan dengan kuat ke arah pendekar tersebut sehingga pendekar itu tidak memiliki waktu untuk menghindari serangan dari udara. Alhasil, golok besar itu langsung mematahkan pedang Pendekar tersebut hingga golok itu mengenai bahunya dan masuk hingga mencapai ke dadanya.
__ADS_1
Melihat pendekar itu yang sudah tidak mungkin lagi mempertahankan nyawanya, Fa Lio Bai hanya menghela nafas lalu menyarungkan kembali pedangnya setelah itu dia melihat Huan Gong yang sedang memerintahkan para prajuritnya untuk membersihkan mayat-mayat para anggota Pedang Hitam.