Pejantan Yang Tergadaikan

Pejantan Yang Tergadaikan
bab 20


__ADS_3

Alunan musik terdengar begitu nyaring di salah satu bar kenamaan di pulau pribadi milik seorang pria kaya.


Orang yang ada di sana begitu menikmati pesta tersebut di tengah-tengah hamparan ombak laut. Pesta yang khusus untuk kebanyakan kaum wanita yang kini bergoyang dengan tubuh yang hanya dibalut bikin super mini.


Kebanyakan dari mereka adalah seorang model juga artis kenamaan, mereka begitu menikmati pesta dengan memamerkan tubuh indah mereka yang nyaris telanjang, untuk bisa memikat sang pemilik pesta.


Sosok pria yang tidak berhenti berpesta setiap harinya dengan puluhan wanita dari berbagai belahan dunia.


Merayakan kebebasannya juga uang yang terus masuk ke rekeningnya dengan nilai yang tak sedikit.


Kini pria yang memiliki wajah sempurna dan dilengkapi kekayaan, membuat dirinya menjadi target buas dari wanita matrealistis.


Rolex Dark Jill, kini menajam sorot matanya ke arah wanita yang sejak tadi mencuri perhatiannya. Sosok wanita yang merupakan seorang artis pendatang baru di dunia akting.


Wanita yang memiliki bentuk tubuh sempurna dengan tonjolan tubuh yang begitu menggiurkan.


Rolex saja, berulang kali meneguk liurnya melihat tubuh seksi wanita itu yang kini tampak terlihat polos di dalam kolam renang.


Wanita itu sengaja memperlihatkan pesona seksinya agar bisa menggoda Rolex. Sungguh beruntung, dirinya bisa menghabiskan satu malam dengan pria itu, untuk menunjang karirnya di dunia entertainment kenamaan.


Kini keduanya saling bertemu pandang, dengan sang wanita tersenyum indah kepada Rolex. Membuat pria Casanova itu mengerang tertahan, ia begitu berhasrat dengan wanita berwajah lugu itu namun sikapnya begitu liar.


Rolex bangkit dari kursi malas dan berjalan menuju ke pintu belakang villa yang terdapat di tengah-tengah lautan.


Wanita yang berada di dalam kolam renang pun tersenyum puas, bisa menaklukkan pria incarannya. Ia pun segera keluar dari kolam dan menyusul langkah Rolex. Tubuhnya hanya dibalut baju handuk tipis, tanpa mengikutinya.


Membuat kedua buah dadanya terlihat separuh, beruntung, bagian area privasinya masih terpasang ****** *****.


________

__ADS_1


"Kau berani menggodaku, hm?" Rolex kini mengendus-endus, ceruk leher wanita yang kini berada di bawah kungkungannya.


Wanita itu hanya bisa mendesis lirih, saat merasakan gigitan lembut pria berwajah rupawan di atas tubuhnya itu.


Ia juga tidak tinggal diam, jari-jari lembut, lentik itu kini memainkan dada polos Rolex. Pria itu tentu saja merespon dengan gairah begitu menggebu.


"Bukankah, aku memang terlihat begitu menggoda tuan." Sahut wanita cantik, dengan menjilati telinga Rolex.


Pria perkasa itu, kini sudah tidak tahan lagi, ia pun memulai menyerang wanita nikmat di bawah kuasanya.


Mereka pun kini saling menghentak di atas kasur dengan gairah liar, namun wanita itu yang lebih dominan memuaskan hasrat, Rolex.


Rolex menjadi begitu gila dengan permainan panas wanita di atas tubuhnya sekarang. Yang bergerak liar, membuat sesuatu terus, berdenyut denyut nikmat.


_____


Tanpa sepengetahuan Rolex, sang mama juga sedang menuju pulau pribadi keluarga Jill.


Wanita setengah baya itu, tidak mengetahui sang putra aslinya berada di sana dan sedang melakukan pesta begitu meriahnya.


Wanita itu berpikir, putranya kini sedang menikmati status barunya dengan menikah keturunan, tuan Linux.


"Saatnya untuk menikmati semuanya dengan begitu indahnya," gumma nyonya Jill, yang kini menikmati perjalan laut dengan pemandangan menakjubkan.


Sesampainya nyonya Jill di pulau pribadi milik keluarganya, wanita itu tampak heran melihat kemeriahan villa-nya, dari jauh, ia melihat gerlap-gerlip lampu juga musik yang menghentak.


Belum lagi ia mendengar suara keriuhan wanita di sana. Ia semakin mengkerut heran, saat semakin mendekat villa dan kedua kelopak matanya terbuka lebar, melihat begitu banyak wanita-wanita seksi di sana.


"Siapa yang mengajak mereka kesini? Tidak, mungkin anak sialan itu, bisa saja dia akan membuatku terancam, menikmati pertambahan kekayaan." Nyonya Jill berjalan di jalan setapak berbukit, menuju villa.

__ADS_1


Ia begitu khawatir, kalau putranya lah, yang membuat kekacauan ini. Dan ia akan gagal menjadi wanita terkaya di negaranya.


"Apa yang kalian lakukan!" Nyonya Jill berteriak nyaring di sekitar halaman utama villa yang sudah disulap layaknya, diskotik mewah.


Asisten nyonya Jill, mematikan musik yang dimainkan oleh DJ terkenal, semua yang ada di sana tercangang aneh melihat keberadaan nyonya Jill.


Pasangan yang sedang bercumbu di sudut halaman villa pun, terkejut, melihat kedatangan nyonya besar Jill.


"Apa-apa ini, hah!" Bentak nyonya Jill dengan suara begitu nyaring.


"Siapa yang mengizinkan kalian membuat kekacauan di tempatku, hah!" Bentak wanita itu kembali, tidak lupa wajahnya yang begitu terlihat garang.


Semuanya hanya bisa diam dan tidak berani membuka suara, mereka pun hanya saling menatap dengan wajah bingung harus mengatakan apa.


"Sekarang, tinggal tempat ini!" Titah wanita berwajah arogan itu. Mengusir para tamu putranya dengan wajah yang begitu menakutkan.


"Cih, dasar manusia murahan," desis nyonya Jill, saat melihat pasangan yang masih asyik bercumbu di kursi malas.


Pasangan itu pun, segera memisahkan penyatuan dan menjauhi nyonya Jill.


Nyonya Jill, begitu penasaran siapa yang sudah berani membawa, manusia-manusia murahan ke pulau pribadinya itu.


Wanita dengan penampilan modis dan berkelas, memasuki villa. Wnqita itu menaiki tangga dan samar-samar ia mendengar suara kenikmatan yang berasal dari balkon yang ada di lantai atas.


Wanita itu semakin mendekat dan ia semakin mendengar suara menjijikkan di telinganya. Suara lengkingan dan suara penyatuan begitu jelas terdengar di telinga wanita berusia 47 tahun itu.


"Siapa kalian!"


"Kau?!

__ADS_1


"Mama!


__ADS_2