
Setelah lengan Zhao Yu pulih sepenuhnya, kemampuan beladirinya pun akhirnya kembali lagi dimana dia sebenarnya adalah Pendekar Menengah Jiwa Ahli, kemampuannya sama dengan adiknya Liu Kang yang juga seorang Pendekar Menengah Jiwa Ahli, sedangkan Lan Cao masih di tahap Awal Jiwa Ahli.
Tentu saja para Anggota Pedang Darah terkejut karena lawannya juga para Pendekar Jiwa Ahli, terlebih lagi mereka menang secara kekuatan dan kalah dalam angka, hanya saja semuanya tetap dihitung dengan kekuatan.
Tubuh Yu Lang yang berputar di udara melepaskan serangan tapak kearah Pendekar Jiwa Ahli itu. Pendekar tersebut mengayunkan pedangnya ke arah Yu Lang sehingga Yu Lang menepis serangan Pedang lawannya saat tubuhnya masih belum mendarat.
Yu Lang cukup cepat menahan serangan pedang tersebut sehingga tidak satupun tebasan Pedang itu berhasil mengenai Yu Lang, hanya saja Yu Lang tidak bisa mempertahankan posisinya sehingga dia mundur dan mendarat di salah satu batang pohon besar lainnya.
"Kalian berenam segera tangkap anak itu!" kata sang ketua kelompok kemudian dia dan ketiga rekannya segera maju menyerang balik Yu Lang dan ketiga saudaranya.
Pertarungan antar Pendekar Jiwa Ahli pun tidak bisa dihindari, sedangkan anggota yang tersisa juga melompat dan bergerak ke arah Qian yang masih menyaksikan pertarungan Yu Lang dan ketiga saudaranya.
"Anak muda, sebaiknya kamu mematuhi kami agar kami tidak perlu repot-repot melukaimu! Percayalah kamu tidak akan suka jika aku menyiksamu," kata Pendekar Puncak Jiwa Petarung kepada Qian.
Qian yang masih berada di atas kudanya memperhatikan keenam pendekar yang sudah mengelilinginya, Qian yakin akan dapat mengalahkan Pendekar Puncak Jiwa Petarung itu dengan mudah, namun masalahnya masih ada Lima Pendekar Jiwa Petarung lainnya yang bisa membuatnya kerepotan, walau mereka berlima hanyalah Pendekar Awal Jiwa Petarung, namun jika mereka berenam bergandengan tangan melawan Qian, tentu Qian tidak akan sanggup menghadapinya, hanya saja Qian memiliki cara agar mereka terpecah.
"Kenapa hanya diam saja? Cepat kalian tangkap anak itu..!" seru Pendekar yang berhadapan dengan Liu Kang kepada keenam rekannya yang tidak langsung bergerak, sebab dirinya saat ini tidak mampu untuk terus melawan Liu Kang yang kemampuannya berada di atasnya.
Mereka berenam terkejut dengan jeritan rekannya yang memarahi mereka, setelah mendapatkan teguran, mereka berenam mencabut dua pedang mereka masing-masing lalu mereka maju menyerang Qian dari enam sudut.
Qian menggunakan cambuk kudanya untuk memukul kaki belakang kudanya. Kuda tersebut secara spontan menendang kakinya ke belakang sehingga tendangan kaki kuda itu langsung menghantam wajah salah satu dari mereka yang hampir mendekati Qian, hasilnya ternyata tidak mengecewakan.
Pendekar tersebut terhempas lima meter ke belakang akibat tendangan kuda milik Qian yang sangat keras, dia memegang mulutnya yang berdarah serta rasa sakit yang luar biasa, hal itu juga menyebabkan beberapa giginya juga patah.
__ADS_1
Tidak berhenti sampai di situ, Kuda itu terus melompat-lompat seperti kesurupan dan kaki belakangnya sudah beberapa kali menendang para anggota Pedang Darah. Beberapa ada yang berhasil menghindar, namun yang tidak beruntung akan mengalami patah tulang. Sehebat apapun Pendekar Jiwa Petarung, mereka tentu tidak akan mampu menahan tendangan kaki kuda, dan tiga dari enam orang sudah terluka akibat Kuda tersebut.
Qian hanya tertawa kecil melihat ketiga Pendekar yang terluka oleh kaki kudanya, bahkan dia sama sekali belum melakukan apapun terhadap mereka, namun sudah berhasil membuat tiga orang mengalami patah tulang.
Pendekar yang paling kuat dari mereka benar-benar sangat geram dengan niat membunuh yang kuat menatap Qian, dia segera maju dengan kedua pedangnya ke arah Qian dengan cara melompat ke udara sehingga dia akan langsung menyerang Qian tanpa harus repot-repot menghadapi amukan kaki Kuda. Dua tebasan pedang yang saling bersilangan menyerang Qian dengan gesit, hanya saja Qian tidak hanya mampu menghindari serangan tersebut walau dirinya masih duduk di atas kudanya, namun Qian juga mampu memberikan serangan balasan dengan serangan pukulan nya.
Pendekar itu terpental mundur saat pukulan Qian tertahan oleh Pedangnya, walau berhasil dia tahan, nyatanya pukulan Qian sangat kuat yang menyebabkan dirinya harus kembali melompat mundur dan mendarat seraya kakinya tetap bergerak mundur beberapa langkah ke belakang.
"Ternyata kamu memiliki kemampuan anak muda, aku benar-benar telah meremehkanmu!" kata Pendekar tersebut yang belum menyadari kekuatan Qian yang sebenarnya.
