PEMBANTU KECIL JAGOANKU

PEMBANTU KECIL JAGOANKU
Bab 35. Keinginan Nenek


__ADS_3

Mereka berdiri disamping tempat tidur Nenek yang saat ini sedang memejamkan matanya. Mereka saling berpandangan, karena tidak ada yang berani membangunkan Nenek. Rita lalu mulai menyentuh tangan Neneknya untuk membangunkannya.


"Nenek, mereka sudah datang," ucap Rita pelan di telinga Neneknya.


Nenek segera membuka mata dan melihat ke arah Pak Nardi dan berhenti pada Putra. Nenek memberikan isyarat pada Rita untuk meminta Putra mendekat. Rita melihat ke arah Putra lalu meminta Putra mendekati Nenek.


"Nenek, ini Putra," ucap Rita pelan.


"Nenek, saya putra, pacarnya Rita," ucap Putra memperkenalkan diri.


"Apa benar, kamu pacarnya Rita?" tanya Nenek dengan suara lemah.


"Aku tidak percaya. Karena saat aku meminta Rita membuktikannya, dia tidak bisa," kata Nenek lagi.


"Membuktikan apa, Nek. Jika Rita tidak bisa, mungkin Putra bisa membuktikannya pada Nenek," kata Putra sambil melihat ke arah Rita.


"Jika kalian memang serius pacaran, Nenek ingin kalian menikah," kata Nenek yang membuat Putra menelan ludahnya.


"Me-menikah?" tanya Putra kaget tapi juga senang.


"Nenek pikir kalian ini hanya pura-pura pacaran. Berapa besar, Rita membayar kamu untuk menjadi pacar pura-pura dia?" tanya Nenek sedikit emosi.


"Nenek, Nenek jangan sambil emosi. Rita tidka membohongi Nenek. Kami memang pacaran, Nek," jawab Rita sambil memegang tangan Neneknya.

__ADS_1


Nenek tampak kecewa dengan Rita yang sudah membohonginya. Sengaja menyewa seseorang untuk menjadi pacar pura-pura.


"Nenek, Rita tidak membayar Putra. Untuk membuktikan bahwa kamu memang pacaran, Putra setuju untuk menikah dengan Rita, kapanpun Nenek menginginkannya," ucap Putra yang membuat semuanya kaget, termasuk Rita sendiri.


"Putra, kamu ... jangan bercanda. Ini pernikahan bukan permainan anak-anak," ujar Rita mengingatkan Putra.


"Jadi, mana yang benar? Menikah atau tidak?" tanya sang Nenek.


"Menikah," jawab Putra.


"Tidak," jawab Rita.


Wajah Nenek berubah sedih. Tampak rasa kecewa dan putus asa menyelimuti hatinya. Barulah sang Ayah mulai bicara.


"Ibu, anak-anak memang kadang sering berbeda pendapat, itu hal yang biasa. Aku bisa pastikan jika mereka memang sepasang kekasih," ucap Pak Nardi menengahi.


Putra menatap Rita penuh rasa kecewa. Putra lalu mengajak Rita keluar untuk menindak lanjuti keinginan Nenek.


"Rita, kamu kenapa? Kamu tidak ingin menyenangkan Nenekmu?" tanya Putra agak kecewa.


"Tentu saja aku ingin menyenangkan Nenek. Tapi bukan dengan menikah," jawab Rita.


"Kalau menikah, memangnya kenapa? Bukankah kita saling mencintai? Atau kamu hanya pura-pura saja mencintai aku. Apa kamu memilih kita putus?" tanya Putra panik.

__ADS_1


"Aku, siapa bilang aku tidak mencintaimu? Aku juga tidak bisa berpisah denganmu. Aku ...," jawab Rita terhenti.


"Kalau begitu, kita akan menikah. Yah, kita putuskan saja seperti itu," kata Putra sambil tersenyum.


Rita hanya diam dengan bibir manyunnya. Rita benar-benar dibuat tidak bisa menolak keinginan Nenek.


"Rita, jangan khawatir. Selanjutnya akan kita bicarakan setelah menikah," kata Putra seolah paham kekhawatiran Rita.


"Kamu saja belum bilang pada orangtuamu. Apa kamu tidak takut, mereka akan marah padamu?" tanya Rita.


"Kamu benar. Aku akan menghubungi mereka sekarang. Kamu bilang pada Nenek, jika kita siap untuk menikah. Oke?" pinta Putra yang akhirnya diiyakan oleh Rita.


Putra segera menghubungi keluarganya, sedangkan Rita berbicara pada Nenek untuk mengatakan bahwa dia dan putra memutuskan untuk menikah.


Keputusan Rita di sambut baik oleh Nenek. Senyum kebahagiaan tampak di wajahnya. Rita menjadi ikut bahagia meskipun, Rita tidak tahu bagiamana dia akan menjalani kehidupannya nanti setelah menikah.


"Rita, maafkan Nenek. Nenek tidak bermaksud memaksamu menikah muda. Nenek hanya ingin melihat, seperti apa pria yang sudah mencintai cucu kesayanganku. Nenek lihat, dia cukup baik dan bertanggung jawab. Dia langsung setuju menikah denganmu, artinya dia itu serius mencintaimu, bukan hanya untuk main-main saja. Katakan padanya, kalian bisa menikah kalau kalian sudah merasa siap," ucap Nenek sambil menatap Rita.


"Nenek, jadi Nenek hanya ...," kata Rita kaget.


"Nenek tidak benar-benar ingin memaksa kalian menikah," jawab Nenek.


Saat itu, Putra mendengar apa yang dikatakan Nenek. Keputusan mereka untuk menikah jadi sia-sia.

__ADS_1


"Nenek, apa yang Nenek katakan? Nenek tidak bisa menarik perkataan Nenek begitu saja. Aku sudah meminta orangtuaku untuk datang melamar Rita hari ini juga," ucap Putra kecewa dengan ucapan Nenek.


...****************...


__ADS_2