PEMBANTU KECIL JAGOANKU

PEMBANTU KECIL JAGOANKU
Bab 21. Jawaban cinta


__ADS_3

Rita tidak berharap, Putra akan memahami apa yang dia lakukan. Kebohongannya mungkin memang sulit di terima bagi keluarga Putra. Jika memang kali ini dia dianggap bersalah dan tidak pantas lagi bekerja pada keluarga Putra, itu malah lebih baik.


Tatapan mata Putra yang tajam sekaan menembus ulu hati Rita yang saat ini masih dalam kebimbangan. Semua konsekuensinya akan Rita terima.


Dia memang baru bekerja belum ada satu tahun, tetapi gaji Rita yang lebih tinggi, membuatnya sudah memiliki cukup uang untuk bisa kembali ke kampung dan kuliah di sana.


Setelah beberapa saat, tatapan itu berubah lembut.


"Aku minta maaf, karena selama ini, aku sudah memperlakukanmu sebagai pembantu ," ucap Putra sambil menarik napas dalam-dalam.


Rita kaget mendengar ucapan Putra. Apa maksudnya dengan ucapannya itu?


"Seandainya aku tahu, kamu anaknya Om Nardi, aku mana berani menjadikanmu pembantuku," kata Putra lagi.


"Meskipun aku putrinya, aku di sini bekerja. Aku tidak mencuri dan merugikan orang lain. Apa salahnya jadi pembantu?" tanya Rita.


"Kamu tidak salah. Aku yang salah. Rita, Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Om Nardi. Apa yang akan orang-orang katakan tentang keluarga kami, jika mereka tahu, anak Om Nardi menjadi pembantuku?" tanya Putra.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan memecat aku?" tanya Rita.


"Aku tidak tahu. Aku mencintaimu dan aku tidak ingin kamu pergi," kata Putra bingung. "Aku pergi kerja dulu. Aku akan pikirkan nanti."


Putra bergegas pergi meninggalkan Rita dalam kegalauan. Kejujurannya kali ini, membuat jarak diantara mereka. Entah apa yang dipikirkan Putra terhadapnya, mungkin Putra menganggap dia pembohong.

__ADS_1


Rita tidak ingin terlalu sedih memikirkan ini semua. Seharusnya dia bahagia, karena dia sudah berani jujur.


Sore harinya, Putra pulang dengan membawa makanan yang langsung diberikan kepada Rita. Putra memang tadi sudah mengirimkan pesan singkat untuk tidak perlu masak. Saat itu, pikiran Rita sudah bisa menebak, kemana langkah Putra kedepannya.


Rita menyiapkan makan malam, sebagai malam terakhir dia ditempat ini. Dia harus bersikap profesional dan bersikap baik-baik saja.


Putra dan Rita sudah duduk berhadapan di meja makan. Mereka mulai makan dengan tanpa satu patah katapun. Selesai makan, Putra baru mulai berbicara.


"Rita, aku ingin bertanya satu hal padamu," ucap Putra memecah kesunyian.


"Silakan, Pak Putra," jawab Rita.


"Apakah kamu mencintaiku?"


"Bukankah kamu sudah berniat jujur padaku? Jadi kenapa tidak jujur sekalian tentang perasaan kamu, jadi aku tidak perlu menunggu lebih lama lagi," tanya Putra serius.


"Aku ... Aku memang mencintai Pak Putra. Tapi ...," jawab Rita terhenti.


"Kenapa harus ada tapi? Jika cinta ya cinta," ucap Putra sambil menahan senyum karena dia merasa bahagia atas kejujuran Rita.


"Aku ...."


Rita hanya dapat menghela napas berat. Ucapan Putra memang ada benarnya juga. Mencintai tidak harus ada kata Tapi. Mencintai itu apa adanya, apalagi mereka masih sama-sama sendiri.

__ADS_1


"Rita, aku sudah memutuskan. Karena aku sudah tahu jawaban kamu, maka mulai malam ini, aku dan kamu adalah sepasang kekasih. Jadi aku tidak akan membiarkan kamu tetap tinggal di sini. Besok, kamu pindah ke tempat lain untuk menghindari dosa," ucap Putra.


"Kenapa, menghindari dosa apa?" tanya Rita polos.


"Rita, kamu pernah pacaran?" tanya Putra.


"Belum. Tidak ada cowok yang suka padaku. Mereka semua menjauh dariku. Makanya aku heran, Pak Putra dan Mas Rama, bisa suka padaku," kata Rita antara sedih dan penasaran.


Putra tertawa mendengar perkataan Rita. Ada rasa menggelitik dihatinya yang ingin sekali dia ucapkan, tetapi coba di tahannya.


"Kenapa tertawa?" tanya Rita kesal.


Apakah belum pernah pacaran itu lucu? Batin Rita.


"Kamu ingin tahu, kenapa mereka menjauh darimu?" tanya Putra.


Rita mengangguk pelan dan mencoba mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Putra yang saat ini sudah memproklamirkan diri sebagai kekasihnya.


"Cepat katakan!"


...****************...


Sambil menunggu up selanjutnya, baca juga karya temen aku.

__ADS_1



__ADS_2