
Raut wajah Lian Bai benar-benar sangat tenggelam itu karena tidak hanya Huandi yang merupakan seorang Pendekar Jiwa Raja, namun tiga lainnya selain Liu Sheng juga merupakan seorang Pendekar Raja, total ada empat sosok Pendekar Raja, dan lima Pendekar Jiwa Ahli, Lian Bai khawatir jika di luar mungkin masih ada beberapa Jiwa Ahli lagi mengingat kemampuan Pedang Hitam serta Perguruan Racun Kalajengking.
"Huan Gong, hahaha..! Betapa beruntungnya aku bisa berhadapan denganmu!" kata Liu Sheng seraya mengeluarkan kedua Pisau nya.
"Apa yang harus aku banggakan jika berhasil membunuh pemberontak seperti kalian?" kata Huan Gong, walau dia tidak mengenal sosok berbaju hitam dengan penutup wajah itu, Huan Gong masih bisa merasakan jika Liu Sheng adalah seorang Pendekar Puncak Jiwa Ahli, dan itu sama dengan dirinya.
"Sangat sombong, tapi itu semakin membuatku bersemangat ingin mengalahkan!" kata Liu Sheng kemudian dia memutar kedua Pisau nya dan maju menyerang Huan Gong.
"Ch!"
Huan Gong berdecak kesal kemudian dia bergerak maju seraya mencabut pedangnya dan melepaskan tebasannya dengan kuat ke pisau Liu Sheng. Dengan gesit dan kuat Huan Gong memainkan jurus pedang lalu tebasan yang memiliki tenaga kuat segera di arahkan ke arah bagian perut Liu Sheng, namun Liu Sheng tidak hanya mampu menepisnya bahkan Liu Sheng juga melepaskan serangan balasan.
Di saat pertempuran kedua Puncak jiwa Ahli sudah sangat sengit, dua Pendekar Awal Jiwa Raja mencabut pedang hitam mereka lalu menghunuskan nya ke arah kedua Panglima Pangeran Han, namun ekspresi kedua Panglima terlihat acuh tak acuh melihat kedua pendekar di hadapannya.
"Hem! Para Pendekar wilayah Song ini benar-benar tidak membuka mata, pantas tempat ini hanya menghasilkan sedikit pendekar yang hebat," kata salah satu Panglima.
"Hahaha! Ling Quan, aku saja yang menghadapi mereka berdua, kamu lindungi saja calon istri Pangeran Ketiga!" kata panglima yang hanya memiliki jenggot namun agak tebal.
"Huh..! Kamu selalu saja ingin menikmati permainan itu sendirian," kata panglima yang dipanggil Ling Quan yang memiliki postur tubuh tegap dan memancarkan aura kuat.
__ADS_1
Han Li Guo hanya menggelengkan kepalanya mendengar kedua obrolan kedua Panglima nya, dia akhirnya tidak tahan dan menegur mereka berdua. "Panglima Meng Yuan , Panglima Ling Quan, apakah aku harus turun tangan sendiri? Mau sampai kapan kalian mau berdebat?" kata Han Li Guo yang duduk dengan tenang tanpa rasa khawatir sedikitpun dengan situasi kekacauan di sekitarnya.
"Hehehe..! Pangeran duduk santai saja menikmati pertunjukannya, masalah kecil seperti ini bukanlah sebuah ancaman, jadi Pangeran tidak perlu turun tangan," kata Meng Yuan Chi seraya tertawa kecil bersama Ling Quan, dan setelah keduanya selesai membungkuk badan hormat kepada Han Li Guo, Meng Yuan segera melangkah maju dan saling berhadap-hadapan dengan kedua Pendekar Jiwa Raja di hadapannya, sedangkan Ling Quan hanya berbalik seraya menggelengkan kepalanya lalu dia melompat dan mendarat di hadapan para Pendekar Jiwa Petarung yang bertarung melawan Xihua serta para prajurit Song bersama.
Kedua Pendekar Jiwa Raja merajut kedua alis mereka melihat kedua panglima dari Kekaisaran Han yang berpisah, dan hanya menyisakan seorang Panglima yang akan menghadapi mereka berdua seorang diri. "Benar-benar arogan, berani sekali Anda meremehkan kami berdua!" kata salah satu pendekar.
"Owh, hanya menghadapi dua Pendekar Awal Jiwa Raja? Hem, aku khawatir kalian tidak memenuhi syarat melawan panglima ini!" kata Meng Yuan seraya tersenyum lebar.
Kedua Pendekar itu jelas terkejut dengan jawaban penuh percaya diri sang Panglima sebelum akhirnya keduanya tertawa lepas lalu sama-sama mencabut pedangnya seraya berkata, "Baiklah jika kamu memang berani melawan kami!"
"Hahaha..! Tunggu apalagi? Majulah secara bersamaan," kata Meng Yuan dengan meletakkan satu tangan di belakang pinggangnya.
