PANGERAN PENDEKAR NAGA

PANGERAN PENDEKAR NAGA
Para Iblis Tua


__ADS_3

"Maaf Pendekar Muda, tapi kenapa tiba-tiba anda ingin mengajak kami ikut bergabung dalam peperangan di perbatasan?" tanya salah satu dari mereka.


"Apakah kalian asli penduduk Kerajaan Song?" tanya balik Qian yang di jawab dengan anggukan oleh mereka berempat.


"Seharusnya kalian sudah merasakan sendiri seperti apa situasinya tanpa perlu ku jelaskan! Intinya jika kalian menginginkan Kerajaan ini lebih damai, maka ulurkanlah tangan kalian. Jangankan kalian, para pendekar dari beberapa perguruan besar saja juga bergabung dengan pasukan kerajaan, mereka tentu menginginkan hal yang sama seperti semua orang," kata Qian.


Mereka berempat terlihat masih ragu, namun mereka juga mengakui jika yang dikatakan oleh Qian memang ada benarnya. Selama bertahun-tahun Kerajaan Song hidup damai, namun semuanya tiba-tiba saja berubah sejak Keluarga Qin memberontak dan membangun kerajaan mereka sendiri, bahkan saat ini mereka telah menduduki setengah dari Wilayah Daratan Barat, sekarang perang besar telah membuat Krisis besar yang membuat orang-orang kesulitan untuk mencari pekerjaan termasuk keempat Tubuh Kebal Bersaudara.


"Pendekar Muda, bukannya kami tidak ingin ikut bergabung, namun anda juga harus mengerti, kami ini hanya Pendekar bebas! Kami mungkin rela bekerja jika ada yang menyewa jasa kami, namun kami juga tidak sembarangan bertindak, jika kami melakukan kesalahan dan terjerat dengan masalah besar, siapa yang akan mendukung kami?"


Qian terdiam mendengar pertanyaan salah satu dari mereka, dia juga baru tahu mengenai akan siapa keempat sosok di hadapannya, hal itu juga sama dengan dirinya kecuali jika Qian membuka identitasnya dan mengumumkan kepada semua orang jika dirinya sebenarnya adalah Putra mahkota, selama rahasianya masih disembunyikan oleh dirinya, situasi dirinya juga sama seperti keempat Tubuh Kebal Bersaudara itu yang tidak begitu memiliki banyak dukungan.


"Aku juga memiliki situasi yang sama seperti kalian, akan tetapi aku tidak bisa menyaksikan penderitaan para penduduk Song karena perang yang berkepanjangan ini, jika kalian memiliki tujuan yang lebih baik, kalian abaikan saja tawaranku tadi," kata Qian lalu dia tidak ingin membahas apapun lagi dengan mereka dan pergi meninggalkan mereka yang masih dalam situasi yang bimbang.


"Perkataannya memang benar! Sekarang kita sudah tidak memiliki tujuan lagi, sedangkan dia yang kemarin kita anggap sebagai gelandangan memiliki tujuan hidupnya!" kata pria yang lebih tua dari mereka berempat.


"Lalu apa rencanamu kakak Ye?" tanya pria yang tangannya sudah di sembuhkan oleh Qian.


"Kita akan pergi bersama dengan anak muda itu, setidaknya kita sebagai Pendekar Jiwa Ahli bisa berguna daripada dipandang sebagai sampah, terutama oleh keluarga Chu, kita buktikan jika kita masih memiliki harga diri dan bergabung dengan yang lainnya berperang di medan pertempuran," jawab pria yang dipanggil kakak Ye.


Ketiga saudaranya saling berpandangan sebelum akhirnya mereka semua mengangguk lalu segera berbalik dan mengejar Qian seraya memanggil-manggilnya dari belakang. "Pendekar muda, tunggu kami..!" panggil salah satu dari mereka.


Qian menghentikan langkah kaki nya dan berbalik menatap mereka yang berlari ke arahnya, dia melihat keempatnya seperti ingin mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Pendekar Muda, kami akan ikut denganmu dan bersedia bergabung dengan yang lainnya bertarung demi Kerajaan Song dan kesejahteraan rakyat," ucap mereka.


"Pilihan yang bagus! Namaku Lin Qian, kalian tidak perlu memanggilku Pendekar muda lagi," kata Qian seraya tersenyum lebar.


"Lin Qian, namaku Ye Zan, aku adalah saudara seperguruan tertua mereka bertiga," kata Ye Zan.


"Namaku Yu Kang..!"


"Namaku He Liang."


"Aku Fen Shio."


"Senior Ye, senior Yu, senior He, senior Fen, senang bisa mengenal kalian, mari kita sama-sama menuju ke perbatasan," kata Qian.


Mereka berempat mengangguk kemudian mereka segera berangkat menuju perbatasan setelah Qian membeli seekor kuda, sedangkan keempat Tubuh Kebal Bersaudara mengambil kuda mereka lalu kelima nya segera berangkat untuk menuju ke perbatasan.


