PANGERAN PENDEKAR NAGA

PANGERAN PENDEKAR NAGA
Berangkat ke Istana


__ADS_3

Selain membahas masalah pengkhianat istana yang belum diketahui sosok aslinya, Huan Gong juga membahas akan acara kedatangan Pangeran ketiga Kaisar Han, dan yang tidak disangka-sangka oleh Fa Lio Bai dan semuanya, ternyata Huan Gong sudah memiliki rencana untuk menawarkan pekerjaan kepada Fa Lio Bai.


"Panglima, apakah ini tidak masalah? Anda ingin menggunakan kekuatan luar untuk menjaga keamanan di Istana?" tanya Fa Lio Bai.


"Hahaha.. Siapa yang bilang aku menggunakan kekuatan luar, secara alami anda adalah rakyat Song, kemampuan bertarung anda sejajar dengan kemampuan ku! Bagaimana?" jawab Huan Gong.


Fa Lio Bai terdiam memikirkan penawaran Huan Gong, walau itu adalah kesempatan baginya untuk bergabung menjadi anggota pasukan kerajaan, namun sebagai seorang Pendekar yang tidak memiliki ikatan apapun terhadap sebuah kelompok, Fa Lio Bai tentunya masih memikirkan nasib kedua anaknya yang masih membutuhkan dirinya, tentunya Fa Lio Bai harus mencarikan sumber daya untuk kedua anaknya itu, dan mengenai Qian, dia tentu tidak mengkhawatirkannya, sebab pemuda itu memiliki latar belakang yang jauh lebih baik dari pada dirinya, walau dia sendiri belum tahu apa yang akan Qian rencanakan kedepannya, namun begitu identitasnya terungkap, dia akan menjadi orang yang pastinya akan menjadi pemimpin bagi rakyat, hanya saja masih belum tahu kapan itu akan terjadi.


"Tuan Pendekar, tuan tidak perlu khawatir, kami pihak Kerajaan pasti akan memberikan kompensasi yang tidak akan merugikan anda! Jika anda bersedia, maka Yang Mulia pasti akan memberikan anda apapun yang anda inginkan selama itu tidak melebihi batas, berbagai fasilitas akan diberikan seperti tempat tinggal dan lainnya untuk anda," kata Huan Gong.


"Apakah Panglima ingin saya bergabung menjadi pasukan kerajaan untuk selamanya?" tanya Fa Lio Bai.


"Bukan pasukan biasa, namun aku akan meminta kepada Raja untuk menjadikan anda menjadi Pelindung pribadi keluarga Kerajaan, mengingat kami para Panglima sewaktu-waktu akan pergi berperang, jadi kami jarang berada di sisi Raja, sama ketika kejadian 17 tahun yang lalu dimana saat itu aku sedang bertugas di luar sehingga yang ada di sana saat itu hanyalah Panglima Lian Bai," jawab Huan Gong.


Fa Lio Bai menatap kedua anaknya sekaligus menatap Luan Xui yang hanya diam, walau diam namun mereka juga sama terkejutnya, sedangkan Qian mengangguk kepada Fa Lio Bai saat tatapan Fa Lio Bai terarah padanya.


Qian tentu sangat setuju jika Fa Lio Bai menjadi pelindung ayahnya, dengan demikian Fa Lio Bai akan mudah membantunya di masa depan untuk mencari Pengkhianat tersebut.


Setelah berpikir selama beberapa saat dan tentunya setelah kedua anaknya menyetujuinya, Fa Lio Bai akhirnya memberikan keputusannya. "Baiklah Panglima, saya bersedia dengan tawaran Panglima," jawab Huan Gong.


Huan Gong sangat senang mendengarnya, begitu juga dengan Chang Xu Tian, sekarang istana akan memiliki kekuatan seorang Pendekar Jiwa Ahli tambahan.


"Jujur saja, Raja Song sudah tahu akan rencana ini, bahkan sebenarnya dia memintaku membawa anda malam ini untuk menemuinya," kata Huan Gong.


"Hah? Jadi Panglima sudah memberitahu Raja Song sebelum kesini?" tanya Fa Lio Bai yang terkejut mendengarnya.


"Tentu saja! Aku sudah memberitahu semuanya, karena itulah Raja Song ingin bertemu dengan anda, namun aku berjanji akan mempertemukan kalian besok sebelum Pangeran ketiga Kaisar Han tiba, jadi aku akan mengirim utusan untuk menjemput kalian besok pagi," jawab Huan Gong.