Qian hanya menanggapi ucapan Pendekar tersebut dengan tersenyum tipis, dia segera melompat dari atas kudanya kemudian mendarat tepat di salah satu Pendekar yang tidak jauh darinya, dan dengan kepalan tangannya, Qian melepaskan pukulannya tanpa menunggu reaksi lawannya yang masih terkejut dengan kecepatan ilmu meringankan tubuh Qian.
"Pukulan Penghancur Gunung!"
Kedua rekannya terkejut melihat rekannya yang terbaring tidak sadarkan diri hanya dengan satu serangan saja, Pendekar yang berada di Puncak Jiwa Petarung merasa jika pemuda itu memiliki kemampuan yang sangat tinggi, bahkan dirinya sekalipun tidak akan mampu melakukan serangan seperti yang dilakukan oleh Qian.
Qian kini menoleh ke arah Pendekar yang berdiri mematung, begitu melihat arah tatapan Qian, pendekar tersebut memasang kuda-kuda nya lalu dia dan rekannya saling berpandangan sebelum akhirnya sama-sama mengangguk sebagai pertanda untuk menyerang secara bersamaan.
Qian mengambil pedang lawannya yang tergeletak di sampingnya dengan kakinya, begitu pedang itu sampai di tangannya, Qian segera maju menyambut serangan kedua Pendekar Jiwa Petarung itu yang masing-masing memegang dua pedang.
Kedua lawannya menggunakan jurus Tarian Dua Pedang seperti jurus milik Yuwen, namun Qian sangat mengenali jurus tersebut sehingga dapat dengan mudah menghindarinya lalu memberikan serangan balasan.
Walau sudah melakukan kerjasama menyerang Qian, namun serangan keduanya tidak mampu untuk membuat Qian terdesak, justru yang terjadi sebaliknya, mereka berdua yang harus dibuat dalam posisi bertahan.
__ADS_1
Setiap serangan pedang Qian yang berhasil mereka tahan akan menciptakan riak dan gelongbang udara ringan, dari serangan tersebutlah mereka baru menyadari jika pemuda itu ternyata bukan lagi seorang Pendekar Jiwa Petarung, melainkan sudah naik ke Kelas Jiwa Ahli.
Keterkejutan di hati mereka semakin meningkat saat Qian menunjukkan salah satu jurus Tarian Pedang Sayap Berputar kepada mereka, hal itu membuat mereka tidak mampu lagi bertahan setelah pedang Qian mulai menciptakan beberapa luka goresan di tubuh mereka.
Keduanya sama-sama bergerak mundur dengan luka di tubuh masing-masing sedangkan Qian hanya tersenyum lebar ke arah keduanya yang sudah terluka.
"Ternyata dia sudah naik ke Kelas Pendekar Jiwa Ahli, kita berdua bukan lagi lawannya, memaksakan diri sekalipun tidak akan mendapatkan hasil apapun," kata Pendekar itu kepada rekannya dengan suara pelan.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya rekannya.
"Memangnya apa yang bisa kita lakukan? Ini semua karena informasi yang mereka sampaikan tidak benar, mereka tidak mengatakan jika mereka berlima adalah para Pendekar Jiwa Ahli, jadi sebaiknya kita mundur saja," ucapnya lalu keduanya sama-sama setuju untuk melarikan diri.
Keduanya segera berbalik dan dengan ilmu meringankan tubuh mereka, keduanya lari meninggalkan rekan-rekan mereka yang sudah terluka dan juga yang masih bertarung dengan Yu Lang dan ketiga saudaranya, keputusan mereka untuk melarikan diri membuat keempat rekannya yang juga berada di posisi tidak diuntungkan mengumpat dalam hati mereka.
"Kalian pikir bisa lari begitu saja?" Qian mendengus kesal lalu dia mengejar kedua Pendekar itu dengan kecepatan ilmu meringankan tubuh yang lebih cepat dari keduanya.
Kedua pendekar tersebut menjerit saat melihat Qian sudah berada sangat dekat di belakang mereka, keduanya ingin menambah kecepatan langkah kaki mereka, namun hasilnya sia-sia saja karena Pedang di tangan Qian lebih dulu menancap di punggung salah satu Pendekar sehingga pendekar itu jatuh.
Melihat rekannya yang sudah terluka, Pendekar tersebut hanya bisa menahan nafas dan mencoba untuk lari secepat mungkin, dia benar-benar sangat ketakutan dan merasa dirinya seperti di kejar oleh Dewa Kematian. Secepat apapun dia melangkahkan kakinya, namun semuanya itu tetap sia-sia saja, sebab Qian sudah melompat tinggi di atasnya lalu dengan satu kaki lurus, Qian melesat ke arah Pendekar tersebut.
"Tendangan Naga Terbang..!"
Kaki Qian dengan lurus mengenai tepat ke punggung Pendekar tersebut sehingga Pendekar itu jatuh tersungkur. Tendangan Qian yang mengandung Tenaga Dalam itu terlalu kuat sehingga membuat Pendekar itu mengerang sesaat sebelum akhirnya menghembuskan nafas nya dengan mulut yang dipenuhi dengan darah. Tendangan Qian membuat tulang punggungnya patah, hal itu yang membuat Pendekar tersebut langsung mati.
__ADS_1
Qian berhasil melumpuhkan empat Pendekar Awal Jiwa Petarung, membunuh satu Pendekar Awal Jiwa Petarung dan satu Puncak Jiwa Petarung hanya dalam waktu singkat, tentu saja itu mengejutkan keempat rekannya yang tidak menduga jika ternyata pemuda yang ingin mereka tangkap itu ternyata juga seorang Pendekar Jiwa Ahli, dengan demikian mereka hanya menunggu waktu untuk dikalahkan oleh Yu Lang dan ketiga saudaranya, karena pada dasarnya mereka berempat bukanlah tandingan Yu Lang dan saudara-saudaranya yang memiliki tubuh kebal.