Bulan Kematian adalah sebuah perguruan yang bersatu menjadi satu anggota dengan Pedang Hitam, sebelum Pedang Darah ikut bergabung dengan Kelompok Tiga Pedang, mereka akhirnya menciptakan satu Faksi kuat yang disebut Kelompok Tiga Pedang, perguruan Bulan Kematian pernah mendominasi Kerajaan Song, mereka juga pernah bekerja sama dengan Darah Kematian sebelum akhirnya, perguruan Darah Kematian memilih untuk bergabung dengan Kerajaan Qin.


Pada dasarnya faksi dua pedang lebih dulu di dirikan dan secara perlahan-lahan mengembangkan kekuatan sehingga berhasil menjadi besar dan berubah dengan nama Tiga Pedang, selain Perguruan Bulan Kematian, masih ada beberapa perguruan aliran hitam yang bergabung seperti, Perguruan Lembah Tengkorak dan Racun Kalajengking.


Di sebuah tempat yang sangat tersembunyi, beberapa orang sedang duduk di kursi dengan saling berhadap-hadapan, dari beberapa orang yang ada disana, ada empat sosok yang paling menonjol dari semua orang yang hadir di tempat itu.


"Pedang Jiwa Neraka juga ikut hadir disini? Sepertinya hari ini benar-benar kesempatan yang langka bisa melihatnya."

__ADS_1


"Hahaha..! Ketua Hei Shan memang bersedia datang secara pribadi karena ketua utama yang memintanya, jika tidak, mana mungkin orang sehebat dia akan datang, belum lagi masih ada Pedang Bayangan Hitam Zhi Zhen, dan anehnya lagi si Iblis Racun juga datang bersama dengan Dewi Racun Hitam."


Semua orang yang hadir berdecak kagum melihat sosok yang jarang sekali terlihat kini muncul secara bersamaan, Pedang Jiwa Neraka adalah ketua dari Pedang Kematian yang bernama Hei Shan, semua pendekar aliran hitam sangat mengenal pria berambut panjang dengan pakaian merah dengan alis yang memiliki pinggiran lancip seperti Pedang. Selain Hei Shan, masih ada Pedang Bayangan Hitam yang merupakan ketua dari Pedang Hitam, namanya adalah Zhi Zhen, dan disampingnya juga ada pria gemuk berpakaian merah dengan membawa dua pedang, dia adalah Xan Tiandi ketua dari Pedang Darah, dan di samping Xan Tiandi ada wanita berambut putih seperti rambut lansia, namun kulit wajahnya masih terlihat kencang dengan kuku jari sedikit panjang berwarna hijau, dia memiliki julukan sebagai si Iblis Racun, dan di sampingnya ada Dewi Racun Hitam.


"Tidak diduga para monster tua ini akan berkumpul disini!" gumam salah satu orang dengan menatap kagum terhadap para ketua yang rata-rata adalah para Pendekar Jiwa Kaisar.


"Kemana Ketua Fa Hai? Kita sudah menunggu cukup lama tapi dia tidak juga keluar," kata Iblis Racun dengan raut wajah kesal.


"Tenanglah Iblis Racun, sebentar lagi ketua pasti keluar," jawab Zhi Zhen.


"Hahaha..! Iblis Racun memang tidak pernah berubah, dari dulu kamu selalu saja tidak sabaran," kata Hei Shan sembari tertawa.


"Hmp!" Iblis Racun hanya mendengus kesal dan mengabaikan ucapan Hei Shan.


"Zhi Zhen, kamu sudah dianggap gagal sebelumnya karena anggotamu yang telah melakukan kesalahan, bukankah sudah kubilang jangan pernah mengutus anggota Bulan Kematian untuk menyerang istana, bukankah kamu sudah tahu sendiri akan kecerobohan Huandi?" kata Iblis Racun.


"Itu karena orang ini yang telat memberikan informasi!" kata Zhi Zhen seraya menunjuk ke arah Xan Tiandi.


Xan Tiandi hanya tersenyum kecil lalu dia menatap Zhi Zhen dengan dingin seraya berkata, "Bukan aku yang telat memberikan informasi, melainkan karena Huandi lah yang terlalu gegabah," jawab Xan Tiandi.


"Hmp! Mau menutupi kesalahan dengan menyalahkan orang lain!" kata Zhi Zhen seraya tertawa mengejek.


Xan Tiandi sangat geram mendengarnya, dia segera melepaskan Aura Kematian ke arah Zhi Zhan, namun Zhi Zhan hanya tersenyum merasakan tekanan Xan Tiandi sebelum akhirnya dia juga melepaskan Aura Kematian yang sama.

__ADS_1


Kedua aura yang begitu besar itu membuat seluruh ruangan bergetar, bahkan orang-orang yang berada agak jauh dari keduanya sangat kesulitan untuk bernafas.


"Para Iblis Tua ini benar-benar sesuai dengan namanya!" gumam salah satu orang yang hanya bisa menahan tekanan dari dua Aura Kematian kedua Pendekar Jiwa Kaisar itu.


__ADS_2