
"Terima kasih atas bantuan Panglima!" kata Fa Lio Bai sembari menangkupkan tangannya kepada Panglima Huan Gong.
Huan Gong membalas dengan senyuman seraya berkata, "Sebenarnya tanpa bantuanku Tuan Pendekar pasti bisa menanganinya, aku hanya datang di saat terakhir saja," jawab Huan Gong lalu berbicara kepada semua orang yang masih berkumpul, "Pertunjukan sudah selesai, apalagi yang ingin kalian lihat? Cepat bubar!" seru Panglima Huan Gong yang membuat semua orang yang sedang berkerumun segera membubarkan diri setelah mendapatkan seruan dari sang Panglima.
"Kenapa kalian bisa berurusan dengan anggota Pedang Hitam?" tanya Huan Gong yang masih penasaran akan kenapa Fa Lio Bai dan timnya bisa memiliki masalah dengan salah satu dari kelompok Tiga Pedang, padahal tidak semua para Pendekar berani untuk berurusan dengan mereka.
"Kami terpaksa melakukannya karena terjebak dalam sebuah masalah, tapi semua ini karena ulah pemilik toko pakaian itu, dialah yang mengundang mereka kesini dan mencari masalah dengan kami," jawab Fa Lio Bai sekaligus memberitahukan dalang sang pemilik toko pakaian yang telah mengkhianati kepercayaan Luan Xui.
"Hem! Sebenarnya aku juga terkejut dengan kemunculan mereka di sini, dalam beberapa bulan terakhir kami sering mendapatkan informasi akan kemunculan mereka di dalam Kota, terakhir kali kemunculan mereka telah membunuh salah satu penduduk kota ini," kata Huan Gong lalu matanya memperhatikan Fa Lio Bai, dia yakin belum pernah melihat Fa Lio Bai di Kota Xianyang. "Kalau boleh tahu, siapakah Tuan Pendekar ini? Sepertinya baru pertama kali aku melihat Tuan Pendekar berada di Kota ini!"
"Nama saya Fa Lio Bai! Kami ini hanyalah pemain sirkus jalanan yang mencari nafkah lewat atraksi dari satu kota ke kota yang lain," jawab Fa Lio Bai.
"Pantas saja aku baru melihat kalian! Orang-orang sehebat kalianlah yang selama ini kami cari! Kalau begitu kalian ikut denganku ke istana, Raja pasti akan sangat senang melihat kalian," kata Panglima Huan Gong.
"Terima kasih atas kebaikan Panglima, namun saya masih belum bisa hari ini, mungkin besok kami baru bisa kesana," jawab Fa Lio Bai.
"Besok ada acara di istana, sepertinya sangat sulit masuk ke istana karena kami semua sangat sibuk untuk menyambut kedatangan tamu penting Kerajaan!" ucap Huan Gong.
"Kalau begitu tidak masalah Panglima, kami tahu batasan kami," jawab Fa Lio Bai.
"Hahaha..! Jangan berburuk sangka dulu Tuan Pendekar, aku tidak bermaksud untuk merendahkan Tuan.." kata Huan Gong yang langsung mengerti jika ucapannya itu terkesan merendahkan Fa Lio Bai.
Fa Lio Bai hanya tertawa kecil dan memahami kesalahpahaman tersebut, sedangkan Huan Gong segera memanggil beberapa pasukannya untuk segera menangkap pemilik toko yang sudah terbukti memiliki kerjasama dengan Pedang Hitam.
****
__ADS_1
Sang pemilik toko hanya bisa mundur dan tidak berdaya di hadapan Luan Xui serta Fa Xeiyin, belum lagi ke dua pemuda yang juga sudah berada disana, tatapan Luan Xui mengandung kekecewaan terhadap mantan majikannya yang selama ini dia anggap baik, namun semua kini telah sirna.
"Luan Xui, tolong maafkan aku! Ini semua terpaksa aku lakukan karena sebelumnya aku sempat mendapatkan ancaman untuk memberitahukan rumah mu, setelah itu mereka memintaku untuk melapor jika melihatmu di Kota ini," kata sang pemilik toko.
