PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM

PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM
sekate bulan biru


__ADS_3

ayah mina yan zhu hanya memijat kepalanya karena pusing, karena istrinya sedang melahirkan dan malah ada bencana pula, tiba tiba ada pelayan datang dan mengabarkan Anak ketua klan sudah lahir, yan zhu sangat senang tapi kesenangannya harus putus saat pengawal gerbang klan yan masuk, dan melaporkan 1 km dari kediaman klan yan sudah ada 500 kultipator ranah prajurit sampai ranah kaisar yang siap menggempur kediaman klan yan, yan zhu memerintahkan pelayan wanita tadi untuk membawa kabur istri dan anak nya ke sekate bulan biru sesegera mungkin.


15 menit kemudian setelah mina dibawa kabur dengan ibunya yang masih lemas, kediaman klan yan sudah di kepung, ayah mina dan semua tetua klan yan keluar untuk mempertahankan tanah kelahirannya dengan lapang dada, "hehhh padahal cuma klan kecil tapi sangat berani ya hahaha" prajurit ratakan tempat ini dan orang orangnya, dan tadi aku melihat ada beberapa tikus yang lari kearah timur, jadi 2 orang kejar mereka" tanpa pandang bulu mereka langsung melesat membantai klan yan dengan mudah.


para wanita yang melihat anak dan suaminya dibantai dengan sadis, memilih bunuh diri daripada dijadikan alat pemuas nafsu bejat para prajurit klan besar tersebut.


sedangkan mina dan ibunya sedang di kejar 2 orang ranah prajurit tingkat 5 dan 4 sedangkan ibu mina ranah prajurit tingkat 7 tapi dia sangat lemah, baru saja melahirkan anak sekarang malah harus melawan 2 musuh yang cukup kuat.


"sial jika aku dalam kondisi normal ku mungkin aku dapat dengan mudah membunuh kecoa itu, sekarang aku hanya bisa lari untuk menyelamatkan buah hatiku ini, ibu Mina yang bernama Yan nia itu terus berlari, sedangkan mina malah diam karena memiliki ingatan yang ada di bumi.


"huh aku jadi bai kah ? tapi apa yang terjadi dengan keluargaku di kehidupan kedua ku ini? sepertinya sedang dalam masalah?,,, mina terus berfikir dan menduga duga dalam hatinya.

__ADS_1


ibu mina mendapatkan ide, "ahh iya aku akan menjebak mereka kedalam gua yang kutemukan waktu itu dan setelah mereka masuk aku akan membekukan gua itu beserta isinya, nia pun terus melesat menggendong Mina dalam pelukannya, saat sampai depan gua, mina pun masuk dan membuka pakaian dalamnya dan memberi sedikit aura sebagai umpan, disaat ke 2 peria yang mengejarnya itu dekat dengan pakaian dalam itu akan meledakan es dan membekukan gua dengan sekejap.


tak butuh waktu lama ke 2 orang yang mengajar itupun sampai di mulut gua, "hey aura wanita itu sepertinya ada didalam, hehe kebetulan adikku belum di asah dalam beberapa bulan ini hehe" mereka berdua pun masuk,,, Nia yang mendengar ucapan cabul mereka hanya menggelengkan kepala, "karena nafsu bejat kalian, yang membawa kematian kalian sendiri" Nia pun melesat pergi dari gua itu dan tak lama kemudian Bommmm gua itu meledak dan digantikan bongkahan es yang sangat tajam.


Nia terus melesat hingga sampai di depan sekate bulan biru sekate khusus wanita, tempat nia mengajar sebagai tetua bagian Luar sebelum menikahi keluarga yan,, Murid yang menjaga gerbang sangat mengenal yan nia karena dia tetua yang selalu berkontribusi di sekate dan sangat terkenal tenang dalam segala hal, bahkan saat tau suaminya akan mati pun di perjalanan dia hanya memikirkan anak nya saja tanpa peduli kepadanya.


para murid langsung menyapa , nona nia apa anda akan kembali lagi ke sekate ? kami sangat Rindu dengan tetua yang baik seperti nona nia, tidak seperti tetua lain mereka sangat galak kaya lagi merah aja setiap harinya. ohh itu apa anak nona nia ? kyaaa dia sangat imut.


Nia pun mengangguk dan mengiyakan pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan padanya dan melerai mereka yang tus berkerumun mendekatinya, "kalian sudah cukup, bawa aku menemui ketua sekate, ada aku butuh izin untuk menjadi tetua lagi dan meminta izin untuk merawat anakku!!!


ibu angkat nia yang bernama Bing Bing itu sangat terkejut, "apa? kenapa bisa kamu menjadi janda? apakah bajingan itu punya wanita lain? sudah ibu bilang jangan menikah dengannya padahal waktu itukan hanya kecelakaan kamu dan bajingan itu kena racun asmara, dan lagian dia waku itu tidak memperkosa mu hanya tidak sengaja memuncrat kan cairanya ke permukaan rahim mu saat berbalik arah pandang".

__ADS_1


"dia mungkin mati karena serangan klan besar yun, iya ibu nierr minta maaf tapi kan meski bagian terluar, sekarang aku punya anaknya, nier hanya tidak ingin anak ini tidak punya ayah saja.


Bing bing hanya menggeleng kepala "pantas saja dia mati tapi kau tidak ada rasa sedih sedikitpun, jadi sekarang apa tujuanmu? mendingan jadi tetua bagian luar lagi dan mendidik anak anak manja itu lagi, soal anak ini mau diberi nama apa?


Nia sedikit berpikir,, "iya ibu niatku kesini emang ingin jadi tetua lagi seperti dulu, dan untuk nama anakku sepertinya akan ku beri nama Mina saja, sama seperti diriku di ujungnya NA hehe Nia tertawa cekikikan,,, bing bing hanya menggeleng kepala dengan tingkah anak angkatnya itu.


Bing bing pun membawa nia untuk beristirahat di kediaman ya,,, "nier mulai sekarang kamu tinggal sama ibu di sini, jangan tinggal di rumah tetua bagian dalam, ibu ingin bermain setiap hari dengan mina imut ini hehe" nia hanya mengangguk saja dengan permintaan ibu angkatnya itu, "ibu kapan aku bisa mulai mengajar murid murid? tanya nia dengan semangat.


Heyyy kau itu kan baru melahirkan jaga anak mu ini lah dasar bodoh, ibu akan mengijinkan mu mengajar saat umur 5 bulan.


Nia cemberut hemmm baiklah aku nurut saja sama ibuku yang cantik ini hehe, ibu aku ingin membersihkan diri dulu, tolong jaga mina ya.

__ADS_1


16 tahun kemudian , mina tumbuh dengan sangat cepat dia sangat giat ber kultipasi dan ber pedang, mina sangat ahli menggunakan jurus tarian Phoenix es, mina memiliki element es dan element kayu, Mina terus menerus dilatih oleh nenek nya bing bing yang memiliki element es dan dan api, sedangkan ibu mina melatih element kayu mina, element es untuk menyerang dan bertahan, element kayu untuk penyembuhan.


#next capter,,,, tinggalkan jejaknya napa bang dan komen nya wkwk pemaksaan nih, gg gaming gk tuh.


__ADS_2