Kedua pendekar itu saling berpandangan dan sama-sama mengangguk pelan sebelum akhirnya keduanya maju secara bersamaan menyerang Meng Yuan Chi dengan kombinasi serangan Pedang yang sangat rumit. Meng Yuan Chi terlihat santai menghadapi serangan kedua Pendekar Jiwa Raja, bahkan dia masih tersenyum dengan satu tangan menepis setiap serangan pedang tanpa menggeser tubuhnya sedikitpun. Serangan yang begitu gesit dan kuat hanya di tepisnya dengan satu tangan, kekuatan dalam menghindari serangan dan menahannya membuat kedua Pendekar itu memasang ekspresi suram, bagaimana bisa Seorang Panglima dapat menahan kedua serangan penuh niat membunuh hanya dengan satu tangan bahkan posisinya sama sekali tidak berpindah, yang ada kedua pendekar itu yang terlihat kesulitan.
Baru saja Meng Yuan Chi selesai mengatakan hal itu sebelum akhirnya tangan kirinya bergerak dengan cara yang aneh lalu punggung tangannya dengan cepat menyusup dan menghantam dada kedua Pendekar itu yang membuat kedua pendekar itu harus mundur beberapa langkah ke belakang sebelum akhirnya memuntahkan darah segar.
Kejutan terlintas di mata mereka setelah terkena satu pukulan masing-masing yang membuat mereka mengalami luka dalam, wajah keduanya menjadi lebih suram dengan suara gugup mengatakan, "Puncak Jiwa Raja!" ungkapan keterkejutan itu melintas yang membuat hati keduanya tenggelam, mereka baru sadar jika Panglima itu lebih kuat dari mereka berdua.
Satu jarak mewakili masing-masing kekuatan, setiap jarak jelas memiliki pengaruh serta hal yang sangat berbeda, Awal, Menengah, dan Puncak jelas berbeda-beda kelas, seperti halnya Jiwa Pemula Kelas 1, 2, dan 3.
__ADS_1
Setiap jarak akan memiliki jumlah Tenaga Dalam yang juga berbeda, semakin tinggi maka akan semakin hebat dan kuat, karena masing-masing kelas memiliki pelatihan tingkat yang tidak biasa serta mendapatkan Tenaga Dalam yang tidak mudah, hal itu jelas terlihat dari kasus yang terjadi terhadap kedua lawan Meng Yuan . Mengingat kemampuan Meng Yuan berada di Puncak Jiwa Raja, tentu tidak akan sulit baginya untuk menghadapi dua Pendekar Awal Jiwa Raja, baik dari segi kemampuan, jumlah Tenaga Dalam serta ketajaman perasaannya, serangan dua Awal Jiwa Raja tidak berarti di hadapan Meng Yuan, walau demikian, kedua Pendekar itu sepertinya enggan untuk menyerah dan ingin kembali berusaha menyerang Meng Yuan.
Secara alami, Meng Yuan dapat merasakan niat mereka yang tidak mau menyerah, hal itu hanya membuat Meng Yuan hanya menggelengkan kepalanya seraya berkata dalam hati, "Benar tidak mau membuka mata."
Kedua Pendekar itu kembali melakukan serangan kombinasi mereka dengan penuh keyakinan, mereka jelas menolak untuk menyerah sehingga keduanya benar-benar kehilangan akal.
Beberapa sosok kini mengelilingi Raja Song di mana ada tiga Jiwa Ahli yang ikut mengepung Raja Song dari beberapa arah, saat ini Raja Song benar-benar dikunci oleh ujung pedang mereka ke tubuh Raja Song.
"Yang Mulia, masa jabatan mu sudah berakhir, serahkan mahkota itu dan aku akan melepaskan mu, bagaimana?" kata Pendekar Puncak Jiwa Ahli.
"Hmp! Dalam mimpimu..!"
Kata-kata sosok Pendekar Jiwa Ahli itu terkejut saat baru menyelesaikan ucapannya sebelum akhirnya ada suara lain yang menahannya, mereka semua terkejut saat melihat sosok pria dengan tongkat panjang dan pedang di punggung nya datang bersama dengan dua pemuda. Sosok itu tidak lain adalah Fa Lio Bai, Fa Xian, dan Fa Xeiyin.
"Hmp! Hanya seorang Pendekar Puncak Jiwa Ahli dan dua Pendekar Petarung saja? Bukankah itu hanya sebagai pengantar makanan saja," kata Sang Pendekar Puncak Jiwa Ahli dengan sombong.
Dia terlihat terlalu malas menghadapi orang-orang lemah di hadapannya, mengingat mereka ada tiga Pakar Jiwa Ahli di kelompoknya, secara alami sudah bisa ditebak siapa yang ng akan dirugikan.
"Hanya kalian saja ingin melawan kami? Benar-benar mencari kematian kalian sendiri," kata Pendekar Ahli itu lalu dia mengangkat pedangnya dan bersiap menyerang sebelum akhirnya sesosok pemuda melompat dan jatuh di barisan Fa Lio Bai, hal itu jelas mengejutkan Fa Lio Bai dan kelompoknya.
__ADS_1
"Qian?"
Pemuda yang baru saja tiba itu tidak lain adalah Qian, dia sudah berusaha mempercepat langkahnya saat kekacauan mulai terdengar, walau dia sudah tahu akan semua rencana mereka, Qian tidak benar-benar berharap kekacauannya akan sebesar ini.