"Panglima, bagaimana mengenai keselamatan Pangeran ketiga Kaisar Han itu?" tanya Qian.


"Tidak perlu khawatir, saat ini Panglima Yiu Lin sudah bersama dengan Pangeran Ketiga Han, Panglima Yui Lin juga membawa 30 Pasukan khusus, belum lagi Pangeran ketiga Han juga dilindungi oleh pengawal yang bahkan lebih kuat dari pasukan kami," jawab Huan Gong.


Pasukan elit yang Pangeran ketiga Han itu bawa mungkin tidak bisa membantu menggagalkan rencana licik anggota Tiga Pedang, namun dengan keberadaan Panglima Yiu Lin, itu akan menjadi penghalang penyamaran serta akan menggagalkan rencana mereka yang ingin mengadu domba kedua belah pihak.


"Baiklah, karena kita sudah sama-sama menyetujui kesepakatan ini, aku tidak akan tinggal berlama-lama lagi disini, masih banyak sesuatu yang harus aku urus di istana untuk menyambut kedatangan Pangeran ketiga Han besok," kata Huan Gong seraya bangkit lalu dia berpamitan kepada Chang Xu Tian dan kedua anaknya.

__ADS_1


Setelah kepergian Huan Gong, Chang Xu Tian masih melanjutkan obrolan mereka, tentu saja sekarang Fa Lio Bai sudah memiliki tempat baru di Keluarga Chang.


Setelah cukup lama saling mengobrol, Fa Lio Bai akhirnya pamit karena dia harus segera kembali ke penginapan mengingat besok pagi dia sudah harus bersiap untuk pergi ke istana, dan dia kembali ke Penginapan dengan ditemani oleh Chang Xai Qi.


Setelah mereka tiba di penginapan dan memasuki kamar masing-masing, mereka semua segera beristirahat kecuali Qian yang tidak bisa tidur karena besok dia akan segera bertemu dengan ayahnya yang belum pernah dia lihat sejak dirinya bisa melihat dunia.


***


Fa Lio Bai dan Fa Xian serta Fa Xeiyin bersama Luan Xui sudah berada di depan Pintu Penginapan, disana sudah ada sepuluh prajurit yang datang menjemputnya, sedangkan Qian hanya berdiri di pintu.


Mei Shien hingga keempat penjaga pintu masuk Penginapan tentu terkejut setelah melihat para prajurit yang datang untuk menjemput orang-orang yang sebelumnya mereka kira sebagai gelandangan, apalagi para prajurit langsung bersikap hormat kepada Fa Lio Bai yang membuat mereka semakin keheranan di buatnya.


"Kalian tunggu aku disana!" kata Qian kepada mereka berempat.


"Cepatlah datang, kami akan menunggumu di istana!" kata Fa Xeiyin yang sepertinya sedikit enggan untuk pergi.


Qian tersenyum hangat seraya mengangguk pelan, kemudian dia mengantar kepergian mereka semua dengan matanya hingga punggung mereka sudah tidak terlihat lagi.


Qian tentu tidak bisa ikut pergi karena dia masih menunggu Xihua, setelah mereka semua sudah tidak terlihat lagi, Qian pun kembali masuk untuk mengganti pakaiannya, dia akan mengenakan pakaian yang sudah Xihua belikan untuknya.


Qian duduk di kursi dengan pikirannya yang sedang membayangkan Raja Song, Qian tidak tahu harus bersikap apa nanti di hadapan ayahnya, apakah dia akan menangis, atau senang? Andai bukan karena keselamatan dirinya, pastinya Qian tidak akan menghadapi situasi yang penuh dilema seperti saat ini.


Pertemuan dengan Huan Gong semalam mungkin bisa menjadi kesempatan baik baginya untuk memberitahukan identitasnya, namun Qian tentu tidak secepat itu untuk mengungkapkannya mengingat ada orang yang pasti ingin membunuhnya.


Lupakan soal kemampuan Huan Gong, bahkan Panglima Lian Bai yang katanya adalah Panglima Perang Paling kuat dari semuanya saat itu tidak bisa melindungi Qian dan Ibunya yang akhirnya berakhir tragis, apalagi hanya dengan kemampuan Huan Gong.


Saat sedang melamun sendirian di dalam kamarnya, tiba-tiba saja ada suara ketukan di pintu kamarnya yang membuat Qian tersadar kembali dari lamunannya.


