
Sejak menjadi ketua geng Smart, Rita mulai melakukan perubahan pada anggotanya. Mereka yang biasanya suka pergi ke mall, dan suka ke bar, sekarang mereka tidak akan bisa lagi menikmati kebebasan itu.
Rita sudah memberikan program untuk mereka selama dia menjabat sebagai ketua. Sepulang kuliah, mereka akan belajar bersama dan membahas mata kuliah yang sudah mereka terima.
Mau tidak mau, mereka menuruti aturan Rita meskipun dengan berat hati. Tetapi setelah berjalan hampir 2 bulan, mereka merasakan bahwa mereka telah menjadi orang yang baru. Mereka bisa menikmatinya dan menjadi mahasiswa berprestasi.
Pada saat itu, Rita dinyatakan hamil oleh dokter. Kabar gembira itu, membuat Putra sangat bahagia. Tetapi bagi Rita, hal itu akan membuat semua orang tahu bahwa dia dan Putra sudah menikah.
"Rita, sebenarnya kamu mencintaiku atau tidak? Kenapa kamu selalu ingin menutupi, pernikahan kita?" tanya Putra saat berbaring di samping Rita.
"Tentu saja aku mencintaimu. Tapi, tidakkah aku terlalu muda untuk memiliki seorang anak?" tanya Rita.
"Siapa bilang usia kamu terlalu muda. Memiliki anak itu sebuah anugerah. Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, saat itu pasti seorang anak yang mereka inginkan untuk melanjutkan garis keturunan. Seharusnya kamu bersyukur baru beberapa bulan menikah, Allah langsung memberikan kita anugerah ini. Banyak pasangan yang bermasalah karena mereka tidak diberikan keturunan. Rita, saat kamu bisa menerima anak ini, kamu akan memiliki hidup yang lebih menyenangkan," jawab Putra panjang lebar.
__ADS_1
"Apa aku akan bisa menjaganya hingga bayi ini lahir?" tanya Rita polos.
"Bukan hanya kamu yang akan menjaganya. Aku, Kakek, nenek dan semua orang terdekat kita akan menjaganya untukmu. Kamu hiduplah sebagai ratu di rumah dan di hatiku," jawab Putra lagi.
Semenjak mendengar penjelasan Putra, Rita berusaha menerima kenyataan bahwa seseorang yang memutuskan untuk menikah, dia juga harus siap hamil.
Demi kesehatan Rita dan bayinya, Putra membantu Rita mengajukan cuti kuliah sampai anaknya lahir dan siapa untuk di tinggal kuliah lagi. Dan untuk menghindari gosip, keluarga Putra akhirnya membuat sebuah pesta pernikahan untuk Putra dan Rita.
Dalam pesta ini, hadir semua keluarga Rita. Nenek dan keluarga ayahnya serta keluarga Putra. Kini pernikahan mereka bukan lagi menjadi rahasia. Mereka bisa bebas berpelukan ataupun tinggal bersama tanpa takut akan ketahuan orang lain.
Putra sering membawanya mendengarkan ceramah dari ustadz dan ustadzah. Selain agar bayinya bisa lebih banyak mendapatkan siraman qolbu, juga agar Rita tahu bagaimana cara menjadi istri yang baik yang bisa membawa kebahagiaan dalam rumah tangga mereka.
Sembilan bulan telah mereka lewati dengan banyak belajar tentang kehidupan. Saatnya sang buah hati melihat dunia serta ayah dan ibunya.
__ADS_1
Lahirlah seorang bayi tampan yang mereka beri nama, Zayn Putra. Setelah mengumandangkan adzan dan Iqamah, suster membersihkan sang bayi yang kemudian diserahkan pada Rita.
Rita menatap bayi mungil yang saat ini berada dalam pangkuannya. Dia tersenyum dengan airmata yang menetes pelan. Rita merasa sangat bahagia. Ternyata memang benar kata suaminya. Kehadiran seorang anak dalam sebuah pernikahan adalah anugerah dari Allah yang tidak ternilai harganya.
Rita berjanji akan mencintai dan menyayangi anak-anaknya kelak sebagai wujud rasa bersyukurnya pada Allah.
"Kamu bahagia?" bisik Putra.
"Aku sangat bahagia bisa memiliki kamu dan Zayn," jawab Rita dalam pelukan Putra.
...****************...
Terima kasih sudah membaca kisah ini. Semoga bisa menjadi hiburan.
__ADS_1
Baca kisah anak geng motor dalam mengejar cintanya