
"bukankah tadi aner sudah lelah ? kenapa sekarang malah menggoda Gege lagi?" Anita tersenyum malu-malu dan berkata "karena Gege sudah memberikan tempat tinggal, aku dan anakku masih bisa melakukan beberapa ronde lagi" anjiana yang mendengar percakapan ibu nya itu geleng-geleng kepala, padahal dirinya ingin langsung istirahat, ehhh malah dibawa bawa.
mereka berempat pun masuk kedalam rumah mewah tersebut, anzuan masih saja tidur di pangkuan Anita, anjiana dan Anita sangat kagum dengan dekorasi rumah baru mereka, ini seperti penginapan super mewah yang pernah mereka lihat, namun sedikit asing dengan barang barang yang ada di sana.
Lusyen mengarahkan Anita untuk meletakan anzuan di kamar supaya tidurnya tidak terganggu. setelah Anita meletakan anzuan, tiba tiba Lusyen menarik Anita dan mencari anjiana yang berkeliling untuk melihat lihat, tak berselang lama Lusyen pun menemukan anjiana yang sedang memandangi lautan.
Anita yang melihat anjiana pun berkata "jianer anak ibu yang paling cantik, ayo kita mandi bersama sama dengan suami kita"
anjiana memalingkan wajahnya dan melihat ibunya dan calon suaminya itu "jika mandi bersama, bukankah kita akan melakukan itu lagi?"
Anita pun menjawab "suami kita tidak akan melakukan itu lagi hari ini, kita sekarang ini hanya mandi bersama saja ya kan Gege?" Lusyen pun pura pura mengiyakan padahal dirinya menginginkan di kamar mandi, namun karena keduanya sudah kelelahan Lusyen terpaksa harus berhenti menggempur ibu dan anak itu.
"iya Gege tidak akan melakukannya lagi hari ini, karena nanti kita sedikit susah menjelaskan kepada anjuan, jika terus mendengar suara manja kalian hehe" Lusyen terkekeh geli melihat wajah Anita dan anjiana yang sangat memerah.
ketiganya pun mandi bersama, 30 menit kemudian mereka sudah wangi dan memakai baju mewah yang di beli Lusyen di toko sistem, Anita pun bertanya "Gege dimana kamar untuk kita bertiga? apakah di lantai atas sama seperti zuaner?"
Lusyen pun mengangguk dan berkata "itu benar di sana kamar nya sangat luas, dan di jendela kamar ada balkon yang memiliki pemandangan yang paling indah"
kini anjiana yang sangat semangat "kalo begitu Gege ayo cepat bawa jianer dan ibu ke sana, jianer sudah tidak sabar melihat pemandangan yang di katakan Gege"
__ADS_1
Lusyen pun tanpa berlama-lama membawa keduanya kelantai 2 dan menuju kamar paling ujung, saat pintu kamar terbuka Anita dan anjiana pun langsung berlari ke dalam anjiana langsung menghampiri balkon sedangkan Anita tertegun melihat tempat tidur, ada bercak darah dan banyak noda noda putih seperti cairan yang dirinya keluarkan dengan Lusyen.
Lusyen pun masuk kedalam kamar dan melihat Anita sedang berdiri sambil tertegun "aner ada apa? kenapa hanya diam disini saja" Lusyen sangat penasaran.
Anita yang di tanya pun tidak menjawab dan tetap berdiri menatap kasur, Lusyen pun melihat sekeliling kamar dan tertuju pada kasur yang lupa Lusyen cuci, Lusyen sekarang paham apa yang terjadi dengan Anita.
