
Rosella terus mengikuti Rolex yang terus melangkah menuju parkiran khusus, wanita itu berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh Rolex.
Rosella menyembunyikan tubuhnya di jejeran mobil, saat Rolex menoleh ke belakang tepat di samping mobil pria itu.
Setelah melihat mobil Rolex bergerak keluar dari area parkiran, Rosella pun mendekat ke arah mobilnya, wanita itu masuk ke dalam mobil dengan tergesa-gesa. Ia takut kehilangan jejak Rolex.
Tapi … saat ingin menutup pintu mobilnya, sebuah tangan kekar menahan pintu mobil tesebut, Rosella menoleh ke arah luar dan betapa terkejutnya wanita itu saat melihat suaminya berada di hadapan.
"K-kau?! Serunya dengan nada terbata dengan wajah gugup.
"Lepaskan aku Carlos!" Pekik Rosella, saat suaminya kini menariknya kasar mendekati mobil suaminya. Pria itu tidak memperdulikan teriakan istrinya dia terus menarik kasar dan menghempaskan begitu saja tubuh istrinya itu di dalam mobil.
"Brak." Rosella terloncat saat pintu di sampingnya tertutup kasar, sungguh tubuhnya begitu sakit pun salah satu tangannya terasa ingin putus.
Rosella hanya bisa meringis tertahan, ia menoleh saat Carlos sudah berada di dalam mobil itu. Pria itu lantas menarik rambut istrinya ke belakang, hingga kepala Rosella tertarik ke belakang dengan kepala mendongak.
"Sakit Carlos!" Ucap Rosella sambil meringis ngilu. Mencoba melepaskan tarikan Carlos di kepalanya yang mana rambutnya terasa ingin rontok.
"Dasar kau wanita murahan, jadi ini yang kau lakukan seharian istriku? Bertemu dengan pria sialan itu?" Carlos mendekatkan wajahnya di dekat telinga Rosella, dan berbisik dengan kata hinaan.
__ADS_1
Carlos sejak tadi yang mencoba menghubungi istrinya, namun tidak mendapatkan jawaban terpaksa menyusul istrinya ke hotel. Namun saat keluar dari lift, ia melihat Rolex yang pria itu pikir adalah Hans, tidak lama Carlos melihat istrinya yang berjalan tergesa-gesa menyusul langkah Rolex tadi.
Carlos pun menjadi marah dan emosi, melihat istrinya yang pria itu pikir masih berhubungan dengan mantan kekasihnya.
Dengan wajah emosi penuh amarah, Carlos mengikuti istrinya itu, pria itu berjanji akan melakukan sesuatu perhitungan kepada istrinya.
Rosella menggelengkan kepala seakan mengelak dari tuduhan sang suami.
"Tidak, aku tidak bersamanya, dia bersama dengan wanita lain," ujar Rosella yang mengatakan sebenarnya, namun Carlos terlihat tidak percaya. Semakin menarik rambut Rosella hingga ia berteriak kesakitan.
Carlos melepaskan genggaman kuat di belakang ke kepala istrinya dan sengaja mendorong ke depan hingga kepala Rosella terbentur di dashboard mobil.
Wanita itu hanya bisa mendesis kesakitan dengan air mata sudah meluruh membasahi wajah menyedihkannya.
___
"Kami pulang, bro. Terimakasih, kau sudah mengizinkan ku berada di sini." Hans dan Miranda berpamitan untuk kembali ke Mansion pribadi mereka.
"Tidak masalah, kalian juga menggunakannya untuk hal menyenangkan misalnya," ujar Robben sambil tersenyum aneh kepada Hans.
__ADS_1
Hans pun mendorong kursi roda istrinya menuju mobil, dengan penuh hati-hati ia memindahkan tubuh istrinya dan meletakkan di kursi dengan posisi yang membuat istrinya nyaman.
Rosella yang melihat Hans dengan istrinya juga penampilan lain, begitu kebingungan. Ia yang terus melihat keluar tidak sengaja melihat Hans dan Miranda yang baru saja keluar dari lobby apartemen.
Rosella pun mengkerutkan wajah, bingung dengan apa yang ia saksikan.
"Ini tidak mungkin? Apa dia mengelabui istrinya?" Rosella terdiam dengan pikiran yang terasa ganjil.
"Kenapa ia begitu cepat mengubah penampilannya?" Gumamnya sedikit nyaris yang membuat Carlos menatapnya sinis.
"Ck, jangan berpikir kau akan bisa kembali menemuinya, karena aku akan membuat perhitungan kepada pria itu," tukas Carlos dengan nada ancaman.
Rosella hanya bisa bungkam, masih memikirkan dengan apa yang baru saja ia saksikan. "Apa mereka kembar?" Batin wanita itu sambil menatap keluar.
Saat di lampu merah, Rosella melihat dengan mata berkaca-kaca saat mobil Hans dan Miranda tepat di samping mobil mereka.
Rosella melihat, betapa Hans sangat menyayangi istrinya itu, pria yang masih dicintainya, terus menggenggam tangan istrinya dan memperlakukan istrinya itu dengan begitu istimewa.
Sungguh perasaannya begitu sakit dan sesak, melihat pemandangan yang membuatnya hancur.
__ADS_1
Sungguh hukum karma yang sangat tepat ia dapatkan sekarang dari perbuatan kedua orang tuanya sendiri. Membuang sebuah batu berharga demi bongkahan kerikil.
Ia merasakan sendiri nasibnya selama bersama dengan sang suami, hanya ada perlakuan buruk dan kasar yang ia dapatkan. Berbeda dengan waktu bersama dengan Hans, yang selalu di istimewa bahkan diperlakukan layaknya seorang ratu.