Luan Xui jelas terkejut mendengar pengakuannya, kini dia tahu jika penyebab kematian kakak iparnya serta berakhir dirinya diburu selama beberapa hari yang berakhir dengan kematian seluruh keluarganya adalah ulah mantan majikannya, jika seandainya dia tidak memberitahukan rumahnya kepada para penjahat itu, mungkin dia tidak akan kehilangan seluruh anggota keluarganya.
"Nyonya benar-benar tidak berperasaan! Pengakuan nyonya semakin membuatku yakin jika itu bukanlah ancaman, nyonya pasti dengan sengaja memberitahukan itu demi uang bukan?" kata Luan Xui.
"Tidak Luan Xui! Tidak mungkin aku melakukan itu," jawabnya namun raut wajahnya sangat jelas terlihat jika dia berbohong.
"Maaf saja, aku sudah tidak percaya lagi kepada Nyonya," ucap Luan Xui.
"Sadarlah akan batasanmu Luan Xui! Ingat dulu jika tanpa aku, kamu dan keluargamu pasti sudah menderita dari dulu, inikah balasanmu kepadaku?"
Luan Xui dengan penuh kekecewaan hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab, "Apa gunanya kamu menanam kebaikan jika akhirnya kamu mencabutnya kembali dengan paksa? Kebaikanmu tidak sebadan dengan nyawa semua keluargaku," ucap Luan Xui.
Fa Xeiyin yang sudah tidak tahan lagi mendengarnya segera melemparkan selendang yang masih dia pegang lalu selendang itu berputar melilit lengan sang pemilik toko sebelum akhirnya Fa Xeiyin menariknya dengan kuat. Tubuh sang Pemilik toko di tarik hingga dia terhempas ke dekat pintu, dan di saat yang sama, Panglima Huan Gong pun datang dan berdiri di samping pemilik toko yang masih terbaring.
Melihat kedatangan Huan Gong, pemilik toko itu sangat senang, dia buru-buru bangkit lalu mengadukan perbuatan mereka semua yang menindasnya. "Panglima, lihatlah! Mereka semua telah menindas hamba, beri hamba keadilan Panglima, tangkap mereka berempat sekaligus dengan pria yang berada di luar itu, mereka tidak hanya membuat masalah di toko hamba, bahkan mereka telah berani menindas hamba yang lemah," kata pemilik toko yang berusaha menarik simpati dengan wajah memelas.
Huan Gong memperhatikan Fa Xeiyin dan Luan Xui, setelah itu matanya melirik ke arah kedua pemuda yang sedang berdiri agak jauh memperhatikan dirinya. Alis Huan Gong merajut saat melihat tatapan salah seorang pemuda itu, dia seperti sedang di tatap oleh Raja Song.
"Panggil Tuan Chang kesini!" kata Huan Gong kepada salah satu prajuritnya.
Prajurit itu bergegas pergi sedangkan Huan Gong sama sekali tidak memperdulikan wanita itu yang terus merengek meminta keadilan, setelah itu Fa Lio Bai pun juga datang dan disaat yang sama, sesosok pria tua juga datang bersama dengan prajurit tadi.
__ADS_1
"Ada apa Panglima, kenapa Panglima memanggilku kesini?" tanya pria tua itu yang rambutnya sudah beruban.
Huan Gong sempat terkejut karena pria itu begitu cepat datangnya, biasanya pria itu sangat sulit untuk ditemui, namun siapa sangka pria itu dengan cepat muncul hanya dalam waktu singkat saja.
Melihat wajah keterkejutan Huan Gong, pria itu pun segera mengerti, "Tadi aku mendengar kabar jika ada keributan di pasar ini, itu sebabnya aku buru-buru datang dan baru saja berada di depan, prajurit ini langsung menghampiriku dan mengatakan jika kamu memanggilku," kata Pria tua tersebut dengan kedua tangan yang berada di belakang pinggangnya.
