
Rita tersenyum mendengar Putra mengucapkan terima kasih, hanya karena dia mengizinkan Putra menggenggam tangannya. Putra memang selalu meminta izin karena takut reaksi Rita yang spontan saat kaget.
Memang baru kali ini, Rita membiarkan seorang pria menyentuhnya. Biasanya Rita selalu pasang wajah angker saat ada pria yang iseng padanya.
Memiliki seorang kekasih adalah impian Rita juga. Karena selama ini, tidak ada seorangpun yang berani mendekatinya karena sebuah kejadian yang tidak terduga. Seperti yang putra bilang, pria-pria itu takut saat melihat Rita.
Hal itu bermula ketika Rita sedang melihat hiburan ketoprak di kampung sebelah. Selintas dilihat, Rita itu gadis yang sangat cantik dan lembut. Rambutnya panjang sebahu dan dia terlihat seksi. Badannya agak kurus dengan pantatnya yang bohai meski masih usia remaja.
Rita berpakaian biasa seperti gadis seusianya. Celana tiga perdelapan dan kaos panjang, sering di pakai kalau sedang ada tontonan.
Tidak bisa dipungkiri, jika pesona Rita kala itu mampu membuat banyak pria terutama yang lebih dewasa darinya, terpesona. Rita berjalan bersama beberapa temannya melewati serombongan pemuda untuk membeli jajanan. Tiba-tiba salah satu dari mereka menyentuh pantat Rita yang bohai. Tidak ada yang mengira, reaksi Rita akan membuat pemuda tersebut menyesal.
Rita dengan cepat menendang tubuh pemuda itu hingga jatuh. Tenaga Rita begitu kuat, untuk seukuran gadis kecil seperti dia.
"Dasar kurang ajar," gumam Rita.
Semua mata tertuju pada Rita yang sedang menahan amarah. Teman-temannya segera membawa Rita pergi dari sana. Mereka merasa malu, karena menjadi bahan tontonan. Bagi Rita, dia sama sekali tidak merasa malu, selama apa yang dia lakukan itu benar menurutnya.
Semenjak kejadian itu, pemuda-pemuda itu takut mendekati Rita. Rita juga berusaha menutupi tubuh seksinya dengan memakai celana agak longgar sampai sekarang.
__ADS_1
"Rita, kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Putra mengagetkannya.
"Ingat masa lalu. Sedih, tapi juga Lucu banget," jawab Rita malu.
"Cerita dong. Apanya yang sedih tapi lucu?" tanya Putra penasaran.
"Kamu nanya? Tapi jangan diolok-olok, lho ya," jawab Rita.
Rita mulai bercerita seperti yang diingat tadi. Setelah mendengar cerita Rita, Putra tampak sedih dan marah. Karena ada orang yang berani melecehkan Rita.
"Pemuda itu pantas mendapatkan hukuman itu dari kamu. Kalau aku ada di sana, aku nggak akan cuma tendang dia," ucap Putra kesal.
Setelah keadaan tenang, Putra meminta Rita untuk persiapan kuliah yang akan dimulai beberapa hari lagi. Sekarang, Putra mengajak Rita untuk membeli laptop guna memudahkan Rita belajar.
Rita tidak menyangka, Putra sangat memperhatikan semua kebutuhan Rita. Putra yang dingin itu tidak terlihat lagi. Apalagi semenjak mereka resmi pacaran, sikap Putra berubah sekali.
Demikian juga dengan Rita, gadis yang suka seenaknya dan keras kepala, serta kasar, kini mulai menyadari kalau ada hati yang harus dia jaga. Meskipun Putra menerima dia apa adanya, tetapi Rita ingin sikapnya dulu akan menjadi batu sandungan dalam hubungannya dengan Putra.
Semua memang seperti mimpi. Menjadi bagian dalam hidup Putra yang menjadi impian banyak wanita di luar sana. Sementara dia hanya seorang gadis kampung dan seorang pembantu pula. Akan tetapi, Rita juga tidak ingin rendah diri, selama dia tidak melakukan hal tercela.
__ADS_1
Setelah kembali ke apartemen Putra, Putra memberikan sebuah buku rekening dan kartu ATM pada Rita. Rita tampak senang, mendapatkan hasil dari kerja kerasnya selama ini.
"Ini hasil kerja kamu selama ini. Dipotong uang yang kamu minta untuk kamu kirim ke kampung. Ini sisanya. Mulai bulan depan, aku akan menaikkan gaji kamu," kata Putra menjelaskan soal gaji Rita.
"Naik gaji?" tanya Rita kaget. *Jangan karena kita udah pacaran, terus kamu naikkan gaji aku."
"Bukan karena itu, karena kerja kamu baik dan sebagai majikan, aku merasa puas. Gunakan uang ini dengan baik. Jika kamu ada kesulitan, jangan sungkan bicara padaku. Sebagai pacar, aku akan selalu ada untuk kamu," ucap Putra berusaha membuat Rita mengerti dan bisa membedakan mana urusan pekerjaan dan cinta.
Bagi sebagian orang, apa yang dilakukan Putra tidak masuk akal. Masih membiarkan Rita bekerja di rumahnya sebagai pembantu, sementara statusnya sekarang adalah mereka pasangan kekasih.
Putra lebih tenang jika Rita bekerja di tempatnya daripada bekerja di tempat lain. Dia juga bisa menjaganya dan menjadikan pekerjaan Rita sebagai alasan untuk bisa membantunya tanpa merendahkan harga diri Rita. Putra tahu, jika Rita tidak akan mau menerima bantuannya secara cuma-cuma tanpa bekerja.
Rita tidak menyadari apa yang ada di pikiran Putra. Rita hanya tahu dia bekerja dan mendapatkan uang.
Sederhana bukan?
...****************...
Sambil menunggu up selanjutnya, baca juga karya temen aku.
__ADS_1