PEMBANTU KECIL JAGOANKU

PEMBANTU KECIL JAGOANKU
Bab 43. Modus yang gagal


__ADS_3

Malam sudah makin larut. Rita berusaha memejamkan matanya karena besok dia sudah harus masuk kuliah lagi. Meskipun masalahnya dianggap sudah selesai, tetapi bagi Rita, membuka kebenaran juga penting baginya.


Besok, dia akan mencari pemuda yang berusaha mencopet dompetnya. Rita juga akan memintanya mengklarifikasi kepada pihak kampus, untuk membersihkan namanya. Rita tidak berkelahi tetapi dia hanya membela diri.


"Rita, belum tidur?" tanya Putra kaget.


Putra ternyata ketiduran di ruang kerjanya. Dia sengaja membiarkan Rita agar tidur terlebih dulu. Dia tidak ingin melihat Rita berbicara. Karena bibir seksinya itu, membuat Putra ingin menciumnya. Tetapi, sampai kapan Putra akan mampu bertahan?


"Aku tidak bisa tidur," jawab Rita kesal.


"Ada masalah apa? Apa karena aku memaksamu tinggal satu kamar?" tanya Putra sedikit kecewa.


"Bukan. Tapi, ini sangat menggangguku," jawab Rita.


"Kalau begitu, inilah gunanya punya suami. Katakan, apa masalahmu dan aku akan menyelesaikannya untukmu," kata Putra sedikit menyombongkan diri.


Jarang-jarang Rita mau menerima bantuannya.


Rita menceritakan semua yang dialaminya. Dari aksi penodongan hingga dia diberi sanksi oleh pihak kampus karena dianggap melakukan tindakan kekerasan atau perkelahian.


"Bukannya kita tinggal cari bocah yang kamu hajar itu?" tanya Putra sambil menahan senyum. Istrinya, akhirnya karena keahliannya malah menjadi masalah untuk dirinya sendiri.


"Aku juga berpikir begitu. Tapi aku harus cari kemana?"

__ADS_1


"Siapa namanya?"


"Reza. Dia masih sangat muda. Usianya sekitar 17 tahunan. Masih sekolah kayaknya," jawab Rita. "Aku kirimkan ke ponselmu videonya, sekalian kamu lihat wajahnya dengan jelas."


"Aku terima dan akan melihat dengan jela video yang kmu kirim. Sekarang, kamu tidur saja. Aku akan membantumu mencari pemuda itu. Percayalah, suamimu ini juga bisa diandalkan," kata Putra sambil tersenyum.


Rita sedikit lega, mendengar perkataan Putra. Ini pertama kalinya, Rita meminta bantuan Putra sebagai suaminya. Rita tersenyum melihat Putra begitu bangga ketika dia meminta bantuan padanya. Apakah seorang pria akan senang, jika istrinya sedikit bermanja padanya. Dengan begitu, mungkin Putra merasa Rita menganggapnya sebagai suami.


"Tapi aku sudah terlanjur tidak bisa tidur. Apa yang bisa aku lakukan sekarang?" kata Rita panik.


"Jangan panik. Aku juga sama, belum bisa tidur. Kita lakukan sedikit olahraga malam, supaya kita sama-sama lelah, pasti nanti kita akan tertidur sendiri," kata Putra modus.


Putra menatap wajah Rita. Mereka saling berpandangan. Rita tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Putra. Apalagi saat Putra mulai berbisik pelan membuat bulu kuduk berdiri.


Pikiran Rita sudah traveling kemana-mana. Hatinya tiba-tiba berdebar-debar dan jantungnya berdegup kencang. Bayangan kemesraan saat di kampung, tiba-tiba muncul dan Rita berteriak.


"Aaaaa."


"Ada apa, Sayang. Apa ada yang salah? Aku belum mulai loh, kamu sudah berteriak?" tanya Putra panik.


"Aku mau tidur," jawab Rita gugup.


"Tadi katanya tidka bisa tidur?" tanya Putra sambil menghela napas panjang.

__ADS_1


Gagal sudah usaha Putra mendapatkan malam pertamanya. Padahal dia sudah berusaha untuk menjalankan modus yang pas. Masih juga gagal.


***


Setelah masa hukumannya berakhir, Rita pergi ke kampus kembali dan seolah tidak terjadi apa-apa. Tetapi bagi mahasiswa lain, Rita sudah sangat terkenal.


Ada yang mengejek, ada yang menyindir tetapi banyak yang mengaguminya sebagai seorang wanita tangguh. Terutama para wanita yang tergolong lemah. Mereka berusaha mendekati Rita dan ingin menjadi temannya.


Melihat semua itu, Geng Soya merasa tidak senang. Rencana mereka adalah membuat semua orang membenci dia, bukan malah membuat Rita terkenal dan dikagumi mahasiswa lain.


Rita menyadari hal itu, karena saat berpapasan dengan mereka, wajah mereka tampak tidak senang. Tetapi Rita berusaha cuek saja. Mungkin dia harus berterimakasih pada perekam video tersebut karena telah membuat dirinya di kenal banyak orang.


"Rita, Bos ingin bicara dengan kamu di belakang kampus," kata Dara, anak buah Soya.


"Nggak mau. Kalau memang Bos kamu ingin bicara, sambil makan di kantin, bisa bukan?" tanya Rita. "Aku tunggu di kantin, kalau dalam lima belas menit nggak Dateng, aku anggap kalian nggak serius. Memang mau bicara apa sih."


"Oke, aku sampaikan ke Bos," jawab Dara.


Rita sebenarnya tidak suka meladeni mereka. Dia di sini mau belajar, bukan mau berantem. Atau, mereka harus di bimbing supaya tidak sombong lagi. Tetapi kalau Rita melakukan itu, taruhannya adalah dia bisa di *Drop O*ut dari kampus ini.


Rita makan sambil sesekali melihat jam. Sudah hampir lima belas menit dan Geng Soya, terutama Soya belum datang juga. Rita semakin santai menikmati makanannya.


Tiba-tiba, Soya datang dengan wajah kesal. Matanya menunjukan kalau dia membenci Rita.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2