Pejantan Yang Tergadaikan

Pejantan Yang Tergadaikan
bab 51


__ADS_3

"Kalian mau ke mana? Kau tidak ingin mengenalkan wanita ini pada kami?" Carlos kembali melakukan tindakan kurang ajar pada Hans dan Miranda.


"Maaf, kami memiliki urusan lain, " sahut Hans yang masih menampilkan wajah ramahnya.


Nyonya Soraya mendekati Hans sambil memandang hina pria itu.


"Sampah sepertimu, memangnya memiliki urusan penting dengan siapa? Apa kau berharap ada seorang yang akan memberikan sedekah padamu? Lihat, kau memakai jas bermerek, astaga aku tahu merk jas ini sangat mahal. Pasti kau mencurinya bukan? Dasar pria miskin tidak tahu malu!" Nyonya Soraya kembali berkata penuh hina pada Hans. Wanita itu bahkan berkata histeris saat memperhatikan setelan jas yang digunakan, Hans. Seruannya menjadi pusat perhatian banyak orang.


Miranda ingin menyela ucapan wanita di depannya, namun Hans mencegah sambil mengedipkan mata juga tersenyum.


"Mana mungkin pria miskin dan payah sepertimu, mampu memiliki jas ini? Harga jas ini bahkan bisa membeli harga dirimu," celetuk Carlos yang sangat tidak suka melihat jas tag merupakan merek terkenal dan hanya tersedia beberapa setelan saja, kini membungkus tubuh atletis, Hans.


"Katakan, dimana kau mendapat jas ini! Apa kau mencurinya!" Sentak Carlos dengan raut wajah berlebihan.


Rosella yang mendengar perkataan suaminya dan kini perhatian para tamu tertuju pada Hans yang di permalukan. Tidak ingin Hans menjadi bahan gunjingan, wanita itu segera menyela.


"Carlos hentikan, aku yang memberikan setelan jas itu," timpal Rosella.


Seketika merubah suasana di sana semakin menegangkan,


Namun tidak dengan Hans dan Miranda yang saling menatap dengan tatapan tidak mengerti.


Carlos segera mendekati Rosella, menatap istrinya dengan sangat tajam, namun Rosella bertekad untuk melawan kali ini, demi melindungi Hans. 


"Kau, berani-beraninya dirimu memberikan sesuatu yang berharga, apa kau tahu? Kau menghasilkan …."


"Ingat, aku seorang pemimpin perusahaan dan tidak ada sangkut pautnya denganmu," sela Rosella, tanpa memperdulikan raut wajah Carlos yang begitu emosi.


"Dasar anak kurang ajar! Kau tidak berhak melakukan itu pada dia! Kau membuang uangku dengan sia-sia demi pria pengemis ini!" Daddy Rosella ikut murka, menampar wajah putrinya di hadapan banyak orang, pria itu bahkan memaki Hans.

__ADS_1


Mendapat perlakuan kasar dari suami dan daddynya, tidak membuat Rosella tersakiti, namun yang membuatnya merasa terluka, saat melihat Hans yang hanya terdiam sambil memeluk istrinya. Tanpa berniat untuk membantunya. Padahal ia berniat melindungi.


"Apa yang kau harapkan pada pria pecundang sepertinya, hah! Dia hanya pria payah yang hanya memeras harta kita, dia hanya pria benalu juga pengemis," daddy Rosella kembali berkata histeris di depan banyak orang.


Memperlakukan putrinya dengan sangat buruk, dan mempermalukan putrinya.


"Dasar wanita murahan, ingat, kau sudah memiliki suami. Tidak seharusnya kau bermain hati di belakang suamimu, apalagi memberikan barang berharga pada pria sampah ini!" Nyonya Soraya ikut menimpali, memaki bahkan menampar wajah Rosella.


Semua tamu kini menatap miris ke arah Rosella, mereka juga terheran, kenapa keluarga itu seakan menyudutkan Miranda dan Hans.


Carlos mendekati Hans dengan wajah suram, ia akan memberikan pelajaran pada pria yang dianggap sampah itu.


"Pria sialan, kau masih berhubungan dengannya dan meminta sesuatu yang sangat mahal. Dasar pecundang!" Gertak Carlos dengan sorot mata tajamnya.


"Stop, suamiku bukan pria seperti itu, mengenai jas ini, aku yang memberikannya, sebagai seorang istri, aku berhak melakukannya bukan? Suamiku pun tidak pernah bermain curang dengan istrimu." Miranda yang sudah muak mendengar suaminya terus dihina, akhirnya mengeluarkan suara.


"Jadi kalian pasangan suami istri? Jadi … wanita cacat ini istrimu?"


"Jaga ucapanmu!" Sentak Hans, mendengar Carlos menghina istrinya.


"Wow, lihat, kau sudah berani rupanya. Hanya menikahi seorang wanita cacat tidak berguna, kau berani pada kami? Dasar pria brengsek!" Carlos menendang kuat kursi roda Miranda, membuat tubuh wanita itu ikut terdorong, beruntung, Hans dengan cepat menahannya.


"Hey, kau keterlaluan!" Teriak Hans dengan wajah berang, mendekati Carlos dan memukuli wajah pria sombong itu.


Semuanya terkejut dengan serangan brutal Hans yang membuat sebagian wajah Carlos terluka.


Sementara Rosella terlihat tercengang, melihat perilaku Hans yang membela wanita lain daripada dirinya.


Wanita itu menatap nanar ke arah Hans yang kini begitu mengkhawatirkan istrinya.

__ADS_1


"Dasar pasangan miskin dan tidak tahu malu. Kalian sungguh tidak memiliki moral, mendekati acara mewah ini untuk menikmati makan gratis dan sekarang, kau berani memukuli menantuku! Kalian sampah, tidak seharusnya berada disini." Daddy Rosella kini memaki Hans dan Miranda, dengan wajah sombong.


Tamu di sana begitu terheran dengan perkataan daddy Rosella yang sudah berani menghina seorang nona muda dan suaminya.


"Penjaga!" Nyonya Soraya memekik kencang, untuk memanggil seorang penjaga.


"Aku sangat kecewa dengan keamanan acara ini, membiarkan pasangan suami-istri miskin berada disini untuk menikah makan mewah gratis," cerca nyonya Soraya, memandang remeh ke arah, Hans dan Miranda.


Sang penjaga hanya terdiam, saat nyonya Soraya menunjuk pada sosok yang mereka segani.


"Apa yang kalian lihat! Cepat lemparkan mereka keluar!" Teriak nyonya Soraya dengan kencang. 


Penjaga berjalan mendekati pasangan Hans dan Miranda. membuat ketiga orang songong itu tersenyum puas.


Apalagi melihat ruat panik Hans sambil terus memeluk istrinya.


"Nyonya, tuan!" Seru penjaga itu sambil membungkukkan setengah badannya.


Sukses membuat keluarga Rosella tercengang.


"Apa yang kau lakukan, kenapa kau harus menunduk seperti itu. Sekarang usir mereka!" Sentak daddy Rosella yang sangat menahan amarahnya.


Hans dan Miranda tidak banyak berkata-kata, biarlah seseorang yang akan membuka identitas asli keduanya, yang akan menampar wajah sombong keluarga ini. Yang sudah keterlaluan.


"Apa yang terjadi!" Seorang pria dengan pasangannya kini mendekati kerumunan juga suara perdebatan.


Namun seketika pria sang pemilik acara terkejut, saat melihat keberadaan sang nona muda bersama pasangannya


Wajah pria itu seketika memucat, yang mana membuat semua orang terheran.

__ADS_1


__ADS_2