
"PLAK." Suara tamparan kuat dan nyaring, menggema di balkon yang terletak di lantai atas sebuah villa.
Pria tampan, yang mendapat tamparan hanya bisa diam sambil mengusap pipinya yang terasa panas. Ia juga menatap sang mama dengan jengah, seakan tidak peduli oleh tamparan yang ja rasakan tadi.
Nyonya Jill, menatap putranya dengan tatapan nyalang juga wajah murka. Bagaimana bisa putranya lebih menghabiskan waktu dengan seorang wanita murahan daripada, istrinya sendiri.
Wajah wanita itu begitu mengerikan dan ingin rasanya, wanita itu menampar sekali lagi wajah tampan putranya.
Wanita yang menemani putranya, sudah sejak tadi di usir keluar dari area pulau pribadi milik mereka.
Wanita yang rela melakukan adegan panas dengan putra sialannya, hanya menginginkan sebuah pamor untuk menunjang karirnya di dunia keartisan.
……..
"Apa kau tidak berpikir? Kalau yang kau lakukan ini salah, Rolex." Nyonya Jill, menekan geram ucapnya. Ia begitu muak dengan kelakuan murahan putra, satu-satunya ini.
Rolex hanya diam dengan kedua biji matanya berputar jengah, Rolex bahkan kini bersikap angkuh di depan sang mommy, sambil kembali menikmati minumannya.
Melihat sikap putranya, nyonya Jill semakin geram.
"Rolex!" Bentak wanita itu dengan wajah merah. Dadanya terlihat naik-turun seakan mengalami sesak nafas.
"Berisik," sahut Rolex cuek.
__ADS_1
"Apa?! Berisik? Kau yang keterlaluan, Rolex!" Gertak nyonya Jill dengan wajah semakin menahan rasa marah yang kuat kepada putri ini.
Rolex kembali hanya diam dengan wajah tidak acuh, mendengar suara mama-nya yang berteriak di depannya.
"Mama pikir, kau akan berubah sikap murhananmu ini setelah bangun dari koma, tapi kau semakin gila. Bagaimana, kalau mereka tahu perbuatanmu ini, dan ingat, kau sudah menikahi seorang wanita terkaya, Rolex." Nyonya Jill terlihat frustasi dengan sikap putranya ini.
Apalagi melihat raut wajah biasa Rolex, membuat nyonya Jill begitu was-was.
"Come on, mam. ini adalah kehidupan yang ku inginkan, bisa bersenang-senang setiap harinya dan bisa menikmati keindahan tubuh wanita setiap jam. Jangan mommy berharap, aku akan menikahi wanita cacat dan berwajah tembok, seperti dia." Rolex dengan mudahnya, menghina wanita yang merupakan orang terpandang dan berkuasa di wilayahnya.
"Rolex!" Teriak nyonya Jill.
Rolex kembali hanya mencebik jengah ke arah wanita yang sudah melahirkannya itu.
"Semoga, perlakuan ini tidak sampai kepada mereka. Bagaimana, kalau tuan Linux mengetahui ini semua, kau bisa saja dilempar dari keluarga mereka." Jelas nyonya Jill. Wajahnya begitu terlihat khawatir.
Rolex hanya bisa diam santai sambil memejamkan matanya, mengingat kembali, adegan panas yang begitu nikmat tadi. Beruntung ia sudah mengeluarkan sesuatu yang begitu melegakan, sebelum sang mama datang.
Rolex mengingat, kembali setiap, inci kulit lembut dan wangi tubuh, menari-nari di atas tubuhnya dengan raut wajah begitu membuat Rolex frustasi, ingin melakukannya lagi.
"Rolex Dark Jill!" Geram nyonya Jill, sambil menatap wajah putranya itu lesu.
"Kau akan membuat mama kehilangan semuanya," ujar wanita itu dengan suara lesu.
__ADS_1
"Tenanglah, mama tidak perlu khawatir. Semuanya akan baik-baik saja. Karena aku akan tetap di sini dan juga di sisi wanita menjijikkan itu." Rolex berkata dengan wajah santai. Ia juga cuek, melihat wajah heran sang mama.
"Apa maksud kamu, Rolex! Kau tahu, wanita yang kau nikahi bukanlah sembarang wanita?" Sahut nyonya Jill dengan wajah begitu muak.
"Mama bisa menghubungi seseorang di sana? Apakah aku berada di sisi wanita cacat dan tembok itu?" Rolex menatap wajah sang mama yang tampak kebingungan.
Nyonya Jill pun melakukan apa yang diucapkan putranya, menghubungi seorang mata-mata di kediaman menantunya itu.
Nyonya Jill tampak syok, saat mendengar ucapan orang suruhannya itu, pria di seberang sana mengatakan, kalau putranya sedang bersama, menantu kaya-nya.
Dengan wajah keheranan juga penasaran, nyonya Jill mematikan panggilan dengan pandangan lekat ia berikan kepada, putranya itu.
"Apa maksud, semua ini Rolex?" Tanya nyonya Jill penasaran dengan ucapan geram.
Rolex hanya menampilkan senyum sinis, melihat wajah sang mama yang tampak seperti seorang yang bodoh.
"Yah, seperti yang mama ketahui, kalau aku ada di sini dan di sana," ujar Rolex dengan perkataan ambigu.
"Bisakah, kau menjelaskannya kepada mama dengan ucapan jelas, Rolex!" Pinta nyonya Jill, dengan wajah geramnya itu.
Rolex pun, dengan wajah muak, menerangkan semuanya kepada sang mama. Tentang rahasianya itu.
Nyonya Jill terlihat terkejut, mendengar penuturan putranya. Sejak kapan ia memiliki putra kembar? Perasaannya ia hanya melahirkan satu putra, jadi kenapa ada seorang yang begitu mirip dengan putranya.
__ADS_1