"Tuan! Ada Tuan Putri ingin bertemu dengan Tuan," kata suara pelayan di luar pintu kamar.


"Akhirnya dia datang juga!" gumam Qian lalu dia segera membukakan pintu kamarnya.


Mata Qian langsung tertegun melihat sosok cantik bergaun biru sedang berdiri menatapnya, penampilan gadis cantik itu memancarkan aura kecantikan yang membuat mata laki-laki tidak bisa berpaling untuk tidak terus menatap kecantikannya.


Andai tidak mengingat hubungan darah, Qian mungkin akan jatuh kedalam perasaannya, hal itu hanya berakhir menjadi sebuah kekaguman sebagai seorang kakak yang bertemu dengan adik kecilnya.

__ADS_1


Masalahnya gadis itu juga ikut tertegun menatap pemuda yang ada di hadapannya, penampilan yang terakhir benar-benar sangat berbeda dari sebelumnya, tidak hanya wajah pemuda itu yang tampan, bahkan ada dua kharisma yang membuat gadis itu larut dalam khayalannya sendiri.


Karena dia masih belum mengetahui status asli pemuda di hadapannya yang baru dia kenal beberapa hari yang lalu, jadi perasaan asing yang sempat tumbuh kini mulai menunjukkan akan memunculkan kelopak bunga yang indah.


"Xihua..?"


Xihua langsung tersadar dari lamunannya saat Qian memanggilnya dengan melambai-lambaikan tangannya di depan mata Xihua yang terlambat untuk merespon, setelah dia tersadar, Xihua hanya bisa memasang wajah malu.


"Apakah kamu sudah siap untuk memulai pekerjaanmu?" tanya Xihua.


"Apakah penampilanku ini terlihat masih kurang?" tanya balik Qian.


"Em...! Itu sudah cukup," jawab Xihua lalu dia melihat kesana kemari seperti mencari sesuatu. "Kemana paman mu dan juga kedua anaknya itu?" tanya Xihua.


"Owh.. mereka sudah lebih dulu berangkat ke istana bersama dengan para prajurit, itu karena ayahmu yang menginginkan Paman untuk menjadi Pelindung pribadi keluarga mu, dan semua itu atas permintaan Panglima Huan Gong," jawab Qian.


"Benarkah? Kenapa Panglima Huan Gong bisa mengenal pamanmu itu?" tanya Xihua yang terkejut setelah mendengar penjelasan Qian.


"Sebenarnya kita ini jadi berangkat atau mau duduk bercerita dulu?" tanya balik Qian.


"Tentu saja berangkat, tapi kamu harus menceritakannya dalam perjalanan," jawab Xihua.


Qian hanya bisa mengusap kepala bagian belakangnya mengetahui sifat adiknya, andai saja dia bisa menarik telinga Xihua, mungkin itu akan dia lakukan dan akan diakhiri dengan omelan.


Dengan tidak berdaya menghadapi sifat adiknya, Qian akhirnya menurutinya dan akan menceritakan pengalamannya kemarin saat tiba di Ibukota Xianyang di perjalanan.


Qian tidak menyangka jika Xihua datang bersama dengan beberapa pengawal, bahkan di sana juga ada Yi Feifei yang tersenyum lebar melihat Qian yang keluar bersama Xihua.


"Wah…! Tidak kusangka dia benar-benar bisa berubah menjadi setampan Pangeran sungguhan! Hah, andai kemarin aku langsung menyambarnya, aku tidak akan hanya menyimpan rasa penyesalan jika tahu dia akan berubah menjadi setampan ini," kata Yi Feifei yang berdecak kagum melihat penampilan Qian yang sangat berubah dan jauh lebih tampan daripada yang terakhir.


"Nona ada-ada saja!" kata Qian sembari melengkungkan sudut bibirnya sebab mendengar Yi Feifei yang menyesal karena terlambat dan juga telat menyambarnya, seolah-olah dirinya itu adalah makanan.


"Sudah jangan banyak menggoda lagi, ayo kita segera berangkat ke Istana," kata Xihua yang sudah tidak mau mendengarkan ocehan sahabatnya.


Mereka akhirnya berangkat ke Istana, dengan perasaan yang tidak sabar, Qian ingin segera tiba untuk bertemu dengan ayahnya, dan di dalam perjalanan mereka, Xihua pun meminta Qian untuk menceritakan akan bagaimana Fa Lio Bai bisa diangkat oleh ayahnya untuk menjadi Pelindung pribadi keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2