PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM

PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM
xia Yuxin


__ADS_3

bukannya menjawab Lusyen malah kembali bertanya "apakah nona adik dari Lin xia dan yang akan di jadikan hadiah oleh keluarga xia sebagai pemenang turnamen yang akan di gelar 1 Minggu lagi? jika memang benar berarti kamu adalah adik ipar ku hehe" Lusyen tertawa pelan.


wanita itu malah mengerutkan keningnya kenapa peria bertopeng di depannya itu bisa tau bahwa dirinya adik dari Lin xia padahal ini adalah pertemuan pertama nya, jika benar tuan adalah calon suami kakak ku ayo kita cari tempat untuk bicara"


Lusyen mengangguk dan berkata "ayo kita memesan kamar saja di penginapan ini" wanita itu langsung berkata panik "tidak tidak jika ingin mengobrol jangan di penginapan ini, karena ini khusus penginapan untuk pasangan berbulan madu"


Lusyen menggaruk kepalanya yang tidak gatal "haahhh? untung aku tidak memasukinya bisa bisa wanita ku pada ngamok"


wanita berjubah itu sedikit mengerutkan keningnya karena perkataan peria yang ada di depannya sedikit janggal, namun dia memilih untuk menepis Nya dan membawa Lusyen menuju ke pinggir kota dan ada sebuah penginapan sederhana yang di miliki oleh seorang wanita tua.


keduanya pun memasuki pintu penginapan "nenek cu ini yuer datang berkunjung" nenek cu itu menoleh dan berkata "ohh nak Yuxin tumben sekali jam siang seperti ini datang mengunjungi nenek, dan siap peria yang ada di belakang? apakah dia adalah calon suami nak Yuxin?"


xia Yuxin buru buru menepisnya dan berkata "tidak nenek aku bertemu dengan peria ini saat dijalan menuju kesini, yuner ingin sedikit mendiskusikan sesuatu dengan peria ini nenek bisakah aku memesan 2 kamar"


"nenek pikir dia adalah suami mu hehe, padahal kalian sangat cocok sekali seperti sepasang suami istri" nenek cu itu menggoda Xia Yuxin, namun Lusyen hanya tersenyum saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"baiklah ini 2 kunci kamar biayanya 8 koin emas saja, nenek potong karena nenek mendapatkan hiburan sedikit hehe, namun kenapa nak yuxin ingin menginap di si sini"


Xia Yuxin menghela nafas "bukankah nenek sudah tau jika aku akan di jadikan hadiah untuk pemenang kompetisi yang di adakan keluarga, makanya aku ingin kabur seperti kakak Lin xia dan hidup bebas"

__ADS_1


Lusyen pun membuka suara "jadi apa adik ipar ku ini ingin bertemu dengan kakakmu itu? kakak iparmu ini bisa mengabulkan nya loh"


Xia Yuxin pun menatap Lusyen dan berkata "apakah kau benar benar adalah calon suami kakak ku? aku tidak akan percaya jika masih belum ada buktinya" Lusyen pun terkekeh geli dengan jawaban adik iparnya itu.


"hais baiklah kakak ipar mu ini tidak bisa membuktikannya tapi calon istriku bisa, tapi kakak iparmu hanya bisa mengirimmu, aku tidak berani bertemu kakak mu sekarang" wajah Lusyen sedikit ngeri.


nenek cu yang melihat mimik wajah Lusyen pun tertawa kecil dan berkata "hehe sebenarnya apa yang sudah kau lakukan sehingga kau tidak mau menemui calon istrimu?" nenek cu memanggil Lusyen kau, karena Lusyen belum memperkenalkan namanya dan Xia Yuxin pun belum tahu peria yang mengaku ngaku sebagai calon kakak iparnya itu.


Lusyen hanya tersenyum masam saja saat di tanya soal itu, nenek cu yang paham dengan maksud Lusyen yang tidak mau membeberkan masalahnya itu langsung mengalihkan pembicaraan "baiklah lupakan jadi siapa namamu anak muda?


Lusyen pun tersadar "ahhh maafkan aku yang lupa memperkenalkan diri, namaku Lusyen nek dan ini di sampingku adalah adik ipar ku hehe"


nenek cu cekikikan dengan tingkah kedua anak muda tersebut dan berkata "baiklah selesaikan saja urusan kalian di kamar yang telah kalian sewa, dan jangan sampai kasurnya patah ok"


xia Yuxin memutuskan untuk membawa Lusyen ke kamar yang sudah di bayar oleh Lusyen, karena dia sangat malu dilihat oleh nenek cu yang selalu menggodanya.


Xia Yuxin semakin dibuat kesal dan berkata "adik ipar adik ipar, wajah mu saja kau tutup, bagaimana aku bisa mengenalimu sebagai kakak ipar cihh" Xia Yuxin berdecak kesal sambil mengencangkan injakannya kepada Lusyen.


Lusyen pun berkata "haha apakah adik ipar ku ini ingin melihat wajah kakak iparnya ini? jangan deh nanti kau jatuh cinta kepada kakak iparmu, nanti kamu membuat alasan alasan seperti gini, aku dan kakakku sudah bersumpah akan berbagi suami, jadi sekarang jadikan aku sebagai istrimu juga" Lusyen tertawa setelah puas mengerjai adik iparnya namun apa yang Lusyen katakan tadi akan menjadi bumerang untuknya.

__ADS_1


Xia Yuxin seketika terdiam, kenapa lelaki yang ada di depannya itu malah menebak dengan benar, padahal terlihat jelas itu hanya bicara asal. memang benar dia dan kakaknya itu sudah bersumpah saat dirinya berusia 8 tahun dan kakaknya berusia 9 tahun untuk memiliki peria/suami yang sama.


waktu itu Xia Yuxin dan Lin xia sedang melihat buku cerita tentang 2 putri bangsawan yang menikahi 1 pria yang sama, kehidupan mereka sangat bahagia meskipun sederhana.


saat selesai membaca buku itu lah keduanya membuat sumpah yang konyol itu, dan itu dilakukan dengan darah mereka sendiri, benar benar bocah yang tidak tahu apa apa.


...... karena tidak ada tanggapan dari adik iparnya itu Lusyen pun langsung membuka portal dan berkata "baiklah jika adik iparku ini ingin bertemu dengan kakakmu maka masuklah ke portal ini, dan ini akan mengantarkan mu langsung ketempat kakakmu"


xia Yuxin sedikit terkejut dengan Lusyen membuka portal tanpa melakukan persiapan terlebih dahulu, tapi dia sedikit ragu untuk memasukinya dan berkata "apakah ini benar benar mengarah ke tempat kakak ku? apakah ini aman?"


Lusyen yang terus ditanya seperti itu pun menggelengkan kepalanya "hais ini serius, baiklah aku bersumpah jika aku bohong aku tidak akan bisa mendapatkan wanita lagi" namun Xia Yuxin masih saja ragu, Lusyen pun menghampiri adik iparnya itu dan memeluknya erat, Lusyen pun langsung melemparkan tubuh adik iparnya itu kedalam portal dan langsung menutupnya.


"hais beres juga masalah adik ipar bodohku itu" Lusyen pun berbaring di kasur nya dan langsung tertidur pulas.


disisi lain Xia Yuxin berteriak "ahhhhhh tolong" teriakan itu mengejutkan wanita wanita Lusyen yang sedang bersantai di ruang keluarga, kebetulan saat itu sedang melakukan makan bersama sambil nonton TV. sontak semuanya langsung keluar untuk melihat siapa yang berteriak minta tolong di luar.


...NEXT CHAPTER...


...jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk...

__ADS_1


__ADS_2