Pejantan Yang Tergadaikan

Pejantan Yang Tergadaikan
bab 33


__ADS_3

"Kalian akan kembali hari ini?" Mommy Sarah menerobos masuk ke dalam kamar putranya, saat mendengar kabar tentang putra juga menantunya akan kembali ke kota pagi ini.


Hans yang sedang mengemasi pakaiannya juga sang istri ke dalam koper, menoleh ke arah belakang, menatap sang mommy yang sudah menitikkan air mata.


Hans mendekati mommynya dan memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu dengan penuh kelembutan.


"Maaf, tapi aku memiliki urusan di kota, mom. Miranda juga harus kembali bekerja," pungkas Hans dengan nada lembut, menghapus air mata mommynya.


Wanita yang dalam rangkulan putranya hanya bisa melepas kepergian putranya dengan hati lapang, meskipun ia masih ingin berlama-lama dengan anak laki-lakinya itu.


"Jangan khawatir mom, kami akan sering mengunjungimu," sela Miranda, untuk pertama kalinya wanita itu berbicara panjang kepada orang di dalam rumah itu.


Mommy Sarah, mendekati menantunya, mengecup kening Miranda penuh kasih sayang seorang ibu, wanita itu juga memberikan sebuah cincin berhiasan sederhana dan menyematkan di jari manis — Miranda.

__ADS_1


"Maaf, mommy hanya bisa memberikan ini untukmu," tukas sang mommy yang begitu menyayangi menantunya itu.


Miranda begitu terharu atas perlakuan ibu mertuanya, ia pun menatap perhiasan sederhana yang kini melekat di jari manisnya.


Bukan bentuk dan kemewahan yang Miranda nilai, namun ketulusan juga kasih sayang yang membuat wanita itu terharu.


________'


Hans datang mendekati istri dan mommynya yang sudah berada di ruangan tamu, dengan pria itu mengeluarkan koper milik mereka, juga kini Hans berjongkok di depan istrinya.


Hans benar-benar menyakinkan kenyamanan istrinya dengan sepatu berbahan ringan itu dan nyaman di pakai oleh Miranda. Setelah itu, pria itu pun mengecup kening istrinya di depan semua keluarga juga tamu mereka.


Rosella hanya bisa membuang pandangan ke arah lain, begitu menyakitkan melihat adegan romantis yang dilakukan mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


Sungguh, Rosella begitu tidak terima prianya menjadi milik orang lain. Rosella berjanji akan merebut Hans kembali dari tangan wanita yang ia pikir adalah seorang wanita dari kalangan rendah.


Hingga Rosella memamerkan mobil mewahnya di depan semua orang. Wanita itu melakukan perjalanan kembali ke kota seorang saja. Rosella berharap Hans akan memperhatikannya dan menawarkan tumpangan bersama.


Namun lama wanita itu menunggu, berharap semuanya sesuai ekspektasinya, tapi yang terjadi, kini Hans sudah terlebih dahulu memasuki sebuah mobil yang cukup mewah di pandangan keluarga — Hans.


"Cih, seakan dia adalah nyonya di sini lantas pergi dengan wajah puas," komentar mommy, melihat perilaku seorang wanita


Rosella kini meninggalkan kediaman sederhana, Hans. Mengejar laju kendaraan yang digunakan Hans dan Miranda.


Rosella akan menyingkirkan wanita yang menjadi penghalang baginya dapat kembali kepelukan — Hans.


Sementara di dalam mobil, Hans kini menyetir dengan sebelah tangan menggenggam telapak tangan Miranda, sesekali pria itu membawa telapak tangan istrinya ke arah bibirnya dan memberikan kecupan.

__ADS_1


Miranda sejak tadi tertidur, wanita itu tidak bisa menahan rasa pegal dan capek saat melakukan pekerjaan di rumah sederhana — suaminya.


Miranda ingin belajar untuk menjadi seorang istri yang baik dan bisa melayani suaminya, sesuai ajaran ibu mertuanya, Miranda sedikit demi sedikit pun mau melakukannya demi suaminya yang mulai mengisi hatinya.


__ADS_2