"Tuan Chang Xu Tian, anda sebagai pemilik pasar ini seharusnya menempatkan penjagaan! Lihatlah, bahkan kamu tidak tahu jika pasar mu telah menyimpan penyusup yang menjadi musuh dalam kerajaan sendiri," kata Huan Gong.
"Maafkan aku Panglima, ini memang salahku, tapi siapakah penyusup tersebut, jika memang ada, silahkan Panglima menangkapnya," kata pria itu yang bernama Chang Xu Tian selaku kepala utama Keluarga Chang saat ini sekaligus pemilik pasar tersebut.
"Merekalah orangnya Tuan Chang!" kata wanita pemilik toko tersebut yang langsung menunjuk ke arah kelima sosok di hadapannya.
Mata Chang Xu Tian memperhatikan mereka berlima, setelah itu dia berbicara kepada Huan Gong, "Kalau begitu tunggu apalagi, Panglima tinggal langsung menangkapnya saja bukan?" kata Chang Xu Tian.
"Apakah Tuan Chang belum mengetahui siapa yang sudah membuat keributan sebelumnya?" tanya Huan Gong dengan ekspresi malas, sedangkan Chang Xu Tian menggelengkan kepalanya.
"Itulah letak kesalahanmu, dengan kesibukanmu itu sampai-sampai kamu tidak tahu jika salah satu dari Tiga Pedang mulai memasuki wilayahmu! Sekarang aku akan menangkap dalang penyebab semua kekacauan ini, dan aku minta kepada Tuan Chang untuk segera menutup toko ini dan ambil semua asetnya lalu bawa ke tempatku," kata Huan Gong kemudian dia berseru kepada para prajuritnya, "Prajurit, tangkap wanita penghianat ini!" seru Huan Gong yang membuat wanita itu dan Chang Xu Tian terkejut.
Para prajurit segera meringkus sang pemilik toko itu, sedangkan sang pemilik toko segera menangis dan mulai memohon-mohon untuk melepaskan dirinya.
"Panglima tolong maafkan hamba! Iya hamba mengaku bersalah karena telah memanggil Pedang Hitam untuk membunuh Luan Xui," kata Wanita itu yang berlutut.
Melihat Huan Gong yang sama sekali tidak meliriknya, dia pun berbicara kepada Luan Xui yang hanya memperhatikannya tanpa merasakan kasihan melihat ratapannya. "Luan Xui, tolong maafkan aku, selamatkan aku agar aku tidak di tangkap, aku berjanji akan melakukan apapun yang kamu mau, tolong Luan Xui percayalah padaku."
Luan Xui mulai membayangkan wajah seluruh keluarganya yang sudah tiada, mengingat itu membuatnya sangat sedih sebab mereka semua harus tiada karena mantan majikannya, dan dengan suara penuh kebencian serta kesedihan, Luan Xui pun memberikan jawaban yang menyakitkan, "Bukankah kamu melakukan ini demi hadiah? Inilah hadiah yang pantas kamu terima. Atas nyawa seluruh keluarga ku, kamu harus menerima hukumannya, jadi jangan lagi berharap kepadaku untuk mempercayaimu! Panglima tolong beri dia hukuman atas nyawa seluruh keluargaku yang meninggal karena perbuatannya," kata Luan Xui.
__ADS_1
Wanita itu benar-benar syok dan jatuh lemas, sedangkan Fa Lio Bai mendekatinya seraya berkata, "Inilah maksud ucapanku tadi! Kamu pasti akan hancur karena mengkhianati kepercayaannya," kata Fa Lio Bai.
"Tuan Pendekar! Besok aku akan menunggu kedatangan Tuan di istana, kami pamit dulu, sampai berjumpa besok di istana," kata Huan Gong seraya menangkupkan tangannya kepada Fa Lio Bai dan yang lainnya lalu dia berbalik dan berbicara kepada wanita itu, "Jangan melawan lagi! Prajurit bawa dia ke tahanan kelas 2," ucapnya setelah itu dia menoleh ke arah Chang Xu Tian seraya mengangguk padanya dan Chang Xu Tian membalas anggukan itu karena sudah mengerti apa yang harus dia lakukan terhadap toko wanita itu.