PEMBANTU KECIL JAGOANKU

PEMBANTU KECIL JAGOANKU
Bab 46. Akhirnya


__ADS_3

Mendengar kata anak, hati Rita mendadak berdesir. Apa yang harus dia lakukan untuk bisa memiliki anak. Baginya masih terlalu tabu untuk membicarakan itu.


"Rita, bagaimana? Menyesal?" tanya Putra.


"Nggak. Karena aku sudah janji, aku harus tepati," jawab Rita.


"Jadi ... kamu setuju kita punya anak?" tanya Putra kaget.


"Kamu bisa ajari aku," jawab Rita malu.


Putra tersenyum bahagia mendengar jawaban Rita. Dia langsung memeluk Rita.


"Terima kasih, Sayang," bisik Putra. "Kamu hanya cukup setuju saja. Selebihnya, biar aku yang lakukan."


Putra melepaskan pelukannya lalu menatap istrinya dengan lembut. Kali ini, Putra sudah siap untuk melakukan malam pertama yang lama tertunda.


Putra mengucapkan doa yang sudah dia pelajari setelah menikah. Dia meminta Rita untuk membaca basmalah saja karena Rita tidak tahu doa apa yang harus dia baca. Lain kali, Putra berniat mengajari Rita.


Ciuman Putra berawal dari telinga Rita dan merembet ke leher. Putra ingin memberikan kesan lembut dalam berhubungan intim. Pemanasan yang dia lakukan, belum mendapat balasan dari Rita.


Putra menghela napas panjang, pemanasan yang dia lakukan belum bisa membuat Rita nyaman. Setidaknya, Putra ingin melihat Rita menikmati sentuhannya.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu tegang?" tanya Putra menghentikan aksinya.


"Aku sedikit takut. Aku merasa geli, kamu perlakukan aku seperti ini. Aku harus bagaimana, saat aku merasa gemes padamu. Tidak mungkin aku memukulmu," jawab Rita bingung.


"Begini saja, kamu nikmati saja. Jika kamu gemes padaku, kamu bisa atau kamu merasa geli, kamu bisa meremas bahuku atau meremas pinggangku. Boleh mencium juga," kata Putra mengajari Rita.


"Kamu tak akan marah?" tanya Rita.


"Tidak. Setelah menikah, aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku. Kamu bisa lakukan apa saja yang kamu mau. Selain memukulku," jawab Putra sambil tersenyum.


Rita seolah mengerti apa yang katakan Putra Rita menikmati setiap sentuhan Putra dan jika dia merasa geli, Rita meremas bahu Putra.


Malam ini, Putra menjadi guru bagi Rita yang masih polos dalam hal pernikahan. Meski dengan perjuangan yang berat, Putra berhasil mengambil keperawanan Rita.


Tidak hanya Rita, tetapi Putra juga merasa ketagihan dan ingin melakukan lagi. Akan tetapi, Rita sudah tertidur pulas. Putra tidak ingin mengganggu tidur Rita. Dia memutuskan untuk segera tidur juga.


Pagi-pagi sekali, Rita terbangun dan dia merasa sedikit gugup saat melihat tubuh mereka tanpa sehelai benangpun. Rita berusaha bangun tetapi dengan cepat Putra menarik tubuh Rita dan memeluknya erat.


"Kenapa buru-buru bangun. Ini masih terlalu pagi," bisik Putra lembut.


"Ini sudah jam 4," jawab Rita.

__ADS_1


"Masih ada waktu sebelum sholat subuh. Semalam aku sudah ajari kamu, bisakah aku melihat hasilnya?" ledek Putra dengan sengaja.


"Aku ini murid yang pandai. Kamu nanti bisa memberi nilai untukku," jawab Rita merasa tertantang.


"Buktikan. Apa kamu bisa mendapatkan nilai 100?"


Rita tidak menjawab pertanyaan suaminya. Dia langsung mempraktekkan apa yang semalam Putra lakukan. Putra merasa terbang di awang-awang mendapatkan servis yang sangat memuaskan dari istrinya.


Mereka melakukan pelepasan hingga berkali-kali. Tubuh mereka terasa lemas dan Rita berbaring di pelukan Putra.


"Kamu hebat, Sayang. Nilaimu 100," bisik Putra.


"Ayo kita bangun," ajak Rita pelan.


Putra mengangguk pelan walau tubuhnya masih terasa lemas. Rita bergegas mandi keramas diikuti suaminya.


Senyum merekah di bibir sepasang suami istri tersebut. Kini mereka telah menyempurnakan pernikahan mereka. Masalah anak, akan mereka pikirkan nanti. Mereka hanya perlu menikmati kehidupan mereka sebagai pasangan pengantin baru.


Saat mereka menikmati sarapan, tiba-tiba bel berbunyi. Mereka saling berpandangan. Rita bergegas berdiri untuk membuka pintu.


Rita terkejut saat tahu Rama yang datang. Setahu Rama, Rita sudah bukan pembantu Putra lagi dan tinggal di apartemen sebelah.

__ADS_1


"Siapa yang datang, Sayang?" teriak Putra mengejutkan Rama dan Rita.


...****************...


__ADS_2