
Rosella yang baru keluar dari lift khusus untuknya begitu terkejut melihat sosok pria yang amat ia kenali memasuki lift bersama dengan seorang pria wanita cantik dan seksi.
Rosella sempat membeku di tempatnya, menatap dengan benar sosok yang sekilas begitu mirip dengan Hans.
"Hans?! Ucapnya lirih. Melangkahkan kedua kaki jenjangnya menuju lift di depannya itu. Ingin mengelak kalau pria itu bukan Hans, namun wajah Rosella begitu terkejut, saat pintu lift akan tertutup sempurna, wajah itu jelas terlihat olehnya, wajah yang selalu dirindukannya.
Namun kali ini ada satu hal yang mengganjal di hatinya, atas wanita yang bersama pria itu.
"Siapa wanita yang bersamanya?" Tanyanya dengan wajah penasaran.
Tidak ingin terlalu tersiksa dengan rasa penasarannya, Rosella menatap lantai yang ditunju oleh pria yang ia duga adalah — Hans.
Namun kenyataannya, pria itu melainkan, Rolex yang akan melakukan kesenangan dengan salah satu koleksi wanitanya.
Rosella menekan angka yang di datangi Rolex saat sudah berada di dalam lift. Wajah Rosella sungguh tidak percaya, wanita itu tidak hentinya, memelintir ujung lengan blazer hitam yang ia kenakan.
Suara lift pun berbunyi, tidak lama kemudian pintu besi itu terbuka, Roosella menghentikan langkahnya sampai mencoba mengintip sosok pria rupawan yang sedang menghimpit seorang wanita cantik.
__ADS_1
Rosella membungkam mulutnya sendiri, saat melihat pria yang selama ini ia cintai, melakukan hal tidak terduga. Pria itu bercumbu panas di depan pintu kamar hotel.
Dan Rosella bisa melihat wajah bernafsu pria itu dan segera menggendong sang wanita yang setengah telanjang memasuki kamar.
Rosella menyandarkan punggungnya di dinding sambil menangis karena kecewa dengan apa yang ia lihat tadi.
Wanita itu mengusap air matanya dan keluar dari persembunyian, melangkah mendekati kamar yang Rolex juga wanitanya pesan untuk menghabiskan waktu indah.
Rosella menekan dadanya yang begitu ngilu, saat mendengar teriakan wanita di dalam sana yang sepertinya begitu menikmati permainan. Ia juga mendengarkan suara ******* bersahutan dan suara penyatuan yang terdengar jelas.
Rosella berlari menuju ruangan kosong yang ada di lantai tersebut, wanita itu menyadarkan punggung bergetarnya di pintu, tubuh lemah itu meluruh di atas lantai, menangis karena kekecewaan atas perlakuan pria yang pikir adalah Hans begitu liar dan berani.
Karena setahunnya, Hans adalah sosok pria ramah juga selalu menjaga perasaan wanita yang bersamanya.
Rosella terus terisak di dalam sana, menangisi kekecewaannya terhadap pria yang menikmati penyatuan di dalam sana.
________
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Miranda segera bertanya kepada orang suruhan untuk menyelidiki sesuatu tentang suaminya yang tiba-tiba meminta izin untuk kembali ke desa, pria itu beralasan saja, padahal ia hanya ingin menyembuhkan luka di wajahnya.
Orang kepercayaan Miranda, menyerah tablet kepada sang nyonya memperlihatkan sebuah pemandangan yang seketika membuat wanita itu begitu marah.
Miranda bisa melihat, suaminya di perlakukan semena-mena dengan kedua anak dan ibu itu.
Rosella menatap sengit tablet yang berada di hadapannya, dengan raut wajah marah, wanita itu melemparkan tablet canggih dan tentu saja benda itu begitu mahal.
"Brengsek, beraninya mereka mengusikku," erang Miranda begitu marah.
Dengan wajah begitu sangar, Miranda meminta sang sopir untuk segera membawanya ke tempat suaminya sekarang ini.
"Kau tahu dimana tempatnya?" Miranda bertanya kepada supir pribadinya.
"Dia sedang bersama sahabatnya nyonya." jawab sang sopir. Sambil melaju meninggalkan kediaman Hans bersama istrinya itu.
"Buat sesuatu kepada kedua orang itu, agar mereka tahu rasanya diperlakukan semena-mena!" Pinta Miranda sengit.
__ADS_1