
"Mila …!"
Suara panggilan ibu mertua Mila, terdengar nyaring di telinga Mila. Mila bergegas menuju meja makan yang tidak jauh dari dapur tempatnya berada. Mila melihat ibu mertuanya tampak kesal saat melihatnya.
"Ada apa, Bu?" tanya Mila panik.
"Makanan apa ini, cih." Ibu mertuanya memuntahkan makanan yang dimakannya kembali di atas piring.
__ADS_1
"Kenapa, Bu? Apa ada yang salah dengan makanannya?" tanya Mila lagi.
"Coba kamu rasain sendiri. Dasar istri tidak berguna. Bisa masak tidak? Kamu sengaja mau buat darah tinggi ibu kambuh? Buat sayur begitu saja bisa keasinan. Bagaimana kamu bisa menjadi istri yang baik kalau kamu tidak bisa masak?" Suara ibu mertuanya terdengar keras dan jelas di telinga Mila.
"Benarkah, kok bisa keasinan. Padahal tadi Mila sudah sesuai porsinya," jawab Mila yang semakin membuat ibu mertuanya kesal.
Mila mencoba mencicipi sesendok sayur yang telah dia buat. Dan ternyata memang rasanya asin. Mila menjadi takut dan dia meminta maaf kepada ibu mertuanya. Dia berkata akan membuatkan ibu mertuanya masakan lain yang akan lebih baik.
__ADS_1
Sayangnya ibu mertuanya sudah terlanjur marah dan kesal pada Mila. Dia memaksa Mila memakan masakan yang Mila buat sendiri. Dengan kasar, ibu mertuanya menyuapi Mila yang berusaha berontak.
Melihat Mila berontak, ibu mertuanya menekan wajah Mila ke piring bekas makannya hingga wajahnya dipenuhi makanan. Perut Mila terasa mual dan dia berlari ke kamar mandi karena ingin muntah.
Ibu mertuanya tersenyum puas melihat Mila saat ini. Ternyata, semua itu sudah direncanakan. Bu Siti sengaja menambahkan garam tanpa sepengetahuan Mila, ke dalam masakan yang dibuat oleh Mila. Sehingga Bu Siti mempunyai alasan untuk memarahi dan mengerjai menantunya itu.
Mila membasuh mukanya yang kotor dengan air dan di sabun supaya tidak bau makanan. Hatinya sedih dan sakit mendapat perlakuan kasar dari ibu mertuanya. Air matanya mengalir bercampur menjadi satu dengan air yang dibasuhkan ke wajahnya.
__ADS_1