Lusyen pun memeluk Anita dari belakang "itu bekas Gege dengan wanita wanita Gege yang lain, saat itu Gege lupa mencucinya, karena biasanya dicuci oleh wanita wanita Gege yang lain"
setelah mendapat pengakuan Lusyen tanpa menutupinya, Anita melepaskan pelukannya Lusyen dan sedikit mundur "sebenarnya Gege punya beberapa banyak wanita, kenapa Gege baru bicara sekarang, kenapa tidak dari kemarin, lihatlah sekarang aku dan anakku sudah merebut peria wanita lain"
Lusyen pun kembali mendekati Anita dan menggenggam tangannya "maafkan gege, waktu itu Gege belum sempat menceritakannya, namun kita malah tidur bersama, seperti kata Gege waktu itu, gege akan bertanggung jawab atas kehidupan kalian kedepannya, jangan mencoba menyalahkan diri sendiri karena merebut peria wanita lain, tapi itu juga salah Gege"
Lusyen ingin menjawab namun di potong oleh Anita "tidak apa apa jianer, hanya saja suami kita ini sudah memiliki banyak wanita, jadi sekarang kita memiliki banyak saudari, jadi kita sebisa mungkin mengakrabkan diri dengan saudari baru kita itu"
anjiana pun mengangguk mengerti dan bicara "Gege berapa banyak wanita yang sudah Gege tiduri seperti jianer dan ibu"
Lusyen sedikit canggung dan berkata "Gege hanya meniduri 3 dari 10 wanita gege, sisanya ingin melakukannya saat sudah menikah, yang akan di laksanakan 6 bulan lagi"
Anita dan anjiana sangat terkejut karena Lusyen memiliki 10 wanita sebelum mereka berdua bergabung dan jika di total ada 12 termasuk mereka berdua "apakah nanti Gege kuat melayani kami semua, saat malam pertama nanti?" Anita mencibir Lusyen
__ADS_1
Lusyen dengan polosnya menjawab "tidak tahu, karena untuk membuat kalian berdua kelelahan saja sudah membutuhkan waktu ber jam-jam"
"jadi kapan Gege mempertemukan kita berdua kepada Saudari saudari yang lain?" Lusyen pun menjawab dengan penuh percaya diri "kalian bisa bertemu sekarang juga, namun Gege tidak bisa menemani aner dan jianer untuk bertemu dengan wanita wanita Gege yang lain, karena ada suatu alasan"
Anita pun bergumam *huh pasti wanita wanita Gege yang lain akan sedikit emosi, jika tau perianya malah meniduri wanita lain, dan sekarang pasti Gege sedang lepas tangan, untuk menyerahkan semuanya padaku dan anaku, hais calon suami macam apaan, tapi setidaknya dia bisa berlaku adil untuk wanita wanita Nya, dan aku bisa tenang untuk melayaninya sekalian memanjakan tubuhku hehe*
"baiklah Gege pertemukan sekarang juga, pasti wanita wanita Gege adalah kultivator, namun soal tubuh dan kecantikan, aner dan anaku tidak akan kalah, setidaknya kita berdua bisa mengimbanginya" dengan percaya dirinya Anita mengatakan itu.
Lusyen pun mengangguk karena itu memang benar "ya itu pasti, karena wanita wanita Gege semuanya cantik dan berisi seperti, aner dan jianer"
keduanya tersipu malu, karena Lusyen secara terang terangan mengakuinya, Anita pun membatin *huhh Gege sangat lihai dalam menggoda ku dan anaku, jadi penasaran dengan saudari baru, sekarang anzuan akan memiliki banyak ibu*
Lusyen pun membuka portal dan menghubungkan dunia lantai 1 dan dunia lantai dua, setelah itu Lusyen berpesan "kalian masuk saja ke pusaran itu, dan setelah keluar kalian akan berada di tempat wanita Gege yang lainnya tinggal.
di dunia lantai 1 terjadi kehebohan karena tiba tiba muncul portal berwarna biru, rica, Yinsui, Alicia dan wanita Lusyen lainnya sangat hati-hati dengan kemunculan portal yang tiba tiba itu, dan mereka berharap Lusyen muncul untuk menjelaskan kejadian aneh itu namun Lusyen tak kunjung datang.
NEXT CHAPTER
jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk
__ADS_1