Pejantan Yang Tergadaikan

Pejantan Yang Tergadaikan
bab 32


__ADS_3

Suasana ruang makan di rumah keluarga Hans tampak begitu hening, hanya ada dentingan alat makan yang terdengar, memberikan kebisingan di ruangan itu.


Apalagi tampak wajah tegang kedua orang tua Hans, sambil melirik ke arah seorang tamu wanita yang mereka hindari sejak dulu.


Mereka juga merasa tidak nyaman dengan menantu perempuannya, yang terlihat tidak mengetahui apapun. Dan rasa bersalah dalam dari keduanya begitu terlihat. Dengan menatap Miranda sendu, terutama mommy Sarah, yang begitu bersimpati kepada menantunya itu.


"Makan yang banyak nak, semua ini mommy memasak untukmu." Dengan penuh kelembutan dan perhatian, mommy Sarah mengambil menu istimewa dan meletakkan di atas piring — Miranda.


"Terimakasih, mom," ucap Miranda.


Miranda tersenyum, ia pun segera mulai ingin mengunyah potongan daging itu. Namun pria di sampingnya membantunya memotong daging yang di saji oleh sang mommy dengan potongan kecil-kecil, agar memudahkannya untuk mengunyah.


"Nikmatilah, sayang!" pinta Hans dengan begitu lembut memperlakukan istrinya itu.


Lagi-lagi Miranda tersenyum tipis dan memandang suaminya tanpa menikmati makan istimewa itu.


Melihat istrinya hanya memandangnya, Hans pun terkekeh sambil mengelus pipi sang istri, pria itu tahu keinginan istrinya itu.


"Kau ingin aku menyuapimu?" Tanya Hans pelan, meriah telapak tangan Miranda yang berada di atas meja lantas mengecupnya.


Miranda hanya memperlihatkan anggukan kepala dan membalas genggaman tangan Hans di telapak tangannya.

__ADS_1


Hans pun dengan penuh kelembutan dan perhatian, membantu istrinya menikmati makan malam dengan menyuapinya, sesekali ia juga menyuap makan ke dalam mulut secara bergantian dengan sang istri.


Tanpa mereka pedulikan, sosok wanita yang terus menatap adegan romantis pasangan itu. Membuat dada Rosella begitu panas juga sesak bersamaan. Diam-diam butiran air mata jatuh mengenai kedua pipi yang diolesi sedikit makeup.


Rosella sekuat tenaga menggenggam gaunnya di bagian bawah untuk menahan emosi yang begitu menyesakkan.


Melihat pria masa lalunya yang begitu menyayangi sang istri. Padahal sikap lembut dan hangat Hans selalu didapatkannya setiap waktu.


Membuat perasaan wanita itu begitu besar kepada Hans. Namun sekarang ia hanya bisa menikmati pemandangan yang begitu menyakitkan dan sungguh Rosella begitu tidak tahan.


Wanita berwajah putih pucat itu, tersentak kaget, mendengar suara decakan dari wanita di sampingnya.


"Ck, tidak seharusnya, kalian mengumbar kemesraan di tempat makan dan di saksikan kami semua, kalian harus menghargai dan menjaga hati seseorang." Bibi Liliana begitu geram saat melihat adegan manis di depannya, bibi Liliana juga bisa melihat raut kecewa dan sakit hati seorang — Rosella.


Rosella hanya tersenyum miris, ternyata kedua orang tua Hans juga tidak menyetujui hubungan mereka dahulu.


"Ingat nona Rosella ada di sini dan bisakah kalian menghormatinya, setidaknya sebagai seorang tamu," bibir Liliana lagi-lagi melayangkan komentar.


Hans dan Miranda hanya menanggapi ungkapan sinis sang bibi dengan wajah tidak acuh, begitu juga yang lain, hanya mommy Sarah yang membalas setiap sindiran wanita dewasa itu.


"Seorang tamu juga harus menghargai keadaan di dalam rumah ini dan bisa memahami, apalagi dia juga seorang bersuami," sahut mommy Sarah dengan nada sengit juga tatapan mendelik ke arah Rosella.

__ADS_1


Mommy begitu tidak menyukai rosella berada di rumahnya, entah mengapa ia begitu membenci wanita ini.


"Sudahlah, sayang, Lili, sebaiknya habiskan makanan kalian!" Titih daddy dengan wajah tenang dan tegasnya.


Mendengar perintah kepala keluarga di rumah sederhana itu, kini kembali hening.


Namun lirikan kedua mata wanita itu terus memperhatikan Hans yang menanggapinya biasa saja.


Namun Rosella semampunya bisa mendekati Hans, hatinya tidak bisa berbohong, kalau ia begitu tidak rela Hans menikahi wanita lain dan seorang wanita cacat.


Rosella segera bergerak lincah, saat melihat makanan kesukaan pria masa lalunya itu berada di hadapannya, segera wanita itu meletakkan di atas piring Hans.


"Ini makanan kesukaan kamu, makanlah!" Seru Rosella sambil meletakkan makanan itu ke dalam piring Hans.


"Jangan makan itu, bukankah, kau alergi?" Kembali Rosella mencoba mengalihkan perhatian Hans kepada istrinya dan mencoba memperlihatkan kepada semuanya, kalau hanya dirinya yang mengenal baik sosok Hans.


Semua terlihat diam dan menatap ke arah Rosella dengan wajah datar, apalagi Hans, segera memindahkan menu yang di berikan Rosella di piring istrinya, begitu juga makan yang di komentar Rosella, pria itu segera mengunyahnya.


"Aku menyukai apa yang istriku sukai." Terang Hans.


Rosella kembali merasakan sakit hati yang semakin menyesakkan, sungguh ini begitu menyakitkan.

__ADS_1


Hans sebisa mungkin tidak menghiraukan Rosella yang pria itu tahu , kalau wanita itu mencoba mengambil kembali hatinya.


Namun Hans tidak akan mengkhianati sang istri yang sudah mulai ia sayangi dan merasa perlu melindungi istrinya itu.


__ADS_2